5

Setelah Ayu mandi dan berpakaian dia langsung keluar dari Walk In-closet.

"Mas sana mandi dulu" Ucap Ayu saat mrlihat Gibran masih berbaring di kasur.

"Iya sayang" Jawab Gibran dengan malas ia bangun dan berlalu ke kamar mandi.

Ayu langsung membereskan tempat tidur nya , setelah selesai ia langsung ke bawah untuk memasak makan siang.

"Bi" Panggil Ayu

"Iya Nyonya" Jawab Bi Wati dari halaman belakang.

"Bibi sudah masak belum?" Tanya Ayu

"Belum Nyonya , mau Bibi masakan apa?" Tanya Bi Wati

"Tak apa Bi , biar aku saja yang memasak , Bibi tolong buatka Jus saja ya" Ucap Ayu dengan tersenyum.

Lalu Ayu langsung membuka kulkas dan mengambil sayuran yang akan ia masak.

Siang ini , Ayu akan memasak Sop daging , capcay dan udang goreng tepung.

*

Gibran menuju dapur karena sudah pasti sang istri ada disana.

"Sayang?" Panggil Gibran saat masuk ke dapur.

"Iya Mas kenapa?" Tanya Ayu yang sedang menata makanan.

"Mas abis ngapain dulu di atas , kenapa lama sekali?" Tanya Ayu kembali.

"Mas abis angkat telepon dulu dari Malik sayang" Jawab Gibran yang langsung duduk di kursi.

Ayu hanya ber Oh ria saja.

"Ini Mas" Ucap Ayu dengan menyodorkan piring yang sudah di isi makanan.

"Terimakasih sayang" Balas Gibran tersenyum.

Mereka makan siang dengan tenang dan hening hanya dentingan sendok saja yang bersuara.

Ayu membereskan bekas makan mereka , sedangkan Gibran sudah lebih dulu ke halaman belakang.

"Mas , nanti jadi kan jalan-jalan" Ucap ayu dengan meletakan nampan yang berisi Jus dan camilan.

"Iya sayang , nanti ya sore" Balas Gibran dengan mengacak rambut Ayu.

Ayu langsung mencebik kesal karena rambut nya di acak-acak oleh Gibran.

Lalu Ayu merebahkan kepala nya di pangkuan Gibran dengan menghela nafas.

"Kenapa sayang?" Tanya Gibran

"Mas aku rindu dengan Putri, bagaimana ya kabar nya" Ucap Ayu dengan sendu.

"Nanti Mas suruh anak buah Mas mencari nya ya" Balas Gibran dengan tenang.

"Hmm ya Mas" Ucap Ayu dan memejamkan mata nya.

***

Sedangkan Malik dan Pranss sedang rapat dengan Perusahaan terbesar di Dunia , bahkan sang CEO nya pun yang turun langsung datang untuk rapat tersebut.

Malik dan Pranss sama gugup nya tetapi mereka bersikap biasa saja.

"Tuan , Tuan Antoni Pramudya sudah ada di ruang rapat" Ucap sekertaris Gina.

"Baik , kamu bawa berkas nya Pranss , dan kau Gina catat semua hal penting" Balas Malik dengan tegas.

"Siap Tuan" Balas Pranss dan Gina.

Lalu mereka langsung menuju ruang rapat dengan aura yang kental.

Ceklek.

Malik langsung duduk di kursi yang seharusnya Gibran duduki.

"Tuan maaf telat" Ucap Malik dengan menunduk sopan.

"Tak apa , mari kita mulai rapat nya" Balas Antoni dengan aura kepemimpinan yang mencekam.

Asisten pribadi Tuan Antoni langsung mempersentasikan dengan lihai dan di lanjutkan langsung oleh Pranss.

Hampir 3 jam mereka membahas proyek besarnya.

"Nanti asisten saya akan menghubungi nya lagi dan besok pertemuan yang selanjutnya saya harap Tuan Gibran akan hadir" Ucap Tuan Antoni dengan tegas.

"Baik Tuan" Balas Malik

Lalu mereka keluar dan akan di lanjutkan makan siang di Restoran yang sudah di Booxing oleh Gina.

Mereka pergi dengan iringan yang sangat ketat , karena Boddyguard Tuan Antoni yang lumayan banyak.

***

Sedangkan Amanda sedang memantau para pekerja dengan Nadin.

"Kak , bukannya Kak Ayu itu punya sahabat ya siapa ya namanya lupa" Ucap Amanda dengan bingung.

"Putri Anjelina dia sahabat Ayu dari awal masuk SMA , tapi saat sudah lulus ia tidak ada kabarnya dan bahkan sampai saat ini" Balas Nadin

"Putri Anjelina?" Ucap Amanda memastikan.

"Iya Dek , kenapa memang?" Tanya Nadin penasaran.

"Aku pernah mendengar Kak Gibran berbicara dengan Kak Malik membahas masalah nama itu" Jawab Amanda

"Hemm masa sih Dek?" Tanya Nadin memastikan.

"Iya Kak , tapi gak tau juga sih mungkin sama saja nama nya" Jawab Amanda dengan terkekeh.

Lalu mereka ke Rumah Nadin untuk makan siang.

Kadang Amanda juga menginap disana kalau dia malas pulang , tentu saja dengan di awasi pengawal nya.

*

Di Kota M.

Saat ini Ayu dan Gibran sedang bersiap akan jalan-jalan di Mall dan di sekitar Villa.

Mereka memilih tidak di sopiri , karena Gibran hanya menginginkan berdua saja.

"Mas ini Mall terbesar di Kota ini?" Tanya Ayu dengan wajah takjub nya.

"Iya sayang , ayo masuk" Ajak Gibran dengan merangkul pundak Ayu.

Mereka langsung masuk dengan bahagia terpancar di wajahnya.

Ayu langsung berbelanja dari baju , tas dan yang lainnya untuk Ibu , Ayah , Amanda dan kedua sahabat nya dan sahabat suaminya.

"Sayang kau belanja untuk orang lain , tapi mana untukmu?" Tanya Gibran dengan herannya.

"Aku kan sudah banyak dari kamu Mas" Jawab Ayu dengan tersenyum.

"Kita ke toko itu yuk?" Ajak Gibran ke arah toko perhiasan.

"Buat apa Mas ke toko perhiasan?" Tanya Ayu dengan penasaran.

"Mas mau beli sesuatu buat kamu sayang" Jawab Gibran dengan tersenyum.

Ayu hanya mengikuti langkah kaki Gibran saja.

Hingga akhirnya mereka sampai di toko perhiasan yang terbesar disana.

"Selamat malam Tuan" Ucap Pelayan toko tersebut.

"Saya mau kalung yang limitid" Ucap Gibran dengan datar.

Lalu pelayan tersebut mengeluarkan kalung yang sangat indah dan elegant.

"Ini Tuan , ini hanya ada 2 di Dunia" Ucap pelayan

"Bagaimana sayang?" Tanya Gibran dengan menatap Ayu.

"Tapi kan mahal Mas" Jawab Ayu tak enak.

"Mbak bungkus 1 ya dan tolong pasangkan Gps di liontinnya" Ucap Gibran.

"Mas sebentar aku ke toilet dulu ya" Ucap Ayu dan berlalu dari sana.

Gibran duduk di sofa sambil menunggu Ayu yang sedang ke toilet.

"Mas" Panggil seseorang.

Gibran mendongkak dan melihat siapa yang memanggilnya.

"Sedang apa kau disini? Bagaimana kalau Ayu mengetahui kau disini" Ucap Gibran dengan wajah panik.

"Mas , kapan kau akan ke rumah aku" Tanya wanita buncit itu.

"Nanti saat kau melahirkan , apa kau perlu sesuatu hingga ke luar" Ucap Gibran dengan melihat sekitar.

"Iya Mas , aku habis membeli sesuatu" Jawab wanita tersebut.

"Pulanglah , besok aku kesana sebentar" Ucap Gibran mengelus perut buncit wanita itu.

Lalu wanita tersebut pergi dari sana dengan pengawal yang sudah di sediakan oleh Gibran.

"Sayang" Panggil Gibran saat melihat Ayu baru tiba.

"Iya Mas , maaf lama ya tadi ngantri" Balas Ayu tak enak.

"Tak apa , ayo pulang udah selesai kan?" Tanya Gibran

"Udah Mas , tapi makan malam dulu ya di Restoran" Jawab Ayu

Mereka pergi dari sana dan belanjaan nya di bawa oleh pengawal Gibran.

***

Tama , Nicolass dan Malik sedang berkumpul di Restoran sambil nongkrong.

"Malik kapan bos mu pulang?" Tanya Tama

"Besok sore mungkin sudah sampai disini Tam" Jawab Malik santai.

"Oh iya gimana pertemuan lo sama Tuan Milliyuner Antoni Pramudya?" Tanya Nicolass penasaran.

"Yaa begitu saja , gugup sih tapi harus tenang-tenang aja kan , apa lagi pas dia nanyain Bos" Jawab Malik dengan serius.

"Gila aja tuh si Gibran masa punya proyek besar begini malah pergi" Ucap Tama dengan menyeruput ceffelate nya.

"Kayak yang gak tau aja pengantin baru" Balas Nicolass dengan enteng.

Lalu mereka tertawa bersama , hampir para wanita yang berada disana melihat mereka dengan tatapan penuh damba.

***

"Mas kapan Ayu dan Gibran pulang ya?" Tanya Ibu Yulia dengan lirih.

"Besok juga kan pulang, Bu" Jawab Ayah Salim dengan mengusap punggung istrinya.

"Iya Bu , biarlah mungkin nanti mereka langsung bawa kabar bahagia" Ucap Amanda menimpali.

Ibu Yulia hanya mengangguk dengan tersenyum.

***

Di Kota M.

Ayu sedang bersiap untuk tidur , tak lupa ia juga meminum Vitamin yang di berikan oleh Gibran.

"Mas Gibran kemana yah" Gumam Ayu dan melangkahkan kaki nya ke luar kamar.

Ayu menuruni tangga mencari Gibran ke halamab belakang Villa tetapi tidak ada.

"Nyonya" Panggil Bi Wati

"Mas Gibran dimana ya Bi?" Tanya Ayu

"Oh tadi Tuan mau keluar sebentar katanya" Jawab Bi Wati

"Oh yaudah Bi makasih , saya ke kamar dulu ya" Ucap Ayu dan pergi ke atas.

Ayu langsung masuk dan merebahkan tubuhnya di atas kasur king size.

"Kenapa Mas Gibran tak bilang ya kalau akan pergi" Gumam Ayu dengan sendu.

Lalu Ayu memutuskan untuk tidur tanpa menunggu Gibran terlebih dahulu.

***

Pagi hari nya masih di Kota M , Ayu bangun dan meraba ke samping tetapi tidak ada seseorang.

"Hmm Mas Gibran apa tidak pulang" Gumam Ayu

Ayu langsung ke kamar mandi karena ia akan menyiapkan barang yang akan di bawa pulang hari ini.

Setelah selesai , Ayu langsung membereskan semua barangnya.

Ayu melangkah ke luar kamar , ia ingin mencari suaminya.

"Bi" Panggil Ayu

"Kenapa Nyonya" Jawab Bi Wati menunduk hormat.

"Apa Mas Gibran tak pulang?" Tanya Ayu

"Em tidak Nyonya" Jawab Bi Wati dengan takut.

"Hahh yaudah , aku akan sarapan lebih dulu saja" Ucap Ayu dan langsung ke ruang makan yang di ikuti oleh Bi Wati.

"Kemana kamu Mas" Batin Ayu sedih.

***

Sampai siang hari Gibran belum ada , bahkan Ayu sudah menelponnya tetapi tidak di angkat.

Bahkan Ayu sudah bersiap pergi dengan sopir nya.

"Nyonya bagaimana?" Tanya sang sopir

"Sebentar lagi saja Pak" Jawab Ayu.

Ayu sudah menunggu 1 jam tetapi Gibran tidak ada.

"Bi jika Mas Gibran datang bilang saja aku sudah pulang" Ucap Ayu dengan tersenyum.

"Baik Nyonya , hati-hati" Balas Bi Wati dengan sendu.

Lalu Ayu masuk ke dalam mobil dan mobil langsung melaju dengan kecepatan sedang.

Ayu diam saja dan melihat ke arah luar jendela dengan pandangan kosongnya.

*

Sedangkan Gibran baru saja sampai di Villa dengan tergesa-gesa.

"Sayang" Panggil Gibran dengan berteriak.

"Maaf Tuan , Nyonya sudah pulang mungkin 1 jam yang lalu" Jawab Bi Wati yang baru membersihkan kamar atas.

"Apaaa" Kaget Gibran dan langsung saja masuk kembali ke mobil nya dan melajukannya dengan kencang.

Gibran terus saja melajukan mobilnya tanpa memikirkan keselamatannya.

**

Sedangkan Ayu , ia sudah sampai di Mansion mertua nya dengan wajah di buat biasa saja.

"Pak saya masuk duluan , barangnya masukin saja ke kamar Mas Gibran ya" Ucap Ayu denga ramah.

"Baik Nyonya" Balas Sopir tersebut lalu membukakan pintu untuk Ayu.

Ayu menarik nafas dan menghembuskannya , lalu ia melangkah masuk ke dalam.

"Ibu" Panggil Ayu saat sampai di ruang keluarga.

"Loh sayang kapan sampai , dan dimana suami mu?" Tanya Ibu Yulia.

"Baru saja, Bu , sedangkan Mas Gibran ada pekerjaan disana dan mungkin sebentar lagi akan datang" Jawab Ayu dengan setenang mungkin.

Tetapi berbeda dengan Ayah Salim yang melihat dengan jeli wajah sedih menantunya.

"Yaudah kamu istirahat dulu sana sayang" Ucap Ayah dengan lembut.

"Baik Ayah , Ibu aku ke atas dulu ya" Pamit Ayu dan mencium pipi Ibu mertua nya.

Ibu Yulia melihat menantunya pergi dengan wajah sendu.

"Ayah apa ayah melihat wajah sedih menantu kita" Tanya Ibu yulia

"Ya Bu , apa yang sudah di lakukan anak itu" Jawab Ayah Salim dengan memijat pelipis mata nya.

*

Ayu masuk dan langsung ke kamar mandi , iya menangis di bawah sower.

"Hiks kenapa baru saja kita membangun rumah tangga dengan tega nya kau meruntuhkan kepercayaan aku Mas, Hiks Hiks" Tangis Ayu pecah dengan menetes nya air dari sower.

.

.

Setelah selesai Ayu langsung memakai baju dan bersiap akan tidur karena badannya merasa lelah.

Ayu terlelap dengan mata sembab dan sisa air mata di wajah nya.

Di bawah , Gibran baru saja sampai dan langsung berlari masuk.

"Gibran" Panggil Ayah Salim dengan datar.

Gibran menghela nafas dan berjalan menghampiri Ayahnya.

"Apa pekerjaan mu lebih penting di banding istri mu , hingga dia pulang sendiri" Tanya Ayah Salim dengan datar.

"Maaf Ayah aku tak berniat menyuruh Ayu pulang lebih dulu" Jawab Gibran dengan menunduk.

"Temuilah istrimu" Ucap Ibu Yulia tanpa melihat Putra sulungnya.

Gibran mengangguk dan pergi dari sana.

Gibran langsung masuk dan melihat istrinya sedang terlelap di atas ranjang empuk nya.

"Maafkan Mas Sayang" Ucap Gibran dengan lirih.

Lalu Gibran melangkah ke arah kamar mandi , karena ia merasa lengket.

Setelah Gibran pergi , Ayu membuka mata nya karena saat Gibran masuk ia sudah bangun.

"Kau sudah mengurangi kepercayaan ku Mas" Gumam Ayu dengan lirih , lalu ia bangun dan berjalan ke arah balkon.

.

.

Ayu langsung menghubungi Nenek nya , karena ia merasa sangat rindu dengannya.

"Halo Nek?" Ucap Ayu dengan antusias

"Kenapa Nak?" Tanya Nenek dengan suara lembut nya.

"Tak apa Nek, Ayu hanya rindu dengan Nenek" Jawab Ayu

"Nenek tau kamu sayang , ada apa ? Coba cerita pada Nenek?" Tanya kembali Nenek dengan mendesak karena ia yakin bahwa Cucu nya sedang ada masalah.

"Tidak ada Nek beneran , apa kabar kalian disana?" Ayu balik tanya agar sang Nenek tak mendesak nya.

"Kami baik-baik saja Nak, bagaimana denganmu? Apa kau sudah pulang dari Kota M?" Ucap Nenek

"Sudah Nek tadi siang baru sampe di Rumah Ibu" Jawab Ayu

Mereka mengobrol dengan melepaskan rindu nya , hingga Ayu tak menyadari bahwa Gibran sudah ada di belakangnya.

.

.

"Sayang?" Panggil Gibran saat Ayu sudah selesai menelpon.

"Eh iya Mas, kenapa?" Tanya Ayu biasa saja.

"Maaf" Ucap Gibran dengan lirih.

"Tidak apa Mas, aku masak dulu dengan Ibu ya" Ucap Ayu dan langsung pergi dari sana tanpa menunggu jawaban dari suaminya.

Gibran membuang nafas kasar saat sikap Ayu berbeda.

"Sial semua gara-gara dia" Gumam Gibran dengan geram.

.

.

Terpopuler

Comments

Nurdaidah

Nurdaidah

kalau tau putri hamil ngapain nikah sama ayu. hahat kamu gibran

2022-08-14

1

R_3DHE 💪('ω'💪)

R_3DHE 💪('ω'💪)

aku pikir itu bukan vitamin🤔🤔

2022-03-22

0

Mira kader Mira

Mira kader Mira

jang bilang sahabat menikam sahabatnya

2022-03-16

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 S2
96 S2
97 S2
98 S2
99 S2
100 S2
101 S2
102 S2
103 S2
104 S2
105 S2
106 S2
107 S2
108 S2
109 S2
110 S2
111 S2
112 S2
113 S2
114 S2
115 S2
116 S2
117 S2
118 S2
119 Pengumuman.
120 Pengumuman novel baru
121 Novel Terbaru.
122 Novel baru
123 Extra Part (Gibran)
124 Extra Part (Gibran)
125 Extra Part
126 Extra Part
127 Extra Part
128 Extra Part
129 Extra Part
130 Extra Part (Jelita)
131 Extra Part (Jelita)
132 Extra Part
133 Extra Part
134 Extra Part
135 Extra Part
136 Extra Part
137 Extra Part
138 Extra Part
139 Extra Part
140 Extra Part.
141 Extra Part
142 Extra Part (End)
143 Novel Baru
144 info
145 Shaqilla
146 Shaqilla
147 Shaqilla
148 Shaqilla
149 Shaqilla
150 Shaqilla
151 Shaqilla
152 Shaqilla
153 Shaqilla
154 Shaqilla
155 Shaqilla
156 Shaqilla
157 Shaqilla
158 Shaqilla
159 Shaqilla
160 Shaqilla
161 Shaqilla
162 Shaqilla
163 Shaqilla
164 Shaqilla
165 Shaqilla
166 Shaqilla
167 Shaqilla
168 Shaqilla
169 Shaqilla
170 Shaqilla
171 Shaqilla
172 Shaqilla
173 Shaqilla
174 Shaqilla
175 Shaqilla
176 Shaqilla
177 Shaqilla
178 Shaqilla
179 Shaqilla
180 Shaqilla
181 Shaqilla
182 Shaqilla
183 Shaqilla
184 Shaqilla
185 Shaqilla
186 Shaqilla
187 Shaqilla
188 Shaqilla
189 Shaqilla
190 Shaqilla
191 Shaqilla
192 Shaqilla
193 Shaqilla
194 Shaqilla
195 Sahqilla
196 Shaqilla
197 Shaqilla
198 Shaqilla
199 Shaqilla
200 Shaqilla
201 Shaqilla
202 Shaqilla
203 Shaqilla
204 Shaqilla
205 Shaqilla
206 Shaqilla
207 Shaqilla
208 Shaqilla
209 Shaqilla
210 Shaqilla
211 Shaqilla
212 Shaqilla
213 Shaqilla
214 Shaqilla
215 Nana & Dio
216 Nana & Dio
217 Shaqilla & Zayn
218 Shopping
219 Shopping 2
220 Dio & Nana
221 Perusuh
222 Perusuh
223 Berkumpul
224 Tiara
225 Wisuda
226 Berkumpul Keluarga
227 Rumah Baru
228 Rapat
229 Kehancuran Reno 1
230 Kehancuran Reno 2
231 Reno & Tiara
232 Nana & Dio
233 Shaqilla & Zayn
234 Akhir Reno & Tiara
235 Zayn yang posesif
236 Shaqilla & Zayn
237 Shaqilla & Zayn
238 Shaqilla & Zayn
239 Zayn & Shaqilla
240 Kebahagian Ganda
241 Disti
242 Akhir 'Tamat'
243 Promosi
244 New Novel
245 Novel New
246 New New
247 new
248 new
249 info
250 info
251 new
252 ALIRA Novel new
253 Novel Baru
254 new novel
255 new new novel
256 new novel
257 new new novel
258 promosi
Episodes

Updated 258 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
S2
96
S2
97
S2
98
S2
99
S2
100
S2
101
S2
102
S2
103
S2
104
S2
105
S2
106
S2
107
S2
108
S2
109
S2
110
S2
111
S2
112
S2
113
S2
114
S2
115
S2
116
S2
117
S2
118
S2
119
Pengumuman.
120
Pengumuman novel baru
121
Novel Terbaru.
122
Novel baru
123
Extra Part (Gibran)
124
Extra Part (Gibran)
125
Extra Part
126
Extra Part
127
Extra Part
128
Extra Part
129
Extra Part
130
Extra Part (Jelita)
131
Extra Part (Jelita)
132
Extra Part
133
Extra Part
134
Extra Part
135
Extra Part
136
Extra Part
137
Extra Part
138
Extra Part
139
Extra Part
140
Extra Part.
141
Extra Part
142
Extra Part (End)
143
Novel Baru
144
info
145
Shaqilla
146
Shaqilla
147
Shaqilla
148
Shaqilla
149
Shaqilla
150
Shaqilla
151
Shaqilla
152
Shaqilla
153
Shaqilla
154
Shaqilla
155
Shaqilla
156
Shaqilla
157
Shaqilla
158
Shaqilla
159
Shaqilla
160
Shaqilla
161
Shaqilla
162
Shaqilla
163
Shaqilla
164
Shaqilla
165
Shaqilla
166
Shaqilla
167
Shaqilla
168
Shaqilla
169
Shaqilla
170
Shaqilla
171
Shaqilla
172
Shaqilla
173
Shaqilla
174
Shaqilla
175
Shaqilla
176
Shaqilla
177
Shaqilla
178
Shaqilla
179
Shaqilla
180
Shaqilla
181
Shaqilla
182
Shaqilla
183
Shaqilla
184
Shaqilla
185
Shaqilla
186
Shaqilla
187
Shaqilla
188
Shaqilla
189
Shaqilla
190
Shaqilla
191
Shaqilla
192
Shaqilla
193
Shaqilla
194
Shaqilla
195
Sahqilla
196
Shaqilla
197
Shaqilla
198
Shaqilla
199
Shaqilla
200
Shaqilla
201
Shaqilla
202
Shaqilla
203
Shaqilla
204
Shaqilla
205
Shaqilla
206
Shaqilla
207
Shaqilla
208
Shaqilla
209
Shaqilla
210
Shaqilla
211
Shaqilla
212
Shaqilla
213
Shaqilla
214
Shaqilla
215
Nana & Dio
216
Nana & Dio
217
Shaqilla & Zayn
218
Shopping
219
Shopping 2
220
Dio & Nana
221
Perusuh
222
Perusuh
223
Berkumpul
224
Tiara
225
Wisuda
226
Berkumpul Keluarga
227
Rumah Baru
228
Rapat
229
Kehancuran Reno 1
230
Kehancuran Reno 2
231
Reno & Tiara
232
Nana & Dio
233
Shaqilla & Zayn
234
Akhir Reno & Tiara
235
Zayn yang posesif
236
Shaqilla & Zayn
237
Shaqilla & Zayn
238
Shaqilla & Zayn
239
Zayn & Shaqilla
240
Kebahagian Ganda
241
Disti
242
Akhir 'Tamat'
243
Promosi
244
New Novel
245
Novel New
246
New New
247
new
248
new
249
info
250
info
251
new
252
ALIRA Novel new
253
Novel Baru
254
new novel
255
new new novel
256
new novel
257
new new novel
258
promosi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!