Setelah Ayu mandi dan berpakaian dia langsung keluar dari Walk In-closet.
"Mas sana mandi dulu" Ucap Ayu saat mrlihat Gibran masih berbaring di kasur.
"Iya sayang" Jawab Gibran dengan malas ia bangun dan berlalu ke kamar mandi.
Ayu langsung membereskan tempat tidur nya , setelah selesai ia langsung ke bawah untuk memasak makan siang.
"Bi" Panggil Ayu
"Iya Nyonya" Jawab Bi Wati dari halaman belakang.
"Bibi sudah masak belum?" Tanya Ayu
"Belum Nyonya , mau Bibi masakan apa?" Tanya Bi Wati
"Tak apa Bi , biar aku saja yang memasak , Bibi tolong buatka Jus saja ya" Ucap Ayu dengan tersenyum.
Lalu Ayu langsung membuka kulkas dan mengambil sayuran yang akan ia masak.
Siang ini , Ayu akan memasak Sop daging , capcay dan udang goreng tepung.
*
Gibran menuju dapur karena sudah pasti sang istri ada disana.
"Sayang?" Panggil Gibran saat masuk ke dapur.
"Iya Mas kenapa?" Tanya Ayu yang sedang menata makanan.
"Mas abis ngapain dulu di atas , kenapa lama sekali?" Tanya Ayu kembali.
"Mas abis angkat telepon dulu dari Malik sayang" Jawab Gibran yang langsung duduk di kursi.
Ayu hanya ber Oh ria saja.
"Ini Mas" Ucap Ayu dengan menyodorkan piring yang sudah di isi makanan.
"Terimakasih sayang" Balas Gibran tersenyum.
Mereka makan siang dengan tenang dan hening hanya dentingan sendok saja yang bersuara.
Ayu membereskan bekas makan mereka , sedangkan Gibran sudah lebih dulu ke halaman belakang.
"Mas , nanti jadi kan jalan-jalan" Ucap ayu dengan meletakan nampan yang berisi Jus dan camilan.
"Iya sayang , nanti ya sore" Balas Gibran dengan mengacak rambut Ayu.
Ayu langsung mencebik kesal karena rambut nya di acak-acak oleh Gibran.
Lalu Ayu merebahkan kepala nya di pangkuan Gibran dengan menghela nafas.
"Kenapa sayang?" Tanya Gibran
"Mas aku rindu dengan Putri, bagaimana ya kabar nya" Ucap Ayu dengan sendu.
"Nanti Mas suruh anak buah Mas mencari nya ya" Balas Gibran dengan tenang.
"Hmm ya Mas" Ucap Ayu dan memejamkan mata nya.
***
Sedangkan Malik dan Pranss sedang rapat dengan Perusahaan terbesar di Dunia , bahkan sang CEO nya pun yang turun langsung datang untuk rapat tersebut.
Malik dan Pranss sama gugup nya tetapi mereka bersikap biasa saja.
"Tuan , Tuan Antoni Pramudya sudah ada di ruang rapat" Ucap sekertaris Gina.
"Baik , kamu bawa berkas nya Pranss , dan kau Gina catat semua hal penting" Balas Malik dengan tegas.
"Siap Tuan" Balas Pranss dan Gina.
Lalu mereka langsung menuju ruang rapat dengan aura yang kental.
Ceklek.
Malik langsung duduk di kursi yang seharusnya Gibran duduki.
"Tuan maaf telat" Ucap Malik dengan menunduk sopan.
"Tak apa , mari kita mulai rapat nya" Balas Antoni dengan aura kepemimpinan yang mencekam.
Asisten pribadi Tuan Antoni langsung mempersentasikan dengan lihai dan di lanjutkan langsung oleh Pranss.
Hampir 3 jam mereka membahas proyek besarnya.
"Nanti asisten saya akan menghubungi nya lagi dan besok pertemuan yang selanjutnya saya harap Tuan Gibran akan hadir" Ucap Tuan Antoni dengan tegas.
"Baik Tuan" Balas Malik
Lalu mereka keluar dan akan di lanjutkan makan siang di Restoran yang sudah di Booxing oleh Gina.
Mereka pergi dengan iringan yang sangat ketat , karena Boddyguard Tuan Antoni yang lumayan banyak.
***
Sedangkan Amanda sedang memantau para pekerja dengan Nadin.
"Kak , bukannya Kak Ayu itu punya sahabat ya siapa ya namanya lupa" Ucap Amanda dengan bingung.
"Putri Anjelina dia sahabat Ayu dari awal masuk SMA , tapi saat sudah lulus ia tidak ada kabarnya dan bahkan sampai saat ini" Balas Nadin
"Putri Anjelina?" Ucap Amanda memastikan.
"Iya Dek , kenapa memang?" Tanya Nadin penasaran.
"Aku pernah mendengar Kak Gibran berbicara dengan Kak Malik membahas masalah nama itu" Jawab Amanda
"Hemm masa sih Dek?" Tanya Nadin memastikan.
"Iya Kak , tapi gak tau juga sih mungkin sama saja nama nya" Jawab Amanda dengan terkekeh.
Lalu mereka ke Rumah Nadin untuk makan siang.
Kadang Amanda juga menginap disana kalau dia malas pulang , tentu saja dengan di awasi pengawal nya.
*
Di Kota M.
Saat ini Ayu dan Gibran sedang bersiap akan jalan-jalan di Mall dan di sekitar Villa.
Mereka memilih tidak di sopiri , karena Gibran hanya menginginkan berdua saja.
"Mas ini Mall terbesar di Kota ini?" Tanya Ayu dengan wajah takjub nya.
"Iya sayang , ayo masuk" Ajak Gibran dengan merangkul pundak Ayu.
Mereka langsung masuk dengan bahagia terpancar di wajahnya.
Ayu langsung berbelanja dari baju , tas dan yang lainnya untuk Ibu , Ayah , Amanda dan kedua sahabat nya dan sahabat suaminya.
"Sayang kau belanja untuk orang lain , tapi mana untukmu?" Tanya Gibran dengan herannya.
"Aku kan sudah banyak dari kamu Mas" Jawab Ayu dengan tersenyum.
"Kita ke toko itu yuk?" Ajak Gibran ke arah toko perhiasan.
"Buat apa Mas ke toko perhiasan?" Tanya Ayu dengan penasaran.
"Mas mau beli sesuatu buat kamu sayang" Jawab Gibran dengan tersenyum.
Ayu hanya mengikuti langkah kaki Gibran saja.
Hingga akhirnya mereka sampai di toko perhiasan yang terbesar disana.
"Selamat malam Tuan" Ucap Pelayan toko tersebut.
"Saya mau kalung yang limitid" Ucap Gibran dengan datar.
Lalu pelayan tersebut mengeluarkan kalung yang sangat indah dan elegant.
"Ini Tuan , ini hanya ada 2 di Dunia" Ucap pelayan
"Bagaimana sayang?" Tanya Gibran dengan menatap Ayu.
"Tapi kan mahal Mas" Jawab Ayu tak enak.
"Mbak bungkus 1 ya dan tolong pasangkan Gps di liontinnya" Ucap Gibran.
"Mas sebentar aku ke toilet dulu ya" Ucap Ayu dan berlalu dari sana.
Gibran duduk di sofa sambil menunggu Ayu yang sedang ke toilet.
"Mas" Panggil seseorang.
Gibran mendongkak dan melihat siapa yang memanggilnya.
"Sedang apa kau disini? Bagaimana kalau Ayu mengetahui kau disini" Ucap Gibran dengan wajah panik.
"Mas , kapan kau akan ke rumah aku" Tanya wanita buncit itu.
"Nanti saat kau melahirkan , apa kau perlu sesuatu hingga ke luar" Ucap Gibran dengan melihat sekitar.
"Iya Mas , aku habis membeli sesuatu" Jawab wanita tersebut.
"Pulanglah , besok aku kesana sebentar" Ucap Gibran mengelus perut buncit wanita itu.
Lalu wanita tersebut pergi dari sana dengan pengawal yang sudah di sediakan oleh Gibran.
"Sayang" Panggil Gibran saat melihat Ayu baru tiba.
"Iya Mas , maaf lama ya tadi ngantri" Balas Ayu tak enak.
"Tak apa , ayo pulang udah selesai kan?" Tanya Gibran
"Udah Mas , tapi makan malam dulu ya di Restoran" Jawab Ayu
Mereka pergi dari sana dan belanjaan nya di bawa oleh pengawal Gibran.
***
Tama , Nicolass dan Malik sedang berkumpul di Restoran sambil nongkrong.
"Malik kapan bos mu pulang?" Tanya Tama
"Besok sore mungkin sudah sampai disini Tam" Jawab Malik santai.
"Oh iya gimana pertemuan lo sama Tuan Milliyuner Antoni Pramudya?" Tanya Nicolass penasaran.
"Yaa begitu saja , gugup sih tapi harus tenang-tenang aja kan , apa lagi pas dia nanyain Bos" Jawab Malik dengan serius.
"Gila aja tuh si Gibran masa punya proyek besar begini malah pergi" Ucap Tama dengan menyeruput ceffelate nya.
"Kayak yang gak tau aja pengantin baru" Balas Nicolass dengan enteng.
Lalu mereka tertawa bersama , hampir para wanita yang berada disana melihat mereka dengan tatapan penuh damba.
***
"Mas kapan Ayu dan Gibran pulang ya?" Tanya Ibu Yulia dengan lirih.
"Besok juga kan pulang, Bu" Jawab Ayah Salim dengan mengusap punggung istrinya.
"Iya Bu , biarlah mungkin nanti mereka langsung bawa kabar bahagia" Ucap Amanda menimpali.
Ibu Yulia hanya mengangguk dengan tersenyum.
***
Di Kota M.
Ayu sedang bersiap untuk tidur , tak lupa ia juga meminum Vitamin yang di berikan oleh Gibran.
"Mas Gibran kemana yah" Gumam Ayu dan melangkahkan kaki nya ke luar kamar.
Ayu menuruni tangga mencari Gibran ke halamab belakang Villa tetapi tidak ada.
"Nyonya" Panggil Bi Wati
"Mas Gibran dimana ya Bi?" Tanya Ayu
"Oh tadi Tuan mau keluar sebentar katanya" Jawab Bi Wati
"Oh yaudah Bi makasih , saya ke kamar dulu ya" Ucap Ayu dan pergi ke atas.
Ayu langsung masuk dan merebahkan tubuhnya di atas kasur king size.
"Kenapa Mas Gibran tak bilang ya kalau akan pergi" Gumam Ayu dengan sendu.
Lalu Ayu memutuskan untuk tidur tanpa menunggu Gibran terlebih dahulu.
***
Pagi hari nya masih di Kota M , Ayu bangun dan meraba ke samping tetapi tidak ada seseorang.
"Hmm Mas Gibran apa tidak pulang" Gumam Ayu
Ayu langsung ke kamar mandi karena ia akan menyiapkan barang yang akan di bawa pulang hari ini.
Setelah selesai , Ayu langsung membereskan semua barangnya.
Ayu melangkah ke luar kamar , ia ingin mencari suaminya.
"Bi" Panggil Ayu
"Kenapa Nyonya" Jawab Bi Wati menunduk hormat.
"Apa Mas Gibran tak pulang?" Tanya Ayu
"Em tidak Nyonya" Jawab Bi Wati dengan takut.
"Hahh yaudah , aku akan sarapan lebih dulu saja" Ucap Ayu dan langsung ke ruang makan yang di ikuti oleh Bi Wati.
"Kemana kamu Mas" Batin Ayu sedih.
***
Sampai siang hari Gibran belum ada , bahkan Ayu sudah menelponnya tetapi tidak di angkat.
Bahkan Ayu sudah bersiap pergi dengan sopir nya.
"Nyonya bagaimana?" Tanya sang sopir
"Sebentar lagi saja Pak" Jawab Ayu.
Ayu sudah menunggu 1 jam tetapi Gibran tidak ada.
"Bi jika Mas Gibran datang bilang saja aku sudah pulang" Ucap Ayu dengan tersenyum.
"Baik Nyonya , hati-hati" Balas Bi Wati dengan sendu.
Lalu Ayu masuk ke dalam mobil dan mobil langsung melaju dengan kecepatan sedang.
Ayu diam saja dan melihat ke arah luar jendela dengan pandangan kosongnya.
*
Sedangkan Gibran baru saja sampai di Villa dengan tergesa-gesa.
"Sayang" Panggil Gibran dengan berteriak.
"Maaf Tuan , Nyonya sudah pulang mungkin 1 jam yang lalu" Jawab Bi Wati yang baru membersihkan kamar atas.
"Apaaa" Kaget Gibran dan langsung saja masuk kembali ke mobil nya dan melajukannya dengan kencang.
Gibran terus saja melajukan mobilnya tanpa memikirkan keselamatannya.
**
Sedangkan Ayu , ia sudah sampai di Mansion mertua nya dengan wajah di buat biasa saja.
"Pak saya masuk duluan , barangnya masukin saja ke kamar Mas Gibran ya" Ucap Ayu denga ramah.
"Baik Nyonya" Balas Sopir tersebut lalu membukakan pintu untuk Ayu.
Ayu menarik nafas dan menghembuskannya , lalu ia melangkah masuk ke dalam.
"Ibu" Panggil Ayu saat sampai di ruang keluarga.
"Loh sayang kapan sampai , dan dimana suami mu?" Tanya Ibu Yulia.
"Baru saja, Bu , sedangkan Mas Gibran ada pekerjaan disana dan mungkin sebentar lagi akan datang" Jawab Ayu dengan setenang mungkin.
Tetapi berbeda dengan Ayah Salim yang melihat dengan jeli wajah sedih menantunya.
"Yaudah kamu istirahat dulu sana sayang" Ucap Ayah dengan lembut.
"Baik Ayah , Ibu aku ke atas dulu ya" Pamit Ayu dan mencium pipi Ibu mertua nya.
Ibu Yulia melihat menantunya pergi dengan wajah sendu.
"Ayah apa ayah melihat wajah sedih menantu kita" Tanya Ibu yulia
"Ya Bu , apa yang sudah di lakukan anak itu" Jawab Ayah Salim dengan memijat pelipis mata nya.
*
Ayu masuk dan langsung ke kamar mandi , iya menangis di bawah sower.
"Hiks kenapa baru saja kita membangun rumah tangga dengan tega nya kau meruntuhkan kepercayaan aku Mas, Hiks Hiks" Tangis Ayu pecah dengan menetes nya air dari sower.
.
.
Setelah selesai Ayu langsung memakai baju dan bersiap akan tidur karena badannya merasa lelah.
Ayu terlelap dengan mata sembab dan sisa air mata di wajah nya.
Di bawah , Gibran baru saja sampai dan langsung berlari masuk.
"Gibran" Panggil Ayah Salim dengan datar.
Gibran menghela nafas dan berjalan menghampiri Ayahnya.
"Apa pekerjaan mu lebih penting di banding istri mu , hingga dia pulang sendiri" Tanya Ayah Salim dengan datar.
"Maaf Ayah aku tak berniat menyuruh Ayu pulang lebih dulu" Jawab Gibran dengan menunduk.
"Temuilah istrimu" Ucap Ibu Yulia tanpa melihat Putra sulungnya.
Gibran mengangguk dan pergi dari sana.
Gibran langsung masuk dan melihat istrinya sedang terlelap di atas ranjang empuk nya.
"Maafkan Mas Sayang" Ucap Gibran dengan lirih.
Lalu Gibran melangkah ke arah kamar mandi , karena ia merasa lengket.
Setelah Gibran pergi , Ayu membuka mata nya karena saat Gibran masuk ia sudah bangun.
"Kau sudah mengurangi kepercayaan ku Mas" Gumam Ayu dengan lirih , lalu ia bangun dan berjalan ke arah balkon.
.
.
Ayu langsung menghubungi Nenek nya , karena ia merasa sangat rindu dengannya.
"Halo Nek?" Ucap Ayu dengan antusias
"Kenapa Nak?" Tanya Nenek dengan suara lembut nya.
"Tak apa Nek, Ayu hanya rindu dengan Nenek" Jawab Ayu
"Nenek tau kamu sayang , ada apa ? Coba cerita pada Nenek?" Tanya kembali Nenek dengan mendesak karena ia yakin bahwa Cucu nya sedang ada masalah.
"Tidak ada Nek beneran , apa kabar kalian disana?" Ayu balik tanya agar sang Nenek tak mendesak nya.
"Kami baik-baik saja Nak, bagaimana denganmu? Apa kau sudah pulang dari Kota M?" Ucap Nenek
"Sudah Nek tadi siang baru sampe di Rumah Ibu" Jawab Ayu
Mereka mengobrol dengan melepaskan rindu nya , hingga Ayu tak menyadari bahwa Gibran sudah ada di belakangnya.
.
.
"Sayang?" Panggil Gibran saat Ayu sudah selesai menelpon.
"Eh iya Mas, kenapa?" Tanya Ayu biasa saja.
"Maaf" Ucap Gibran dengan lirih.
"Tidak apa Mas, aku masak dulu dengan Ibu ya" Ucap Ayu dan langsung pergi dari sana tanpa menunggu jawaban dari suaminya.
Gibran membuang nafas kasar saat sikap Ayu berbeda.
"Sial semua gara-gara dia" Gumam Gibran dengan geram.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Nurdaidah
kalau tau putri hamil ngapain nikah sama ayu. hahat kamu gibran
2022-08-14
1
R_3DHE 💪('ω'💪)
aku pikir itu bukan vitamin🤔🤔
2022-03-22
0
Mira kader Mira
jang bilang sahabat menikam sahabatnya
2022-03-16
0