Malam Hari.
Gibran dan Putri keluar dari Ruang kerja Gibran. Putri langsung mengambil sang anak di pangkuan mertuanya.
Sedangkan Gibran memilih pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya.
"Bu, aku ke kamar dulu ya" Pamit Putri.
"Iya Nak" Balas Bu Yulia.
Bu Yulia membuang nafas dengan kasar.
"Dimana kamu, Yu. Ibu rindu padamu" Batin Bu Yulia
Ayah Salim menghampiri istrinya yang sedang melamun di ruang keluarga.
"Bu" Panggil Ayah
"Hmm kenapa, Yah?" Tanya Bu Yulia
"Ayo kita siapkan barang-barang untuk besok ke Negara T" Ajak Ayah Salim tersenyum.
"Baiklah, Ayo" Balas Bu Yulia tersenyum meski masih tercetak jelas wajah sedihnya.
Mereka langsung pergi ke kamarnya karena mereka akan berangkat ke Negara T besok. Mereka akan menetap disana untuk waktu yang tak di tentukan.
**
Pagi Hari.
Semua sarapan dengan tenang. Semua koper yang akan di bawa oleh Tuan dan Nyonya Wibawa sudah di masukan ke dalam mobil.
"Ibu dan Ayah pergi dulu, kalian hati-hati lah" Ucap Ayah Salim tegas.
Bu Yulia pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu. Dia memilih menunggu di mobil.
"Ayah harap kalian tidak melakukan sesuatu yang membuat nama keluarga Wibawa tercoreng kembali" Ucapnya kembali lalu pergi ke arah mobil.
Gibran menatap Orangtua nya dengan sendu. Jujur ia sangat sakit melihat Ayah dan Ibu nya sangat cuek padanya. Amanda menghindar bahkan dia menutup akses agar tidak bertemu dengannya lagi.
"Huffhhhhhh" Gibran membuang nafas kasar.
Hari ini ia akan kembali ke Perusahaan karena Malik sudah banyak mengeluh karena pekerjaan nya jadi bertambah.
"Mas pergi dulu ya, hati-hati di rumah" Pamit Gibran pada Putri. Lalu ia mencium anaknya dengan gemas.
Gibran pergi di jemput oleh Malik karena mereka akan langsung meeting di Cafe dengan klien.
**
Di Cafe.
"Gib" Panggil Malik menghela nafas.
"Hmmm" Balas Gibran lesu.
"Ayolah , perusahaan akan bangkrut jika lo gini terus. Gue udah pernah bilang kan sama lo. Inilah yang harus lo terima" Ucap Malik serius.
Gibran menunduk dan menghela nafas dalam. Lalu ia mengangguk.
"Ya ini yang harus gue terima , ini mungkin bukan apa-apa di banding sakit yang Ayu rasakan" Balas Gibran mendecih.
"Maaf Tuan Wibawa saya terlambat" Ucap klien tersebut.
"Tidak apa Tuan Muda Ardmaja" Balas Gibran tersenyum.
Lalu mereka berbasa-basi terlebih dahulu sebelum ke acara intinya.
Setelah basa-basi mereka langsung membahas masalah proyek yang akan mereka kerjakan bersama dengan Perusahaan PraGroup.
Hampir 2 jam mereka membahas pekerjaan tersebut dan Perusahaan Ardmaja menandatangi kontrak kerja nya.
Gibran dan Malik merasa sangat bangga karena mereka bisa bekerja sama dengan 2 Perusahaan Raksasa.
Bagaimana tidak Perusahaan PraGroup adalah perusahaan nomor 1 di Dunia.
Lalu ArdamajaGroup adalah Perusaan ke 2 setelah PraGroup.
Sedangkan perusahaan WibawaGroup hanya perusahaan kecil di bandingkan dengan mereka.
Setelah selesai mereka berpisah untuk ke perusahaan masing-masing.
"Terimakasih Tuan Muda Elgaza atas waktunya" Ucap Gibran dengan sopan.
"Hmmm, kalau begitu saya permisi dulu" Balas El datar.
Lalu El dan Asistennya pergi dari Cafe tersebut. Gibran dan Malik pun pergi ke Perusahaan.
**
Setelah pulang dari Cafe tersebut Elgaza langsung ke anak perusahaan yang ada di Negara I tersebut.
El masuk dengan wajah dingin dan datarnya. Asistennya setia mengikuti di belakang tubuh tegap tersebut.
Para karyawan menunduk hormat pada El saat mereka berpas-pasan.
El dan Lana sang Asisten masuk ke dalam Lift khusus para petinggi di perusahaan.
"Apa kau sudah menemukan identitas wanita tersebut?" Tanya El to the point.
"Sudah, Tuan. Berkasnya ada di meja kerja anda yang ada di Mansion" Jawab Lana hormat.
Ting.
Lift berhenti tepat di lantai ruangan El berada. El langsung masuk bersama Lana.
"Lana tolong ambil berkas ke uangan sekarang" Perintah El dengan datar.
"Baik Tuan Muda" Jawab Lana sopan.
Setelah Lana pergi El menyandarkan kepalanya di kursi dengan memejamkan mata nya.
"Huh lelah nya" Gumam El pelan.
**
Mansion Wibawa.
Putri tengah memasak dengan di bantu para Art disana. Sedangkan Baby Lita ia letakan di dalam kereta bayinya dengan di jaga salah satu Art.
"Nyonya akan masak apa untuk makan siang?" Tanya salah satu pelayan.
"Sebentar saya tanyakan pada Gibran dahulu ia akan pulang atau tidaknya" Balas Putri.
Lalu Putri menghubungi Gibran.
"Bi kita masak sayur sop saja dan udang goreng tepung saja, karena Gibran tidak akan pulang" Ucap Putri.
Lalu Art tersebut mulai menyiapkan bahan-bahannya sedangkan Putri ia akan memasak.
Mereka berkutat di dapur dengan hening tanda berbicara, mereka sangat canggung pada Nyonya yang sekarang.
**
Wibawa Group.
Malik dan Gina sedang pusing dengan masalah kantor di yang berada di luar kota.
"Gina kamu akan menemani Malik ke luar kota selama 3 hari untuk menyelesaikan masalah ini" Ucap Gibran tegas.
"Tapi Tuan , kita kan akan pergi ke Proyek Kota M untuk mengecek semua nya" Ucap Malik dengan sopan.
"Nanti akan saya undur" Balas Gibran.
"Baiklah" Ucap Malik pasrah.
Lalu Malik dan Gina keluar dari ruangan Gibran. Gibran menghela nafas lelah. Sungguh dia sangat lelah karena pekerjaannya sangat banyak.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Arin
semoga Gibran selingkuh biar pelakor tau rsa...pkokny sy ngga rela klo pelakor bisa hdup rukun
2023-03-03
1
yasmin
nama negara kok musti disingkat ya thor..
emang ada larangan ya,dari aplikasi..ngga boleh nyebutin nama negara atau kota secara jelas..?
soalnya jadi sedikit kurang jelas,mahamin alur ceritanya...
2022-10-20
1
Rina
putri pake pelet nih kayaknya ... sampai bu yulia bisa melupakan ayu
2022-07-29
0