2 Hari Kemudian.
Selama 2 hari tersebut Gibran selalu menemui Ayu di Butiq Adiknya , bahkan Gibran selalu membawa makanan apa saja yang di inginkan Ayu.
Tiba hari ini , Ayu akan pulang ke Mansion nya bersama Gibran.
Ayu tak bisa marah lagi karena ia selalu ingin dekat Gibran , bahkan sampai tidur pun ia akan memeluk baju Gibran.
Gibran sendiri sudah bisa menerima kehamilan Ayu , bahkan Ibu dan Ayah Gibran sudah menantinya di Mansion.
*
Mansion Wibawa.
Mobil yang membawa Ayu dan Gibran baru saja sampai di halaman Mansion Wibawa.
"Silahkan Tuan , Nyonya" Ucap sopir
"Terimakasih Pak" Balas Ayu ramah.
Lalu Gibran menuntun Ayu masuk ke dalam , karena Orangtua nya sudah menunggu sedari tadi.
"Ayah, Ibu" Panggil Ayu senang
Bu Yulia langsung berdiri dan menghampiri menantu nya lalu memeluk dengan erat.
"Ah Ibu rindu sekali denganmu, Nak" Ucap Bu Yulia melepaskan pelukannya.
"Ayu juga rindu, Bu. Bagaimana kabar Ayah dan Ibu?" Tanya Ayu lalu duduk di sofa dekat Ayah dan Ibu nya. Sedangkan Gibran mereka cuekin.
"Ayah dan Ibu baik-baik saja, Nak. Bagaimana Cucu Ayah?" Tanya Ayah tersenyum.
"Dia baik-baik saja, Yah" Jawab Ayu lembut.
Gibran hanya duduk diam dan mendengarkan saja semua yang mereka bicarakan.
Ayu bermanja pada Ibu mertua nya dan dengan senang hati Ibu mertua nya juga selalu memanjakannya.
Gibran melihat ke arah Jam di dinding sudah menunjukan hampir sore hari.
"Sayang ayo istirahat dulu , lihat ini sudah sore" Ucap Gibran lembut.
"Iya Mas , tapi aku ingin tidur di temani Ibu" Balas Ayu tersenyum.
HAH , Gibran membuang nafas kasar saat Ayu tak mau di ajak ke kamarnya , malah Ayu memilih tidur dengan sang Ibu.
**
Malam Hari.
Setelah selesai makan malam , Gibran mengajak Ayu masuk ke kamar nya setelah berpamitan pada kedua mertua nya.
Gibran dan Ayu langsung mengganti pakaian mereka dengan pakaian tidur.
Ayu merebahkan tubuhnya di ranjang lalu memejamkan mata nya.
Entah kenapa saat dia hamil Ayu lebih sering merasa lelah dan lapar.
"Sayang kau sudah tidur" Ucap Gibran.
Ayu hanya diam tan menjawab karena ia sudah tertidur pulas karena merasa lelah.
Gibran lalu merebahkan tubuhnya dan memeluk Ayu.
Baru saja Gibran memejamkan mata nya , tetapi ia terganggu dengan bunyi getaran dari Hp nya.
Gibran langsung saja mengangkatnya.
"Kenapa?" Tanya Gibran saat sudah mengangkat telepon.
"Wanita itu mengamuk Bos" Ucap anak buah Gibran
"Biarkan saja , awasi terus jangan sampai kenapa-kenapa dengan anakku" Ucap Gibran dengan pelan.
"Baik Boss" Balas anak buahnya.
Lalu Gibran mematikan sambungan telepon tersebut dan langsung masuk lagi ke kamarnya.
Gibran langsung tertidur dengan memeluk Ayu dengan erat.
*
Pagi Hari.
Sudah menjadi kebiasaannya saat pagi hari , Ayu akan merasakan morning snickness yang lumayan hebat bahkan sampai ia lemas.
Pagi ini pun Ayu sudah memuntahkan cairan di dalam tubuhnya , ia sudah merasa sangat lemas bahkan ia hanya mampu duduk di closet.
"Sayang" Panggil Gibran saat bangun tak melihat istrinya.
"Di kamar mandi Mas" Jawab Ayu dengan lemas.
Gibran langsung bangun dan berlari ke arah kamar mandi.
Ia kaget melihat wajah istrinya yang pucat. Gibran langsung saja menghampiri nya dan memeluk Ayu.
"Kenapa tidak membangunkan Mas?" Tanya Gibran mengusap punggung istrinya.
"Tak apa Mas, bantu aku ke atas ranjang Mas" Ucap Ayu dengan pelan.
Gibran langsung menggendong Ayu dan merebahkannya di atas ranjang. Lalu Gibran keluar untuk mengambil air hangat.
Bu Yulia yang sedang menata makanan pun bingung melihat Gibran yang tergesa-gesa ke dapur.
"Nak ada apa?" Tanya Bu Yulia penasaran.
"Ayu muntah-muntah Bu , ini aku bawakan air hangat nya" Ucap Gibran lalu berlalu dari sana.
Bu Yulia mengikuti nya dari belakang karena ia juga sangat khawatir.
Gibran dan Bu Yulia masuk ke kamar dan terlihat Ayu memejamkan mata sambil memijat pelipis nya.
"Sayang?" Ucap Gibran lembut.
Ayu membuka mata nya perlahan ia hanya tersenyum saat melihat mertua nya disana.
"Minum dulu sayang" Ucap Gibran
Ayu mengangguk dan bergerak bangun di bantu Bu Yulia.
"Terimakasih, Mas" Ucap Ayu pelan
"Sini ibu pijit kepala nya supaya mengurangi pusing nya" Ucap Bu Yulia tersenyum.
Ayu merebahkan kepala nya di pangkuan sang Mertua , sedangkan Gibran berlalu ke dapur membuat susu hamil untuk Ayu.
**
**Maaf UP nya sedikit , ingsaallah besok normal lagi.
Terimakasih**.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Shuhairi Nafsir
ciptakan satu character Pria yang melebihi diatas gibran yang bisa memberikan kebahagian Ayu serta anak anak nya pastinya kembar.biarkan gibran kapok dan menyesal.
2022-08-13
1
Shuhairi Nafsir
ceritanya terlalu membosankan dengan wataknya Ayu yg bodoh Dan buta mata dan hati.
2022-08-13
1
Umi Idah Saidah
kesian ayu mabok
2022-03-05
0