Setelah kepergian Ayu, Bu Yulia menangis di pelukan Suaminya dengan pilu. Sedangkan Orangtua Putri sudah kembali ke Rumahnya yang dulu.
"Kita doakan saja , semoga Ayu akan mendapatkan kebahagian yang lebih dari Putra kita" Ucap Ayah dengan memeluk erat tubuh Bu Yulia.
"Hiks , Hiks aku merasa jadi Ibu yang gagal. Yah" Balas Bu Yulia dengan terisak.
Lalu mereka memutuskan untuk masuk ke kamar karena akan beristirahat.
**
Halaman Belakang.
Para Art yang melihat Nona nya pergi pun merasa sedih. Pasalnya mereka semua merasakan sakit yang di alami oleh seorang Istri yang di khianati Suami dan Sahabatnya.
Mereka merasa kehilangan sosok Baik, ramah , periang Ayu yang selalu bikin mereka tersenyum.
"Semoga saja Non Ayu mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dari Tuan Gibran ya" Ucap salah satu Art tersebut.
"Iya, aku selalu mendoakan kebahagiannya" Timpal rekannya dengan sendu.
"Hei ayo bekerja lagi" Ucap Kepala pelayan karena mereka takut ketahuan oleh Majikannya.
**
1 Minggu kemudian.
Sudah 1 minggu sejak kejadian yang membuat mereka merasa sedih.
Sekarang Bu Yulia sudah kembali ceria dengan adanya Baby Lita yang selalu bikin gemas orang rumah.
Bahkan Bu Yulia sudah akrab dengan kelembutan Putri padanya. Dia perlahan-lahan melupakan Ayu yang entah pergi kemana.
Seolah di telan bumi , Ayu , Tama , Nadin dan Pranss pergi entah kemana. Sampai Amanda mencari ke Negara K untuk menemui Neneknya tetapi mereka mengatakan bahwa Ayu tidak bersama mereka.
Amanda sangat marah pada Gibran dan Orangtuanya. Seolah melupakan sosok Ayu mereka bahagia dengan hadirnya Putri dan Bayi tersebut. Bahkan Amanda memutuskan tidak akan pernah berkunjung ke Mansion Orangtuanya.
**
Butiq Manda
Nicolas menemani Amanda makan siang dengan senang hati.
Mereka terus mencari keberadaan Ayu tetapi nihil. Tetapi mereka tidak akan pernah menyerah.
Ting.
1 pesan masuk ke dalam Handphone Amanda. Amanda langsung membacanya dan sangat terkejut.
"Kak" Ucap Amanda berkaca-kaca.
"Kenapa sayang?" Tanya Nicolass dengan panik.
Lalu Amanda menyerahkan Hpnya pada tangan sang suami.
*Nomor tidak di kenal.
Jangan terus mencari Kakak, Dek. Kakak baik-baik saja , kalian juga harus baik-baik saja ingat itu. Suatu saat kita akan bertemu lagi. Jika kalian merasa butuh pertolongan datanglah kepada Nenek. Jaga kesehatan dan suami kamu ya.
Ayu Anjani*.
Nicolas sama tercengang melihat isi dari pesan tersebut. Lalu ia memeluk Amanda dan mencium keningnya lembut.
"Mungkin Ayu ingin menenangkan diri saja, Sayang" Ucap Nicolass lembut
"Iya Kak. Aku lega setelah mendapat kabar dari Kak Ayu. Sungguh aku sangat menyayangi nya Kak" Balas Amanda terisak di pelukan Nico.
Lalu mereka menyelesaikan makan siang tertunda nya dengan hati yang bahagia. Meski mereka mencoba menelpon nomor tersebut tidak bisa tapi mereka yakin bahwa itu Ayu yang mengirim pesan pada Amanda.
***
Mansion Wibawa.
Setelah makan siang, Gibran kembali ke ruang kerjanya. Selama 1 minggu ini dia bekerja dari Rumah , yang mengurus kantor adalah Malik dan Gina.
"Nyonya ada surat untuk Tuan Muda" Ucap satpam dengan sopan.
"Mana?" Tanya Bu Yulia
Lalu satpam tersebut memberikan suratnya dan ia pamit pergi ke depan lagi.
Bu Yulia membuka surat tersebut dan ia kaget bahwa itu surat keputusan perceraian antara Gibran dan Ayu. Sekarang Gibran resmi bercerai dengan Ayu.
"Kenapa Bu?" Tanya Putri lembut.
"Ini surat untuk Gibran dari pengadilan" Jawab Bu Yulia sendu.
Lalu Putri duduk di sebelah Bu Yulia dan memeluknya dengan hangat.
"Maafkan Putri ya, Bu. Semua gara-gara Putri jadi begini" Ucapnya sedih.
"Tidak, Nak. Mungkin mereka memang harus berpisah" Balas Bu Yulia membalas pelukan Putri.
"Ibu jangan sedih lagi ya" Bujuk Putri tersenyum.
Lalu Bu Yulia mengambil Cucu nya dari kereta bayi nya. Lalu Bu Yulia menimang Cucu nya dengan menyembunyikan kesedihannya.
***
Ruang Kerja Gibran.
Gibran melihat poto pernikahannya dengan Ayu. Jujur saja ia merasa sangat sakit dan sedih saat melihat wajah Cantik Ayu berurai air mata.
"Maafkan Aku" Gumam Gibran. Lalu ia menyimpan kembali poto tersebut.
Gibran menyibukan dengan selalu bekerja dan bekerja. Bahkan Gibran sampai lembur.
Tok Tok
"Masuk" Ucap Gibran.
Putri masuk dengan segelas kopi hangat di tangannya. Ia tersenyum melihat wajah tampan Gibran yang lelah.
"Mas kopi nya" Ucap Putri lembut.
"Terimakasih, Put" Balas Gibran tersenyum.
Lalu Putri duduk di pangkuan Gibran dan mengalungkan tangannya pada leher Gibran.
Lalu Putri mencium bibir sensual suaminya dengan lembut. Nafsu Gibran sudah bangkit saat Putri duduk di pangkuannya jadi ia membalas ciuman Putri dengan panas.
Lalu Gibran membawa Putri ke kamar di Ruang kerja tersebut dan melanjutkan yang tertunda tadi.
Putri dan Gibran tertidur setelah bertempur dengan hebat di atas ranjang. Bahkan mereka belum sempat memakai sehelai benangpun.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Erlinda
ternyata org tua Gibran juga ga punya sikap..hadeeeh selalu cerita nya seperti ini
2023-06-07
2
Vindi Anisa
orangtuanya Gibran plin plan
2023-06-02
0
yasmin
thor para pembaca udah pada kena asam lambung nih thor...karna emosi..😂
buruan kasi karma thor...
2022-10-20
0