Makan malam pun tiba , Ayu sudah selesai memasak dengan di bantu Ibu mertua nya , sedangkan Amanda ia akan menginap di Rumah Nadin.
Setelah menata nya dengan rapi , Ayu dan Bu Yulia langsung pergi ke kamarnya masing-masing , karena mereka akan memanggil suaminya.
Ceklek.
Ayu masuk dan langsung ke kamar mandi tanpa menyapa Gibran yang sedang duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya.
Gibran menghela nafas lalu menutup laptopnya.
Setelah selesai Ayu langsung masuk ke ruang ganti dan memakai pakaiannya.
"Mas ayo makan , Ibu dan Ayah sudah menunggu" Ajak Ayu saat keluar dari ruang ganti.
"Ayo" Balas Gibran memegang tangan Ayu.
Mereka turun dengan bergandengan tangan seperti biasa nya.
Di ruang makan , Ibu dan Ayah Gibran sudah menunggu di ruang makan.
"Maaf lama ya Bu" Ucap Ayu lembut.
"Tidak apa-apa, Nak" Balas Ibu Yulia.
Gibran lalu duduk dan Ayu mengambil makanan untuk Gibran dan untuknya.
"Ini Mas" Ucap Ayu
"Terimakasih sayang" Balas Gibran tersenyum.
Ayu langsung duduk dan makan dengan tenangnya , berbeda dengan Gibran ia makan dengan gelisah.
Setelah selesai Makan Ayu membereskan bekas makannya di bantu pelayan.
Setelah beres , ia memilih duduk bersama Ibu mertua nya di ruang tamu.
"Nak?" Panggil Ibu Yulia
"Iya Bu" Jawab Ayu
"Pergilah ke kamar dan selesaikan masalah kalian , Ibu tau kalian pasti ada masalah" Ucap Ibu Yulia dengan tenang.
"Baiklah Bu" Jawab Ayu dengan tersenyum , lalu ia berdiri dan melangkah pergi ke atas.
Ceklek.
Gibran menengok dan melihat siapa yang datang.
"Sayang?" Panggil Gibran
"Kenapa Mas?" Ucap Ayu
"Sini , Mas akan jelaskan semua nya" Balas Gibran dan melambaikan tangannya.
"Tak perlu di jelaskan Mas, aku bukan marah hanya saja aku lelah" Ucap Ayu dengan tersenyum dan berjalan ke arah nakas mengambil obat Vitamin dan meminumnya.
Setelah itu ia merebahkan tubuhnya di sisi Gibran dan mulai menutup mata nya.
Gibran ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk Ayu dari belakang karena ia memunggunginya.
Ayu membiarkan saja karena ia sudah cukup lelah dan ingin tidur.
***
Ke esokan pagi nya , Gibran lebih dulu bangun dan langsung ke kamar mandi.
Ayu merasa gerakan Gibran dan membuka mata nya , ia melihat jam sudah menunjukan 05.
Ayu mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi.
Ayu langsung melangkahkan kaki nya ke ruang ganti dan menyiapkan pakaian kantor Gibran.
Ceklek.
"Mas baju nya sudah aku siapakan , aku ke kamar mandi dulu" Ucap Ayu saat melihat Gibran keluar dari kamar mandi.
"Baiklah , jangan lupa nanti siang bawa makan siang ke kantor ya" Balas Gibran
Ayu hanya mengangguk dan berlalu masuk.
Gibran langsung bersiap dengan cepat karena ia akan ada rapat penting dengan Tuan Antoni Pramudya.
-Sekilas Tentang Tuan Antoni Pramudya.
Antoni Pramudya seorang pembisnis terkenal , terhebat bahkan terkejam pada lawan nya yang berani curang dan berkhianat.
Di umur yang sudah tak muda lagi ia masih tetap memegang jabatan CEO di PraGroup.
Perusahaan PraGroup adalah perusahaan terbesar bahkan keluarga Pramudya keluarga Milliuner atau bisa di sebut konglomerat kelas atas.
Suatu keberuntungan bagi perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan tersebut , karena bukan hanya ke untungan yang mereka dapat tetapi langsung melesat naik ke permukaan Bisnis Dunia.
Antoni sendiri memiliki seorang pewaris yang nantinya akan mewarisi semua kekayaan PraGroup yang bergerak di berbagai bidang.
Rahma Sri Pramudya itulah nama istri sang Milliuner tersebut.
Mereka menetap di Negara K , bahkan pusat Perusahaannya pun berada disana.
***
Setelah selesai Ayu langsung turun dan menyiapkan bekal sarapan untuk Gibran , karena Gibran tidak bisa sarapan bersama.
"Mas ini sarapannya , jangan lupa di makan ya" Ucap Ayu saat melihat Gibran turun.
"Terimakasih, jangan lupa juga nanti siang ke kantor" Balas Gibran mengambil paperbag dari Ayu dan mencium kening Ayu lembut.
"Iya Mas , Hati-hati" Ucap Ayu dengan lembut.
Gibran mengangguk dan langsung pergi karena Malik sudah menunggunya.
Setelah kepergian Gibran , Ayu langsung pergi ke dapur karena ia akan memasak sarapan.
***
Gibran dan Malik langsung saja menuju kantor karena rapat akan segera di mulai sebentar lagi.
"Tuan itu berkas kerja sama dengan PraGroup , silahkan anda periksa lagi" Ucap Malik dengan sopan.
"Terimakasih Ma" Balas Gibran , lalu ia meraih berkas tersebut dan mempelajari nya selama di perjalanan.
Hingga 30 menit kemudian Gibran sampai di perusahaannya.
"Mari Tuan" Ucap Malik dengan membungkuk hormat.
Banyak karyawan yang menunduk hormat pada Gibran tetapi Gibran hanya menganggukan kepalanya saja.
Ting.
Gibran dan Malik sampai di lantai dimana ruangannya berada.
"Malik kalau mereka sudah sampai beritahu saya" Ucap Gibran sebelum masuk ke ruangannya.
"Baik Tuan" Jawab Malik
Gibran masuk sedangkan Malik menghampiri meja Gina.
"Gin , coba kamu panggilkan Pranss suruh ke ruangan saya" Ucap Malik dengan datar.
"Baik Tuan" Balas Gina
"Uhhhh untung ganteng dingin-dingin juga , ahh Tuan Malik aku padamu" Batin Gina menjerit.
Gina langsung melangkah ke arah Lift karena ruangan Prans berada di bawah lantai CEO.
***
Tuan Antoni dan Asisten Tio sudah sampai di Perusahaan Wibawa Group.
"Tio" Ucap Antoni menghela nafas.
"Semua akan baik-baik saja Tuan tenang saja" Jawab Tio dengan tenang.
"Hah ya aku percaya" Pasrah Antoni
Lalu mereka melangkahkan kaki memasuki perusahaan tersebut.
"Maaf Nona apakah Tuan Gibran ada di ruangannya?" Tanya Tio dengan sopan.
"Ada Tuan , mari saya antarkan ke ruangannya" Balas Resepsionis.
Lalu mereka pergi dengan menunggunakan Lift khusus petinggi perusahaan itu.
Ting.
"Mbak Gina, ini tamu Tuan Gibran sudah sampai" Ucap Resepsionis tersebut.
"Oh iya terimakasih" Balas Gina tersenyum.
"Mari Tuan saya antarkan ke ruangan Tuan Muda" Ajak Gina dengan ramah.
Lalu Tio dan Tuan Antoni mengikuti langkah Gina.
Tok Tok
"Masuk" Teriak Gibran.
"Maaf Tuan , ini Tuan Antoni dan Asistennya sudah sampai" Ucap Gina dengan menunduk hormat.
"Bawa masuk dan kasih tau Malik juga Pranss" Balas Gibran
"Baik Tuan" Ucap Gina.
"Tuan silahkan masuk , Tuan Gibran sudah menunggu" Ucap Gina dengan menunduk hormat.
"Terimakasih" Ucap Tio datar.
Lalu Antoni dan Tio pun masuk ke ruangan Gibran.
"Selamat datang di perusahaan kecil ini Tuan Besar Antoni" Ucap Gibran dengan menyalami mereka bergantian.
"Silahkan Duduk" Ucap Gibran Kembali.
Tok Tok
"Masuk" Ucap Gibran.
Masuklah Malik , Pranss dan Gina yang membawa nampan berisi minuman dan camilan.
Malik dan Pranss duduk di sebelah Gibran sedangkan Gina berlalu keluar kembali.
"Langsung saja Tuan Gibran agar nanti banyak waktu luang untuk mengobrol" Ucap Tio
"Baiklah" Balas Gibran.
Lalu mereka membahas kerja sama yang akan di kerjakan bulan depan di Kota M.
Gibran dan Tuan Antoni menerima semua usulan , ide dari setiap Asisten pribadi nya , bahkan Pranss menyarankan agar membuat Resort juga di Kota tersebut , karena banyak Wisatawan yang berlibur kesana.
Hampir jam makan siang mereka baru selesai rapat , Tuan Antoni dan Tio langsung pulang karena akan ada rapat lagi dengan perusahaan lainnya.
"Selamat atas kerja sama perusahaan kita Tuan Gibran" Ucap Tuan Antoni dengan aura pemimpin yang sangat kental.
"Terimakasih Tuan, semoga kedepan nya lebih maju dan baik lagi" Balas Gibran dengan tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi dulu" Ucap Tio dengan membungkukkan badannya sedikit.
"Mari saya antar Tuan" Ucap Pranss.
Setelah mereka pergi , Gibran dan Malik menghela nafas lega , ini adalah proyek terbesar bagi Gibran bahkan ke sempatan ini tak akan datang dua kali jadi ia sebisa mungkin akan memberikan yang terbaik.
.
.
Ayu sedang menata makanan kedalam wadah yang akan di bawa ke kantor Gibran.
Ia membawa 2 wadah makanan karena ia akan memberikannya pada Pranss dan Malik.
Setelah selesai Ayu langsung bergegas bersiap-siap.
***
"Ibu , Ayu pergi dulu ya" Pamit Ayu pada Ibu Yulia.
"Hati-hati bawa mobil nya, Nak" Ucap Bu Yulia dengan lembut.
"Siap" Balas Ayu , lalu ia melangkah ke arah mobil hadiah dari mertua nya.
Ayu melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang karena masih ada waktu sebelum jam makan tiba.
*
Sebuah mobil Mercedes-Benz keluaran terbaru dengan warna Merah mengkilau tiba di halaman Perusahaan Wibawa , semua karyawan yang melihatpun langsung berhenti karena penasaran siapa yang membawa Mobil mahal itu.
Ayu keluar dengan anggun dan menenteng 2 paperbag , wajah yang di rias tipis di padukan dengan Dress selutut tanpa lengan warna Baby Blue , rambut di gerai indah itulah tampilan Ayu saat datang ke perusahaan Gibran.
"Selamat siang Nona Muda" Sapa karyawan yang melihat Ayu
"Siang" Jawab Ayu dengan ramah.
Ayu langsung masuk kedalam lift khusus untuk ke ruangan Gibran.
"Mbak siapa itu?" Tanya karyawan baru pada resepsionis.
"Dia Nona Ayu Anjani istri dari Tuan Muda Gibran" Jawab resepsionis
"Wah cantik sekali ya Mbak, mana anggun , ramah lagi" Ucap karyawan tersebut.
Para karyawan lelaki di buat melongo melihat ke cantikan Ayu yang alami bahkan bisa di bilang natural.
*
Ayu sampai di lantai dimana sang suami berada , ia melihat Pranss dan Malik baru saja keluar dari ruangan CEO.
"Pranssss" Teriak Ayu dengan kencang.
"Ehhh A .. Nonaa" Ucap Pranss dengan terbata.
"Oh iya ini buat kau dan Malik , itu banyak kok dan kasih Gina jika dia mau" Ucap Ayu antusias.
"Terimakasih Nona" Ucap Malik.
Ayu mengangguk sambil tersenyum.
"Aku keruangan Mas Gibran dulu ya" Ucap Ayu dan langsung masuk.
Pranss langsung mengajak Gina masuk ke ruangan Malik untuk makan siang yang di bawa oleh Ayu.
*
"Mas" Panggil Ayu tersenyum.
"Sama siapa kesini sayang?" Tanya Gibran
"Sendiri Mas, ayo makan dulu" Ajak Ayu
Gibran bangkit dari duduk nya dan menghampiri Ayu yang sedang menata makanan di meja.
"Sayang" Ucap Gibran manja dengan memeluk Ayu.
"Kenapa Mas?" Tanya Ayu heran.
"Nanti akhir pekan kita ke pantai ya , proyek dengan perusahaan PraGroup sudah resmi jadi kita raya kan" Ucap Gibran dengan wajah bahagia nya.
"Benarkah Mas? Selamat ya" Balas Ayu bahagia.
"Iya sayang , ini juga berkat kamu" Ucap Gibran mencium sekilas bibir Ayu.
"Ayo makan dulu" Ucap Ayu dan dengan cepat menghindar dari Gibran.
Ayu mengambilkan makanan untuk Gibran dan memberikannya.
Mereka makan dengan sesekali saling suap.
Ayu memutuskan melupakan masalah kemarin karena memang mungkin Gibran sibuk dengan pekerjaan nya saat di Kota M.
***
Setelah selesai Ayu bersiap akan pulang.
"Mas aku pulang dulu ya" Ucap Ayu berdiri dari duduknya.
"Tidak nanti saja sayang dengan Mas?" Tanya Gibran.
"Tidak Mas , sekalian Ayu mau ke supermarket dahulu ya mau beli bahan kue" Ucap Ayu melangkah menuju ke arah Gibran.
"Baiklah , tapi hati-hati ya" Balas Gibran mencium kening Ayu.
"Oke" Ucap Ayu dan berlalu dari sana.
Saat Ayu di lantai dasar banyak karyawan yang menyapa atau sekedar tersenyum.
**
Amanda dan Nadin sedang menuju ke Mansion karena mereka akan membuat Kue dengan Ayu.
"Mungkin 1 minggu lagi Butiq kamu sudah bisa buka , Dek" Ucap Nadin saat di dalam mobil.
"Iya Kak, kakak kapan masuk kuliah lagi?" Tanya Amanda.
"Gak Dek , aku hanya sampai S1 saja" Jawab Nadin tersenyum.
"Loh kenapa? sayang banget Kak, aku aja mau nyelesain S1 ku yang tertunda disini hehe" Ucap Amanda cengengesan.
"Loh bukannya kamu sudah selesai kata Ayu" Balas Nadin dengan kaget.
"Hehe itu baru selesai semester 5 Kak, aku sengaja kan mau langsung ngambil S2" Ucap Amanda
"Heh kau ini" Balas Nadin dengan sinis.
Mereka tertawa dan bercanda selama di perjalanan menuju ke Mansion.
*
Ayu sudah sampai di supermarket dekat dengan Mansion mertua nya.
"Ayo kita belanja" Gumam Ayu tersenyum.
Lalu Ayu mengambil troli dan langsung berjalan ke arah Rak bahan-bahan Kue.
Ayu membeli semua yang di perlukannya untuk memasak kue dan juga untuk dapur , bahkan ia membeli banyak camilan.
Setelah selesai Ayu langsung mengantri di kasir.
"Ayu?" Panggil seseorang
"Kak Tama" Ucap Ayu dengan tersenyum.
"Sedang apa?" Tanya Tama
"Nih belanja Kak, kakak sendiri sedang apa?" Tanya balik Ayu.
"Beli kebutuhan buat di dapur biasa" Jawab Tama terkekeh.
"Memang nya tak ada pembantu Kak?" Tanya Ayu penasaran
"Tidak Yu, Kakak harus mandiri" jawab Tama bangga
"Ahh Kakak bisa saja" Ucap Ayu terkekeh
Ayu langsung membayar belanjaannya dan menyuruh seorang satpam membawakan belanjaan nya yang lumayan banyak.
"Kak aku duluan ya" Ucap Ayu tersenyum.
"Oke , hati-hati" Balas Tama tersenyum
Ayu langsung melajukan mobilnya dengan agak cepat karena Amanda sudah menunggu dari tadi.
***
Seorang wanita sedang hamil yang sekitar 7 bulan itu sedang berjalan-jalan di tepi pantai.
Senyum mengembang terus di bibir nya.
"Aku akan merebutmu dengan perlahan dan setelah anak kita lahir aku akan datang padamu" Gumam wanita tersebut tersenyum senang.
"Maafkan aku yang egois hanya ingin memiliki mu seorang Gibran" Gumam nya kembali.
Wanita tersebut tersenyum senang saat ia berhasil membuat Gibran meninggalkan istrinya saat mereka sedang bulan madu.
***
.
Ayu masuk dengan menenteng belajaan di tangannya , lalu ia memanggil 2 pelayan lagi untuk membantu membawa belanjaan yang lainnya.
"Kakak ipar kenapa lama sekali?" Ucap Amanda saat berada di dapur.
"Maaf , ngantri di kasir nya sayang" Balas Ayu tak enak.
"Yaudah sana ganti baju dulu lalu kita bereksperimen" Ucap Amanda semangat.
"Bahasa nya" Cibir sang Ibu yang baru datang ke dapur.
Nadin hanya terkekeh melihat ke kocakan keluarga tersebut.
Ayu dengan cepat mengganti pakaiannya karena ia tak mau sang adik menununggunya lama.
Setelah Ayu tiba , Ibu Yulia dan Nadin memasak makanan ringan sedangkan Ayu dan Amanda memasak Rainbow Cake , Case Cake dan Cake lumer kesukaan Amanda.
Sedangkan para pelayan hanya membantu menyiapkan nya saja.
Ibu Yulia sudah menelpon Gibran untuk mengajak makan malam para sahabat dan juga Pranss.
Ayah Salim hanya menjadi juri untuk setiap makanan ringan yang di buat oleh istri dan sahabat menantunya.
Mereka memasak dengan bahagia , bahkan mereka melupakan waktu saking asyik nya memasaknya.
Mereka baru menyudahi acara nya tersebut saat jam 5 sore.
"Akhirnya selesai juga" Ucap Ayu dan Amanda bahagia.
"Ayo kita bereskan dulu dan biarkan para pelayan untuk masak makan malam , karena kita sudah cukup lelah" Ucap Ibu Yulia , mereka hanya mengangguk patuh.
"Bi , maaf hari ini Bibi masak ya , kami capek" Ucap Bu Yulia pada Pelayan nya.
"Baik Nyonya , silahkan Nyonya istirahat dan membersihkan badan saja ini biar kami yang bereskan" Balas pelayan dengan ramah.
"Baiklah bi, maaf merepotkan ya" Ucap Ayu tak enak.
"Tak apa Nona , ini tugas kami" Balas pelayan lainnya.
Lalu Ayu dan Ibu Yulia pergi ke kamar nya masing-masing , sedangkan Amanda dan Nadin sudah pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri mereka.
"Uhh capek nya" Gumam Ayu lalu berlalu ke kamar mandi untuk merendam tubuhnya di bathup.
"Uhhhh segernya" Gumam Ayu saat tubuh lelah nya di rendam dengan air hangat dan aroma teraphy yang tenang.
.
.
Gibran dan yang lainnya sudah sampai di Mansion dengan wajah lelah mereka masuk ke kamar tamu yang biasa mereka kalau datang kesana.
Gibran langsung masuk ke kamar nya saat tau sang istri sedang berada di kamar.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Mira kader Mira
iya cepat rasia gibran terbongkar
2022-03-16
1
Tetet Yonan
ayu kek'y anak'y horang kaya milyuner Anthony Pramudya, maka'y ayu d titipin k kakek n nenek'y utk menutupi identitas demi keamanannya..tau sendiri orang kaya byk saingan'y n musuh'y yg mengincar kekayaan'y.
putri hamil udah pasti d hamilin sm si gibran, disini ayu tlah d khianati oleh suami'y gibran n putri akan merebut kebahagiaan ayu.
2022-02-21
1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
saya pengen th gimana reaksi ayu pas th Gibran selingkuh
2021-12-01
0