Tak lama kemudian Gibran masuk dengan nampan makanan dan juga ada susu hamil.
Ayu melihat Gibran yang sangat perhatian pun tersenyum bahagia.
"Makan dulu ya , lalu minum susu nya" Ucap Gibran lembut.
Lalu Ayu bangun dari tiduran nya dan bersandar di ranjang.
Dengan telaten Gibran menyuapi Ayu.
Bu Yulia memilih pergi ke ruang makan , karena suaminya sudah menunggu.
**
Setelah selesai makan , Ayu merebahkan tubuh nya lagi.
"Mas tidak ke kantor?" Tanya Ayu
"Nanti siang ke kantornya, Sayang" Jawab Gibran tersenyum.
Ayu memejamkan mata nya untuk mengurangi rasa sakit di kepala nya.
Gibran hanya menatapnya dengan nanar.
Drrtt drrrttt
"Halo" Ucap Gibran lalu melangkahkan kaki nya ke arah balkon.
"Kapan kau akan kesini, Mas" Tanya wanita di seberang telepon.
"Hmm 2 minggu lagi , sabarlah" Jawab Gibran cuek.
"*Mas aku ingin kau nikahi secara resmi meski tidak semewah Ayu , aku tak ingin menikah Siri" Ucap wanita tersebut dengan terisak
"Apa nanti tanggapan orang-orang kepada anak kita kalau mereka tau bahwa anak kita hanya anak siri Hiks" Ucap nya lagi dengan terisak*.
Gibran membuang nafas dengan gusar , ia sungguh bingung.
"Baiklah jika memang kau tidak mau , aku akan kesana meminta pengakuan pada ke dua orang tuamu" Ucap wanita tersebut kembali
"Baiklah , 2 minggu lagi aku kesana dan setelah anak kita lahir aku akan menikahi mu secara sah" Balas Gibran lalu memutuskan sambungan teleponnya.
Lalu Gibran memandang langit dengan tatapan bingung nya.
"Aku harus bagaimana?" Batin Gibran
Lalu Gibran langsung masuk ke kamar nya memutuskan untuk segera bersiap karena ingin ke kantor.
Setelah selesai bersiap dia mendakati istri nya yang sedang duduk bersandar di ranjang.
"Mas berangkat dulu ya , kalau ada apa-apa bilang" Ucap Gibran lalu mencium kening Ayu lembut.
"Iya Mas, hati-hati Mas" Balas Ayu lalu meraih tangan Gibran.
Setelah berpamitan Gibran langsung pergi dengan mengendarai mobil sendiri, karena Malik sudah berada di kantor.
Sepanjang perjalanan Gibran hanya bisa diam membisu memikirkan semua permintaan Ibu dari anak pertamanya. (Bisa begitu ya hehe)
"Aargggh aku harus bagaimana? sampai kapan begini? kenapa dulu aku bego banget sih" Teriak Gibran sambil mencengkram stir kemudi dengan kuat.
**
Siang Hari.
Jam makan siang pun tiba , semua karyawan kantor berhamburan ada yang ke kantin , restoran ada juga yang makan bekal yang dia bawa dari Rumah.
Malik berjalan ke arah ruangan Tuan nya.
Tok Tok Tok
"Masuk" Ucap Gibran.
"Bos makan siang dimana?" Tanya Malik sopan.
Begitulah Malik , dia akan sopan , tunduk dan patuh dan profesonal saat berada di lingkungan kerja , tetapi jika sedang berkumpul bahkan dia bisa jadi sahabat yang menyenangkan.
"Aku makan disini saja Lik, pesankan makanan pada OB" Jawab Gibran lesu.
Tanpa menjawab Malik langsung menelpon OB dan memesankan makanan untuknya dan Gibran.
"Kenapa?" Tanya Malik serius.
"Aku akan menikahi dia resmi 2 minggu lagi" Jawab Gibran
Malik langsung melotot kaget karena mendengar ucapan Gibran.
"Apa kau gila, Gib. Bagaimana kalau Tante , Om dan Amanda tau , atau bahkan Ayu tau dengan rahasia mu ini , aku tidak menjamin semua rahasia ini akan tetap tertutup , suatu saat pasti semua orang tau" Ucap Malik dengan tegas.
"Aku tak ingin terlibat lebih jauh lagi masalah mu dengan wanita itu , kau sendiri yang sudah menciptakannya jangan salahkan aku jika semua nya terbongkar" Ucap Malik lalu ia pergi dari ruangan tersebut.
Gibran hanya diam tanpa bisa berkata apa-apa lagi.
"Tok Tok"
"Masuk" Ucap Gibran
Masuklah OB yang membawa makanan yang sudah di pesan oleh Malik.
"Mau saya siapkan, Tuan" Tanya sang OB
"Ya siapkan di meja" Jawab Gibran
Lalu OB tersebut menyiapkan makanan Tuan Muda nya , setelah ia selesai ia pamit untuk bekerja kembali.
Gibran makan dengan cepat karena ia ada janji dengan klien di Caffe.
**
Ayu sedang duduk bersantai di ruang keluarga dengan sang mertua. Mereka mengobrol dengan bercanda gurau bahkan tawa mereka sampai terdengar ke dapur.
Amanda datang dengan menenteng banyak makanan pesanan sang bumil.
"Bi, tolong siapkan ini semuanya ya" Ucap Amanda tersenyum.
"Baik Non" Balas Pelayan tersebut.
"Kalau sudah nanti bawa ke ruang keluarga jangan lupa dengan minumnya" Ucap Amanda kembali.
Lalu Amanda menghampiri sang Ibu yang sedang tertawa dengan Kakak ipar nya.
"Kenapa sih kok tawa nya kayak seru" Tanya Amanda setelah mendudukan bokongnya di samping sang Ibu.
"Ini kita lagi cerita-cerita aja, Dek" Jawab Ayu tersenyum.
"Oh iya Nak, apa Nenek mu suka menghubungi mu" Tanya Bu Yulia
"Semalam Ayu habis nelpon dengan Nenek, Bu. Ayu ngasih tau bahwa Ayu sedang hamil" Jawab Ayu membalas senyum mertua nya.
Lalu seorang pelayan masuk membawa nampan yang berisi berbagai makansn dan minuman.
Ayu berbinar saat melihat rujak yang ada di nampan tersebut.
"Bi, Ayu mau rujak nya" Ucap Ayu dengan menelan ludah nya.
"Ini Nona" Balas pelayan tersebut.
Lalu Ayu langsung mengambil rujak dan melahap nya dengan semangat. Sedangkan Amanda dan Bu Yulia hanya menggelengkan kepala saja.
Mereka memakan makanan yang Amanda beli sewaktu ia di jalan pulang dari Butiq nya.
*
Gibran pulang dengan wajah lelah nya , ia memilih di antarkan oleh sopir kantornya.
Sepanjang perjalanan ia hanya bisa memejamkan mata sambil menyandarkan kepala ke sandaran mobil nya.
***
Sore Hari.
Saat Gibran datang , Ayu sedang membersihkan badannya di kamar mandi.
Ceklek.
"Loh, Mas. Kapan pulang?" Tanya Ayu kaget saat melihat Gibran ada di kamar nya.
Gibran hanya melambaikan tangannya agar Ayu mendekat. Ayu berjalan menghampiri Gibran saat akan duduk ia di tarik Gibran jadi ia duduk di pangkuan Gibran.
Gibran memeluk pinggang Ayu lalu kepala nya ia letakan di pundak Ayu.
"Kenapa hmm?" Tanya Ayu lembut.
"Tidak ada , hanya lelah saja sayang" Jawab Gibran sambil tangannya mengelus perut rata sang istri.
Ayu membiarkan Gibran memeluk pinggangnya walaupun ia belum memakai pakaian.
Tetapi lama kelamaan tangan Gibran bergerak naik ke atas dada sang istri , hingga Ayu melenguh saat tangan Gibran memainkan pucuk dada nya.
Lalu Gibran menggendong Ayu ke ranjang dan merebahkannya , Gibran langsung melahap bibir menggoda Ayu. Mereka terus berpangutan seakan menikmati sesuatu yang sangat manis.
Gibran melepas semua yang ia pakai bahkan handuk Ayu sudah ia lepaskan terlebih dahulu. Gibran sudah sangat bernafsu saat melihat lekuk tubuh Ayu yang mulai berisi. Dengan lembut Gibran menyatukan miliknya dengan milik sang istri , ia tidak akan menghujamnya kencang karena takut anak dalam kandungannya terganggu.
Hingga 1 jam kemudian mereka baru mencapai pelepasan yang begitu hebat. Bahkan nafas Gibran dan Ayu masih memburu.
Gibran menjatuhkan tubuhnya di sisi Ayu. Lalu ia membawa tubuh polos Ayu kedalam pelukannya.
***
Makan malam pun tiba , Ayu dan Gibran baru saja selesai dengan ritual mandi nya.
"Mau makan disini?" Tanya Gibran saat mereka masih di dalam kamar.
"Tidak Mas , aku ingin makan di bawah bersama dengan Ibu dan Ayah" Jawab Ayu tersenyum.
"Baiklah ayo" Ucap Gibran menggandeng tangan istrinya.
Gibran berjalan dengan hati-hati bahkan tangannya tak lepas dari tangan Ayu.
Ayu hanya bisa menerimanya dengan tersenyum. Karena ke posesifan Gibran bertambah saat tau dia hamil walaupun awal nya penuh dengan air mata.
Saat sampai di ruang makan mereka sudah di tunggu oleh Ayah dan Ibu nya.
Tanpa berbicara terlebih dahulu , mereka langsung makan dengan lahapnya.
***
Sedangkan Amanda ia sedang makan malam di Restoran dengan Nicolass , Pranss dan Nadin.
Mereka seperti Double Date , padahal hanya Amanda dan Nicolass yang memiliki hubungan meski mereka masih merahasiakannya.
.
"Pranss kau antarkan Nadin pulang ya" Ucap Nicolass dengan senyum menyebalkannya.
Pranss hanya mendengus saja.
"Baiklah , tapi nanti biasa saja tf ya" Jawab Pranss tersenyum.
"Hehh baiklah" Ucap Nicolass sinis.
Lalu mereka melanjutkan makan malam nya dengan di selingi canda tawa.
Hampir jam 09 malam mereka baru pulang dengan 2 mobil.
Amanda 1 mobil dengan Nicolass. Mereka hanya diam tanpa bicara.
"Kak" Panggil Amanda menatap Nico
"Kenapa sayang?" Jawab Nicolass tersenyum.
"Apa Kakak tau yang di sembunyikan Abang Gibran?" Tanya Amanda penasaran.
"Kakak tak tau, Dek. Kakak juga merasa dia menyembunyikan sesuatu kepada kita , tetapi Kakak tidak tau apa itu" Jawab Nicolass serius.
"Hmmm" Dehem Amanda dengan lesu.
Lalu Nicolas memegang tangan Amanda dan sesekali mencium nya.
**
Pagi Hari
Sudah hampir 1 minggu lebih Ayu mengalami morning snickness tetapi dengan sabar Gibran menemani nya sampai siang.
Bahkan sudah 1 minggu juga Gibran pergi ke kantor nya pada siang hari.
Pagi ini Ayu ingin sekali makan nasi goreng buatan Gibran bahkan sejak dari semalam Ayu sangat manja pada Gibran.
Entah ikatan batin anak dan Ayah atau Suami dan Istri. Ayu seperti enggan berjauhan dengan Gibran.
"Sayang ini cobain" Ucap Gibran tersenyum.
"Terimakasih, Mas" Balas Ayu
Lalu Ayu langsung melahap dengan sedikit cepat karena ia sangat merasa lapar karena menunggu Gibran memasak.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Shuhairi Nafsir
benci banget dengan sikapnya Ayu. mengada ngada mahunya nasi goreng buatan gibran segalanya. selepas ini kapok kamu Ayu. cuma menanti waktu nya time bomb akan meletup. , barulah kamu tahu langit itu tinggi rendah.
2022-08-13
0
Mira kader Mira
iya cepat sdh bongkar rasianya gibran
2022-03-16
0
angel
kirain sy aj yg ngerasajn nih novel bertele2 ..itu aj yg di bahas
2022-03-16
2