Dendam Cinta
Disekitar area kampus ternama yang ada dikota A sedang mengadakan acara wisuda tepatnya kelulusan bagi para mahasiswa yang lulus , dia antara para mahasiswa itu terdapat mahasiswi cantik namun sayangnya dia susah menikah , dan bagi para mahasiswa yang menyukai nya dikampus nya sangat disayangkan mereka tidak dapat kesempatan untuk mendapatkan perempuan pujaan hati mereka .
ia bernama Laila Amara Putri salah satu mahasiswi terbaik tahun ajaran ini .
" Mas aku lulus ". Ucapnya bahagia sambil memeluk suaminya yang bernama Firman Kusuma .
" Iya selamat ya, akhirnya kamu lulus juga dan jadi salah satu mahasiswi terbaik di tahun ajaran ini ". Sahut Firman tersenyum .
" Iya mas, akhirnya , terima kasih ya sudah mau menemaniku sampai sekarang ". Ucapnya girang .
" Iya sama-sama sayang , aku malah senang sekali bisa terus ada untukmu ". Ucapnya sambil melepaskan pelukannya .
" Karena bagiku kamu adalah segalanya ". Ucapnya tersenyum sambil memegang pundak istrinya itu lalu memeluknya lagi .
" Iya mas ". Sahutnya .
" Ayo kita pulang ". Ajak Firman pada Laila .
" Ayo ". Sahutnya .
" Eh... bentar aku mau toilet dulu kamu tunggu dimobil ya , nanti aku nyusul ". Ucapnya sambil pergi mencari toilet disekitar kampus .
" Haha... dasar , hati-hati mas ". Teriak Laila dan Firman hanya mengangguk lalu pergi .
Laila pun kini menuju tempat parkir mobil suaminya itu, namun saat ia hendak menuju tempat parkir seseorang memegang tangannya dan hal itu membuatnya kaget .
" Hah...". Ucap Laila kaget lalu melihat siapa yang berani-beraninya memegang tangannya itu .
Ternyata orang itu adalah seorang pria berpakaian rapih dan memakai kacamata hitam namun ia tidak mengenal pria itu ,
" Kamu siapa ?". Tanya Laila sambil melihat dari ujung kaki sampai kepala pada pria itu .
" Aku bukan siapa-siapa aku hanya ingin berkenalan denganmu ". Ucapnya sambil tersenyum mengulurkan tangannya kepada Laila .
Laila pun menjabat tangan pria itu walaupun ragu .
" Laila ". Ucapnya tersenyum .
" Al.. panggil saja namaku Al ". Ucap pria itu tersenyum tipis .
" Al ". Ucapnya Laila melototkan matanya karena ia terkejut mendengar nama itu, nama seseorang yang ia kenal ,namun baginya nama seperti itu banyak didunia ini .
" Iya Al ". Sahut Al .
" Kalau boleh tahu nama panjang mu siapa ?". Tanya Laila penasaran dan juga memastikan apa dugaannya benar terhadap pria yang ada dihadapannya saat ini .
Al itu langsung membuka kacamatanya dan langsung terlihat wajah tampan nya , Laila pun begitu terkejut melihat paras rupawan lelaki yang ada dihadapannya saat ini , bagaimana pun ia hanyalah manusia biasa yang terpukau dengan pemandangan indah yang ada dihadapannya saat ini .
Al itu langsung mendekatkan dirinya kewajah Laila membuat Laila kaget , ia tersenyum kepada Laila membuat Laila tersipu malu .
" Ya Tuhan ada apa dengan pria ini kenapa melakukan hal ini padaku ". Batin ya sambil melihat kearah wajah tampan rupawan lelaki itu .
Laila melihat dengan seksama wajah pria yang ada dihadapannya saat ini, wajahnya begitu tenang namun matanya seperti ada kebencian didalamnya .
" Kenapa dia menatapku dengan tatapan seperti itu ". Batinnya bertanya-tanya .
Tiba-tiba seseorang memang pria itu,
" Tuan muda, maaf anda harus kembali sekarang kekantor ada urusan mendadak ". Ucap Seseorang yang berpakaian sama seperti pria yang kini kita kenal dengan sebutan Al .
berpakaian rapih berdasi dan berjas .
" Oh baiklah ". Ucapnya sambil berjalan meninggalkan Laila yang masih penasaran pria itu namun pria itu malah pergi begitu saja membuatnya penasaran dan kebingungan akan tindakan pria bernama Al itu padanya .
" Hei...hei.. kamu jawab dulu pertanyaan ku siapa nama lengkapmu ". Teriaknya namun kedua pria yang berjalan meninggalkannya itu hanya mengabaikan teriakan Laila .
" Ck.. siapa sih membuatku penasaran saja ". Gerutunya .
" Penasaran apa ?". Ucap Firman yang baru saja datang menghampiri Laila dan itu membuat Laila cukup terkejut .
" Hah... kamu sudah ketoilet mas ?". Balik tanya .
" Yehh... kebiasaan deh malah balik tanya ?". Ucapnya Firman tersenyum .
" Hehehe... gapapa kok mas, tadi aku penasaran saja ada pria yang ditiba-tiba minta kenalan eh pas aku tanya nama lengkapnya malah pergi begitu saja ". Ucapnya jujur .
" Oh ya, aneh juga ya , ya sudahlah mungkin dia orang iseng saja sama kamu, ya sudah yuk pulang gak ada urusan apa-apa lagi kan kamu dikampus ? ". Tanyanya sambil membukakan pintu mobil untuk Laila .
" Enggak kok semuanya sudah beres sudah selesai juga kok acaranya yuk mas pulang saja ". Ucapnya masuk kedalam mobil .
" Oke.. baiklah kita pulang ". sahutnya sambil menutup pintu mobilnya lalu ia pun ikutan masuk kedalam mobil untuk menyetir membawa istrinya pulang kerumah mereka berdua .
Sedangkan pria yang bernama Al kini tengah duduk dikursi penumpang .
Dan hanya tersenyum menyeringai sambil melihat kearah luar jendela kaca mobil .
'Pertama aku gak bisa melanjutkan hubungan ini karena setiap kali aku minta kamu vc aku ataupun menampakkan wajah kamu kamu tidak mau , kedua setiap kali aku online game kamu selalu meminta macam-macam padaku dan itu membuatku muak , dan ketiga aku harus menikah dengan pria yang memang sudah menjadi tunangan ku dikehidupan nyataku, dan kamu tahu sejak awal dikehidupan nyataku aku bukanlah wanita singel tapi aku sudah menjadi milik orang lain '.
' Jadi cukup sudah sampai disini hubungan kita '.
Ucapan itu selalu terngiang-ngiang di benak pria yang bernama Al itu .
" Argh.. sial kenapa aku selalu mengingat kata-kata itu ". Ucapnya kesal .
Membuat sang asisten yang tadi memanggil tuan muda padanya kaget mendengar ucapan majikannya .
" Ada apa tuan? apa tuan butuh sesuatu ". Tanyanya sambil fokus mengemudikan mobilnya menuju kantor perusahaan milik majikannya itu .
" Tidak apa-apa Dhan , fokus saja kamu untuk menyetir mobil ini ". Ucapnya .
" Baik tuan muda ". Sahutnya .
" Kenapa sih Ucapannya dan kata-katanya padaku waktu itu, sangat-sangat membuatku sakit, padahal sebagian yang ia katakan ada benarnya juga dan ada kesalahanku juga didalamnya ". Batinnya .
" Mas mau dimasakin apa sama aku untuk makan malam ?". Tanya Laila pada suaminya yang tengah memperbaiki motor-motornya yang ada di bengkelnya .
ia benar sekali Firman mempunyai usaha bengkel kecil-kecilan disamping rumahnya , Firman bukan dari keluarga berada jadi ia harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga kecilnya itu .
" Apa saja sayang , apapun yang kamu masak mas pasti makan ". Ucapnya tersenyum dengan wajah yang ada terkena oli .
" Hahaha... kamu lucu ya lihat hidungmu kena oli jadi item ". Ucap Laila tertawa membuat Firman tersenyum .
" Namanya juga kerja dibengkel ya pasti kaya gini ". Ujar Firman sambil mengelap oli yang ada diwajahnya yang cukup tampan itu .
" Hehe... ya sudah aku masak ya nanti aku panggil lagi kalau sudah matang ". Ujarnya sambil pergi lagi kedalam rumahnya .
Rumah yang cukup sederhana namun bagi Laila cukup nyaman baginya apalagi kalau tinggal bersama orang yang ia cintai , meski awal-awalnya hubungan pernah renggang karena orang ketiga di masalalu .
Namun akhirnya hubungan mereka membaik juga sampai kejenjang pernikahan .
Saat Laila masak didapur entah mengapa ia kepikiran soal pria yang membuatnya penasaran saat dikampus pas siang tadi .
" Apakah dugaanku benar dia adalah dia , Al orang yang pernah menjadi pelampiasan ku ketika dulu hubunganku dengan mas Firman kurang baik ". Batinnya menerka-nerka .
" Tapi masa iya sih , dia Al orang yang aku kenal , padahal digame online yang sering kita mainin pun sudah lama sekali ia vakum bermain , dan gak pernah ada kabar lagi soal dia ". Ucapnya .
" Kalaupun benar dia adalah Al yang aku kenal , kenapa ia bersikap aneh seperti itu ". Sambungnya .
Perusahan bernama PT. Prastama Garment Industries ,Perusahaan ini merupakan perusahaan industri tekstil yang cukup besar di kota A .
Pemilik perusahaan industri tekstil ini dikenal sangat baik namun untuk urusan dalam hal bekerja ia sangat harus disiplin sekali .
" Tuan ini ada dokumen yang harus tuan tanda tangani ". Ujar Sekertaris Dhan .
Dan ya pemilik perusahaan ini adalah si pria yang bernama Al .
Dhan ini merupakan sekertaris sekaligus asisten pribadi Al , nama aslinya adalah Ramadhan namun Al selalu memanggilnya dengan sebutan Dhan saja , karena menurutnya nama panggilan itu cukup cocok untuk Ramadhan daripada Rama .
" Oh baiklah ". Ujar Al sambil mentandatangani berkas itu .
" Oh ya tuan malam nanti anda harus makan malam dirumah, karena nenek anda sudah berpesan pada saya anda harus ikut makan malam bersama keluarga anda tanpa ada pengecualian ". Ucapnya .
" Iya Dhan iya nanti saya makan dirumah kok ". Ujar Al agak kesal setelah dengar pesan dari neneknya untuk menyuruhnya makan malam bersama , padahal selama ini ia tidak pernah Sudi makan dirumah karena ada seseorang yang membuatnya tidak pernah betah dirumah untuk makan makanan dirumah .
" Ck... kalau bukan nenek yang memaksa seperti itu mana mungkin aku Sudi untuk makan malam dirumah dan pasti ada orang itu yang akan selalu menggangguku ". Batinnya menggerutu .
" Baiklah kalau begitu saya permisi dulu tuan , kalau ada apa-apa hubungi saya ". Ucapnya sambil meninggalkan ruangan bos nya itu .
" Ya ". sahutnya .
Waktu terus berjalan dengan lancar kini Al pulang diantar oleh asistennya .
sesudah sampainya ia disana ia disambut dengan baik oleh para pelayan rumah ,
Saat Al hendak pergi ke kamarnya yang ada dilantai atas pun kini seseorang tengah memanggilnya dan ia sangat kenal sekali suara orang yang memanggil namanya itu .
" Al ". Panggil wanita yang cukup masih muda , dan ya dia adalah ibu kandung dari Al .
Al lalu melihat kearah wanita yang memanggil namanya itu .
" Apa ". Ucapnya ketus .
" Kamu sudah pulang, kita makan bersama ya nak ". Ucapnya tersenyum .
" Sudah tahu pakai nanya lagi ". Ucap Al ketus pada ibunya .
Lalu Al melanjutkan jalannya untuk pergi ke kamarnya tanpa menjawab pertanyaan kalimat terakhir dari ibunya , Al membanting pintu rumahnya .
Di kejauhan nenek Al melihat sikap Al yang ketus pada ibunya itu menjadi geram melihat perubahan sikap Al yang menjadi-jadi .
" Jangan kamu ambil hati ya perkataan dari anakmu itu ya ". Ucap Mila sambil menepuk pundak menantunya itu .
" Iya Bu ". Ucapnya tersenyum .
Almira adalah menantu di keluarga Prastama sekaligus ibu kandung dari Al namun Al gak bisa menerima kehadirannya dikarenakan kesalahannya di masalalu .
" Ya sudah yuk kita ke ruang makan , kita bantu siapkan makanannya ". Ujarnya tersenyum .
" Iya Bu ". sahut Mira tersenyum .
Al kini menyalakan shower ia mengguyur dirinya dibawah shower air yang mengalir mengguyurnya cukup membuat pikiran menjadi tenang .
ia tangannya memegang dinding kamar mandi , sambil diguyur air dingin .
" Ck.. untuk apa dia kesini terus, aku benar-benar tidak suka ada dia disini ". Gerutunya .
Dikediaman rumah keluarga kecil Firman dan Laila kini sedang melakukan makan malam ,
" Hmm... aroma makanan nya enak sekali pasti rasa masakan kamu juga enak sayang ". Ucapnya sambil menghirup aroma masakan istrinya .
" Hee... bisa aja kamu mas , makan yang banyak ya ". Ucapnya sambil menuangkan nasi kepiring suaminya sama dengan lauk pauknya .
" Iya pasti aku makan banyak apalagi kalau makanannya dimasak sama istrinya tercinta ". Ucapnya tersenyum .
" Dasar lebay, sudah-sudah ayo dimakan makanannya ". Ucap Laila memberikan piring itu kesuaminya dengan tersenyum .
" Iya sayang ". Ucapnya sambil tersenyum lalu memakan makanannya .
Disisi lain tempat kini Al sedang menuruni tangga untuk pergi ke dapur tempat dimana dilaksanakan nya makan malam bersama namun baginya makan malam ,malam ini sangat membosankan , karena pasti neneknya akan menceramahi nya bila ia bersikap dingin pada ibunya .
" Akhirnya kamu keluar juga dari kamarmu Al ". Ucap neneknya .
" Hmm..iya ". Jawabnya singkat .
" Nah mumpung semuanya sudah berkumpul ayo kita makan ". Ucapnya neneknya .
Dimeja makan sudah ada saudara sepupunya Al yang bernama Wulandari yang selalu jadi teman sekaligus sahabatnya Al . Wulan ini adalah kakak sepupunya Al yang berarti ia adalah anak dari kakak orang tuanya .
Ya Wulan adalah anak dari Prasetya kakak kembarnya ayahnya Al yaitu Prastama .
Prasetya dan Prastama adalah anak dari pasangan Jaka dan Mila .
" Iya nih kamu tuh dek ya semenjak om Tama gak ada kamu gak pernah mau lagi kumpul-kumpul gini kenapa sih? ". Ucap Wulan sambil melayani suaminya yang ada disebelahnya .
Iya Wulan sudah menikah dengan teman kampusnya dulu yang bernama Ridho .
" Kakak pasti tahu apa alasannya jadi gak usah dibahas ". Ucap Al dingin .
Semua yang ada disana langsung diam , karena mereka tahu apa alasannya Al tidak mau ikut makan malam bersama mereka pasti karena ibunya .
" Ya sudah-sudah jangan dibahas lebih baik kita makan yuk makan ". Ajak Mila tersenyum .
" Iya ". Sahut semua orang yang ada disana .
Makan malam dikediaman keluarga Prastama itu hanya ditemani suara-suara alat makan mereka .
Setelah melaksanakan kegiatan makan malam Al langsung pergi ke kamarnya tanpa berpikir untuk kumpul-kumpul diruang keluarga .
" Al, mending kita kumpul-kumpul dulu yuk diruang keluarga kita cerita-cerita kaya dulu ". Ajak Wulan .
" Maaf aku gak bisa ". Ucapnya lalu hendak menaiki tangga namun tangannya diraih oleh Mira dan itu membuat Al kesal .
Al melotot kearah Mira ,
" Jangan sentuh tangan saya ". Bentak dia sambil menghempaskan tangan ibunya yang memegangnya tadi .
Mira kaget saat Al membentaknya dan itu membuat hatinya merasa sakit , namun ia sudah terbiasa diperlakukan begitu oleh anaknya .
" Maaf, mama hanya ingin bicara sebentar denganmu Al ". Ucap Mira yang sudah berlinang air mata sambil memegang tangan Al lagi .
" Berapa kali saya bilang, jangan pernah lagi ganggu hidup saya , apalagi menyentuh saya , karena saya tidak sudi disentuh oleh wanita jahat seperti mu ". Ucap Al dengan suara nada tinggi sambil mendorong ibunya hingga jatuh kelantai .
Mila yang sudah tidak kuat lagi melihat sikap cucunya yang semena-mena pada ibunya itu pun langsung menampar pipi kanan cucunya itu .
PLAKKK...
Tamparan itu membuat semua orang yang ada disana pun menjadi kaget begitupun dengan Al orang yang terkena tamparan dari neneknya sendiri .
" Nenek..". Ucapnya melotot kearah Mila sambil memegang pipinya yang terkena tamparan itu .
" Sudah cukup kamu memperlakukan ibu kamu begitu Al, dia ...dia adalah ibu kandungmu sendiri orang yang melahirkan kamu Al ". Ucapnya Mila dengan wajah kesalnya .
" Ck... memang , memang dia ibu kandungku ...orang yang melahirkan ku.. tapi aku membencinya , aku benci dia , karena dia ". Ucapnya sambil melihat kearah ibunya dengan tatapan kebencian .
" Karena dia aku kehilangan ayahku , aku kehilangan ayahku karena dia , dia penyebab ayahku mati ". Bentak Al .
" Ayahmu mati karena kecelakaan Al , bukan karenanya ". Ucapnya Mila membela Mira .
" Iya karena kecelakaan yang dibuat olehnya ". Ucap Al menatap tajam kerah Mira .
" Maaf Al, iya mama mengaku itu salah mama, tapi mama benar-benar minta maaf sama kamu Al , maafkan mama nak maafkan mama hiks... hiks...". Ucap Mira bertekuk lutut dikaki Al sambil menangis .
" Nah.. nenek dengar sendiri kan dia sendiri yang mengakui perbuatannya itu, kenapa nenek masih tetap membelanya sih hah ..". Ucap Al kesal dengan sikap neneknya itu .
" Kamu tidak tahu kejadian yang sebenarnya Al , memang ibu kamu ada disana saat itu, namun itu bukan perbuatan ibu kamu, dia hanya diperalat oleh bosnya untuk membunuh ayahmu ". Ujar neneknya menjelaskan supaya Al mengerti .
" Jelas-jelas polisi membuktikan bahwa dia pelakunya , jadi untuk apalagi nenek membelanya , semakin nenek membelanya itu hanya akan menambah kebencian ku padanya ". Ujar kesal .
" Alah...sudahlah nenek selalu membelanya , sekarang nenek bukan kaya nenekku yang dulu, yang selalu membelaku ". Sambungnya sambil meninggal tempat itu tanpa mendengar ucapan neneknya yang hendak berbicara padanya .
" Al..Al..". Teriak neneknya .
" Al..". Ucapnya .
" Al..". Teriaknya lagi .
Al mengabaikan panggilan dan teriakan dari neneknya itu ,dan lebih memilih masuk kedalam kamarnya .
" Sudahlah nek lebih baik kita istirahat saja ya ". Ucap Wulan menenangkan neneknya yang sedang marah-marah pada cucu keras kepalanya itu .
" Hah..iya antarkan nenek ke kamar nenek saja nenek mau istrirahat saja dan tidur ". Ucap Mila pada cucu perempuannya itu .
" Baiklah ayo aku antar ". Ajak Wulan .
" Dan Tante juga lebih baik langsung istirahat saja ya dikamar , jangan dengarkan kata-kata si Al kunyuk itu ". Ucap Wulan tersenyum pada Mira .
" Iya nak.. makasih ya sudah baik sekali sama Tante ". Ucap Mira tersenyum .
" Iya Tante sama-sama ". Ucap Wulan tersenyum lalu pergi mengantarkan neneknya ke kamarnya .
Ridho suami dari Wulan hanya menghembuskan nafas , lalu pergi ke kamarnya yang ada disebelah kamar Al .
Al membanting pintu dengan kencang sehingga membuat Ridho yang melihat yang baru saja sampai dilantai atas pun terkejut .
" Ya Tuhan sampai kapan keluarga ini akan begini, tidak bisakah damai sedikit ". Ucapnya sambil memegang dadanya .
Al lalu berdiri didepan cermin nya , ia menatapnya dengan tatapan tajam,
" KENAPA ?? kenapa kau kembali ke keluarga ini setelah apa yang kamu lakukan terhadap ayahku hah.. ". Ucapnya kesal sambil mengepalkan tangannya .
" Jangan harap kamu bisa mendapat kata maaf dari ku Mira , jangan harap ". Ucapnya kesal .
" JANGAN HARAP !!!!...". Teriaknya didalam kamar .
Ridho yang mendengar teriakan Al pun hanya bisa diam saja tanpa ia ikut campur, kalau sampai ia ikut campur itu hanya akan membuat dirinya terkena amarah nya Al .
" Gua benci ... gua benci ". Teriaknya .
Lalu Al membanting parfum nya ke cermin yang ada dihadapannya , dan pecah lah cermin itu , serpihan kaca cermin itu mengenai tangannya namun ia tidak memperdulikannya .
ia hanya terduduk terpuruk disisi dekat tempat tidurnya sambil menangis .
" Ayah..". Ucapnya disela tangis terpuruk nya .
. . . . . . .
Jangan Lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments