Pagi Hari.
Ayu merasa heran karena mertua nya sudah berada di Rumah padahal mereka izin 1 minggu tetapi ini baru 2 hari mereka sudah pulang.
"Ayah, Ibu kapan pulang?" Tanya Ayu saat masuk ke Ruang makan.
"Semalam, Nak. Ayo makan" Jawab Bu Yulia tersenyum.
Lalu Ayu duduk di sebelah Bu Yulia. Mereka sarapan dengan tanpa bicara hanya dentingan sendok saja yang terdengar.
**
Setelah selesai sarapan Ayu memutuskan duduk santai di halaman belakang Mansion Wibawa.
"Kenapa sudah 3 hari ini Mas Gibran tak ada kabar ya" Gumam Ayu melihat hp nya.
Lalu Ayu memandang langit yang nampak sangat cerah. Lalu ia bertukar kabar dengan sang Nenek.
Setelah puas bertukar kabar dengan Nenek nya , Ayu memutuskan masuk kembali ke dalam Rumah.
"Bi" Panggil Ayu
"Kenapa Nona?" Jawab Art tersebut.
"Bi aku ingin makan rujak mangga muda" Ucap Ayu menelan ludah nya.
"Tapi Nona mangga nya harus beli dulu" Balas Art tersebut.
"Tidak apa Bi , suruh yang lain belikan mangga muda ya" Ucap Ayu tersenyum.
"Baik Nona, tunggu sebentar ya" Balas Art dan pergi dari sana.
Ayu berjalan ke arah ruang keluarga untuk menunggu rujak yang dia mau. Ayu duduk sambil menonton tv.
"Ibu dan Ayah kemana ya" Gumam Ayu yang tak melihat mertua nya.
Lalu Ayu menonton tv dengan tenang. Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di halaman Mansion.
Masuklah Amanda dan Nicolas yang membawa banyak makanan. Amanda langsung menghampiri Ayu yang sedang duduk santai di sofa.
"Kak Ayu" Panggil Amanda dengan riang.
"Loh kalian , aku kirain tadi siapa" Ucap Ayu tersenyum.
Lalu Amanda menyuruh seorang Art menyiapkan makanan yang dia bawa. Nicolas menatap wajah Ayu dengan penasaran.
"Yu , Gibran kapan balik nya?" Tanya Nicolas yang sudah duduk di dekat Amanda.
"Katanya 1 bulan, Nic. Tapi sampai sekarang dia belum mengabariku" Jawab Ayu santai.
"Mungkin sibuk kali, Kak" Ucap Amanda.
Seorang pelayan datang dengan makanan yang tadi di beli Amanda dan satu orang lagi datang dengan rujak mangga muda pesanan Ayu.
"Apa Kakak ingin rujak?" Tanya Amanda saat melihat rujak mangga muda di meja.
"Iya, mau nya sih Mas Gibran yang bikinin tapi kan gak ada ya jadi Bibi aja yang bikin" Jawab Ayu tersenyum.
Amanda dan Nicolass hanya saling menatap dengan sorot mata yang sendu.
"Kalau pengen apa-apa kabari saja aku" Ucap Tama yang baru saja tiba dengan Malik.
"Loh kalian juga kesini" Ucap Amanda tersenyum.
"Ya karena kalian meninggalkan kami untuk bertemu dengan Bumil ini" Balas Tama. Lalu Tama dan Malik duduk di sofa, sedangkan Ayu masih belum sadar bahwa ada Tama dan Malik karena ia sibuk makan rujak.
"Enak sekali ya" Ucap Tama mengagetkan Ayu.
"Hehh aku kaget" Balas Ayu dengan kesal.
"Loh Malik kok kamu ada disini? Bukannya kamu dengan Mas Gibran di Kota M?" Tanya Ayu dengan wajah penasaran.
"Iya Nona tapi saya sudah pulang kemarin, karena di kantor Pranss keteteran tak ada yang membantu" Jawab Malik dengan tenang.
"Ohh begitu , apa masalah disana sangat parah sampai Mas Gibran tidak mengabari aku ya" Ucap Ayu dengan sendu.
Mereka hanya diam dengan pikiran masing-masing. Terlihat wajah Ayu yang memancarkan kesedihan saat Gibran tak ada kabar.
"Iya Nona , mungkin nanti akan menghubungi Nona" Jawab Malik membuang nafas kasar.
Lalu mereka mengobrol yang lain sambil memakan makanan yang ada di meja.
Bu Yulia menangis dalam kamar nya saat melihat wajah sedih menantunya ketika Gibran tak menghubungi nya.
Dia merasa bersalah karena kelakuan Putra nya itu akan menyakiti hati menantunya.
"Bu" Panggil Ayah Salim saat keluar dari kamar mandi.
"Aku tak tega melihat wajah menantu kita yang sedih saat Gibran tak ada kabar, Yah" Ucap Bu Yulia dengan terisak.
"Sabar , kita tunggu sampai mereka datang kesini" Jawab Ayah Salim memeluk Istri nya.
***
Di Kota M.
Seolah lupa dengan keadaan Ayu , Putri terus saja memonopoli Gibran agar tak pulang bahkan mengabari Ayu.
Ini sudah hampir 1 bulan saat mereka ketahuan dengan Orangtua Gibran , tetapi keadaan Putri yang sempat drop jadi mereka menunda datang ke Mansion Wibawa.
Putri sangat senang saat melihat Gibran menyayangi anak yang dia lahirkan. Putri sedikit demi sedikit bisa menguasai Gibran.
"Aku akan menjadikan kamu milikku satu-satu nya" Gumam Putri tersenyum.
Bahkan Putri dengan tega nya memblokir nomor Ayu di Hp Gibran.
**
Malam Hari di Kota M.
Drrttt Drrttt
1 pesan masuk ke dalam Hp Gibran. Gibran langsung melihat siapa yang mengirim pesan pada nya.
Wajah Gibran langsung menegang bahkan pucat seketika melihat siapa yang mengirim pesan padanya.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Shuhairi Nafsir
dasar puteri kawan makan kawan dari belakang
2022-08-13
0
Hana Hana
Crtany hampir mirip SM yg pngkhiantan
2022-04-03
0
Umi Idah Saidah
jahat putri sm sahabatbya sendiri berkhianat
2022-03-05
0