Hazel dan Delia tiba ditempat kerja mereka. mereka sambil canda tawanya memasuki lift. "Ya ampun Hazel,kamu ini lucu sekali," tawa Delia sambil memukul lengan Hazel.
"Hais ya ketawanya jangan pakai mukul juga woi!" gerutu Hazel sambil mengusap lengannya yang sakit setelah dipukul Delia.
"Maaf refleks, hehehe." cengir Delia yang masih dalam tawanya. Hazel mencibir pelan.
"Lalu bagaimana sekarang?" tanya Delia pelan.
"Apanya?" tanya Hazel heran sambil berjalan keluar lift.
"Itu loh abang ganteng, kamu kan dah ketemu dia...jadi gimana selanjutnya?" tanya Delia lagi penasaran, ia menyamai langkahnya dengan Hazel.
"Yah aku nggak tau, dia dingin kali." ucap Hazel pelan menduduki pantatnya dikursi kerjanya.
"Apa benar dia pembunuhnya?" tanya Delia setelah mendengar cerita Hazel,ia pun tertarik membahas pria tampan itu.
"Aku juga kurang tau, bukti diberkas memang menguat kearah dia. tapi, aku merasa ada yang aneh." jelas Hazel
"Kalau gitu, kamu harus ngumpulin bukti lagi dong."seru Delia.
"Susah mencari bukti baru sekarang Del, itu udah 5 tahun loh...Pasti dah hilang semua bukti lain kalau iya memang ada,"
"Iya juga, hmm kenapa kamu tidak menanyainya langsung?"
"Kamu bercanda? Belum aku tanya mungkin nyawaku dah melayang ditempat." kesal Hazel lalu membuka laptopnya.
"Kasihan sekali kau." ledek Delia.
Hazel memutar bola matanya, lalu ia kembali fokus mengerjakan sesuatu di laptopnya.
"Oh iya hampir terlupa," seru Delia langsung berlari kearah mejanya, Hazel melihat kearah Delia yang sedang memegang sesuatu dan meletakkannya di meja Hazel.
"Apa itu?" tanya Hazel memandang paket sedang itu di atas mejanya.
"Punyamu, tapi aku nggak tau siapa yang ngirim,. jelas Delia.
"Hmm okelah makasih," Hazel langsung meletakkannya dalam laci meja kerjanya. Ia tiba-tiba teringat sesuatu yang membuatnya penasaran. Hazel langsung mematikan laptop dan membereskan barang-barang di mejanya cepat. menyambar jaket hitam favoritnya.
"Kau mau kemana?" tanya Delia heran sahabatnya pergi tergesa-gesa.
"Mau cari misi, bye!" pamit Hazel langsung menutup pintu ruangan.
"HEI, HAZEL!" teriak Delia namun si empunya nama tidak menghiraukannya. Delia menggeleng-geleng melihat kelakuan sahabatnya.
"Astaga dia kayak anak kecil aja." gerutunya,ia pun melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda tadi.
***
Hazel berjalan cepat menuju parkiran,senyum lebar tercetak diwajahnya. Dengan semangat 45, ia pun melajukan mobilnya menuju rumah yang menjadi tempat kejadian insiden lima tahun yang lalu itu.
Sesampai di sana,ia langsung berjalan memasuki rumah itu, Hazel mendorong pintu besar rumah itu,lalu berjalan pelan masuk,sambil memasang sarung tangannya.
Hazel berjalan melihat sekeliling rumah. Ia melihat foto-foto terpajang di atas meja. Foto-foto itu terlihat berdebu, ia memandang foto itu satu persatu. lalu beralih membuka laci, terdapat dokumen dokumen yang masih utuh. ia mulai membuka dokumen itu dan membacanya sekilas.
Hazel menutup kembali dan meletakkannya ketempat semula. ia pun berkeliling lagi,masuk ke salah satu kamar. Hazel terkagum melihat desain klasik kamar yang ia masuki saat ini. Hazel melirik kearah meja belajar yang sudah penuh debu. Hazel mendekati meja itu,mengambil buku yang tergeletak dimeja. saat Hazel membuka buku itu,Hazel terkejut melihat ada bercak darah di ujung kertas buku itu.
"Astaga ini apa? Bagaimana ada bercak darah disini?" masih dalam rasa terkejutnya Hazel membuka lembaran lain ternyata lebih banyak lagi bekas darah. Hazel langsung memasukkan buku itu kedalam plastik sebagai barang bukti. ia akan meneliti buku itu nanti, jika buku itu ada bersangkutan dengan pembunuhan dirumah ini.
Hazel mengecek lagi bagian meja belajar, saat ia menunduk ia melihat pisau yang ada bekas darahnya ditempel di langit meja. Hazel langsung mengambil pisau itu dan memasukkan kedalam plastik.
Hazel semakin heran, menurut data di berkasnya, pembunuhan itu terjadi di kamar orang tua Muaz dan kamar itu terletak dilantai dua. Hazel terus mengobrak-abrik meja belajar itu. tetapi, ia tidak melihat barang-barang yang mencurigakan lagi. Hazel pun berjalan menuju lemari pakaian. Saat ia membuka lemari itu ia juga tidak menemukan apa-apa selain barang yang ia temukan di meja belajar.
Sudah dua jam Hazel berkelana di kamar itu,ia tetap tidak menemukan barang yang mencurigakan lagi. Lalu ia langsung berjalan menuju keatas. Dengan cepat ia berjalan menuju kamar orang tua Muaz. Dengan perlahan ia membuka pintu, dapat ia lihat dengan jelas bercak darah yang sudah mengering ada dimana-mana. Cermin rias yang pecah dan banyak baju-baju yang berantakan. Hazel dengan perlahan mendekati meja rias. Ia membuka laci itu perlahan-lahan dan mendapati adanya beberapa dokumen dan foto.
Hazel memegang foto itu,foto anak laki-laki tampan.
"Apa ini Muaz waktu kecil?" gumamnya lalu ia membalikkan foto itu, Hazel melihat ada tulisan dibalik foto.
Anakku Tersayang,
Muaz Edmon Bark..❤️
"Ini pasti tulisan ibunya, tapi kenapa dia tega membunuhnya?" Hazel penasaran alasan pria itu membunuh ibunya sendiri yang begitu menyayanginya. Apalagi atasannya yang menyuruhnya membuka kasus Muaz.
Hazel melirik kearah jam tangannya sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Mau tak mau Hazel harus menyudahi penyelidikannya, karena jika ia tetap lanjutkan akan berisiko baginya. Hazel dengan cepat membawa bukti yang ia temukan tadi menuju mobilnya.
"Huft, nggak ku sangka aku bakalan nemuin bukti lain." Hazel sambil menghidupkan mesin mobil,ia pun melajukan mobilnya melewati rumah mewah itu. Tak jauh dari sana ia melewati rumah lusuh yang ditempati Muaz saat ini. Ia memberhentikan mobilnya diseberang rumah Muaz. Menunggu pria itu keluar atau kembali kerumahnya. Hazel sempat berpikir kasus yang dipegangnya kali ini banyak teka-teki.
"Ini seharusnya tugas detektif, tapi aku sendiri yang turun tangan." desis Hazel merutuki dirinya yang terlalu rajin.
Hazel pun keluar dari mobilnya, berjalan mendekati pohon mangga yang berada dihalaman rumah itu. tiba-tiba hujan turun dengan deras, membuat Hazel langsung berlari menuju teras rumah. Hazel dengan iseng mengintip dibalik lubang kunci, tetapi ia tidak menemukan siapapun dan didalam terlihat gelap menandakan penghuni rumah belum kembali.
Hujan tidak kunjung reda, akhirnya ia memutuskan untuk lari menuju mobilnya, saat ia mau masuk ke dalam mobilnya, ia melihat seseorang yang ia kenal berjalan kearah gang kecil. Ia tahu itu Muaz, ia langsung menyusul Muaz. Sampai disana ia bingung Muaz duduk ditengah hujan sambil memegang sesuatu ditangannya.
Hazel tau barang yang dipegang Muaz dengan cepat ia berjalan menuju Muaz, saat Muaz mencoba memasukkan barang itu kedalam mulutnya, Hazel langsung menendang barang itu hingga terhempas dari tangan Muaz. Muaz langsung menatapnya dengan tajam begitu juga Hazel yang tak kalah menatapnya tajam.
"APA YANG KAU LAKUKAN?!" teriak Hazel.
Muaz langsung berdiri dan mendorong Hazel kearah tembok, "Kau lagi? Apa maumu hah?!" geram Muaz menatap tajam gadis didepannya.
"Kau mau coba narkoba sialan itu?!" kesal Hazel lagi.
"Kalau iya memangnya kenapa?! Apa urusanmu?kenapa kau terus mengangguku?!"
Hazel terdiam dan hanya menatap Muaz,begitu juga Muaz menatap Hazel. ditengah tatapan mereka dikejutkan dengan suara bunyi.
Kruuyuuk
Perut mereka berdua sama-sama berbunyi, Hazel menahan tawa mendengar suara keroncongan itu.
"Aku membuatkan makanan untuk kita berdua, aku berjanji jika kau hanya makan satu sendok makanan yang ku buat maka aku tidak akan mengganggumu atau membuka kasusmu lagi, tapi jika kau makan semuanya maka kau harus mau menuruti kemauanku, gimana? setuju?" tawar Hazel menunjuk Muaz yang menatapnya tajam.
Muaz menghela napas lalu mengangguk menyetujui, "Kau harus pegang janjimu." ucapnya berjalan mendahului Hazel.
Akan ku tunjukkan keahlianku, llihat saja! Teriak
teriak Hazel dalam hati.
Jangan lupa vote, like,dan comment yaa☺️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
_cloetffny
dari tadi kurang srek sama kata "dah" seharusnya pake "sudah" lebih enak bacanya
2023-06-04
1
Vita Liana
👍❤️
2022-09-27
1
°αηggιє ησєямα ⏤͟͟͞R❣️
orang lapar di tantangin makanan hanya sesuap.. ya gk mungkin lah.. meskipun makanan gk enak pasti bakalan tetap di makan krna lapar🤭
2022-02-26
2