Bab 10

"sah." ucap seluruh orang yang berada diruangan itu. seorang wanita berlari kecil mendengar ijab qabul yang baru saja selesai diucapkan oleh sang pengantin pria.

"ba-bagaimana bisa??" tanyanya saat melihat sahabatnya sudah menjadi istri orang lain.

"Delia?!" Hazel terkejut melihat sahabatnya berada di ruangannya.

Delia langsung melangkah kearah Hazel, "jelaskan padaku apa yang terjadi sekarang!" serunya menatap tidak percaya sahabatnya kini menjadi istri Muaz,yang notabenenya mantan narapidana yang juga kasusnya sedang diselidiki oleh sahabatnya sendiri.

Hazel menggaruk tengkuknya tidak gatal menatap sahabatnya,melirik sekilas kearah Muaz yang kini menjadi suaminya.

"sebenarnya..."

#flashback on

Hazel terkejut saat mendengar perbincangan orang tuanya dirumah. ia pun langsung masuk kedalam ruang kerja orang tuanya.

"apa maksud Mami sama Papi tadi??" tanya Hazel menatap kedua orang tuanya.

Tresya dan Evran kaget dengan kedatangan Hazel tiba tiba.

"iyaa...yang kamu dengar itu benar,kamu akan dijodohkan dengan Daren." ujar Evran.

"nggak pi,aku nggak setuju...tolong jangan paksa aku menikah." lirih Hazel.

"nggak bisa,kamu akhir akhir ini suka membangkang,apalagi kemarin kamu membentak Mami mu!!"

"aku membangkang karna kalian nggak pernah ada waktu untukku!!" teriak Hazel menatap tajam kearah kedua orang tuanya.

"kami memang nggak pernah ada waktu untukmu, seharusnya kau lebih tegar,kami juga nyari uang untuk kebahagianmu juga jadi tolong mengerti!!" ucap Tresya.

"kalau kamu nggak mau nikah juga trus kapan? nggak liat kamu saudara sepupu kamu sudah menikah semua diumur kamu segini." tanya Evran menatap datar kearah Hazel.

"mereka juga ada jalan takdir mereka sendiri Pi..setiap takdir orang nggak bisa disamakan."

"sudahlah,papi kasih pilihan kamu nikah dengan orang yang kamu pilih dalam seminggu ini atau kamu harus menikah dengan Daren...pilih sekarang!!"

Hazel menghela napas pelan sambil memejamkan matanya,memang berbicara dengan kedua orang tuanya masih belum membuat mereka mengerti perasaan Hazel.

*P*ercuma saja berdebat dengan mereka. gumam Hazel lalu menatap kedua orang tuanya.

"aku akan menikah dengan orang aku pilih."

"oke,seminggu dari sekarang,kalau kamu nggak bisa dalam seminggu artinya kamu setuju menikah dengan Daren." ucap Evran.

"terserahlah." jawab Hazel langsung berjalan kearah kamarnya.

Hazel langsung menghempaskan badannya di atas kasur. Melihat kearah langit kamar sambil mengusap wajahnya pelan.

Aku harus yakinkan Muaz,cuman dia yang bisa menolongku. gumamnya lalu melirik kearah foto foto yang beberapa hari belakangan ia pajang untuk memecahkan kasus pria itu.

"huft...masalah ini belum terpecahkan juga.aku tau bukan dia pembunuhnya,tapi membuktikan dia ke pengadilan itu belum bisa. Bukti yang aku pegang belum kuat untuk membersihkan namanya."

Hazel berdecak kesal lalu ia kembali memikirkan cara membujuk Muaz agar mau menikah dengannya. Waktu yang ia miliki sangatlah singkat.

Yang benar saja,aku yang nggak pernah pacaran begini disuruh nyari jodoh dalam seminggu..huhuhu kenapa kesialan trus mendatangiku.

Esoknya Hazel berada dihadapan Muaz. Muaz menghela napas melihat kedatangan Hazel.

"nikahi aku!!" pinta Hazel menatap serius kearah Muaz. Muaz menatap tajam kearah Hazel,permintaan gadis itu sangatlah menganggu pikirannya.

"kenapa kau ingin menikah denganku?"

"hanya kau yang bisa aku ajak kerjasama...kau tau kan orang tuaku terus mendesakku untuk menikah kalau aku nggak bisa menemukan pasanganku dalma seminggu nih mereka akan menikahkan aku dengan Daren...aku nggak mau." jelas Hazel panjang lebar.

Oh ternyata hanya sebagai pelarian. gumam Muaz dalam hati.

"aku mohon Az." ucap Hazel menangkup tangannya seraya meminta tolong.

"ck,baiklah tapi hanya selama 3 bulan...setelah itu kita akan cerai,aku tidak ingin berhubungan status dengan siapapun." tegas Muaz dengan keputusannya,mungkin saja ia saat ini terlalu gegabah mengambil keputusan.

Cih,terserahlah. gerutunya dalam hati.

Hazel menghela napas lega lalu tersenyum "baiklah aku setuju,terimakasih."

#flashback off

Delia berdecak kesal setelah mendengar cerita sahabatnya,walau cuman dihadiri keluarga besar Hazel namun tidak dipungkiri banyak mata yang memandang kedua pasangan baru itu dengan tatapan musuh. Delia tahu pastinya keluarga Hazel banyak yang tidak setuju dengan pernikahan Hazel. Bahkan ada yang terang terangan mengatakan Muaz mantan narapidana. namun,tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut kedua orang tua Hazel. Mereka hanya tersenyum tipis lalu pergi setelah ijab qabulnya selesai.

Delia menggeleng heran,bagaimana bisa Hazel bisa bertahan sampai titik ini. ia sangat salut melihat kegigihan sahabatnya ini. Walau ia sedikit kurang setuju dengan pernikahan Hazel,bagaimanapun ia selalu mendo'akan yang terbaik untuk sahabatnya. berharap pernikahan sahabatnya tidak berjalan selama 3 bulan tetapi selamanya. Ia tahu sahabatnya tidak mungkin sembarangan memilih pasangan hidupnya. entah apa alasan dibalik pernikahan ini,Delia tetap akan mendukung Hazel apa pun keputusannya.

"kan apa aku bilang,kamu juga yang duluan nikah kan??" seru Delia sambil menyenggol lengan Hazel.

"hahaha benar,setelah itu kamu yaa." seru Hazel.

Delia langsung memeluk erat sahabatnya "semoga bahagia dengan pernikahanmu,kamu tidak boleh bersedih apalagi membohongiku tentang perasaanmu. Kamu kan bisa cerita padaku,tidak boleh disimpan sendiri masalahmu okee." bisiknya sambil menepuk punggung Hazel pelan.

Hazel terharu,Delia memang peka. ia pun membalas pelukan Delia erat.

"kamu cantik pakai gaun gini hihihi." puji Delia melirik gaun pernikahan yang dikenakan Hazel.

Hazel memukul lengan Delia pelan "kamu juga pakai kek gini kalau nikah."

"yalah yang udah nikah.aku mah apa,oh itu suami kamu." tunjuk Delia saat melihat Muaz berjalan kearah mereka.

Hazel menoleh lalu melirik kearah Muaz,

"ya ampun Zel,suami kamu tampan. Seketika aku lupa latar belakangnya." bisik Delia lalu pergi meninggalkan mereka berdua. Hazel menatap Muaz yang kini berada didepannya. Jujur memang benar yang dikatakan Delia,suaminya ini benar benar tampan.

Hazel melirik kearah keluarganya yang satu persatu mulai berkurang. Hazel tidak peduli dengan kehadiran keluarga besar nya,karena dari dulu ia memang tidak dekat dengan sepupu sepupunya itu. Entah apa masalahnya dulu ia tidak ingat.

"ayo pulang." ajak Hazel sambil menggandeng tangan Muaz,Muaz hanya diam mengikuti istrinya.

Mereka sama sama diam saat diperjalanan,masih belum percaya dengan status baru mereka. Tibalah mereka di apartemen yang awalnya adalah milik Hazel sekarang menjadi milik mereka berdua.

Saat berjalan menuju apartemen mereka,banyak tetangga tetangga apartemen mereka yang membicarakan mereka,dapat terlihat jelas raut mereka tidak suka dan takut pada mereka berdua.

Hazel tidak peduli begitupun Muaz.

"huft lelah." ucap Hazel langsung duduk disofa,sedangkan Muaz meneguk minuman kaleng yang ia ambil dikulkas.

"aku harus mencari pelaku yang sebenarnya,hmm tapi siapa yang berada disana saat malam itu??" gumam Hazel.

Hazel teringat jika Muaz memiliki saudara tiri. Tetapi dalam berkas yang ia baca tidak ada siapapun selain mereka bertiga. Dalam skenarionya pengakuan Muaz tiba tiba masuk kedalam kamar dan menghunuskan pisau pada orang tuanya.

Hazel langsung menoleh kearah Muaz

"Az, saat malam kejadian itu apa benar cuman kalian bertiga saja disana?" tanya Hazel

Muaz melirik kearah Hazel ia pun duduk disamping istrinya "kau masih sempat memikirkan kasusku sekarang?"

"kebetulan teringat aja,lalu dimana saudara tirimu waktu itu?"

"entahlah...yang ku tau cuman kami bertiga dan—" Muaz terdiam saat teringat sesuatu.

"dan apa?" tanya Hazel tak sabaran.

Mata Muaz membulat sempurna saat mengingat kejadian itu,ia ingat ada seseorang yang memakai serba hitam berada dikamar orang tua Muaz sebelum Muaz datang.

Siapa dia?

Terpopuler

Comments

Evelyne

Evelyne

masak udah 5 tahun...udah di penjara selama itu...Muaz baru inget sekarang ..aduuuhhh...real dikit to Thor...ayo...cerita Lo udah bagus... jangan bikin cerita ini jadi "aneh" dengan jalan cerita yang gak jelas...yuukk liat detail nya biar sukses jadi keren ne cerita...🙏🙏

2022-09-10

0

Anne Rukpaida

Anne Rukpaida

teka teki'y mulai terpecahkan sedikit demi sdkit 😊👍

2022-02-26

1

Maria Imma Yaniwati

Maria Imma Yaniwati

cerita sebagus ini kenapa tdk ada yg vote ya? jalan ceritanya dan bahasanya bagus

2021-10-05

9

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!