Bu Yulia langsung menghampiri Gibran yang sedang berdiri di depan Boxs bayi perempuan.
Plak
"Apa-apaan ini hahh?" Teriak Bu Yulia emosi.
"Ibu , Ayah" Ucap Gibran dengan lirih
"Ya ini kami , kami tunggu penjelasan kamu di Mansion Utama , apa kamu tau betapa khawatir nya istri mu saat kau tak ada kabar , hingga menyuruh anak buah Ayah untuk mematai mu Hahhh" Ucap Ayah Salim dengan tegas.
Gibran hanya menunduk saja. Sedangkan Putri masih diam membisu.
Karena suara berisik Bayi perempuan yang baru saja lahir tadi menangis dengan kencang.
Oek Oek Oek.
Bu Yulia langsung mengambil anak tersebut dan sangat kaget saat melihat wajah Bayi itu sangat mirip dengan Gibran.
"Astaga" Ucap Bu Yulia lalu meletakannya kembali.
Lalu Bu Yulia melihat suami nya dengan berkaca-kaca. Lalu ia beralih menatap Gibran dengan wajah kecewa.
"Gibran, Ibu tunggu kalian semua di Mansion untuk menjelaskan ini semua pada kami dan Ayu istri mu" Ucap Bu Yulia dengan terisak.
"Ayo Ayah kita pulang , Ibu tak sanggup melihat semua ini apalagi nanti melihat menantu Ibu tau" Ucap Bu Yulia menangis sesegukan.
Tanpa permisi Ayah dan Ibu Gibran pergi dari sana dengan wajah penuh emosi , kecewa menjadi satu.
Tak lama setelah kepergian Orangtua Gibran , pintu rawat Putri pun di buka kembali.
Terlihat disana Amanda dan Nicolass dengan wajah merah menahan emosi.
"Jadi benar yang aku dengar dari pemuda saat makan di Restoran , bahwa seorang sahabat dan suami berkhianat pada wanita yang begitu baik hati. Abang apa kamu sadar atas apa yang kamu lakukan? Apa kamu tidak pernah berpikir bahwa kamu juga mempunyai adik perempuan , apa kamu ingin melihat aku juga mengalami seperti Kak Ayu? Jawab" Ucap Amanda dengan pelan tetapi penuh tekanan.
Nicolas hanya memeluk tubuh bergetar Amanda yang menahan tangis.
Amanda menatap Putri dan Orangtua nya dengan sinis.
"Kau tau Kak , akan betapa sakitnya hati Kak Ayu saat melihat kelakuan kalian , betapa hancurnya hidup Kak Ayu saat tau kalian telah mempunyai Anak di belakangnya. Aku tak akan memarahi mu saat ini , yang pantas memarahi bahkan memukul kalian adalah Kak Ayu dan Keluarga nya. Apa kalian memikirkan perasaan Nenek dan Kakek Kak Ayu? Aku berdoa semoga kalian akan mendapat karma yang setimpal" Ucap Amanda kembali dengan air mata yang sudah menetes.
"Gib, jika memang dulu kau sudah dekat dia kenapa kau malah menikahi Ayu? Bahkan saat ini Ayu sedang mengandung anak mu" Ucap Nicolas dengan kecewa.
Lalu tanpa bicara Amanda dan Nicolas pergi dengan menahan emosi.
Sedangkan Gibran hanya bisa diam membisu saat semua orang berbicara begitupun Putri dan Orangtua nya.
"Ayah putuskan 1 minggu lagi kita akan menghadapi Ayu apapun resiko nya kita tanggung semua nya" Ucap Ayah Putri lalu pergi dari sana di ikuti Ibu nya.
"Mas" Panggil Putri lembut.
"Jika memang Ayu tidak menerima mu kembali , aku akan tetap denganmu , jika pun Ayu menerima ku aku akan terima" Ucap nya kembali
Gibran menatap wajah Putri dengan sendu lalu Gibran memeluk Putri.
"Maafkan aku , aku telah menghancurkan semua nya" Balas Gibran menyesal.
"Bukan aku yang hancur , tetapi Ayu yang akan hancur" Batin Putri tersenyum
"Tidak papa Mas" Ucap Putri tersenyum.
**
Sepanjang perjalanan pulang Bu Yulia tak berhenti menangis dengan memeluk tubuh Suaminya.
"Kenapa Gibran melakukan ini pada Kita dan Ayu, Mas" Ucap Bu Yulia terisak.
"Aku takut , takut Ayu pergi meninggalkan kita dengan penuh kekecewaan dan sakit hati, Hiks" Ucapnya kembali
Ayah Salim hanya bisa mengelus punggung istrinya dengan lembut. Ia juga sangat takut akan terjadi sesuatu pada rumah tangga anak nya.
"Kita berdoa saja semoga Gibran bisa menyelesaikan masalah ini dengan segera" Balas Ayah Salim pelan.
Lalu mereka terdiam dengan pikirannya masing-masing.
*
Nicolass dan Amanda langsung pulang ke Rumah Nadin , mereka akan menunggu sampai Gibran datang untuk mengatakan penjelasan atas masalah semua ini.
"Terimakasih, Kak" Ucap Amanda tersenyum.
"Masuklah, jangan menangis terus nanti cantiknya luntur" Balas Nicolass dengan membalas senyuman Amanda.
Amanda hanya mengangguk lalu berlalu masuk ke Rumah tersebut. Sedangkan Nicolass langsung menuju ke Apartemen Malik karena Tama juga sudah menunggu disana.
Seperti orang kesetanan Nicolass membawa mobilnya. Hingga beberapa saat dia sampai di Apartemen Malik.
Ting.
Nicolas langsung masuk ke dalam Apartemen tersebut dan ia melihat Malik dan Tama sedang menonton tv dengan beberapa camilan.
"Lik, bisa kau jelaskan semuanya , aku tau kau pasti tau dengan masalah Gibran di Kota M kan" Ucap Nicolass yang membuat malik membuang nafas kasar.
"Aku sudah duga pasti lambat laun akan terbongkar" Balas Malik
"Ya benar yang kau tahu itu , tapi aku tak berhak menceritakan semua nya kita tunggu sampai Gibran menjelaskan semuanya" Ucap Malik dengan menghempaskan tubuh ke sandaran sofa.
Tama yang tak tau apapun hanya bisa melihat nya dengan bingung.
"Ada apa ini, memangnya kenapa dengan Gibran? Dia kan sedang perjalanan bisnis di Kota M bukan ada masalah" Ucap Tama dengan bingung.
"Bisnis apaan , dia menemani istrinya lahiran" Balas Nicolas dengan emosi.
"Apaaa, brengsek" Ucap Tama menggebrak meja di depannya lalu ia berdiri dan akan pergi dari sana. Tetapi Nico dan Malik langsung mencegahnya.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Tini Hartini
awalnya memang nerimo janya sebatas no 2, lama lama jiwanya akan menuntut no satu...putri yang serakah
2022-04-24
0
Mira kader Mira
jdi orang yg selama ini jadi mata mata ayu adalah tama
2022-03-16
0
Yunia Abdullah
pdahal s ayu tuh orkay asli y
2022-01-02
0