Bab 11

Tepat malam itu Muaz baru saja pulang dari wisudanya. saat ia berjalan kearah kamarnya ia mendengar suara berisik dari dalam kamar orang tuanya. Muaz heran bukan biasanya orang tuanya bertengkar,karena penasaran Muaz membuka pintu perlahan.

deg. bak melihat adegan pembunuhan seperti film,dengan mata kepalanya sendiri Muaz melihat ayahnya sudah tergeletak tidak bernyawa dengan darah yang bersimbah banyak dan yang paling membuat emosi Muaz seketika memuncak saat ia melihat bundanya hampir diperkosa. tanpa basa basi Muaz langsung menarik pria itu dari bundanya dan menghajar babi buta pria itu.

Pria itu mencari cara agar lepas dari Muaz,di dorongnya Muaz hingga jatuh lalu melempar vas bunga kearah kepala Muaz. dengan sempoyongan Muaz tetap menangkap pria itu,dalam kendali emosi tanpa sengaja Muaz mengambil pisau yang berada dalam keranjang buah diatas nakas.

Zreek. pisau itu tepat menusuk diperut pria itu. walau bukan terkena area vital,pria itu langsung memukul Muaz hingga pingsan. pria itu langsung keluar dari kamar Muaz dengan jalan tertatih tatih.

Hazel sesekali menyeka air matanya,pria disampingnya ini hanyalah korban yang ingin menyelamatkan ibunya. semua tuduhan diberkas mengarah padanya,membuatnya selama 5 tahun menderita dalam penjara. tidak bisa dibayangkan oleh Hazel bagaimana bisa semua bukti mengarah pada Muaz. apakah Muaz tidak memberikan pengakuan yang sebenarnya atau ia tidak memiliki kepercayaan dari siapa pun?.

"Muaz,kenapa kau tidak memberikan kesaksian mu?kenapa kau yang dituduh sebagai pelaku?" tanya Hazel.

"kau tau,kau sudah berulang kali bilang aku bukan pelakunya tapi apa tidak ada yang mempercayai ku satu orangpun."

"kenapa semua bukti mengarah padamu semua?"

"aku tidak tau." ucap Muaz menatap kaleng yang dipegangnya.

"aku sudah memberitahumu tentang kejadian malam itu,terserah percaya atau tidaknya," Muaz berdiri dan menatap Hazel.

"aku serahkan semuanya padamu tentang kasusku." ucapnya lalu berjalan kearah kamarnya. Hazel melirik kearah kamar Muaz.

"serahkan semuanya padamu Az,namamu akan segera bersih akan ku pastikan itu!!" semangatnya,setelah itu ia berjalan kearah kamarnya untuk membersihkan diri. Hazel melirik ke arah foto foto yang dipajangnya dikamar. tepat sebelum hari pernikahannya Hazel memindahkan foto foto bukti itu ke apartemennya.

"berarti pisau itu milik pria yang membunuh kedua orangtua Muaz. berarti kemungkinan besar ia langsung meletakkan pisau miliknya dibawah meja untuk menyembunyikan buktinya. dan juga kebetulan Muaz sempat menusuknya menggunakan pisau buah,dan membuat Muaz menjadi pelaku." gumamnya sambil melihat ke arah berkas yang dipegangnya.

"Alhamdulillah sudah mulai terkuak masalahnya,sekarang tinggal cari tau siapa pria itu? apa tujuannya melakukan hal itu??" Hazel mencatat di catatannya.

"oh ya dimana saudara tirinya itu??"

***

Disinilah Muaz menatap tajam kearah dua orang yang sedang berdiri didepannya.

"bos." ucap salah satu dari mereka menunduk ketakutan melihat Muaz. Muaz langsung duduk disalah satu kursi ditempat itu

"katakan apa sudah ketemu?" tanya Muaz pada mereka

"ma-maafkan kami bos,kami belum menemukan pria itu." ucapnya

braak. Muaz menghentakkan meja membuat mereka semakin ketakutan.

"sial, sudah tiga bulan kalian tidak bisa menemukan brengsek itu?!,kalian ini kerjanya apa sih??!" bentak Muaz

"se-serius bos,ka-kami udah mencari pria yang bos sebutkan,tapi sampai sekarang kami tidak menemukannya...sepertinya dia sangat lihai menyembunyikan identitasnya." jelasnya

"diam!,kalau kalian tau seperti itu,kenapa kalian tidak bisa mencari cara lain hah?!"

"sudahlah,aku tidak mau tau...kalian harus dapat pria itu dalam seminggu ini...kalau tidak aku akan yang memotong kepala kalian disini, mengerti?!" ucap Muaz dingin lalu berjalan keluar dari ruangan itu.

"oh...ya kalian harus hati hati dari Hazel Blaire,jangan sampai dia tau kalian mencari pria itu." ucap Muaz menatap tajam kearah dua bawahannya.

Muaz berjalan kearah mobilnya,lalu melajukan mobilnya menuju apartemen bersama gadis itu ralat istrinya. sebelum sampai di apartemennya Muaz memakirkan mobilnya jauh dari apartemen itu lalu berjalan kearah apartemennya.

dari jauh ia melihat istrinya sedang membawa beberapa kantong,ia pun langsung mempercepat langkahnya menemui gadis itu.

"Muaz?,kau habis dari mana?" tanya Hazel heran menatap Muaz. Muaz seperti biasanya hanya diam lalu membantu gadis itu membawa kantong belanjaannya.

"hmm Az,hari ini kita mau makan apa?" tanya Hazel sambil memencet password apartemennya.

"terserah aja." jawab Muaz lalu masuk kedalam. Hazel mengangguk lalu berjalan kearah dapur. Muaz hanya melirik kearah Hazel yang sibuk berkutat dengan masaknya.

"kau,apa tidak lelah seperti ini terus?" tanya Muaz membuat Hazel menyerngit heran menatapnya

"maksudnya?"

"kau terus terlihat tegar didepan siapapun,padahal kau itu lemah." ucap Muaz

Hazel langsung mematikan kompor dan menatap Muaz "lalu aku harus gimana? bersedih? tidak ada gunanya membuang waktu seperti itu." ucapnya sambil memindahkan masakannya dari wajan kedalam piring.

"kenapa?"

"yaa,cuman menghibur diriku sendiri..aku tidak ingin dipandang lemah,lagian aku udah terbiasa."

"sudahlah...tidak usah membahas itu,ayo kita makan"

Muaz hanya diam lalu ia menatap kembali istrinya. Hazel sangat pandai menyembunyikan perasaannya,Muaz tidak tau kapan Hazel akan menyerah dan tidak sanggup bermuka dua lagi.

"oh yaa kau belum ada ponsel bukan?,kalau ada apa apa kita bisa saling menghubungi." ujar Hazel sambil menyuapi makanannya.

"belum."

"kuy,kita keluar...aku bosan dirumah terus"

"terserah kau aja."

Hazel memakai baju kaos putih dipadu dengan rok moka selutut dan rambutnya ia buat Cepol. dengan make up yang natural Hazel bersenandung keluar kamar. saat melihat Muaz duduk disofa,ia terkejut baju yang dikenakan Muaz dengan dirinya hari ini sama dan membuat mereka berdua terlihat couple.

astaga aku seperti ingin berkencan aja. gumam Hazel lalu menghampiri Muaz.

"sudah siap? ayo." serunya sambil mematikan lampu,Muaz langsung menghadang jalannya.

"ada apa?" tanya Hazel heran

"ganti rokmu itu." seru Muaz

"hah? kenapa? kan ini bagus."

"ganti sana...pakai aja celana atau rok yang panjang."

"ish...tak asik."

"kau mau diliatin pria mata keranjang diluar sana hah?,kalau kau nggak ganti kita nggak jadi pergi." ancam Muaz

Hazel menghela napas, "iya iya aku ganti...tunggu bentar" Hazel berjalan gontai kearah kamarnya

dasar pria menyebalkan. gerutunya sambil membuka lemari pakaiannya. ia pun langsung menyambar rok moka yang lebih panjang. ia pun langsung mengenakan rok itu.

"dah kan?" tanya Hazel berdiri didepan Muaz. Muaz mengangguk sambil memasang maskernya

mereka tiba di Mall,mereka langsung berjalan kearah tempat jualan ponsel.

"abis ini kita mau kemana?" tanya Hazel setelah membeli ponsel untuk Muaz

"terserah kau aja."

"haiis...gimana kalau kita nonton bioskop?"

"terserah."

Hazel langsung menggandeng tangan Muaz,saat mengantri membeli tiket,Muaz pergi kearah toilet.

"kau sendirian nona?" tanya pria dibelakang Hazel,Hazel menghiraukan omongan pria itu.

"Hazel." panggil pria itu sukses membuat Hazel berbalik melihat pria itu.

"bagaimana kau tau namaku?" tanya Hazel dingin

"kau tidak ingat yaa?" ucap pria itu sambil tersenyum

Hazel menyerngit bingung mengingat pria didepannya ini

"masa nggak ingat,aku Iram...kita kan udah pernah ketemu waktu didekat sungai itu." jelas Iram membuat Hazel mengangguk ingat

"ooo ternyata kau,sedang apa kau disini?"

"sudah jelaslah aku disini kan mau nonton."

"sendiri?"

"tidak, rencananya ingin berdua dengan seseorang." ucap Iram terdengar penuh arti.

"ooo." Hazel langsung berbalik menunggu antrian tiket.

"apa yang kau lakukan?!" sarkas Muaz menatap tajam kearah pria bertopi dibelakang Hazel. Hazel langsung menoleh kearah Muaz yang terlihat marah

"ada apa?" tanya Hazel heran

bukannya menjawab pertanyaan Hazel,Muaz lebih menatap tajam kearah pria yang sedang tersenyum miring padanya.

Terpopuler

Comments

Evelyne

Evelyne

saudara tirinya...yang selama ini Muaz cari...?

2022-09-10

2

Siti Sa'diah

Siti Sa'diah

saudara tirinya?

2022-03-31

1

°αηggιє ησєямα ⏤͟͟͞R❣️

°αηggιє ησєямα ⏤͟͟͞R❣️

siapakah iram???

2022-02-26

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!