Putri mendekati Gibran yang masih sangat syok. Putri menatap heran pada suaminya.
"Mas kenapa?" Tanya Putri
Gibran diam saja tanpa membalas perkataan Putri. Saking penasarannya Putri langsung mengambil Hp di tangan Gibran lalu mrlihat siapa yang mengirim pesannya.
-*Ayah
"Jika kamu tetap disana tanpa menjelaskan semua nya pada kami Ayah akan menerimanya, tapi Ayah mohon pulanglah dan jelaskan karena saat ini Istrimu sedang sakit karena memikirkan mu yang tak pulang-pulang. Bahkan perusahaan akan Ayah kasih ke suami Amanda karena kamu sudah hampir 2 bulan tidak mengurusnya. Kamu jangan egois disini Istrimu sakit sedangkan kamu disana enak-enakkan dengan wanita lain*"
Begitulah isi pesan yang membuat Gibran sangat pucat, pasalnya ia melupakan Ayu yang ada di Kota dengan Orangtua nya saking senangnya ia bermain dengan anaknya.
"Put , kasih tau Orangtua mu kita siap-siap karena besok pagi kita akan ke Kota" Ucap Gibran
"Hmm baiklah, Mas" Balas Putri.
Lalu Putri keluar dan memberitahukan semua pada Orangtuanya. Setelah itu dia kembali lagi untuk membereskan barang-barang.
***
Genap sudah 2 bulan Gibran pergi ke Kota M. Terakhir ia memberitahukan bahwa masalah nya masih belum selesai tetapi sampai hari ini dia tidak memberi kabar lagi.
Ayu bahkan sudah di rawat di Rumah sakit selama 3 hari karena kondisi tubuh dan janin nya yang lemah. Bahkan sang Nenek dari Negara K pun langsung terbang karena mendengar Cucu nya sakit.
"Makan dulu, Nak" Ucap Nenek lembut.
"Iya, Nek" Balas Ayu. Lalu Ayu duduk di kasur di kamar nya karena tadi pagi ia sudah pulang.
Ayu makan di suapi sang Nenek. Bu Yulia hanya bisa menatap sendu sang menantu.
1 Bulan yang lalu Amanda melangsungkan pernikahan nya dengan Nicolass. Malik sudah memberitahukan bahwa Amanda menikah kepada Gibran , tetapi Gibran masih kekeh tidak akan pulang dulu.
"Kakak" Panggil Amanda tersenyum.
"Hei kapan kesini, Dek?" Tanya Ayu lembut.
"Baru saja, di luar juga sudah ada Bang Malik , Tama , Pranss" Jawab Amanda
"Wah lagi mau kumpul-kumpul ya?" Ucap Ayu berbinar.
"Iya, ayo kita ke bawah" Ajak Amanda.
Setelah selesai makan siang , Ayu mengikuti Amanda dengan berhati-hati. Perutnya juga sudah sedikit buncit.
Ayu menuruni tangga dengan di pegangi oleh Amanda. Terlihat di ruang keluarga sudah kumpul semua bahkan Ayah mertua nya juga ada.
Nenek dan Bu Yulia juga mengikuti nya dari belakang.
Seorang Art menyajikan makanan dan minuman untuk mereka bersantai.
"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Tama tersenyum
"Baik-baik saja, Bang" Jawab Ayu.
Lalu mereka mengobrol dengan di penuhi canda tawa. Nadin baru saja tiba karena harus mengurus dulu Butiq.
Suara mobil di halaman Mansion tersebut membuat mereka berhenti tertawa. Mereka menebak siapa yang datang hari wekeend begini.
Lalu masuklah Gibran , Orangtua Putri dan Putri yang sedang menggendong Bayi nya.
Mereka langsung menegang bahkan wajahnya sudah sangat merah menahan amarah pada mereka yang baru saja tiba.
Berbeda dengan Ayu dan Nenek mereka sangat bahagia karena bertemu dengan sahabat dan tetangga lamanya.
"Puput" Ucap Ayu lalu ia berdiri dan hendak memeluk Putri tapi Putri langsung menolaknya.
Ayu dan Nenek merasa heran karena melihat sikap Putri yang tidak biasanya.
"Mas, jadi selama ini kamu pergi untuk nyari Putri?" Tanya Ayu antusias.
Sedangkan Gibran diam saja tanpa menjawab.
"Oh iya Put , itu anak siapa?" Tanya Ayu penasaran.
"Anak aku dan Mas Gibran" Jawab Putri santai.
Deg.
Mereka yang mendengar jawaban tersebut langsung melotot tak percaya bahwa Putri akan menjawab jujur. Bahkan Orangtua Gibran sudah menunduk pasrah.
"Hei jangan bercanda begitu, anak Mas Gibran ini masih di perut aku" Ucap Ayu terkekeh.
Baru saja Putri akan menjawab tetapi ia langsung diam saat Ayah Wibawa berbicara.
"Nak, duduklah di samping Ibu dan Nenek" Ucap Ayah Salim lembut. Tanpa membantah Ayu langsung duduk.
"Dan kalian silahkan duduk dan jelaskan semuanya" Ucap Ayah Salim tegas pada Gibran.
Tama , Pranss , Malik dan Nicolas langsung berdiri dan membiarkan mereka duduk.
Ayu sangat bingung melihat wajah tegang di wajah Ibu mertuanya dan juga Gibran.
Lalu ia menatap Gibran yang memegang tangan Putri dan ia sangat kaget saat melihat wajah bayi tersebut sangat mirip dengan Gibran.
Deg.
"A ada apa ini sebenarnya ? Dan siapa ayah dari anakmu, Put?" Ucap Ayu dengan terbata.
"Lihatlah bukankah anak ini sangat mirip dengan suami mu Gibran" Balas Putri tersenyum.
Deg.
Deg.
Ayu beralih menatap suaminya yang hanya diam tanpa membantah.
"Ada apa ini , kenapa hanya aku yang bingung dengan situasi ini" Ucap Ayu teriak bahkan para Art pun langsung melihat ke ruang keluarga.
Mereka semua diam dengan seribu bahasanya. Lalu Gibran menghembuskan nafas kasar.
"Akan aku ceritakan" Ucap Gibran.
-Flas Back-
2 Tahun yang lalu saat Gibran dan Malik sedang ada kunjungan ke Kota S mereka meeting dengan beberapa klien bahkan mereka meeting di Caffe dekat Club malam.
Setelah selesai meeting semua orang ikut ke Club malam hanya Gibran dan Malik saja yang tidak ikut.
Gibran hampir 3 bulan di Kota S bahkan saat ia pulang dari perusahaan ia melihat Putri yang sedang duduk di taman.
"Hai Put?" Sapa Gibran.
"Ehh Gib sedang apa kau disini?" Tanya Putri
"Ini ada kerjaan , kamu lagi apa? Emangnya gak kuliah ya?" Tanya Gibran balik.
"Hmm tidak , aku sedang duduk santai saja" Jawab Putri tersenyum.
Tanpa mereka sadari hampir setiap hari mereka mengobrol dan bertemu entah di taman ataupun di Caffe. Malik sudah memperingati Gibran akan hal tersebut.
Hingga 3 bulan sudah mereka dekat bahkan Gibran sangat perhatian dengan Putri. Karena saat itu Ayu sedang masa-masa sibuknya kuliah.
Hingga sudah 1 tahun mereka menjalani komunikasi bahkan bertemu di belakang Ayu. Malik sendiri sempat mengancam akan membocorkan hal tersebut pada Ayu tetapi Gibran mengancam akan memecatnya.
Suatu hari Gibran bertemu kembali dengan Putri 4bulan sebelum Gibran menikah. Mereka melepaskan penat dengan meminum padahal yang sangat rendah Alcohol nya.
Hingga mereka tak sadar karena di buai dengan nafsu mereka melakukan hal tersebut dengan berulang kali.
Saat Gibran sadar telah melakukan kesalahannya Gibran merasa bersalah pada Ayu. Bahkan Gibran merasa bersalah banget pada Putri karena sudah merenggut kesuciannya.
2 Bulan sudah berlalu dari masalah tersebut , Gibran melakukannya lagi dengan Putri secara sadar, bahkan mereka melakukan berulang kali hingga akhirnya Putri hamil.
Saat Gibran tau dirinya menghamili Putri dia sangat kaget bahkan dia sempat menolak untuk bertanggung jawab tetapi Putri mengancam akan mengatakan semua nya pada Ayu.
Tiba saat Gibran 1 minggu lagi menikah dengan Ayu , ia melakukan Pernikahan Siri dengan Putri bahkan Gibran menyuruh malik menyembunyikan Putri dan Orangtuanya ke Kota M.
Hingga usia kandungan Putri yang sudah 6 Bulan dan Gibran sudah resmi menjadi suami Ayu baru dia mengijinkan Putri keluar Villa dengan di dampingi Boddyguard.
Mereka terus melakukan hubungan terlarang tersebut di belakang Ayu , bahkan saat Gibran dan Ayu sedang bulan madu ke Kota M.
Hingga saat Gibran mengetahui Ayu hamil ia sangat syok , karena ia sudah menaruh Pil Kb di dalam bungkusan Vitamin.
Tiba saat Putri sebentar lagi melahirkan mereka menikah secara SAH di Kota M.
Hingga saat ini mereka masih SAH suami istri bahkan Gibran mempunyai 2 orang Istri.
-Flas Off-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Runik Runma
biadab2
2024-01-14
0
paty
ayu tinggalkan gibran ntar dia jg nyesal
2022-11-16
1
🌹🌹Quinsya🌹🌹
kn klo gda restu dari istri prtama g sah tu di mata hukum kn cuma 1 buku nikah klo gda izin dari yg prtama
2022-03-19
0