Anak Panti Asuhan

Lalu tiba-tiba Dion menawarkan pelayan tersebut untuk makan bersama. Tentu saja ucapanya membuat semua orang yang ada di situ.

"Tu-tuan sa-saya tidak akan lancang, bagaimana mungkin saya melakukan hal yang tidak sopan begitu." ucap pelayan yang diajak makan bersama dengan gugup.

"Aha, itu dia. Dia tampak gugup. Jadi dugaanku benar, ada sesuatu yang ia sembunyikan." batin Dion dengan bangga pada dirinya sendiri.

"Kenapa bibi? Bukankah aku sendiri yang menawarkan untuk makan bersama. Lalu apa masalahnya, dan di mana letak ketidak sopanannya? Atau apakah ada sesuatu di makanan ini yang membuat bibi jadi enggan untuk makan bersama kami?" ucap Dion dengan nada datar.

Dion merasa sangat yakin kalau pelayan yang dia ajak makan bersama bersalah. Jadi dia terus saja memancingnya agar masuk jebakannya. Rasanya senang senang sekali bisa membongkar kedok pelayan tersebut. Begitulah yang dipikirkan oleh Dion.

Tentu saja pelayan itu kebingungan. Sudah puluhan tahun ia bekerja sebagai pelayan di rumah itu. Tidak pernah sekali pun ia mencoba untuk berpikir melakukan hal itu. Tapi bagi Dion sikap pelayan itu justru memperkuat rasa yakin kalau yang ia dan istrinya alami adalah perbuatan pelayan itu.

"Iya bibi ayo kita makan bersama saja." ujar Lina yang tidak mengerti tujuan suaminya mengajak pelayan itu makan bersama.

Lina ternyata tidak keberatan sama sekali, justru ia menyambut gembira akan ide suaminya tersebut. Pelayan-pelayan yang ada di situ pun memandangi pelayan yang diajak makan bersama. Sementara pelayan yang diajak makan bersama cuma menunduk menatap kedua telapak kakinya sambil menggaitkan kesepuluh jari tangannya, dibawah pusarnya.

"Tuan biarlah kami nanti makan bersama dengan Bibi Kinan. Maaf kalau saya lancang, tapi tugas kami melayani tuan saat tuan sedang makan. Bukan justru ikut makan bersama di atas satu meja makan." ucap Ros kepala pelayan dengan sopan.

Ros merasa ia harus menghentikan situasi itu. Karena jika sampai itu terjadi maka akan ada rasa iri bagi pelayan yang lain. Tidak tau apa yang akan terjadi pada Bibi Kinan jika sampai ia ikut makan bersama. Mungkin nanti pelayan yang lain akan diam-diam mencibirnya, atau mereka akan menggosipkan Bibi Kinan sebagai penjilat.

Bibi Kinan atau pelayan yang diajak makan bersama mengangkat kepalanya dan menatap Ros. Ada muncul rasa lega pada raut wajahnya yang tadi cemas. Ros hanya berpura-pura tidak melihat. Tapi Dion melihatnya, dan itu membuat Dion makin curiga. Hanya saja Dion tidak bisa memaksanya lagi. Ia ingat kalau Ros adalah kepala pelayan yang tegas. Jadi Dion menyerah kali ini.

Dion berharap mereka akan baik-baik saja setelah ini. Tapi kalau tidak ia akan membongkar kelakuam Bibi Kinan, meski dengan cara tidak sopan sekali pun pikirnya. Lalu ia mencoba melanjutkan makannya. Ia tidak berselera jadinya. Maka ia pun dengan cepat menyelesaikan makannya.

"Sayang, kok makanannya tidak dihabisin, nanti makanannya nangisloh." ucap istrinya meniru kalimat yang sering ia dengar saat masih kecil.

Lina yang dibesarkan di panti asuhan sangat tau rasanya harus mengalah ketika makanan tidak cukup untuk penghuni panti. Beruntung pemilik panti asuhan orang yang baik jadi mereka sama sekali tidak pernah mendapatkan perlakuan buruk. Tapi justru mereka sangat di sayang. Pemilik panti selalu melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhan anak-anak panti.

Tiba-tiba Lina teringat pada ibu pantinya. Lina kerap mengirim belanja bulanan ke panti asuhan tersebut. Uang yang Dion berikan padanya tidak ia gunakan untuk berpoya-poya. Tapi uang itu ia gunakan untuk membalas kebaikan ibu panti asuhan yang merawatnya sejak kecil. Wanita itu sudah Lina anggap seperti ibu kandungnya sendiri.

Sementara Dion yang ditegur istrinya karena tidak menghabiskan makanannya tampak seperti anak kecil yang ditegur ibunya. Dengan terpaksa ia menghabiskan makanan yang ada di piringnya. Sambil ia merasa-rasakan gejala aneh yang akan timbul. Tapi sampai Lina selesai makan dan sampai beberapa lama pun ia tidak merasakan gejala yang aneh.

Selesai makan Lina dan Dion pergi ke ruang tamu. Lina lalu memasang televisi dan milih siaran sinetron kesukaannya. Sudah menjadi kebiasaanya dari kecil menonton sinetron. Kebiasaan yang ia dapat saat di panti asuhan. Jika ibu panti sudah memasang televisi sudah pasti ia akan menonton sinetron. Dan dengan begitu anak-anak yang lain pun akan ikut menonton.

Walau saat kecil mereka tidak begitu mengerti isi cerita yang disajikan setidaknya mereka melihat ada orang yang lebih menderita dari mereka. Mereka yang tidak mengenal orang tua kandung mereka kadang merasa bersyukur. Saat melihat seorang anak yang dianiaya oleh ibu kandungnya sendiri atau pun ayahnya.

Sesuatu yang membuat mereka sadar kalau keluarga tidak hanya berdasarkan pertalian darah. Meski berbeda golongan darah dan tanpa adanya persamaan DNA sedikit pun mereka sudah seperti saudara kandung.

Saat asik membaca Lina dengan pelan merangkul tangan Dion. Dion menatap Lina dan tau kalau ia ingin mengatakan sesuatu. Ia menunggu kalimat apa yang akan Lina katakan. Apakah reaksi dari manakan yang mereka makan sudah mulai muncul? Dion memperhatikan Lina dengan seksama. Ia mulai cemas.

"Sayang, kita sudah lama tidak ke panti asuhan," ucap Lina dengan lembut.

Mendengar ucapan istrinya tanpa sadar Dion menghembuskan napasnya dengan kasar. Dia merasa lega, tadinya ia pikir Lina merasakan sesuatu. Tapi melihat Dion yang menghembuskan napas dengan kasar membuat Lina berpikir lain.

"Sayang, apa...kau kesal? Kalau kau sibuk aku tidak akan memaksa kok. Kita tidak harus pergi bersama." kata Lina dengan cepat.

Dion menatap istrinya lebih dalam, raut wajahnya yang bingung membuat Lina lagi-lagi salah paham.

"Ahk bukan begitu, maksudku jika kau tidak mengijinkanku ke sana, aku juga tidak akan pergi, sungguh." kata Lina mengigit bibir bawahnya.

"Apa yang kau bicarakan? Tentu saja aku tidak keberatan." kata Dion kemudian setelah melihat ada raut sedih terukir di wajah istrinya.

Mendengar ucapan Dion seketika wajah Lina jadi ceria kembali. Tidak tampak bekas ketakutan yang tergambar pagi tadi. Dion pun merasa lega, melihat istrinya baik-baik saja.

"Jadi," kata Lina tertahan.

"Jadi apa?" tanya Dion.

"Kapan aku boleh ke sana?" tanya Lina.

Dion mengangkat alis kirinya.

"Kau mau pergi sendiri saja?" tanya Dion.

"Aku rasa pekerjaanmu di kantor sudah sangat sibuk, jadi sebaiknya biar aku saja yang pergi."

"Hei, aku ini 'Boss' dan kapan pun bisa libur sesuka hatiku." kata Dion dengan lagak angkuh.

Lina tersenyum menatap tingkah suaminya, ia merasa lega karena suaminya tidak pernah memandang rendah dirinya yang hanya seorang anak yatim-piatu. Alangkah banyak hal yang ia syukuri menjadi istri dari suaminya. Seketika ia teringat ucapan wanita di tempat wisata.

"Kenapa wanita itu berkata begitu?" gumamnya dalam hati. Lalu memeluk erat suaminya.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Anezaki Igarashi Ricky ⍣⃝కꫝ 🎸

Anezaki Igarashi Ricky ⍣⃝కꫝ 🎸

karena cinta itu buta

2022-05-14

0

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

🎯™ Zie ⍣⃝కꫝ 🎸

iishh dion harusnya bibi kinan d ajak ngbrol karena dia tau yg d lakukan vivian klo masih penasaran sama obat herbal itu karena bibi kiran setia loh 😊

2022-03-22

1

Beast Writer

Beast Writer

ngantuk baca jam segini

2022-03-19

0

lihat semua
Episodes
1 Sebuah Nama
2 Ruang Rahasia
3 Bulan Madu
4 Orang Asing
5 Pulang
6 Kehamilan Lina
7 Penglihatan
8 Mahluk Tak Kasat Mata
9 Kesulitan Lina
10 Penelusuran
11 Musuh dalam Selimut
12 Rencana B
13 Pikiran Buruk
14 Anak Panti Asuhan
15 Pengusiran Mahluk Halus
16 Pindah Kamar
17 Ketahuan
18 Kepergian Bibi Kinan
19 Panti Asuhan
20 Terapi
21 Hasil Terapi
22 Mencari Pelaku
23 Pencarian Barang Bukti
24 Pemakaman Vivina
25 Anak Kecil
26 Memangnya Kalian Tidak Lihat?
27 Ros Dipecat
28 Gunting
29 Penculikan
30 Badai di Laut
31 Jejak
32 Wanita Paruh Baya
33 Masa Lalu
34 Shasa
35 Malam Panjang
36 Ganti Gelas
37 Air Baru
38 Pengikut
39 Bermain Api
40 Kasus-Kasus
41 Kelahiran
42 Teror di Rumah Sakit
43 Kerasukan
44 Biaya Rumah Sakit
45 Pernikahan Dion
46 Takdir atau Nasib
47 Ulang Tahun
48 Teresia
49 Ray
50 Dion
51 Taman Kanak-Kanak
52 Peti Ruang Rahasia
53 Kematian Ben
54 Membersihkan Jejak
55 Belatung
56 Melarikan Diri
57 Ruang Berdarah
58 Ikatan Batin
59 Perjodohan
60 Calon Suami
61 Penderitaan Ray
62 Emile dan Gina
63 Mata Ganti Mata
64 Dion dan Lina
65 Riwayat Perusahaan
66 Bersentuhan
67 Perpisahan
68 Tempat Asing
69 Rumah Besar
70 Kabur dari Rumah
71 Kobaran Api
72 Mimpi atau Nyata
73 Kamu Siapa?
74 Teresia Kembali
75 Berbaikan
76 Bertukar Cincin
77 Ratu Makan
78 Bunuh Diri
79 Mimpi Buruk
80 Penghianatan
81 Penangkapan
82 Bantuan
83 Kekuatan Teresia
84 Bikin Ulah
85 Mengunjungi Rumah Tua
86 Siaran Langsung
87 Akhir Pertunjukan
88 Video Klara
89 Pertemuan Tidak Terduga
90 Pengakuan Gina
91 Tinggal Bersama
92 Pendekatan
93 Kulit Merah
94 Perubahan Fisik
95 Perjanjian Berakhir
96 Jangan Dilepas
97 Rencana Gagal
98 Maut
99 Tantangan
100 Mama Malika
101 Arwah Korban
102 Berbicara dengan Arwah
103 Psikopat
104 Cresentia
105 Kobaran Api
106 Hilang
107 Jalan Buntu
108 Buku Tua
109 Rahasia Keluarga
110 Gadis yang Mirip Cresentia
111 Ada tapi Tidak Terlihat
112 Lingkungan Baru
113 Sepatu Baru
114 Suara Sepatu
115 Peran Utama
116 Syarat Bantuan
117 Alfredo
118 Alfredo yang Sebenarnya
119 Jadi Sandra
120 Makan Daging
121 Perjanjian Menikah
122 Perbuatan Baik
123 Preman
124 Kantor Polisi
125 Warung Kopi
126 Ruang Jenazah
127 Darah Te Espere
128 Te Amo
129 Menginap
130 Berbagi Rahasia
131 Saingan
132 Berpacaranlah Denganku
133 Kerasukan
134 Apakah Kamu Suka Aku?
135 Aroma Mayat
136 Longlongan Anjing
137 Berpindah Tempat
138 Tumbal
139 Pembukaan Pabrik Sepatu
140 Hari Libur
141 Jendela Sempit
142 Kuliah
143 Pacar Te Espere
144 Tidak Sia-Sia
145 Mama Aku Sudah Pulang
146 Sampai Jumpa
147 Terima atau Tidak
148 Oscuridad
149 Kedai Kecil
150 Ich Liebe Dich
151 Tulang Belulang dan Tengkorak
152 Penyusup
153 Permen Coklat
154 Apa Kabar?
155 Keinginan Terakhir
156 Kekacauan
157 Sang Pengantin
158 Masa Lalu
159 Riwayat Pedang Pusaka
160 Akhir Riwayat Oscuridad
161 Kepergian Te Espere dan Nicholas
162 Gadis yang Hilang
163 Kue Bolu
164 Mau Kemana?
165 Dihukum walau Tidak Bersalah
166 Sepotong Kue
167 Bersikap Seolah Melihat
168 Gadis yang Tersiksa
169 Melarikan Diri
170 Keributan
171 Menyamar
172 Pernikahan Malika
173 Tujuh Bulan
174 Nicorazón dan Esperanza
175 Berwisata
176 Kemalangan Beruntun
177 Pesulap
178 17 Tahun
179 Pertunjukan Sulap
180 Akhir Pertunjukan
181 Gangguan di Jalan
182 Penumpang Pesawat
183 Anak Malang
184 Kemampuan yang Disalahgunakan
185 (Season 2) Perubahan Nicorazón
186 (Season 2) Rahasia yang Belum Terungkap
187 (Season 2) Kejujuran
188 (Season 2) Roh di Dinding
189 (Season 2) Sentuhan
190 (Season 2) Takut
191 (Season 2) Kamar
192 (Season 2) Demam
193 (Season 2) Menemui Pesulap
194 (Season 2) Tiket
195 (Season 2) Kucing Sembilan Nyawa
196 (Season 2) Bersedia
197 (Season 2) Satu Kepala Menggelinding
198 (Season 2) Asisten Pesulap
199 (Season 2) Keturun Ketujuh
200 (Season 2) Mendadak Sakit
201 (Season 2) Hari Pertama
202 (Season 2) Dorado
203 (Season 2) Pengawas
204 (Season 2) Tomi Datang
205 (Season 2) Berpindah
206 (Season 2) Pacar Nicorazón
207 (Season 2) Lari
208 (Season 2) H E L P
209 (Season 2) Identitas
210 (Season 2) Dalam Kurungan
211 (Season 2) Kembali ke Tubuh Asli
212 (Season 2) Verde
213 (Season 2) Pesawat Meledak
214 (Season 2) Kapal Penjahat
215 (Season 2) Penangkapan
216 (Season 2) Rapat
217 (Season 2) Tertukar
218 (Season 2) Beraksi
219 (Season 2) KETAHUAN
220 (Season 2) Dua Esperanza
221 (Season 2) Panggilan
222 (Season 2) Tidak Percaya Siapapun
223 (Season 2) Satu Esperanza Terbunuh
224 (Season 2) Kekuatan Terkuat
225 (Season 2) Esperanza di Tengah Pusaran Angin
226 (Season 2) Lautan Api
227 (Season 2) Di Pengungsian
228 (Season 2) Sebuah Kebenaran
229 (Season 2) Bahan Makanan
230 (Season 2) Mencari Esperanza
231 (Season 2) Kebohongan Dorado
232 (Season 2) Penghianat yang Sebenarnya
233 (Season 2) Pribadi yang Lain
234 (Season 2) Jadi Budak atau Buronan
235 (Season 2) Semakin Terbiasa
236 (Season 2) Penyamaran Terbongkar
237 (Season 2) Malam Bertabur Timah Panas
238 (Season 2) Tujuh Kehidupan
239 (Season 2) Ikut Campur
240 (Season 2) Terkepung
241 (Season 2) Menyerah
242 (Season 2) Esperanza Tiba
243 (Season 2) Leluhur Dorado
244 (Season 2) Akhir Hidup Dorado
245 (Season 2) Bangun
246 (Season 2) Belum Terbiasa
247 (Season 2) Usaha Gina
248 (Season 2) Izin Kembali Pulang
249 (Season 2) Pergi Sejauh Mungkin
250 (Season 2) Tawaran
251 (Season 2) Murid Baru
252 (Season 2) Akibat Mengganggu Esperanza
253 (Season 2) Empedu
254 (Season 2) Museum
255 (Season 2) Akhir yang Berbeda
256 (Season) Sampai Jumpa
Episodes

Updated 256 Episodes

1
Sebuah Nama
2
Ruang Rahasia
3
Bulan Madu
4
Orang Asing
5
Pulang
6
Kehamilan Lina
7
Penglihatan
8
Mahluk Tak Kasat Mata
9
Kesulitan Lina
10
Penelusuran
11
Musuh dalam Selimut
12
Rencana B
13
Pikiran Buruk
14
Anak Panti Asuhan
15
Pengusiran Mahluk Halus
16
Pindah Kamar
17
Ketahuan
18
Kepergian Bibi Kinan
19
Panti Asuhan
20
Terapi
21
Hasil Terapi
22
Mencari Pelaku
23
Pencarian Barang Bukti
24
Pemakaman Vivina
25
Anak Kecil
26
Memangnya Kalian Tidak Lihat?
27
Ros Dipecat
28
Gunting
29
Penculikan
30
Badai di Laut
31
Jejak
32
Wanita Paruh Baya
33
Masa Lalu
34
Shasa
35
Malam Panjang
36
Ganti Gelas
37
Air Baru
38
Pengikut
39
Bermain Api
40
Kasus-Kasus
41
Kelahiran
42
Teror di Rumah Sakit
43
Kerasukan
44
Biaya Rumah Sakit
45
Pernikahan Dion
46
Takdir atau Nasib
47
Ulang Tahun
48
Teresia
49
Ray
50
Dion
51
Taman Kanak-Kanak
52
Peti Ruang Rahasia
53
Kematian Ben
54
Membersihkan Jejak
55
Belatung
56
Melarikan Diri
57
Ruang Berdarah
58
Ikatan Batin
59
Perjodohan
60
Calon Suami
61
Penderitaan Ray
62
Emile dan Gina
63
Mata Ganti Mata
64
Dion dan Lina
65
Riwayat Perusahaan
66
Bersentuhan
67
Perpisahan
68
Tempat Asing
69
Rumah Besar
70
Kabur dari Rumah
71
Kobaran Api
72
Mimpi atau Nyata
73
Kamu Siapa?
74
Teresia Kembali
75
Berbaikan
76
Bertukar Cincin
77
Ratu Makan
78
Bunuh Diri
79
Mimpi Buruk
80
Penghianatan
81
Penangkapan
82
Bantuan
83
Kekuatan Teresia
84
Bikin Ulah
85
Mengunjungi Rumah Tua
86
Siaran Langsung
87
Akhir Pertunjukan
88
Video Klara
89
Pertemuan Tidak Terduga
90
Pengakuan Gina
91
Tinggal Bersama
92
Pendekatan
93
Kulit Merah
94
Perubahan Fisik
95
Perjanjian Berakhir
96
Jangan Dilepas
97
Rencana Gagal
98
Maut
99
Tantangan
100
Mama Malika
101
Arwah Korban
102
Berbicara dengan Arwah
103
Psikopat
104
Cresentia
105
Kobaran Api
106
Hilang
107
Jalan Buntu
108
Buku Tua
109
Rahasia Keluarga
110
Gadis yang Mirip Cresentia
111
Ada tapi Tidak Terlihat
112
Lingkungan Baru
113
Sepatu Baru
114
Suara Sepatu
115
Peran Utama
116
Syarat Bantuan
117
Alfredo
118
Alfredo yang Sebenarnya
119
Jadi Sandra
120
Makan Daging
121
Perjanjian Menikah
122
Perbuatan Baik
123
Preman
124
Kantor Polisi
125
Warung Kopi
126
Ruang Jenazah
127
Darah Te Espere
128
Te Amo
129
Menginap
130
Berbagi Rahasia
131
Saingan
132
Berpacaranlah Denganku
133
Kerasukan
134
Apakah Kamu Suka Aku?
135
Aroma Mayat
136
Longlongan Anjing
137
Berpindah Tempat
138
Tumbal
139
Pembukaan Pabrik Sepatu
140
Hari Libur
141
Jendela Sempit
142
Kuliah
143
Pacar Te Espere
144
Tidak Sia-Sia
145
Mama Aku Sudah Pulang
146
Sampai Jumpa
147
Terima atau Tidak
148
Oscuridad
149
Kedai Kecil
150
Ich Liebe Dich
151
Tulang Belulang dan Tengkorak
152
Penyusup
153
Permen Coklat
154
Apa Kabar?
155
Keinginan Terakhir
156
Kekacauan
157
Sang Pengantin
158
Masa Lalu
159
Riwayat Pedang Pusaka
160
Akhir Riwayat Oscuridad
161
Kepergian Te Espere dan Nicholas
162
Gadis yang Hilang
163
Kue Bolu
164
Mau Kemana?
165
Dihukum walau Tidak Bersalah
166
Sepotong Kue
167
Bersikap Seolah Melihat
168
Gadis yang Tersiksa
169
Melarikan Diri
170
Keributan
171
Menyamar
172
Pernikahan Malika
173
Tujuh Bulan
174
Nicorazón dan Esperanza
175
Berwisata
176
Kemalangan Beruntun
177
Pesulap
178
17 Tahun
179
Pertunjukan Sulap
180
Akhir Pertunjukan
181
Gangguan di Jalan
182
Penumpang Pesawat
183
Anak Malang
184
Kemampuan yang Disalahgunakan
185
(Season 2) Perubahan Nicorazón
186
(Season 2) Rahasia yang Belum Terungkap
187
(Season 2) Kejujuran
188
(Season 2) Roh di Dinding
189
(Season 2) Sentuhan
190
(Season 2) Takut
191
(Season 2) Kamar
192
(Season 2) Demam
193
(Season 2) Menemui Pesulap
194
(Season 2) Tiket
195
(Season 2) Kucing Sembilan Nyawa
196
(Season 2) Bersedia
197
(Season 2) Satu Kepala Menggelinding
198
(Season 2) Asisten Pesulap
199
(Season 2) Keturun Ketujuh
200
(Season 2) Mendadak Sakit
201
(Season 2) Hari Pertama
202
(Season 2) Dorado
203
(Season 2) Pengawas
204
(Season 2) Tomi Datang
205
(Season 2) Berpindah
206
(Season 2) Pacar Nicorazón
207
(Season 2) Lari
208
(Season 2) H E L P
209
(Season 2) Identitas
210
(Season 2) Dalam Kurungan
211
(Season 2) Kembali ke Tubuh Asli
212
(Season 2) Verde
213
(Season 2) Pesawat Meledak
214
(Season 2) Kapal Penjahat
215
(Season 2) Penangkapan
216
(Season 2) Rapat
217
(Season 2) Tertukar
218
(Season 2) Beraksi
219
(Season 2) KETAHUAN
220
(Season 2) Dua Esperanza
221
(Season 2) Panggilan
222
(Season 2) Tidak Percaya Siapapun
223
(Season 2) Satu Esperanza Terbunuh
224
(Season 2) Kekuatan Terkuat
225
(Season 2) Esperanza di Tengah Pusaran Angin
226
(Season 2) Lautan Api
227
(Season 2) Di Pengungsian
228
(Season 2) Sebuah Kebenaran
229
(Season 2) Bahan Makanan
230
(Season 2) Mencari Esperanza
231
(Season 2) Kebohongan Dorado
232
(Season 2) Penghianat yang Sebenarnya
233
(Season 2) Pribadi yang Lain
234
(Season 2) Jadi Budak atau Buronan
235
(Season 2) Semakin Terbiasa
236
(Season 2) Penyamaran Terbongkar
237
(Season 2) Malam Bertabur Timah Panas
238
(Season 2) Tujuh Kehidupan
239
(Season 2) Ikut Campur
240
(Season 2) Terkepung
241
(Season 2) Menyerah
242
(Season 2) Esperanza Tiba
243
(Season 2) Leluhur Dorado
244
(Season 2) Akhir Hidup Dorado
245
(Season 2) Bangun
246
(Season 2) Belum Terbiasa
247
(Season 2) Usaha Gina
248
(Season 2) Izin Kembali Pulang
249
(Season 2) Pergi Sejauh Mungkin
250
(Season 2) Tawaran
251
(Season 2) Murid Baru
252
(Season 2) Akibat Mengganggu Esperanza
253
(Season 2) Empedu
254
(Season 2) Museum
255
(Season 2) Akhir yang Berbeda
256
(Season) Sampai Jumpa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!