Bab 17

Hazel termenung menatap jalan yang dibasahi air hujan sambil menyeruput coklat panasnya duduk di cafe dekat kantornya.

"eh kita ketemu lagi" seru seseorang langsung duduk disamping Hazel,Hazel masih belum sadar dengan kedatangan pria itu.

tak ada kunjung respon dari gadis disebelahnya,ia pun menepuk pelan bahu gadis itu hingga tersadar dari lamunannya. Hazel langsung menoleh dan matanya membulat sempurna melihat pria itu.

deg. Hazel berusaha menetralkan dirinya agar pria yang disampingnya ini tidak curiga dengan raut wajahnya.

"Iram?" tanya Hazel membuka topik

"wah kau mengenalku,syukurlah" serunya sambil menampakkan gigi rapinya. ia pun memanggil pelayan cafe dan memesan yang sama dengan Hazel minum sekarang.

"kenapa kau melamun? apa kau tidak bekerja?" tanya Iram menatap jalan yang basah itu.

"oh tidak ada,senang lihat jalanan basah itu aja" jawabnya dengan tenang

"oo emang enak liatin terus yaa?" tanya Iram polos. Hazel hanya tersenyum tipis

"setiap orang beda beda cara menenangkan dirinya,aku sangat suka lihat rintikan hujan itu terlihat tenang" jelas Hazel tanpa menoleh kearah Iram.

"begitu kah? sepertinya aku harus lihat hujan juga setiap hari disini" serunya sampai melihat pelayan cafe tadi datang membawa coklat panas miliknya.

"silahkan tuan" ucap pelayan itu langsung pergi dari tempat mereka. Iram menyeruput coklat panas itu "woah rasanya sangat enak"

astaga pria ini sangat menakutkan,kemarin aku dapat melihat dengan jelas cara dia menumbuk brutal bawahannya dan lihatlah sekarang ia malah seperti orang normal umumnya yang senang menyeruput coklat panas itu,untung saja pria itu tidak tau keberadaanku kemarin. ya Allah selamatkan aku jika pria ini ada berniat jahat padaku. gumam Hazel dalam hati

Hazel hanya tersenyum tipis lalu melirik kearah ponselnya yang terus berdering.

Muaz? tumben? . dengan cepat Hazel mengangkat telepon dari suaminya.

"keluar" ketus pria itu dari sana

Hazel menyerngit bingung menatap ponselnya,lalu ia kembali mendekatkan ponsel itu ketelinganya.

"keluar kemana?" tanya Hazel

terdengar jelas helaan napas suaminya itu "tentu saja keluar dari cafe itu"

"oh,bagaimana kau tau aku disini?" tanya sambil melihat keluar,terukir senyum manisnya melihat suaminya berdiri tidak jauh darinya berada.

"kau sedang melihatku,cepatlah keluar" ucap Muaz langsung mematikan ponselnya sepihak. Muaz menatap tajam kearah Hazel dan pria itu dari seberang cafe.

"cih,berani sekali dia mendekati istriku" geramnya lalu bersandar disalah satu dinding toko yang ada di sana. ia dapat melihat Hazel tergesa gesa keluar dari cafe berlari kearahnya.

"Az,kenapa kau bisa ada disini?" tanya Hazel menatap Muaz. Muaz melirik kearah cafe yang terlihat pria itu masih duduk manis melihat kearah mereka sambil tersenyum miring.

Iram melihat kedua pasangan itu langsung tersenyum miring,lalu ia menelpon seseorang "lakukan sesuai rencana kemarin" titahnya dingin,lalu kembali menatap kearah luar.

Hazel Blaire aku tau kau kemarin ada disana. gumamnya sambil menyeruput coklat panasnya.

***

"tidak usah dekat dengannya,kau sendiri juga yang bilang kalau pria itu terlibat dengan kasusku" Muaz langsung menggandeng tangan istrinya berjalan menuju kantor Hazel.

"Muaz,kau ikut masuk juga?" tanya Hazel menatap Muaz.

"aku mau bertemu dengan atasanmu itu" ucap Muaz

"pak Edzhar? tunggu sejak kapan kalian bertemu lagi setelah lima tahun itu? bukannya pak Edzhar tidak tau keberadaanmu sekarang Az?" tanya Hazel penasaran. dari kemarin Hazel penasaran saat mereka dirumah Muaz atasannya seolah olah sudah tau keberadaan Muaz padahal atasannya bilang ia belum pernah bertemu dengan sahabatnya itu.

"nanti aku kasih tau" ucapnya langsung melenggang masuk kedalam kantor Hazel.

walaupun Muaz memakai masker tetapi aura pria itu bersinar didalam kantor Hazel. banyak pasangan mata melirik kearah suaminya,dan ada pula yang sinis melihat Hazel berjalan berbarengan dengan pria disampingnya itu.

braak. Hazel mendobrak pintu ruangannya keras membuat Delia lagi lagi terkejut dengan aksinya itu.

"bisa tidak jangan suka membanting pintu Zel!" gerutunya menatap kearah Hazel. Delia mendongak terkejut saat melirik kearah pintu,berdiri seorang pria.

"waduh tampan sekali" gumamnya menatap lekat kearah pria itu. Hazel melotot lalu menutup mata Delia "hei,jangan mencoba coba jadi pelakor yaa" ancamnya membuat Delia menoleh kearahnya.

"pelakor? apa maksudmu?"

"yang kau pandangi daritadi itu suamiku" ketusnya menatap kesal

Delia menoleh lagi sambil menggaruk tengkuknya tidak gatal "oooh hehe maaf aku tidak tau siapa tadinya lagian sih dia makai masker" ucap Delia pelan

"kau bukannya mau ke ruang atasanku Az?" tanya Hazel menatap suaminya. Muaz menggangguk dan langsung pergi meninggalkan kedua gadis didalam ruangan itu.

"hohoho sudah sampai mana hubungan kalian?" tanya Delia kepo berjalan menuju meja Hazel

"apanya?"

"hubungan kalian,ku lihat kalian makin dekat"

"kamu saja yang melihatnya seperti itu" elak Hazel menatap laptopnya.

astaga,sebaiknya aku harus hati hati mulai sekarang dengan iram. gumamnya termenung

"kamu baik baik saja Zel?" tanya Delia melihat raut gusar Hazel

"hmm" jawab Hazel

"ceritalah,apa yang terjadi?" Delia memajukan kursinya agar dapat mendengar cerita Hazel. Hazel menceritakan kejadian yang dialaminya kemarin.

"gila ya kamu nekat kali!" seru Delia menatap takjub dengan keberanian sahabatnya

"cih" Hazel menggerutu lalu mengetik sesuatu dilaptopnya.

"suami kamu keren amat Zel,oh ya ngomong ngomong kenapa pria yang kau bilang itu ada disana? siapa dia?" tanya Delia penasaran. Hazel melirik Delia diam tanpa mengatakan apapun. ia pun juga demikian penasaran

mengapa Iram mau menghilangkan bukti pembunuhan itu?

***

Muaz menatap tajam kearah luar jendela ruangan Edzhar.

"kenapa dia ada kaitannya dengan kasusmu Az?" tanya Edzhar menatap punggung Muaz.

"ya mana ku tau" kesal Muaz disambut cengiran dari Edzhar

"apapun itu,sepertinya memang ada sangkut pautnya,apa mungkin dia pelakunya?" tebak Edzhar

"bukan,bukan dia pelakunya" jawab Muaz langsung menoleh kearah Edzhar

"tangan pria brengsek itu sedikit keriput artinya umurnya agak tua" jelas Muaz sambil memikirkan sesuatu.

"hmm ternyata banyak tersangka,tapi kenapa semua tuduhan dan bukti mengarah pada kau Az?"

tanya Edzhar

"kau kan pengacara seharusnya kau lebih tau dariku bukan?"

"benar, tapi waktu itu aku tidak ada ditempat,dan kasusmu sudah diurus duluan sebelum aku datang" jelas Edzhar

"ck,dia juga dekat dengan Hazel"

"dekat? apa mereka paca.."

"bukan,mereka baru kenalan" potong Muaz langsung. ia kesal setiap mengingat wajah pria itu.

Edzhar tersenyum seringai,ia tidak menyangka Muaz bisa cemburu seperti ini. ide jahilnya keluar,ia ingin mengerjai Muaz lagi.

"hmm sepertinya mereka cocok Az,mungkin setelah tiga bulan kalian menikah,Hazel bakalan nikah sama .."

"cukup! ck sampai kapanpun aku tak akan menceraikan Hazel,apalagi menyerahkan dia dengan brengsek itu" sarkas Muaz langsung berjalan menuju pintu

"aku tidak akan membuat kesalahan yang sama untuk kedua kalinya" ucapnya berlalu keluar sambil membanting pintu Edzhar.

"cih dasar iblis! hahahaha aku nggak nyangka kau bisa juga jatuh cinta Az" ledek Edzhar tertawa melihat aksi konyol sahabatnya yang dingin itu.

Muaz berjalan kesal lalu menuju ruangan Hazel. ia tidak ada satupun memperdulikan tatapan centil drai pegawai cewek lainnya disana. ia hanya memikirkan satu nama yang membuatnya panas mendidih seperti ini. nama yang selalu menghantuinya setiap malam. nama yang selalu terbesit diotaknya setiap saat. dan nama itu jika pria lain yang memanggilnya ia terbakar emosi.

ceklek. Muaz terdiam menatap Hazel yang sedang bersenda gurau dengan sahabatnya. dapat ia lihat dengan jelas senyum lebar di wajah cantiknya.

tunggu? aku bilang dia cantik?. ia menggeleng pelan mengusir kata cantik dari otaknya.

sepertinya otakku bermasalah. gumamnya sambil menutup mata. tanpa ia menyadari jika istrinya sudah berdiri didepan matanya sekarang. saat Muaz membuka matanya lagi ia terkejut sekaligus terdiam menatap wajah Hazel kini kian sangat dekat dengan wajahnya sekarang.

deg..deg..deg. Muaz merutuki dirinya yang tiba tiba merasa gugup melihat Hazel didepan matanya

cih,aku sudah gila.

Terpopuler

Comments

duoNaNa

duoNaNa

membikin degdegan

2023-08-26

1

Chandra Dollores

Chandra Dollores

gasswaatt.. iram tau ada hazel di rumah kejadian..

2021-10-07

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!