4

Setelah selesai sarapan pagi , Gibran dan Ayu langsung masuk ke kamar nya dan akan menyiapkan segala keperluannya selama 3 hari di Kota M.

Ayu hanya membawa dua koper dan tas selempang saja , karena mereka akan sebentar disana.

Gibran membawa sopir yang biasa mengantar Ayu kemana-mana.

"Bu , Ayah aku dan Ayu berangkat dulu ya" Ucap Gibran dengan mencium Ayah dan Ibu nya.

"Hati-hati ya" Balas Ayah dengan tersenyum

"Cepet dapat kabar baik ya sayang" Ucap Ibu Yulia dengan memeluk Ayu sayang.

Ayu hanya menunduk malu , tetapi tidak dengan Gibran , ia biasa saja.

Setelah berpamitan , Ayu dan Gibran masuk ke dalam mobil.

"Pak jalan" Ucap Gibran.

"Baik Tuan" Jawab sang sopir.

Saat di jalan Gibran maupun Ayu diam dengan pikirannya masing-masing , tetapi tetap saja Gibran memeluk Ayu.

"Oh iya sayang , aku baru saja ingat" Ucap Gibran dan mengambil 1 botol obat.

"Ini obat Vitamin untukmu , agar kamu tak mudah lelah dan sakit" Ucap Gibran kembali dan memberikan obat tersebut.

"Minum nya setiap hari sebelum tidur , kata Nicolass" Ucap nya lagi.

"Baiklah Mas" Balas Ayu dengan senyum manis nya.

"Sini tidurlah , perjalanan masih jauh" Ucap Gibran menepuk paha nya.

"Hmm aku belum ngantuk, Mas" Balas Ayu

"Baiklah kalau begitu sini aku peluk" Ucap Gibran dengan senyum licik nya.

Ayu hanya mendengus melihat senyuman di wajah suaminya apalagi Gibran sudah menutup penghalang antara sopir dan dirinya.

Gibran langsung mengangkat tubuh Ayu dan mendudukannya di pangkuan.

Tak lama kemudian bibir tipis Ayu sudah di lahap oleh Gibran , tak tinggal diam tangan Gibran pun meraba setiap lekuk tubuh Ayu.

Ayu hanya membalas permainan Gibran.

Sedangkan sang sopir sudah di suruh memakai earphone oleh Gibran.

Setelah puas , Gibran langsung melepaskan pangutannya dan membiarkan Ayu menyender di dada bidangnya dengan nafas yang masih memburu.

Karena merasa lelah akhirnya Ayu terlelap di pangkuan sang suami nya.

***

Hampir 2 jam perjalanan Ayu dan Gibran sampai di Villa keluarga Wibawa di Kota M.

"Ahh akhirnya sampai juga" Ucap Ayu dengan meregangkan otot-otot nya yang terasa pegal.

"Ayo keluar" Ajak Gibran dan mereka langsung keluar dari mobil.

Ayu menatap kagum dengan bangunan Villa yang sangat elegant dengan di tumbuhi tanaman dan bunga di taman kecil nya.

"Ahh indah sekali" Gumam Ayu dengan berbinar.

Gibran hanya tersenyum melihat ke kaguman di mata istri nya.

"Ayo masuk sayang, kita istirahat dulu lalu nanti jalan-jalan" Ajak Gibran dengan menggandeng tangan Ayu.

"Ayo mas" Jawab Ayu dengan membalas pegangan di tangannya.

Di Villa tersebut hanya ada sepasang suami istri yang menjaga dan membersihkan Villa tersebut.

"Selamat datang Tuan dan Nyonya" Ucap mereka serempak.

"Bi , tolong buat makan siang ya , kita akan istirahat dulu" Ucap Gibran dengan ramah.

"Siap den" Balas Bi Wati

"Maaf bi merepotkan" Ucap Ayu tak enak.

"Tak apa Nya ini memang tugas bibi" Balas Bi Wati dengan sopan.

Gibran tersenyum melihat sipat Ayu yang tak membeda-beda kan siapapun itu.

"Kalau begitu kami ke kamar dulu ya" Pamit Ayu dengan tersenyum.

"Iya Nyonya , selamat istirahat" Balas Bi Wati dengan menunduk hormat.

Setelah majikan nya pergi , Bi Wati membantu suami nya dulu membereskan bawaan Tuan dan Nyonya nya.

*

Sedangkan di kamar atas , Ayu merebahkan tubuh nya sebelum mandi , karena Gibran dulu yang mandi.

Drrttt Drrttt

Ayu meraih Hp yang tergeletak di nakas samping tempat tidur nya.

Dan ia langsung duduk saat sang Nenek yang memanggil.

"Halo Nek, apa sudah sampai?" Tanya Ayu dengan cepat.

"Sudah sayang , tadi jam 09 pagi" Balas Nenek dengan lembut.

"Baiklah , Nenek istirahat dulu saja ya , Ayu juga baru sampai di Kota M" Ucap Ayu dengan antusias.

"Baiklah baiklah , jaga diri baik-baik ya dan jangan lupa buatkan Nenek Cicit ya" Goda sang Nenek dengan terkekeh.

"Ahhh Nenek" Rajuk Ayu dengan malu.

"Haha yasudah Nenek matikan dulu ya" Ucap Nenek dengan lembut

Setelah Nenek mematikan sambungan telepon , Ayu meletakan kembali Hp nya di nakas dan ia kaget melihat Gibran yang sudah berdiri di sana.

"Ihhh Mas ngagetin aja" Ucap Ayu dengan kesal.

Gibran hanya terkekeh dan pergi menuju ruang ganti nya.

Ayu langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang lengket.

**

Setelah selesai membersihkan diri dan beristirahat sebentar , Ayu dan Gibran turun ke bawah untuk makan siang.

"Bi Wati sudah makan?" Tanya Ayu saat melihat Bi Wati sedang menata makanan di atas meja

"Belum Nyonya , Bibi mah nanti saja dengan mamang" Jawab Bi Wati dengan sopan.

"Tak apa ayo bareng saja dengan kami" Ajak Ayu

"Maaf Nyonya Bibi harus nunggu mamang dulu jadi Bibi mah nanti saja ya" Tolak halus Bi Wati

Ayu hanya mengangguk saja dan mulai mengambil makanan untuk Gibran.

Mereka makan dengan hening hanya dentingan sendok saja yang bersuara.

**

Saat ini Ayu dan Gibran sedang berjalan kaki di pinggir Pantai belakang Villa.

Ayu menikmati udara nya yang sangat sejuk dan juga dingin.

Sepasang mata melihat ke mesraan Ayu dan Gibran yang sedang bercanda di pinggir pantai , iya melihat dengan sorot mata tajam nya dan tangan yang mengepal.

"Hahh lihat saja suatu hari nanti aku akan merebut nya dari mu Wanita miskin" Batin seseorang yang melihat mereka bahagia.

Lalu orang tersebut langsung pergi dari sana dengan amarah yang memuncak.

***

"Ayo Mas tangkap Ayu" Ucap Ayu yang terus berlari dengan tawa yang bahagia.

"Awas ya kalau dapat" Balas Gibran dengan tersenyum.

Lalu Gibran mengejar Ayu dengan semangat dan langsung 'Hap'.

"Dapat kau Sayang" Ucap Gibran lalu memutar tubuh Ayu yang sedang tertawa.

Mereka tertawa bahagia tanpa melihat seseorang yang sedang memandang dengan tatapan musuh nya.

"Haha Mas udah ahh duduk dulu yuk , aku capek" Ucap Ayu dengan ngos ngosan.

"Ayo sayang , kita duduk disana dan meminum kelapa muda" Ajak Gibran dengan mengecup kepala Ayu.

"Ayo naik" Ucap Gibran dan langsung Ayu naik ke punggung Gibran.

"Ayo Masss" Teriak Ayu dengan semangat.

Lalu Gibran melangkah dengan hati-hati karena sedang menggendong istri nya.

Setelah sampai di gazebo Ayu turun dan langsung meminum kelapa muda yang sudah di siapkan oleh anak buah Gibran.

"Mas mau tidak" Tanya Ayu dengan wajah menggemaskannya.

"Mau sayang sini" Balas Gibran dan mengambil kelapa yang ada di tangan istrinya.

"Loh Mas itu kan ada satu lagi , itu punya aku" Ucap Ayu dengan cemberut.

"Aku hanya ingin ini , itu untuk kamu saja" Balas Gibran dan memberikan kelapa yang masih belum di minum pada anak buah nya.

"Terimakasih Tuan" Ucap anak buah tersebut.

Setelah puas bermain di pantai , Ayu dan Gibran masuk ke Villa karena hari sudah sore.

"Mas , aku dulu ya mandi nya" Ucap Ayu dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi.

Gibran merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di balkon kamar.

Drrttt Drrrttt

"Halo"

"...."

"Biarkan saja asal kalian waspada dan jangan biarkan dia kabur" Ucap Gibran dengan dingin.

"...."

"Hmmmm" Balas Gibran , lalu mematikan sambungan teleponnya.

Ayu mengeryit bingung , saat melihat wajah Gibran yang dingin.

"Mas kenapa?" Tanya Ayu penasaran.

Gibran menengok ke arah istrinya dan tersenyum.

"Tidak apa-apa sayang , Mas mandi dulu" Jawab Gibran dengan mengecup kening Ayu lembut.

"Yaudah , aku siapkan baju nya dulu ya" Ucap Ayu

"Iya sayang" Balas Gibran sebelum masuk.

Setelah menyiapkan baju untuk Gibran , Ayu melangkahkan kaki nya keluar dari kamar , ia berniat akan memasak dengan Bi Wati.

Terlihat Bi Wati sedang menyiapkan bahan masakan yang akan ia masak untuk makan malam.

"Bi , masak apa?" Tanya Ayu saat sudah di dapur.

"Saya akan memasak Capcay dan daging ayam tepung di tambah sambal , udah itu aja Nyonya" Jawab Bi Wati

"Hmm biar saya aja yang masak ya , Bibi kerjakan yang lainnya saja" Ucap Ayu dengan semangat.

"Tapi Nyonya" Ucap Bi Wati.

"Tak apa Bi , Gibran juga tak akan marah" Balas Ayu dengan lembut.

"Baiklah Nyonya" Pasrah Bi Wati

"Kalau anda butuh saya di halaman belakang Nyonya" Ucap Bi Wati sebelum pergi.

Ayu mengangguk dan bergegas mengeksekusi sayuran dan bumbu.

*

Setelah Gibran selesai berpakaian , ia langsung turun untuk mencari istri nya.

Gibran melihat ke ruang tamu dan teras depan tetapi tidak ada Ayu , lalu Gibran beralih ke dapur , Gibran melihat Ayu yang sedang lihai nya memasak.

Gibran duduk dengan santai nya sambil menatap sang istri yang memasak.

*

Sedangkan di Kota I , Amanda , Malik , Pranss dan Nadin sedang melihat lokasi untuk Butiq Amanda.

"Nah ini lokasi nya Nona" Ucap Malik dengan datar.

"Hmm bagus , strategis lagi , udah ini aja Kak" Balas Amanda dengan yakin.

"Baiklah Nona , besok anda sudah bisa mendesain untuk renovasi ruko ini" Ucap Malik

"Siap Kak" Balas Amanda semangat.

"Yaudah ayo kita makan malam dulu" Ajak Amanda

Mereka lalu pergi dari sana dan mencari Restoran terdekat.

Prans melajukan mobil dengan kecepatan sedang.

Setelah hampir 30 menit mencari akhirnya mereka menemukan Restoran yang sangat cocok untuk mereka.

"Ayo masuk" Ajak Malik.

Mereka lalu masuk dan duduk di dekat kaca yang mengarah ke jalan.

"Silahkan mbak , mas pesan apa?" Tanya Pelayan dengan menyerahkan buku menu nya.

Lalu mereka menyebutkan pesanan mereka masing-masing.

***

Di Kota M

Ayu dan Gibran sedang duduk di halaman belakang dengan berbicara ringan.

"Mas masuk yuk , udah mau larut" Ajak Ayu dengan setengah mengantuk.

"Yaudah ayo" Ucap Gibran lalu berdiri dari duduk nya.

Tanpa aba-aba Gibran langsung menggendong Ayu dengan bridelstyle.

"Ahhhh Mas" Pekik Ayu kaget.

Gibran hanya cengengesan dan masuk ke dalam kamar nya.

Saat naik tangga Gibran mencuri ciuman di bibir istrinya yang manis.

Mereka berpangutan sampai ke dalam kamar.

Lalu Gibran mendudukan istri nya di atas kasur empuk.

"Sayang minum Vitaminnya dulu" Ucap Gibran dengan lembut.

"Ah iya Mas , itu obat nya di dalam tas aku yang ada di meja rias" Balas Ayu dengan menunjukan tas nya.

Gibran mengambil satu butir obat tersebut dan memberikan nya pada Ayu.

Ayu menerima dan langsung meminum nya.

Setelah itu mereka bergantian mengganti pakaian nya.

"Sayang" Ucap Gibran dengan parau.

Ayu menatap nya dan detik kemudian Gibran menyerang Ayu dengan rakus nya.

"Eungggg Mas" Lenguh Ayu dengan suara emas nya.

"Sayang , Mas mulai ya" Ucap Gibran dengan serak nya.

Ayu hanya mengangguk saja.

Dengan sekali hentakan Gibran menyatukan miliknya dengan milik istrinya.

Seketika kamar tersebut penuh dengan erangan dan desahan dari kedua nya.

Hingga Gibran menyudahi aksi nya tersebut saat tengah malam.

.

.

***

Burung berkicau dengan matahari yang menampakan cahaya indah nya.

Sebagian manusia sudah bangun dan melakukan aktifitas dengan semangat.

Berbeda dengan dua insan manusia yang masih terlelap karena kelelahan.

Ayu masih betah tidur di pelukan suami nya yang terasa hangat.

*

Ayah , Ibu dan Amanda sedang melihat langsung orang-orang yang sedang merenovasi bangunan yang akan di jadikan Butiq.

Sedangkan Nadin sedang membereskan barang-barang nya , karena ia akan pindah ke Rumah yang sudah di sediakan oleh Amanda.

"Kita beruntung ya Din , sudah dapet sahabat sebaik Ayu dan keluarga mertua nya juga baik" Ucap Pranss yang sedang membantu membereskan barang Nadin.

"Benar kamu Prans , padahal kita ini hanya orang miskin yang tak punya siapa-siapa , tetapi berkat otak kita yang lumayan encer dan sahabat baik kita Ayu jadi deh kita ke cipratan" Balas Nadin dengan tertawa.

Lalu mereka tertawa bersama , setelah selesai membereskan barangnya , Prans dan Nadin langsung pergi dengan menggunakan mobil milik Amanda.

"Oh iya Prans , bagaimana dengan tempat tinggal mu?" Tanya Nadin saat mobil sudah melaju

"Aku di kasih Apartemen oleh perusahaan , tapi kalau aku sudah selesai kuliah dan kinerja kerja ku bagus , aku akan di kasih rumah" Balas Pranss dengan bahagia.

"Jadi kita harus belajar dengan giat , supaya tahun ini kita lulus ya Pranss" Ucap Nadin semangat.

"Kau sangat benat Din" Balas Pranss dengan tersenyum.

Setelah 1 jam di perjalanan Nadin sampai di lokasi Ruko yang akan di jadikan Butiq.

"Tuan , Nyonya" Sapa Nadin dan Prans pada Orangtua Amanda.

"Ah kalian sudah sampai, ayo sekarang kita ke Rumah di samping Ruko ini" Ajak Ayah Salim

"Ayo Ayah" Balas Amanda

Lalu mereka mengikuti langkah Amanda , tak berselang lama akhirnya mereka sampai di Rumah yang kecil tetapi sangat elegant.

"Wah apa ini tidak terlalu bagus , Manda?" Tanya Nadin dengan sedikit tak enak.

"Tak apa Kak, aku sengaja membelikan ini untuk Kakak , agar Kakak tak perlu jauh-jauh dari kampus dan Butiq" Jawab Amanda dengan tersenyum.

"Terimakasih banyak Manda" Ucap Nadin memeluk Amanda.

"Hemmm maaf Tuan , Nyonya , saya permisi dulu untuk kembali ke kantor" Ucap Prans dengan sopan.

"Ah iya Nak , hati-hati di jalan nya" Jawab Ibu Yulia dengan tersenyum lembut.

"Baik Nyonya , kalau begitu saya pamit dulu" Ucap Prans dan melangkah pergi dari sana.

"Ayo masuk" Ajak Amanda.

Lalu mereka masuk dan melihat seisi Rumah tersebut.

***

.

Ayu bangun lebih dulu karena perut nya sudah berbunyi meminta untuk di isi.

"Eungggg jam berapa ini" Gumam Ayu lalu melihat jam yang di dinding.

"Ahhhhh astaga kenapa sudah sangat siang" Teriak Ayu langsung bangkit dari tidurnya.

Gibran yang sedang terlelap pun langsung bangun karena terganggu dengan teriakan Ayu

"Sayang kenapa?" Tanya Gibran dengan panik.

"Lihat Mas , ini sudah mau jam makan siang" Jawab Ayu dengan melotot

"Hah kirain ada apa , ya gapapa kan kita kecapean karena habis subuh tadi main lagi" Ucap Gibran dengan entengnya.

"Hehh kau ini Mas sangat mesumm" Gerutu Ayu dengan menatap nya sinis.

Lalu Ayu bangkit dengan melilitkan handuk yang ada di sisi ranjang , ia masuk ke kamar mandi dan langsung mengunci nya karena takut Gibran akan mengikuti.

Sedangkan Gibran hanya terkekeh melihat kelakuan sang istri , lalu ia merebahkan kembali tubuhnya.

"Maafkan aku sayang" Batin Gibran menatap langit kamar dengan sendu.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Erlinda

Erlinda

pasti pil KB yg dikasih Gibran ke ayu dan ayu seperti nya udah tersihir oleh cinta Gibran jadi ga curiga dikit pun

2023-06-07

0

Elisa Noviiana

Elisa Noviiana

curiga jangan" itu pil KB bukan vitamin🤔🤔🤔

2023-05-11

0

Arin

Arin

aduh baru aja sy slse baca novel yg laki'nya selingkuh juga sm temenya,dsni sm aja...yg psti bkln nysek,tpi semoga dsni peran cweny tegas

2023-03-03

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 S2
96 S2
97 S2
98 S2
99 S2
100 S2
101 S2
102 S2
103 S2
104 S2
105 S2
106 S2
107 S2
108 S2
109 S2
110 S2
111 S2
112 S2
113 S2
114 S2
115 S2
116 S2
117 S2
118 S2
119 Pengumuman.
120 Pengumuman novel baru
121 Novel Terbaru.
122 Novel baru
123 Extra Part (Gibran)
124 Extra Part (Gibran)
125 Extra Part
126 Extra Part
127 Extra Part
128 Extra Part
129 Extra Part
130 Extra Part (Jelita)
131 Extra Part (Jelita)
132 Extra Part
133 Extra Part
134 Extra Part
135 Extra Part
136 Extra Part
137 Extra Part
138 Extra Part
139 Extra Part
140 Extra Part.
141 Extra Part
142 Extra Part (End)
143 Novel Baru
144 info
145 Shaqilla
146 Shaqilla
147 Shaqilla
148 Shaqilla
149 Shaqilla
150 Shaqilla
151 Shaqilla
152 Shaqilla
153 Shaqilla
154 Shaqilla
155 Shaqilla
156 Shaqilla
157 Shaqilla
158 Shaqilla
159 Shaqilla
160 Shaqilla
161 Shaqilla
162 Shaqilla
163 Shaqilla
164 Shaqilla
165 Shaqilla
166 Shaqilla
167 Shaqilla
168 Shaqilla
169 Shaqilla
170 Shaqilla
171 Shaqilla
172 Shaqilla
173 Shaqilla
174 Shaqilla
175 Shaqilla
176 Shaqilla
177 Shaqilla
178 Shaqilla
179 Shaqilla
180 Shaqilla
181 Shaqilla
182 Shaqilla
183 Shaqilla
184 Shaqilla
185 Shaqilla
186 Shaqilla
187 Shaqilla
188 Shaqilla
189 Shaqilla
190 Shaqilla
191 Shaqilla
192 Shaqilla
193 Shaqilla
194 Shaqilla
195 Sahqilla
196 Shaqilla
197 Shaqilla
198 Shaqilla
199 Shaqilla
200 Shaqilla
201 Shaqilla
202 Shaqilla
203 Shaqilla
204 Shaqilla
205 Shaqilla
206 Shaqilla
207 Shaqilla
208 Shaqilla
209 Shaqilla
210 Shaqilla
211 Shaqilla
212 Shaqilla
213 Shaqilla
214 Shaqilla
215 Nana & Dio
216 Nana & Dio
217 Shaqilla & Zayn
218 Shopping
219 Shopping 2
220 Dio & Nana
221 Perusuh
222 Perusuh
223 Berkumpul
224 Tiara
225 Wisuda
226 Berkumpul Keluarga
227 Rumah Baru
228 Rapat
229 Kehancuran Reno 1
230 Kehancuran Reno 2
231 Reno & Tiara
232 Nana & Dio
233 Shaqilla & Zayn
234 Akhir Reno & Tiara
235 Zayn yang posesif
236 Shaqilla & Zayn
237 Shaqilla & Zayn
238 Shaqilla & Zayn
239 Zayn & Shaqilla
240 Kebahagian Ganda
241 Disti
242 Akhir 'Tamat'
243 Promosi
244 New Novel
245 Novel New
246 New New
247 new
248 new
249 info
250 info
251 new
252 ALIRA Novel new
253 Novel Baru
254 new novel
255 new new novel
256 new novel
257 new new novel
258 promosi
Episodes

Updated 258 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
S2
96
S2
97
S2
98
S2
99
S2
100
S2
101
S2
102
S2
103
S2
104
S2
105
S2
106
S2
107
S2
108
S2
109
S2
110
S2
111
S2
112
S2
113
S2
114
S2
115
S2
116
S2
117
S2
118
S2
119
Pengumuman.
120
Pengumuman novel baru
121
Novel Terbaru.
122
Novel baru
123
Extra Part (Gibran)
124
Extra Part (Gibran)
125
Extra Part
126
Extra Part
127
Extra Part
128
Extra Part
129
Extra Part
130
Extra Part (Jelita)
131
Extra Part (Jelita)
132
Extra Part
133
Extra Part
134
Extra Part
135
Extra Part
136
Extra Part
137
Extra Part
138
Extra Part
139
Extra Part
140
Extra Part.
141
Extra Part
142
Extra Part (End)
143
Novel Baru
144
info
145
Shaqilla
146
Shaqilla
147
Shaqilla
148
Shaqilla
149
Shaqilla
150
Shaqilla
151
Shaqilla
152
Shaqilla
153
Shaqilla
154
Shaqilla
155
Shaqilla
156
Shaqilla
157
Shaqilla
158
Shaqilla
159
Shaqilla
160
Shaqilla
161
Shaqilla
162
Shaqilla
163
Shaqilla
164
Shaqilla
165
Shaqilla
166
Shaqilla
167
Shaqilla
168
Shaqilla
169
Shaqilla
170
Shaqilla
171
Shaqilla
172
Shaqilla
173
Shaqilla
174
Shaqilla
175
Shaqilla
176
Shaqilla
177
Shaqilla
178
Shaqilla
179
Shaqilla
180
Shaqilla
181
Shaqilla
182
Shaqilla
183
Shaqilla
184
Shaqilla
185
Shaqilla
186
Shaqilla
187
Shaqilla
188
Shaqilla
189
Shaqilla
190
Shaqilla
191
Shaqilla
192
Shaqilla
193
Shaqilla
194
Shaqilla
195
Sahqilla
196
Shaqilla
197
Shaqilla
198
Shaqilla
199
Shaqilla
200
Shaqilla
201
Shaqilla
202
Shaqilla
203
Shaqilla
204
Shaqilla
205
Shaqilla
206
Shaqilla
207
Shaqilla
208
Shaqilla
209
Shaqilla
210
Shaqilla
211
Shaqilla
212
Shaqilla
213
Shaqilla
214
Shaqilla
215
Nana & Dio
216
Nana & Dio
217
Shaqilla & Zayn
218
Shopping
219
Shopping 2
220
Dio & Nana
221
Perusuh
222
Perusuh
223
Berkumpul
224
Tiara
225
Wisuda
226
Berkumpul Keluarga
227
Rumah Baru
228
Rapat
229
Kehancuran Reno 1
230
Kehancuran Reno 2
231
Reno & Tiara
232
Nana & Dio
233
Shaqilla & Zayn
234
Akhir Reno & Tiara
235
Zayn yang posesif
236
Shaqilla & Zayn
237
Shaqilla & Zayn
238
Shaqilla & Zayn
239
Zayn & Shaqilla
240
Kebahagian Ganda
241
Disti
242
Akhir 'Tamat'
243
Promosi
244
New Novel
245
Novel New
246
New New
247
new
248
new
249
info
250
info
251
new
252
ALIRA Novel new
253
Novel Baru
254
new novel
255
new new novel
256
new novel
257
new new novel
258
promosi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!