2 Minggu Kemudian.
Hari ini saatnya Gibran ke Kota M dengan Malik. Mereka disana akan lumayan lama mungkin hampir 1 bulan untuk Gibran. Sedangkan untuk Malik ia akan 1 minggu disana.
Ayu menyiapkan segala sesuatu keperluan untuk Suaminya selama dia di Kota M.
"Mas, apa benar kamu akan 1 bulan disana?" Tanya Ayu dengan sendu.
"Iya Sayang, tapi aku janji aku akan cepat menyelesaikan pekerjaan ini biar lebih cepat pulang" Jawab Gibran
Lalu Gibran memeluk Ayu dengan sayang. Sejujurnya ia juga keberataan harus meninggalkan Ayu.
"Ayo tidur dulu , biar besok bisa lebih fit" Ucap Gibran lembut.
Ayu mengangguk saja , lalu mereka tertidur dengan saling berpelukan.
*
Pagi Hari.
Pagi hari nya Ayu mengantar Gibran sampai depan Mansion. Sebenarnya Ayu sangat berat membiarkan Gibran pergi, entah kenapa perasaannya tak enak.
"Hati-hati di Rumah , kalau ada apa-apa langsung hubungi aku" Ucap Gibran mencium kening Ayu.
"Mas juga hati-hati ya" Balas Ayu tersenyum lalu ia mengambil tangan Gibran dan menciumnya.
Gibran mengusap kepala Ayu dengan lembut lalu memeluk nya.
"Bu aku titip Istriku ya , kalau ada apa-apa langsung kasih kabar" Ucap Gibran memeluk Ibu nya.
Lalu Gibran beralih memeluk Ayah nya.
Gibran dan Malik pergi dengan menggunakan 1 mobil. Sedangkan untuk urusan kantor akan menjadi tanggung jawab Gina dan Pranss.
Ayu melambaikan tangan saat mobil sang suami keluar dari pekarangan Mansionnya.
"Ayo masuk sayang" Ajak Bu Yulia menggandeng tangan Ayu.
"Iya Bu" Jawab Ayu tersenyum.
Lalu mereka masuk dan duduk di ruang tamu.
**
Amanda dan Nadin sedang sibuk menyiapkan pesanan seorang Bangsawan yang akan datang ke Negara nya bersama dengan seluruh keluarga untuk menjemput Putri dan menantunya. Mereka akan tiba sekitar 5 Bulan lagi tetapi Amanda dan Nadin sudah bersiap dari sekarang untuk segala sesuatu nya.
"Huhh ini baru buka cabang 3 ya, Kak. Tapi capek nya bikin gak bisa pulang" Ucap Amanda dengan lesu.
Amanda sudah bisa membuka cabang Butiq nya walaupun di tempat terpencil dan tidak besar tetapi dia bisa menjangkau masyarakat kalangan tengah ke bawah. Sedangkan yang di kelola langsung oleh Amanda dan Nadin adalah Butiq pusat nya.
"Huhh iya nihh , makan dulu yu" Ajak Nadin
"Ayolah" Balas Amanda. Lalu mereka berangkat ke salah satu Restoran cepat saji yang ada di dekat Butiq nya.
Setelah sampai mereka duduk di dekat pojokan yang hanya ada 2 orang lelaki yang sedang makan disana , karena tempat di pojokan sana sangat cocok untuk bersantai sejenak.
"Pelayan" Panggil Amanda
Lalu seorang pelayan datang dengan buku menu di tangannya.
"Silahkan Mbak mau pesan apa?" Tanya pelayan tersebut dengan ramah.
"Kak mau pesan apa?" Tanya Amanda
"Samakan saja tapi minum nya aku ingin Es Jeruk" Jawab Nadin tersenyum.
"Mbak 2 steak 1 Jus Buah dan 1 Es Jeruk" Ucap Amanda tersenyum.
"Baik , mohon di tunggu ya Mbak" Balas pelayan tersebut.
Amanda dan Nadin hanya mengangguk tersenyum saja. Lalu Nadin izin terlebih dahulu ke toilet.
Amanda duduk sendiri dengan bermain handphone nya. Lalu ia samar-samar mendengar 2 orang lelaki di belakangnya sedang berbicara.
"Lo inget gak sama Putri Anjelina teman SMA kita" Ucap nya
"Iya , yang sahabat nya si Ayu istrinya si Gibran kakak kelas kita kan" Ucap temannya memastikan.
"Bener , kan si Gibran itu suami nya si Ayu. Tapi gue pernah lihat si Gibran nganterin si Putri ke dokter kandungan apalagi perut si Putri nya buncit" Ucap nya.
"Mas iya sih , apa mereka mengkhianati si Ayu ya" Ucap temannya.
"Gak tau , mungkin iya mungkin juga gak" Jawab nya cuek.
Amanda yang mendengarkan perbincangan mereka sangat kaget. Amanda akan memastikannya nanti saat ada pekerjaan ke Kota M dengan di temani Nicolass.
"Manda?" Panggil Nadin.
"Ehh iya, Kak" Balas Amanda lalu tersenyum.
Tak lama kemudian pesanan mereka akhirnya datang dan mereka langsung makan siang dengan tenang.
**
Di Kota M
Saat ini Gibran sudah sampai di Villa tempat seorang wanita yang sudah menunggu nya sejak tadi.
"Mas" Panggil wanita tersebut dengan senang , ia berjalan dengan hati-hati karena perutnya sudah buncit.
"Hati-hati" Ucap Gibran sedikit khawatir.
Wanita tersebut langsung memeluk Gibran dengan erat. Lalu Gibran membalasnya dengan mencium pucuk kepala wanita tersebut.
"Putri" Panggil Malik.
Ya wanita yang selama ini Gibran sembunyikan di Kota M adalah Putri Anjelina sahabat istrinya Ayu Anjani.
Putri melepaskan pelukan Gibran dan melihat Malik yang menatap mereka tajam.
Lalu Malik membuang nafas nya kasar.
"Aku harap kalian tidak akan menyesali semua yang kalian perbuat. Aku tidak ingin terbawa-bawa masalah kalian. Aku akan pulang kembali ke Kota untuk menjaga Nona Ayu dan Perusahaan. Aku harap kalian cepat menyadari nya" Ucap Malik dengan serius.
"Kalian sudah mengkhianati hati seorang wanita yang sangat baik bahkan sangat kalian sayangi. Bohong jika saat ini kau Putri tidak ingin memiliki Gibran seutuhnya. Sekali lagi aku harap kalian akan secepatnya jujur dengan semua ini pada Keluarga Wibawa dan juga keluarga Nona Ayu. Aku pamit" Ucap Malik kembali. Lalu ia masuk ke dalam mobil yang di bawa anak buahnya.
Gibran hanya bisa diam saja tanpa bisa berkata apa-apa. Sedangkan Putri ia hanya tersenyum kecut.
"Ayo Mas masuk , nanti malam penghulu nya akan kesini dan Ayah sudah mendaftarkan kita ke KUA Kota disini" Ucap Putri tersenyum.
Ayah dan Ibu Putri hanya bisa menundukan kepalanya saja. Jujur mereka juga takut saat mendengar ucapan dari Malik tentang kebohongan Gibran dan Putri.
"Ayo" Ajak Putri kembali.
Lalu Gibran langsung masuk ke kamar Putri untuk istirahat.
**
Saat ini Malik sedang di perjalanan kembali ke Kota dengan anak buahnya. Malik memilih pergi daripada harus melihat kelakuan Gibran dan Putri yang menurutnya sangat memuakan.
Sudah beberapa kali Malik mengingatkan Gibran , tetapi tetap saja dia masih bungkam dengan Ayu.
"Aku tak tau sampai kapan seperti ini , tapi aku secepatnya masalah ini di ketahui semua orang , aku tak ingin Nona Ayu lebih sakit hati" Gumam Malik lirih.
"Maafkan aku jika aku tak bisa jujur dengan kalian , aku terlalu takut sampai aku ikut membohongi kalian" Gumam nya lagi dengan meneteskan air mata.
Baru kali ini Malik merasa sesak dada nya saat memikirkan bagaimana sakit dan terpuruk nya Ayu saat mengetahui kebohongan suami dan sahabat nya.
Lalu Malik memejamkan mata nya dengan membuang nafas kasar.
**
Sudah 2 hari Gibran di Kota M tapi sama sekali ia tidak memberi kabar bahkan nomer teleponnya pun tidak aktif.
Sejak 2 hari juga Ayu merasakan perasaan yang sangat khawatir yang tak beralasan.
Bu Yulia dan Ayah Salim sedang mengunjungi sahabat karibnya di Kota M.
Ayu di Mansion hanya di temani para pelayan saja karena Amanda dan Nadin akan membuka cabang Butiq di Kota M.
Hampir seluruh keluarga nya pergi ke Kota M tetapi berbeda tujuan.
Amanda sudah berangkat 1 hari sesudah Gibran sampai di Kota M.
"Non makan dulu" Ucap pelayan
"Bi, aku ingin makan di halaman belakang" Jawab Ayu tersenyum.
"Baiklah, mari saya bantu ke gazebo nya" Ucap pelayan tersebut. Lalu mereka menata makanan di gazebo belakang.
**
Bu Yulia dan Ayah Salim saat ini sedang ada di Rumah Sakit Kota M. Mereka mendapatkan kabar bahwa Putra mereka berada di sana sedang menemani wanita yang melahirkan.
Saat ini mereka langsung ke ruangan yang di beritahu oleh resepsionis Rumah Sakit tersebut.
Brakkk.
"Gibrannnn" Teriak Bu Yulia menggema di ruangan tersebut.
Gibran , Putri dan Orangtua Putri sangat kaget saat melihat Nyonya Wibawa datang dengan wajah penuh emosi.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Runik Runma
dasar bejat
2024-01-14
0
Ros
bikin emosi 🔥🔥🔥🔥
2022-08-15
0
Mira kader Mira
kalau gibran lebih memili putri lebih baik cerai ayu dr pd dia sakit hati
2022-03-16
0