Bab 19

Beyza menatap keluar sambil tersenyum cerah berjalan keluar dari bandara.

"akhirnya aku pulang!!" serunya sambil membuka bungkusan permen lalu diemut dalam mulutnya. tidak terlihat sosok direktur dalam dirinya melainkan sosok anak remaja yang baru beranjak dewasa. Beyza walaupun umurnya 29 tahun tidak membuat wanita itu terlihat tua,dengan pipi yang cubby ia tampak menggemaskan.

Beyza tidak suka dikawal dengan para pengawalnya,ia lebih suka berjalan sendiri tanpa ada yang memandunya. Diperusahaannya yang berada diluar negeri ia serahkan dengan sekretaris kepercayaannya.

"ternyata sudah banyak berubah yaa" ia melirik jalan disekitar bandara. lalu ia menaiki sebuah taksi disekitar sana.

"antar saya ke alamat ini ya pak" ucapnya sambil sembari memberikan secarik kertas pada supir taksi itu.

"baik"

Beyza membuka kaca dan menghirup pelan pelan udara segar dikotanya. Tersenyum tipis memandang keluar pemandangan.

***

Hazel menyerngit bingung saat menerima telepon dari orang yang tidak dikenal. orang itu mengatakan ingin menemuinya direstoran dekat kantornya. awalnya Hazel tidak mau karena takut terjadi apa apa dengan dirinya,namun orang itu mengatakan tentang bukti kasus Muaz. dengan penuh pertimbangan Hazel setuju bertemu dengan orang itu.

Hazel mempersiapkan sarapan paginya,lalu membangun Muaz yang masih tidur dikamarnya. walaupun sudah satu bulan mereka menikah,mereka berdua tetap menggunakan kamar masing masing,Hazel masih ragu dengan perasaannya begitu juga dengan Muaz.

tok..tok..

"Az!Muaz!!" panggilnya sambil menggedor pintu. tidak ada respon dari dalam,ia pun memberanikan diri membuka pintu perlahan. Hazel menggeleng pelan saat melihat Muaz masih tertidur pulas. Hazel teringat perdebatan mereka tadi malam.

#flashback on

Hazel yang baru saja mau menyuapkan makan kedalam mulutnya,dikejutkan dengan kedatangan Muaz yang tergesa gesa menemuinya.

"kau kenapa?" tanya Hazel heran

"syukurlah" ucap Muaz menatap Hazel kini baik baik saja. Hazel hanya memandang Muaz diam menunggu pria itu lanjut berbicara.

"kau diundang ke pesta ultah si model itu?" tanya Muaz langsung

"hmm? Marsya maksudmu?"

"terserahlah siapa namanya,kapan acaranya?"

"besok malam"

"apa kau datang ke pesta ultah si model..hmm siapa namanya?" tanya Muaz menatap lurus kearah Hazel

"Marsya maksudnya?" lagi lagi Hazel mengingatkan nama Marsya pada Muaz

"hmm,kau tidak boleh datang kesana"

"iya,eh bagaimana kau tau aku akan datang kesana?"

"itu tidak penting aku tau darimana,yang jelas kau tidak boleh pergi kesana"

"huh? kenapa?"

"disana berbahaya,aku tidak akan mengizinkan mu pergi"

"berbahaya dari mana Az? bukankah itu hanya pesta ulang tahun?"

cih kenapa aku berlebihan begini...semua ini karna si penelpon brengsek itu. gerutunya

"Az?" Hazel melambaikan tangannya menyadarkan Muaz tersadar dari lamunannya

"ck,terserah kau saja" ucapnya berlalu masuk kedalam kamarnya. Hazel menatap Muaz tidak mengerti,lalu ia melanjutkan makannya yang sempat tertunda tadi.tetapi,gara gara Muaz mengatakan berbahaya membuatnya kembali kepikiran tentang hal itu.

#flashback off

Hazel menatap benda yang berada diatas nakas. ia melihat jam tangan yang telah rusak itu.

"jam tangan ini milik siapa?" tanya Hazel duduk disamping ranjang Muaz. ia pun menoleh kearah Muaz yang masih tertidur pulas.

"kenapa dia menyim...kyaaa!!" serunya terkejut saat Muaz menariknya tiba tiba dalam pelukan pria itu. pria itu masih memejamkan matanya memeluk erat Hazel.

deg..deg dapat terasa oleh Hazel suara detak jantungnya yang berpompa cepat itu. Hazel seketika membeku terdiam tidak melakukan apa apa. ia menoleh kearah wajah Muaz yang tampak damai dan tampan itu. terlihat alis matanya yang tebal,hidung yang mancung,dan bibir yang merah.

entah setan apa yang merasuki Hazel dengan berani menyentuh hidung suaminya itu. tertawa pelan menatap wajah suaminya. tanpa babibu Muaz langsung mengecup bibir ranum Hazel dengan matanya yang masih terpejam. sontak mata Hazel membulat sempurna saat bibirnya bersentuhan dengan bibir Muaz.

wajah Hazel merah seperti kepiting rebus,dengan cepat ia mendorong Muaz lalu berlari kecil dari kamar pria itu.

braak. dengan cepat ia menutup pintu kamarnya berlari menuju kasur.

astaga gilaaa!!! tadi itu ciuman pertamaku!!!. gumamnya sambil bolak balik pindah posisi. Hazel memegang bibirnya lagi menatap kearah cermin didepannya. tidak percaya apa yang terjadi tadi,ia kembali menghempaskan badannya ke kasur.

aku maluuuu!!! menenggelamkan kepalanya dengan bantal. Hazel langsung bangkit dari tempat tidurnya

"sial,aku melupakan pertemuan dengan orang itu" umpat Hazel langsung bersiap siap.

sementara pria yang tak berdosa tadi,hanya tersenyum tipis. ia senang dalam mimpinya dapat mencium bibir istrinya itu. andaikan itu nyata Muaz akan lebih senang lagi.

***

Hazel melirik sekeliling restoran mencari orang yang menghubunginya tadi. terdengar suara penelpon itu adalah seorang perempuan,tetapi ia tidak menyebut namanya.

"apa anda nona Hazel Blaire Bark?" tanya pelayan yang menyambut kedatangannya direstoran itu. Hazel mengangguk pelan

"silahkan nona,mari saya antarkan" ucap pelayan itu. Hazel mengikuti pelayan itu dari belakang. hingga mereka sampai tiba ditempat VIP.

"silahkan masuk nona,nona Besar sudah menunggu didalam"

"terimakasih" ucapnya lalu mengetuk pintu pelan sebelum masuk. Hazel terkagum dengan kecantikan wanita didepannya ini,terlihat menggemaskan.

"duduklah" ucapnya pelan sambil menyodorkan menu makanan padanya.

"pesan aja apa yang kau suka" ucapnya lagi

"terimakasih,saya terserah saja" ucap Hazel pelan

"okee,mbak steak dagingnya dua ya,trus jus apel hijau dua juga"ucap pada pelayan itu

"baik non" pelayan itu pergi

wanita didepannya ini menatap lekat kearah Hazel.

"kau istrinya Muaz kan?"

"iyaa,bagaimana kau tau?"

"tentu saja aku tau"

"hmm sebelumnya apa kita pernah bertemu?"

"ini pertemuan pertama kita"

"hmm bukankah kau tau sesuatu tentang bukti pembunuhan Muaz?"

wanita menggeleng pelan sambil tersenyum tipis "ya ampun,kita belum kenalan lho,masa udah languang ke intinya"

Hazel menyengir pelan sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal.

"maaf,perkenalkan aku Hazel Blaire Bark..aku istrinya Muaz" Hazel sambil menjulur jabatan tangannya

"aku Beyza Aysun Bark" jawab Beyza sambil membalas jabatan tangan Hazel

tunggu? Bark? Hazel mendongak menatap wanita yang tersenyum manis padanya.

"kau terkejut yaa" ucap Beyza mengetahui Hael menyadari namanya.

Hazel menatap tak percaya orang yang selama ini ia cari untuk memecahkan masalah Muaz kini ada dihadapannya. identitas saudara tiri Muaz susah dicari,yang ternyata adalah seorang perempuan.

"senang bertemu denganmu adik iparku" ucapnya santai.

ternyata benar,dia saudara tiri Muaz. gumam Hazel

"adik ipar?"

"iyaa,karena Muaz adikku" jawabnya santai

hah?? wajahnya yang menggemaskan itu kakak tiri Muaz??. Hazel menatap tidak percaya dengan wanita didepannya ini.

"berapa umur kakak?" tanya Hazel penasaran

"29 tahun"

astaga 29 tahun,dengan wajah cubby yang menggemaskan itu??..ckckck canti sekali kak Beyza.

Terpopuler

Comments

Novita Sari

Novita Sari

maap thor..sekedar membetulkan..aq agak terganggu dengan kata "menyerngit".mungkin yg benar itu mengernyit yg artinya mengerutkan alis..mohon maap ya thor🙏🙏

2022-10-06

3

Anne Rukpaida

Anne Rukpaida

pnsaran sma visual'y

2022-02-26

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!