Setelah Gibran menceritakan semua nya , Ayu dan lainnya diam. Bahkan Ayu sudah memeluk Neneknya dengan erat sambil menangis.
"Kamu tau , saat kamu mengatakan bahwa kamu juga mencintai Gibran aku sangat bahagia karena cinta Gibran terbalaskan, bahkan saat itu juga aku tak berniat merebutnya darimu, Ayu. Tapi kini semua nya berbeda bahkan aku sudah punya anak dari Gibran" Ucap Putri dengan tenang.
"Aku kira kamu sudah tahu dari mertuamu" Ucapnya kembali dengan tersenyum sinis.
Seketika Ayu langsung menatap kedua mertuanya yang menunduk bahkan Amanda dan sahabat Gibran pun sama. Hanya Nadin dan Pranss yang terlihat menahan emosi.
"Apa jadi Ibu dan Ayah pun sudah tahu? Lalu hanya aku saja disini yang tak tau? Aku aku merasa orang ketiga disini" Ucap Ayu terbata bahkan dada nya serasa sesak menerima kenyataan semua ini.
Lalu Ayu berdiri dan menghampiri mertuanya.
"Ibu tolong jawab, apa kalian menyembunyikan semua ini dari aku? Sejak kapan, Bu. Hiks" Ucapnya kembali dengan air mata yang sudah deras menetes.
Lalu Ayu terduduk di lantai karena ia sangat lemas bahkan serasa udara disana sangat sempit. Dia merasa sesak dengan semua ini.
Nadin dan Nenek menghampiri Ayu dan memeluknya agar ia tenang.
"Aku tanya sama kamu Mas, jika kamu di suruh memilih kamu akan akan milih siapa" Tanya Ayu terbata.
Gibran dibuat bingung dengan pertanyaan Ayu. Ia menatap Ayu yang terduduk di lantai dan ia juga melihat Putri yang di sisi nya sedang menggendong anaknya.
"Maaf , aku tidak bisa memilih di antara kalian" Jawab Gibran menunduk.
Ayu tersenyum getir, lalu ia melepaskan pelukan dari Nadin dan Neneknya.
"Nadin, tolong bantu Nenek membereskan semua barangku dan barang Nenek di kamar" Ucap Ayu
Bu Yulia langsung menatap Ayu tak percaya.
"Nak, Ibu mohon jangan tinggalkan Rumah ini" Ucap Bu Yulia memeluk Ayu dengan terisak.
"Apa Ibu pikir aku akan siap di madu? Apa kalian pikir aku siap menerima semua ini, kalian membohongiku selama ini" Balas Ayu masih dengan air mata yang menetes.
"Tidak Kak, Aku , Ibu dan Ayah bahkan Bang Nico dan Tama pun baru tau saat kita berkunjung ke Kota M. Aku sudah memberi kesempatan kepada Kak Gibran agar jujur pada Kakak tapi dia sama sekali tak jujur" Bela Amanda dengan pelan.
"Percuma Adik ipar , dia itu keras kepala" Ucap Putri sinis.
"Diam kamu wanita rendahan, apa kamu lupa hah siapa dulu yang membantu keluarga kamu saat keluarga mu akan di usir karena tak mampu bayar hutang? Apa kalian lupa jika kalian berhutang nyawa pada Cucu ku, Hahhhh" Bentak Nenek yang baru tiba dari lantai atas.
Keluarga Putri langsung menunduk malu , mereka sangat tahu bagaimana keluarga Ayu snagat berjasa padanya.
"Tapi apa yang kalian lakukan sekarang? Seolah kalian membalasnya dengan cambuk yang menyakiti kami" Ucapnya kembali dengan tegas.
Ayu masih diam di pelukan sang Ibu mertua , ia sungguh sangat kaget bahkan serasa dunia nya runtuh saat mengetahui kebenaran ini.
"Ayu, aku mohon lepaskan Mas Gibran untukku dan Anakku" Ucap Putri dengan tak tau malu nya.
Semua orang yang disana merasa kaget atas permintaan Putri. Bahkan Ayu sendiri tertawa sinis.
"Kau tau Mas, hampir 7 tahun kita berpacaran dan sekarang sudah hampir 1 tahun kita menikah bahkan sekarang aku sedang mengandung anakmu. Apa kamu pernah berpikir saat akan melakukan itu semua , apa kamu tau bagaimana perasaan ku saat ini? Sakit Mas sangat sakit , hingga aku merasa dunia ini runtuh menimpaku" Ucap Ayu berusaha tegar.
Tama , Malik dan Nicolass sudah sangat ingin memukul wajah Gibran yang sedari tadi hanya bisa diam saja.
Pranss dan Nadin baru saja turun membawa barang-barang Ayu dan Nenek nya.
"Ingat ini Putri , Mas Gibran aku memang wanita dari orang miskin tapi aku tak sudi jika harus di madu. Aku pernah berharap aku ingin hidup bahagia dengan kalian tapi nyatanya aku hanya mendapat sakit yang luar biasa" Ucap Ayu bergetar menahan tangis.
"Aku aku mundur , aku akan pergi dari kalian dan akan aku kirimkan gugatan cerai" Ucapnya kembali.
Lalu Ayu tak sadarkan diri bahkan ia terduduk di lantai dengan darah yang sudah keluar dari selangkangannya.
Gibran langsung bangun dan akan menggendong Ayu tetapi langsung di halangi Nicolass.
Tama langsung menggendong Ayu dan membawa nya ke Rumah sakit.
Setelah kepergian Ayu dan lainnya, Gibran menatap Ibu dan Ayah nya sendu.
"Puas kamu hahhh , puas kamu menyakiti Kak Ayu , kamu itu seorang wanita dan kamu juga pasti tau bagaimana rasanya jadi Kak Ayu" Ucap Amanda dengan menunjuk Putri.
"Gib semoga pilihan mu tidak akan membuatmu menyesal di kemudian hari" Ucap Nicolass. Lalu Amanda dan Nicolass pergi mengikuti Tama dan yang lainnya ke Rumah sakit.
Ibu dan Ayah Gibran langsung terduduk denga lemas. Mereka tak menyangka akan terjadi seperti ini.
"Bu , Yah aku mohon terima Putri dan Anaknya di Rumah ini" Ucap Gibran
"Entahlah saat ini kami tidak bisa memutuskannya , ayo kita ke Rumah sakit" Balas Ayah Salim.
Lalu Ayah , Ibu , Gibran dan Putri langsung ke menuju ke Rumah sakit dengan mobil yang berbeda.
**
Rumah Sakit Bunda.
Semua sedang menunggu di depan ruang UGD dengan wajah tegang dan panik.
Lalu seorang Dokter keluar.
"Suami pasien?" Ucap Dokter tersebut.
"Saya Dok" Jawab Gibran yang baru saja tiba dengan yang lainnya. Karena tidak ingin membuat keributan jadi mereka memilih diam.
"Jadi begini Pak , Bu Ayu harus segera di Operasi karena kandungannya ke guguran dan kondisinya sangat lemah. Saya sudah pernah memberitahukan pada kalian bahwa Bu Ayu harus istirahat bahkan tidak boleh stress" Jelas sang Dokter
Mereka kaget karena mendengar Ayu keguguran. Tetapi tidak bagi Putri ia merasa senang karena anaknya tidak akan punya saingan.
"Lakukan yang terbaik untuk pasien" Ucap Tama dengan tegas.
"Baik Tuan" Balas Dokter tersebut.
Lalu Dokter dan Perawat mendorong brangkar berisi Ayu ke ruangan operasi. Mereka menangis melihat wajah cantik Ayu sangat pucat.
Bahkan Nenek nya pun di papah oleh Nadin saking lemas nya melihat Cucu kesayangannya.
Mereka menunggu di luar ruangan dengan khawatir, bahkan Nenek tidak sempat mengabari Kakek dan yang lainnya.
Nenek menghampiri Gibran dan Putri yang sednag duduk tenang di kursi.
"Puas kalian membuat Cucuku begini? Ingat kalian akan menyesal setelah ini" Ucap Nenek dengan tegas.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
paty
coret gibran dr ahli waris buat dia hidup miskin
2022-11-16
0
Zahara Febriyanti
Iya yg pasti Gibran menyesal sudah memelihara ular ke palak 2 😅
2022-01-28
0
naning
aku aminkan doa dr neneknya ayu..menyesalah kemudian km Gibran..dan utk ayu km ga akan rugi melepas Gibran yg lucnat itu
2021-12-30
0