Bab 15

Orang itu melangkah mendekat dan berhenti disamping Muaz. Orang itu yang tak lain adalah Edzhar.

"hahaha maaf,tadi istriku mengintrogasi ku dulu sebelum kesini." ucapnya sambil meneguk minuman kaleng yang dibawanya,ia pun melempar minuman kaleng lain pada Muaz.

"jadi bagaimana dengan Daffa?" tanyanya.

"entahlah,dia masih tetap bilang kalau dia bukan yang membuat rencana dibalik semua ini." ucapnya sambil meneguk minuman kaleng itu.

"Az,entah kenapa aku yakin bukan dia bermaksud jahat pada keluargamu,yaa cuman dia memiliki alasan sendiri." ungkap orang itu menatap Muaz.

"huh aku juga berpikir seperti itu Ed,tapi aku ingin tau kenapa dia melakukan pas malam itu? apa dia bersekongkol dengan pria brengsek itu."

"tenanglah,kita cari masalah ini baik-baik,oh iya bagaimana dengan Hazel kau sudah bertemu dengannya?" tanya Edzhar yang memang tak tau menahu tentang pernikahan Muaz dan Hazel,saat itu ia sedang ada kerjaan diluar kota.

"istriku? dia memang gigih mencari kasusku,aku aja nggak nyangka dia seperti itu." jelas Muaz.

uhuk...uhuk.Edzhar tersedak saat mendengar Muaz menyebut Hazel 'istri'.

"apa maksudmu? Hazel? dia istrimu??" tanyanya tak percaya dan menatap sahabatnya yang tidak menunjukkan ekspresi bercanda.

Muaz mengangguk menatap heran pada Edzhar "kenapa kau tidak tau,kan dia bekerja di kantormu bodoh!dan kau sendiri yang menyuruhnya menyelidiki kasusku."

"hei,aku tidak tau bisa terjadi pernikahan diantara kalian,astaga Az!! bagaimana kau bisa?! ya ampun woi!! ckckck,kurang ajar juga dia tidak memberitahuku yang sebenarnya." gerutunya melempar kaleng minuman yang sudah kosong asal.

Muaz langsung memukul kepala Edzhar,"berani sekali kau mengumpat istriku!" geramnya menatap tajam kearah sahabatnya.

Edzhar kembali menatap Muaz tak percaya. Muaz jarang sekali menunjukkan ekspresinya, biasanya sejak dulu ia selalu berwajah datar.

"sialan,sakit woi!!" sambil mengelus kepalanya "Az ceritakan padaku bagaimana kalian bisa menikah?,kau tau Hazel sangat susah didekati oleh siapapun bahkan banyak yang mau menembaknya malah ditolak mentah-mentah" tanya Edzhar penasaran.

Mengingat kelakuan karyawan laknatnya itu membuat keributan dikantornya. Ia tak percaya seorang gadis mengeluarkan kata kata yang begitu pedas, makanya sampai sekarang tidak ada yang berani mendekatinya bahkan mencari gara-gara pada gadis itu. Karena kelakuan bar barnya banyak yang tidak menyukai berteman dengannya.

"panjang."

"singkat kan." Edzhar penasaran. Akhirnya Muaz menceritakan semuanya dari pertemuan pertamanya dengan Hazel. Edzhar menghela napas saat tau kehidupan Hazel yang sebenarnya.

"aku jadi kasihan padanya,tega sekali orang tuanya itu."

"dan kau jangan pula nambah bebannya!"ancam Muaz,Edzhar terkekeh lalu mengangguk pelan.

"kau sepertinya mencintai istrimu itu Az" seru Edzhar menatap lurus kedepan.

"entahlah." lirihnya tanpa melihat kearah Edzhar.

"cih,aku yakin kau mencintainya,lihat bagaimana kau marah saat aku mengumpat istri kesayanganmu itu."

"diamlah." Muaz menatap dingin kearah Edzhar. sebenarnya dirinya juga tidak yakin apa dia memang mencintai gadis yang sudah menjadi istrinya selama sebulan itu atau hanya ia merasa nyaman dengan keberadaan gadis itu.

"kau bilang Hazel pengacara yang terbaik kan?" sambungnya menoleh kearah Edzhar.

"iyaa,untuk itulah aku menyuruhnya membuka kasus mu lagi Az,entah kenapa waktu itu aku langsung mempercayai kasusmu padanya." jelas Edzhar.

Memang kedua pria itu merencanakan itu semua dari awal. Edzhar terus menyakinkan Muaz untuk percayakan kasus itu pada Hazel. Edzhar merasa Hazel sangat cocok untuk menyelesaikan tugas ini. Mengingat gadis itu sudah beberapa kali sukses menyelesaikan kasus walau ia baru tamat dari universitasnya.

"hmm dia sangat gigih menyelesaikan kasusku,aku nggak menyangka dia sampai nekat menemui ku." kekeh Muaz terbayang waktu pertama kali bertemu Hazel. Ia sendiri tidak menyangka jika gadis itu menemuinya langsung. Muaz sempat berpikir mana ada orang yang mau mendekatinya karena dia seorang pembunuh.

Edzhar tersenyum tipis,"kau benar."

"Ed,biarkan dia menyelesaikan kasus itu sendiri. aku ingin lihat apa yang dia temukannya lagi. Huh aku bahkan tidak menyangka dia mendapat pisau itu ditempat lain."

"waktu itu Az,apa kau tidak lihat siapa pembunuh ayahmu?" tanya Edzhar hati-hati.

Muaz menggeleng, "pria brengsek itu pakai penutup wajahnya" Muaz mengusap wajahnya kasar.

"sebentar lagi identitas pria itu akan terkuak" ucapnya dan kebetulan ia menerima telepon dari bawahannya untuk melacak keberadaan pria itu.

"apa?!" geramnya sambil mengepal tangannya kuat saat menerima kabar dari orang suruhan itu.

"kau harus cari pria itu sampai dapat!" titahnya langsung mematikan ponselnya sepihak. Ia terus berdecak kesal sesekali mengusap kasar wajahnya.

Edzhar melihat Muaz frustasi seperti itu,ia yakin ada kabar buruk yang diterima sahabatnya itu.

"sialan! kurang ajar!" umpat Muaz membuang napas kasar.

"kenapa?" tanya Edzhar

"tadi dia udah dapat identitas pria itu tapi,tiba tiba komputernya dihack seseorang." balas Muaz.

"cih, ternyata dia pintar juga,kau harus berhati hati Az...jangan sampai tau kalau kau menyarinya."

"cih dia tidak sendirian pasti ada yang membantunya." gumam Muaz.

"kau benar."

"Ed,awasi Hazel selama dia penyelidikan,aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya." pinta Muaz dianggukan oleh Edzhar

***

Hazel menyiapkan makan malam untuknya dan suaminya. Akhir-akhir ini ia sangat suka menyiapkan semuanya sendiri. Senyum cantik terbit diwajahnya saat melihat jam dinding menunjukkan pukul delapan malam. Ia mengingat obrolannya dengan Delia.

"benar kata Delia,sepertinya aku memang menyukainya." gumamnya sambil tersenyum senang.Hazel berjalan ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.

ceklek. pintu Apartemen terbuka,Muaz berjalan masuk kedalam apartemennya. Alangkah terkejutnya ia melihat meja makan yang sangat...

bersamaan itu Hazel keluar langsung menyambut suaminya dan tidak sadar meja makan terlihat berantakan.

"Az,kau baru pulang?" tanyanya menatap suaminya. ia ingin memastikan kembali tentang perasaannya yang selama ini ia selalu elak.

Muaz mengangguk lalu menatap kearah meja makan.

"oh kau sudah lapar yaa...aku sudah membuatkan makan malam untuk Ki—" ucap Hazel berhenti kala terkejut saat menoleh kearah meja makan yang sudah tidak berbentuk lagi dan semua itu karena kucing yang sempat masuk kedalam apartemennya.

"haiiss kuciiing!!" teriaknya langsung mengusir kucing itu dari apartemennya.

huhuhuhu kucing kau makhluk yang tidak berdosa tapi kau makhluk yang menyebalkan...rusak sudah makan malam romantis ku. gerutunya penuh kecewa. ia sudah lelah membuat makanan itu tetapi dengan sekejap kucing Oren itu merusak acara makan malamnya.

Hazel berjalan gontai menuju ke dapurnya, ia melihat suaminya tengah membersihkan kekacauan yang dibuat kucing Oren. Dengan enggan ia mendekati Muaz

"maaf Az,makan malamnya jadi hancur." lirihnya menunduk kecewa tidak membuat suaminya senang mencicipi masakannya.

Muaz menoleh kearah Hazel yang sedang menunduk,dielusnya pelan kepala istrinya itu "tenanglah,kita bisa buat sama sama." ucap Muaz lembutmembuat Hazel mendongak haru kearahnya

"yeeey...hehehe ayoo!!" semangatnya kembali muncul lalu membantu Muaz membersihkan meja makan itu. walau memang tidak sesuai rencananya,tetapi tidak membuat makan malamnya tidak jadi terlaksana.

"Az,tumben kau sangat baik hari ini,tidak biasanya kau berkata selembut itu?" tanya Hazel sambil tersenyum ledek.

Muaz menjentik kening Hazel,membuat Hazel hampir mengumpat setelah Muaz mengecup pelan kening Hazel. Hazel mematung sambil memegang keningnya yang dicium Muaz tadi. Masih menatap bengong kearah suaminya yang santai mengeluarkan bahan bahan makanan untuk makan malam mereka nanti.

sial aku baper jadinya.

Terpopuler

Comments

Vita Liana

Vita Liana

hmmm

2022-09-27

1

Anne Rukpaida

Anne Rukpaida

aq jga jdi baper

2022-02-26

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!