Bab 13

Delia terkejut melihat Hazel tersenyum manis padanya. tidak seperti biasanya gadis itu tersenyum manis dipagi hari yang tidak begitu cerah. Delia langsung memegang kening Hazel memastikan sahabatnya tidak terkena gangguan jiwa.

"kamu sedang apa?" tanya Hazel bingung.

"kamu benaran Hazel?" tanya Delia balik.

"kenapa?,kamu menganggap ku gila yaa?" ucapnya sambil mengetik dilaptopnya

"bukan begitu...ya kau tidak biasanya tersenyum manis padaku,jadi aku heran aja." Delia langsung duduk ditempatnya.

"kamu ngerjain apa?"

"kasus suamiku." jawab Hazel

"oooo, bagaimana dah mulai dapat titik terangnya?"

tanya Delia berjalan mendekati meja kerja Hazel.

"hei Del,sanalah" gerutu Hazel menatap jengah sahabat didepannya ini.

"kenapa?,apa kau menyembunyikan sesuatu dariku??" goda Delia menatap sahabatnya. ia semakin yakin sahabatnya menyembunyikan sesuatu darinya tapi bukan yang buruk malah menggembirakan.

lihatlah dia,seperti orang pertama kali jatuh cinta aja tingkahnya. gemas Delia menatap Hazel kadang tersenyum sendiri.

deg. mungkinkah?. pikir Delia. Delia langsung menghentakkan tangannya kearah meja membuat Hazel terkejut.

"hei,ada apa denganmu??" tanya Hazel terkejut.

"kamu menyembunyikan apa dariku?"

"nggak ada,kenapa?"

"hmm kamu terlihat aneh hari ini,wajahmu lebih berseri seri sekarang,ada apa?" tanya Delia penasaran.

Hazel salah tingkah malu malu, "nggak ada."

Delia berngedik ngeri melihat tingkah abstrud Hazel saat ini.

"sepertinya aku kurang tidur tadi malam,lebih baik aku beli kopi daripada melihat mu aneh kayak gini." gerutunya sambil berjalan kearah pintu.

"kamu tidak mencegahku keluar?" tanya Delia heran.

"aku titip white cappucino yaa,thanks." senyumnya menatap sahabatnya. sedangkan Delia menggerutu pelan lalu berjalan keluar.

Hazel tersenyum tipis lagi mengingat kejadian tadi pagi yang membuatnya gila.

tok...tok Hazel menoleh kearah pintu

"iya masuk."

"Hei sudah lama tidak bertemu Hazel." panggil seseorang didekat pintu. Hazel berusaha mengingat siapa orang yang didepannya ini.

"siapa?" tanya Hazel menatap wanita yang berpakaian seksi didepannya ini.

ciri ciri pelakor nih,eh astagfirullah suuzon aja kamu Zel hahahaha. gumamnya sambil menahan senyum.

"masa kau tidak kenal aku sih?" cemberutnya menatap Hazel.

siapa sih kau,kenal aja nggak. gerutunya dalam hati.

"hei Hazel ini aku Marsya lhoo." ucapnya pelan lalu duduk didepan Hazel.

Marsya? oh gadis itu yaa,wah dah banyak berubah dia yaa. gumamnya menatap wanita didepannya itu.

"oh kau,aku baru ingat wah kau sudah banyak berubah yaa." puji Hazel.

"akhirnya kau ingat jugaa...ya ampun sudah lama kita nggak ketemu." seru gadis itu sambil mengibas rambut panjangnya.

"iya." ucap Hazel

"kenapa kau tau aku kerja disini?"

"nggak juga sih,aku terkejut melihatmu disini ya udah aku samparin." jelasnya

"kau kerja apa Sya?" tanya Hazel sambil membersihkan lembaran yang sempat ia berantakan di atas meja tadi

"model,uhuy seru banget lhoo...kau tau kita jadi terkenal hanya modal badan sama gaya bla bla bla." serunya lagi.

kalau tau bakalan kek gini,mending aku nggak usah nanyain pekerjaannya. Hazel menyesal.

Hazel memutar bola matanya malas,mendengar wanita ini bercerita tentang pekerjaannya yang hampir tiga jam membuat Hazel ingin segera mengusir Marsya dari tempatnya. diliriknya sekilas jam dinding yang menunjukkan waktu makan siang.

astaga wanita ini tidak habisnya bercerita. Hazel berdecak kesal sambil memegang perutnya yang mulai lapar. ia pun melirik Delia yang sedang menahan ketawa melihat raut kesal Hazel.

"ya ampun Zel,tapi yaa gimana pun juga pekerjaan model mudah sukses...nggak payah susah susah nguras otak." serunya lagi.

keberuntungan berpihak padanya,saat Marsya masih menceritakan bibit bobotnya,wanita model itu dapat telepon dari manajernya. dengan cepat ia pun pergi melesat keluar dari ruangan Hazel.

"akhirnya woiii!!" seru Hazel sambil merenggangkan otot-ototnya.

"gila yaa,panjang bangat ocehannnya." gerutu Delia

"haiis,sudahlah kuy makan...aku lapar kali,ck makin numpuk kerjaanku jadinya." gerutu Hazel langsung menarik tangan Delia pergi ke kantin.

***

Daren kesal saat mendapat info dari calon mertuanya bukan ralat mantan calon mertuanya. bagaimana ia tidak kesal,jelas jelas Hazel miliknya tetapi malah menikah dengan pria lain tanpa sepengetahuannya. mengobrak abrik seluruh barang dalam ruangannya membuat ruangan itu seperti kapal pecah.

"cari info suaminya,akan aku beri pelajaran karna merebut calon istriku!!" titah Daren kepada sekretarisnya. sekretaris nya pun langsung bergerak keluar melaksanakan tugas yang diperintahkan tuannya.

Daren memijit kepalanya pelan,tidak pernah ia merasa kesal seperti ini sebelumnya. saat pertemuan acara bisnis itu Daren terpesona dengan kecantikan Hazel bahkan sampai sekarang ia membayangkan wanita itu akan bersanding dengannya.

"cih mainan baruku sudah direbut orang,kurang ajar sekali dia!!" geramnya kembali melempar apa yang ada disekitarnya. untuk menghilangkan stresnya ia langsung keluar dari ruang kerjanya.

"siapkan aku mobil!" titahnya pada bawahannya.

"kita akan pergi kemana tuan?" tanya salah satunya.

"berani sekali kau bertanya padaku?! sialan!!" Daren langsung menampar keras pada orang yang bertanya padanya tadi. Daren langsung berjalan kearah luar.

Daren melihat sekretarisnya baru saja tiba dikantornya lagi, "bagaimana? apa kau sudah dapat?" tanyanya sambil melonggarkan dasinya

"sudah tuan,namanya Muaz Edson Bark dia mantan narapidana karena membunuh kedua orang tua kandungnya sendiri." jelas sekretaris itu

"buahahaha mantan pembunuh?! yang benar saja! bisa bisanya dia menikah dengan wanitaku!!" geramnya

"lalu wanitaku itu ada dimana sekarang??"

"dia seorang pengacara tuan,saat ini dia ada dikantornya."

"menarik yang satu pembunuh yang satunya lagi pengacara...tapi aku tidak akan biarkan mereka bahagia,biar aku tunjukkan jalan yang lurus pada mereka." serunya sambil tersenyum seringai masuk kedalam mobil.

tuan,apa tuan akan sama dengan ayah tuan yang berani membunuh orang lain demi keuntungannya sendiri,saya harap tuan tidak seperti itu dan menemukan pasangan hidup tuan yang baik. gumamnya menatap kearah Daren yang sudah duduk dikursi penumpang,sekretaris itu langsung ikut masuk dan melajukan mobilnya menuju tempat tujuan yang diinginkan tuannya.

"oh ya tuan,kita ada dapat undangan dari nona Marsya" ucap sekretarisnya.

"Marsya? siapa dia?" tanya Daren bingung.

"hmm salah satu mantan tuan,apa tuan akan hadir?"

"O...nggak penting." jawab Daren malas.

"hmm tapi tuan,menurut info yang saya dapatkan nona Hazel juga diundang ke acaranya."

"benarkah?? ya sudah kosongkan jadwalku dihari itu...aku akan melihat bagaimana dia sekarang." ucapnya senang.

ciiit

mobil Daren berhenti mendadak saat mobil berwarna hitam menghadang jalan mereka. Daren begitu kesal saat mengetahui mobil yang menghalangi jalannya.

"tuan itu..."

"ck,mau apa dia?!" Daren langsung keluar menemui pria yang berdiri didepan mobilnya. pria itu menatap tajam kearahnya.

"apa kau sudah gila?!" sarkasnya menatap tajam kearah pria itu yang tak lain adalah adik kandungnya.

"kau yang sudah gila kak,apa kau mau tau sesuatu kak?" jawabnya sambil menatap tajam kearah kakaknya.

"apa???"

"identitas papa ketahuan,aku yakin masalah kejadian lima tahun itu akan terbongkar" ucapnya.

"sial,aku udah susah payah menutup identitas papa,bagaimana bisa ketahuan??"

"cih,seharusnya papa tidak terobsesi dengan wanita itu...huft sekarang jadi rumit kan!!" gerutu adiknya membuang napas.

"ck,kau harus bantu aku,cari siapa pelaku itu...kalau perlu dia menghilang dari muka bumi ini."

"tak perlu kau suruh sudah aku lakukan jugaa"

"lalu kenapa kau menghalang jalanku sialan??!"

adiknya menoleh diam kearah Daren "tidak ada hanya iseng aja..aku mau tingkatkan skill ngedrift ku" cengirnya sambil menatap kakaknya

"kurang ajar kau Iram!!"

Iram berbalik masuk kedalam mobilnya sambil tersenyum miring kearah kakaknya langsung melajukan mobilnya menjauh.

takkan kubiarkan kau merebut Hazel kak,aku tau kau mengincar dia. gumamnya sambil tersenyum seringai. Ia tahu kakaknya mengincar Hazel.

jangan lupa like,vote,favoritnya yaa thank you guys☺️

Terpopuler

Comments

duoNaNa

duoNaNa

kejadian ap haz? kok ga diceritakan?

2023-08-26

1

Lenina

Lenina

waahhh..ceritanya belibet gini yaakk..bener2 benang kusut

2023-07-31

0

Juliana Vicky Vicky

Juliana Vicky Vicky

anak pembunuh rupanya😡

2023-07-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!