Haidar sudah pulang sepuluh menit lalu. Terra juga sudah berada di kamarnya bersama anak-anaknya.
Gadis itu tidak dapat memicingkan matanya.
"Jadi sekarang aku ini pacarnya Pak Haidar gitu?" tanya Terra bermonolog.
Terra menutup mukanya sambil guling-guling nggak jelas. Tiba-tiba.
"Mama tenapa?" Lidya bangun karena terusik dengan pergerakan Terra.
Terra sedikit terkejut. Beruntung Lidya masih memejamkan matanya. Hingga tak sulit bagi gadis itu menidurkan Lidya kembali.
Yakin jika putrinya sudah tidur lelap. Terra juga perlahan menutup matanya. Sejurus kemudian, ia pun tertidur lelap.
Di tempat lain sosok pria berusia dua puluh tujuh tahun, tengah berbaring di ranjang besarnya. Pria itu tengah berbunga-bunga. Bagaimana tidak, baru saja cintanya diterima oleh seorang gadis cantik.
Bahkan pria itu berhasil mencuri ciuman pertamanya. Walau setelah itu ia mendapat tamparan cukup keras di pipinya.
"Manis," ujarnya sambil membelai bibir
"Perih," ujarnya lagi sambil membelai pipi.
"Terra Arimbi Hudoyo, delapan belas tahun. Hmmm, usianya beda sembilan tahun denganku," ujarnya bermonolog..
Pria itu mendapat laporan dari asisten pribadinya tentang prihal siapa Terra.
"Wah, dia juga bekerja di perusahaan besar sebagai wakil direktur?" Haidar sedikit mengernyit.
Bagaimana bisa jika gadis yang masih kuliah semester awal sudah bisa bekerja di sebuah perusahaan besar dengan jabatan cukup penting.
"Sepertinya ada Yang aneh?" Haidar mengusap dagunya.
Tidak ada petunjuk apapun, kemudian ia teringat dengan lukisan yang tergantung di ruang keluarga.
"Bukankah itu Tuan Ben Hudoyo?" terka Haidar.
Pria itu bangkit dari rebahannya lalu duduk menyender di kepala kasur.
"Terra Arimbi Hudoyo. Ah ... bodoh, tentu saja gadis itu adalah anak dari Ben Hudoyo!" teriaknya.
"Tapi kenapa Tuan Hudoyo tidak pernah mengenalkan putrinya pada pebisnis ya?" tanya Haidar lagi.
"Tuan Hudoyo selalu membawa Firsha, sekretarisnya" lagi-lagi Haidar bermonolog.
"Ah ... kok jadi ada yang ganjil dengan semua ini deh!" teriak Haidar frustasi kemudian mengacak rambutnya.
"Ah, kematian Tuan Hudoyo memang sempat terdengar di berita bisnis. Tapi, sepertinya berita itu menguap begitu saja. Sedang keberadaan putri yang kini merawat anak-anak dari mendiang Tuan Hudoyo, luput dari pemberitaan media."
Haidar makin pusing dengan sejuta teka-teki yang menyelimuti keluarga gadis yang baru saja resmi jadi kekasihnya itu.
"Ah ... biarlah waktu yang menjawab. Aku pastikan Terra tidak akan terluka akan kepelikan masalah ayahnya," ujar Haidar.
Pria itu sedikit tahu dengan masalah yang sempat santer terdengar. Rumor yang mengatakan istri Hudoyo yang selingkuh dan korupsi di bagian departemen di perusahaan Hudoyo.
Walau Haidar tidak sepenuhnya percaya. Pria itu memutuskan untuk tidur.
******
Pagi itu, Terra ada kuliah pagi. Gadis itu sudah sampai kampusnya. Darren masih meliburkan dirinya. Terra memutuskan untuk home schooling bagi putranya itu.
"Terra!" panggil seseorang.
Gadis itu menoleh. Sosok pria tampan tengah menghampirinya. Perlahan wajah Terra membias rona merah.
Gadis itu memalingkan wajahnya. Pria yang sudah ada dihadapannya tersenyum geli melihat tingkah malu-malu kekasihnya.
"Selamat pagi, Sayang," sapa Haidar.
"Pagi, Pak," balas Terra lalu, ia berlari menuju kelas.
Haidar menahan tawanya melihat kelakuan Terra. Pria itu berjalan menuju kelas yang tadi baru saja dimasuki Terra.
Wajah yang tadi ceria dan hangat berubah datar dan dingin. Terra sudah mengetahui itu.
Gadis itu hanya fokus dengan mata kuliah yang diberikan oleh dosennya itu.
Triiiing! bunyi bel tanda istirahat.
Terra merapikan alat tulisnya. Gadis itu akan ada mata kuliah lain setengah jam yang akan datang.
"Terra!" panggil Haidar dengan suara tegas.
"Iya, Pak!" Terra mendatangi Haidar.
Haidar mengedarkan pandangan. Sepi.
Cup!
Plak!
"Ck!" Haidar mengelus pipi yang tadi ditampar Terra.
"Kita putus!" ucap Terra langsung meninggalkan Haidar begitu saja.
"Eh ...!" Haidar cengo.
bersambung
hahahaha... dasar cowok
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 603 Episodes
Comments
Juli Asmina
pak dosen jangan nyosor terus biar enggak kena gampar sama ayangnya.Duh kasihan jadi kena kartu kuning daaahhh
2025-01-31
1
Jamayah Tambi
Suka2 je nak cium orang.Tak tau halal haram.Nama je dosen.Otak letak kat lutut
2024-11-10
0
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kapok Haidar... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2025-01-02
2