Setelah selesai sarapan pagi , Gibran dan Ayu langsung masuk ke kamar nya dan akan menyiapkan segala keperluannya selama 3 hari di Kota M.
Ayu hanya membawa dua koper dan tas selempang saja , karena mereka akan sebentar disana.
Gibran membawa sopir yang biasa mengantar Ayu kemana-mana.
"Bu , Ayah aku dan Ayu berangkat dulu ya" Ucap Gibran dengan mencium Ayah dan Ibu nya.
"Hati-hati ya" Balas Ayah dengan tersenyum
"Cepet dapat kabar baik ya sayang" Ucap Ibu Yulia dengan memeluk Ayu sayang.
Ayu hanya menunduk malu , tetapi tidak dengan Gibran , ia biasa saja.
Setelah berpamitan , Ayu dan Gibran masuk ke dalam mobil.
"Pak jalan" Ucap Gibran.
"Baik Tuan" Jawab sang sopir.
Saat di jalan Gibran maupun Ayu diam dengan pikirannya masing-masing , tetapi tetap saja Gibran memeluk Ayu.
"Oh iya sayang , aku baru saja ingat" Ucap Gibran dan mengambil 1 botol obat.
"Ini obat Vitamin untukmu , agar kamu tak mudah lelah dan sakit" Ucap Gibran kembali dan memberikan obat tersebut.
"Minum nya setiap hari sebelum tidur , kata Nicolass" Ucap nya lagi.
"Baiklah Mas" Balas Ayu dengan senyum manis nya.
"Sini tidurlah , perjalanan masih jauh" Ucap Gibran menepuk paha nya.
"Hmm aku belum ngantuk, Mas" Balas Ayu
"Baiklah kalau begitu sini aku peluk" Ucap Gibran dengan senyum licik nya.
Ayu hanya mendengus melihat senyuman di wajah suaminya apalagi Gibran sudah menutup penghalang antara sopir dan dirinya.
Gibran langsung mengangkat tubuh Ayu dan mendudukannya di pangkuan.
Tak lama kemudian bibir tipis Ayu sudah di lahap oleh Gibran , tak tinggal diam tangan Gibran pun meraba setiap lekuk tubuh Ayu.
Ayu hanya membalas permainan Gibran.
Sedangkan sang sopir sudah di suruh memakai earphone oleh Gibran.
Setelah puas , Gibran langsung melepaskan pangutannya dan membiarkan Ayu menyender di dada bidangnya dengan nafas yang masih memburu.
Karena merasa lelah akhirnya Ayu terlelap di pangkuan sang suami nya.
***
Hampir 2 jam perjalanan Ayu dan Gibran sampai di Villa keluarga Wibawa di Kota M.
"Ahh akhirnya sampai juga" Ucap Ayu dengan meregangkan otot-otot nya yang terasa pegal.
"Ayo keluar" Ajak Gibran dan mereka langsung keluar dari mobil.
Ayu menatap kagum dengan bangunan Villa yang sangat elegant dengan di tumbuhi tanaman dan bunga di taman kecil nya.
"Ahh indah sekali" Gumam Ayu dengan berbinar.
Gibran hanya tersenyum melihat ke kaguman di mata istri nya.
"Ayo masuk sayang, kita istirahat dulu lalu nanti jalan-jalan" Ajak Gibran dengan menggandeng tangan Ayu.
"Ayo mas" Jawab Ayu dengan membalas pegangan di tangannya.
Di Villa tersebut hanya ada sepasang suami istri yang menjaga dan membersihkan Villa tersebut.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya" Ucap mereka serempak.
"Bi , tolong buat makan siang ya , kita akan istirahat dulu" Ucap Gibran dengan ramah.
"Siap den" Balas Bi Wati
"Maaf bi merepotkan" Ucap Ayu tak enak.
"Tak apa Nya ini memang tugas bibi" Balas Bi Wati dengan sopan.
Gibran tersenyum melihat sipat Ayu yang tak membeda-beda kan siapapun itu.
"Kalau begitu kami ke kamar dulu ya" Pamit Ayu dengan tersenyum.
"Iya Nyonya , selamat istirahat" Balas Bi Wati dengan menunduk hormat.
Setelah majikan nya pergi , Bi Wati membantu suami nya dulu membereskan bawaan Tuan dan Nyonya nya.
*
Sedangkan di kamar atas , Ayu merebahkan tubuh nya sebelum mandi , karena Gibran dulu yang mandi.
Drrttt Drrttt
Ayu meraih Hp yang tergeletak di nakas samping tempat tidur nya.
Dan ia langsung duduk saat sang Nenek yang memanggil.
"Halo Nek, apa sudah sampai?" Tanya Ayu dengan cepat.
"Sudah sayang , tadi jam 09 pagi" Balas Nenek dengan lembut.
"Baiklah , Nenek istirahat dulu saja ya , Ayu juga baru sampai di Kota M" Ucap Ayu dengan antusias.
"Baiklah baiklah , jaga diri baik-baik ya dan jangan lupa buatkan Nenek Cicit ya" Goda sang Nenek dengan terkekeh.
"Ahhh Nenek" Rajuk Ayu dengan malu.
"Haha yasudah Nenek matikan dulu ya" Ucap Nenek dengan lembut
Setelah Nenek mematikan sambungan telepon , Ayu meletakan kembali Hp nya di nakas dan ia kaget melihat Gibran yang sudah berdiri di sana.
"Ihhh Mas ngagetin aja" Ucap Ayu dengan kesal.
Gibran hanya terkekeh dan pergi menuju ruang ganti nya.
Ayu langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang lengket.
**
Setelah selesai membersihkan diri dan beristirahat sebentar , Ayu dan Gibran turun ke bawah untuk makan siang.
"Bi Wati sudah makan?" Tanya Ayu saat melihat Bi Wati sedang menata makanan di atas meja
"Belum Nyonya , Bibi mah nanti saja dengan mamang" Jawab Bi Wati dengan sopan.
"Tak apa ayo bareng saja dengan kami" Ajak Ayu
"Maaf Nyonya Bibi harus nunggu mamang dulu jadi Bibi mah nanti saja ya" Tolak halus Bi Wati
Ayu hanya mengangguk saja dan mulai mengambil makanan untuk Gibran.
Mereka makan dengan hening hanya dentingan sendok saja yang bersuara.
**
Saat ini Ayu dan Gibran sedang berjalan kaki di pinggir Pantai belakang Villa.
Ayu menikmati udara nya yang sangat sejuk dan juga dingin.
Sepasang mata melihat ke mesraan Ayu dan Gibran yang sedang bercanda di pinggir pantai , iya melihat dengan sorot mata tajam nya dan tangan yang mengepal.
"Hahh lihat saja suatu hari nanti aku akan merebut nya dari mu Wanita miskin" Batin seseorang yang melihat mereka bahagia.
Lalu orang tersebut langsung pergi dari sana dengan amarah yang memuncak.
***
"Ayo Mas tangkap Ayu" Ucap Ayu yang terus berlari dengan tawa yang bahagia.
"Awas ya kalau dapat" Balas Gibran dengan tersenyum.
Lalu Gibran mengejar Ayu dengan semangat dan langsung 'Hap'.
"Dapat kau Sayang" Ucap Gibran lalu memutar tubuh Ayu yang sedang tertawa.
Mereka tertawa bahagia tanpa melihat seseorang yang sedang memandang dengan tatapan musuh nya.
"Haha Mas udah ahh duduk dulu yuk , aku capek" Ucap Ayu dengan ngos ngosan.
"Ayo sayang , kita duduk disana dan meminum kelapa muda" Ajak Gibran dengan mengecup kepala Ayu.
"Ayo naik" Ucap Gibran dan langsung Ayu naik ke punggung Gibran.
"Ayo Masss" Teriak Ayu dengan semangat.
Lalu Gibran melangkah dengan hati-hati karena sedang menggendong istri nya.
Setelah sampai di gazebo Ayu turun dan langsung meminum kelapa muda yang sudah di siapkan oleh anak buah Gibran.
"Mas mau tidak" Tanya Ayu dengan wajah menggemaskannya.
"Mau sayang sini" Balas Gibran dan mengambil kelapa yang ada di tangan istrinya.
"Loh Mas itu kan ada satu lagi , itu punya aku" Ucap Ayu dengan cemberut.
"Aku hanya ingin ini , itu untuk kamu saja" Balas Gibran dan memberikan kelapa yang masih belum di minum pada anak buah nya.
"Terimakasih Tuan" Ucap anak buah tersebut.
Setelah puas bermain di pantai , Ayu dan Gibran masuk ke Villa karena hari sudah sore.
"Mas , aku dulu ya mandi nya" Ucap Ayu dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
Gibran merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di balkon kamar.
Drrttt Drrrttt
"Halo"
"...."
"Biarkan saja asal kalian waspada dan jangan biarkan dia kabur" Ucap Gibran dengan dingin.
"...."
"Hmmmm" Balas Gibran , lalu mematikan sambungan teleponnya.
Ayu mengeryit bingung , saat melihat wajah Gibran yang dingin.
"Mas kenapa?" Tanya Ayu penasaran.
Gibran menengok ke arah istrinya dan tersenyum.
"Tidak apa-apa sayang , Mas mandi dulu" Jawab Gibran dengan mengecup kening Ayu lembut.
"Yaudah , aku siapkan baju nya dulu ya" Ucap Ayu
"Iya sayang" Balas Gibran sebelum masuk.
Setelah menyiapkan baju untuk Gibran , Ayu melangkahkan kaki nya keluar dari kamar , ia berniat akan memasak dengan Bi Wati.
Terlihat Bi Wati sedang menyiapkan bahan masakan yang akan ia masak untuk makan malam.
"Bi , masak apa?" Tanya Ayu saat sudah di dapur.
"Saya akan memasak Capcay dan daging ayam tepung di tambah sambal , udah itu aja Nyonya" Jawab Bi Wati
"Hmm biar saya aja yang masak ya , Bibi kerjakan yang lainnya saja" Ucap Ayu dengan semangat.
"Tapi Nyonya" Ucap Bi Wati.
"Tak apa Bi , Gibran juga tak akan marah" Balas Ayu dengan lembut.
"Baiklah Nyonya" Pasrah Bi Wati
"Kalau anda butuh saya di halaman belakang Nyonya" Ucap Bi Wati sebelum pergi.
Ayu mengangguk dan bergegas mengeksekusi sayuran dan bumbu.
*
Setelah Gibran selesai berpakaian , ia langsung turun untuk mencari istri nya.
Gibran melihat ke ruang tamu dan teras depan tetapi tidak ada Ayu , lalu Gibran beralih ke dapur , Gibran melihat Ayu yang sedang lihai nya memasak.
Gibran duduk dengan santai nya sambil menatap sang istri yang memasak.
*
Sedangkan di Kota I , Amanda , Malik , Pranss dan Nadin sedang melihat lokasi untuk Butiq Amanda.
"Nah ini lokasi nya Nona" Ucap Malik dengan datar.
"Hmm bagus , strategis lagi , udah ini aja Kak" Balas Amanda dengan yakin.
"Baiklah Nona , besok anda sudah bisa mendesain untuk renovasi ruko ini" Ucap Malik
"Siap Kak" Balas Amanda semangat.
"Yaudah ayo kita makan malam dulu" Ajak Amanda
Mereka lalu pergi dari sana dan mencari Restoran terdekat.
Prans melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Setelah hampir 30 menit mencari akhirnya mereka menemukan Restoran yang sangat cocok untuk mereka.
"Ayo masuk" Ajak Malik.
Mereka lalu masuk dan duduk di dekat kaca yang mengarah ke jalan.
"Silahkan mbak , mas pesan apa?" Tanya Pelayan dengan menyerahkan buku menu nya.
Lalu mereka menyebutkan pesanan mereka masing-masing.
***
Di Kota M
Ayu dan Gibran sedang duduk di halaman belakang dengan berbicara ringan.
"Mas masuk yuk , udah mau larut" Ajak Ayu dengan setengah mengantuk.
"Yaudah ayo" Ucap Gibran lalu berdiri dari duduk nya.
Tanpa aba-aba Gibran langsung menggendong Ayu dengan bridelstyle.
"Ahhhh Mas" Pekik Ayu kaget.
Gibran hanya cengengesan dan masuk ke dalam kamar nya.
Saat naik tangga Gibran mencuri ciuman di bibir istrinya yang manis.
Mereka berpangutan sampai ke dalam kamar.
Lalu Gibran mendudukan istri nya di atas kasur empuk.
"Sayang minum Vitaminnya dulu" Ucap Gibran dengan lembut.
"Ah iya Mas , itu obat nya di dalam tas aku yang ada di meja rias" Balas Ayu dengan menunjukan tas nya.
Gibran mengambil satu butir obat tersebut dan memberikan nya pada Ayu.
Ayu menerima dan langsung meminum nya.
Setelah itu mereka bergantian mengganti pakaian nya.
"Sayang" Ucap Gibran dengan parau.
Ayu menatap nya dan detik kemudian Gibran menyerang Ayu dengan rakus nya.
"Eungggg Mas" Lenguh Ayu dengan suara emas nya.
"Sayang , Mas mulai ya" Ucap Gibran dengan serak nya.
Ayu hanya mengangguk saja.
Dengan sekali hentakan Gibran menyatukan miliknya dengan milik istrinya.
Seketika kamar tersebut penuh dengan erangan dan desahan dari kedua nya.
Hingga Gibran menyudahi aksi nya tersebut saat tengah malam.
.
.
***
Burung berkicau dengan matahari yang menampakan cahaya indah nya.
Sebagian manusia sudah bangun dan melakukan aktifitas dengan semangat.
Berbeda dengan dua insan manusia yang masih terlelap karena kelelahan.
Ayu masih betah tidur di pelukan suami nya yang terasa hangat.
*
Ayah , Ibu dan Amanda sedang melihat langsung orang-orang yang sedang merenovasi bangunan yang akan di jadikan Butiq.
Sedangkan Nadin sedang membereskan barang-barang nya , karena ia akan pindah ke Rumah yang sudah di sediakan oleh Amanda.
"Kita beruntung ya Din , sudah dapet sahabat sebaik Ayu dan keluarga mertua nya juga baik" Ucap Pranss yang sedang membantu membereskan barang Nadin.
"Benar kamu Prans , padahal kita ini hanya orang miskin yang tak punya siapa-siapa , tetapi berkat otak kita yang lumayan encer dan sahabat baik kita Ayu jadi deh kita ke cipratan" Balas Nadin dengan tertawa.
Lalu mereka tertawa bersama , setelah selesai membereskan barangnya , Prans dan Nadin langsung pergi dengan menggunakan mobil milik Amanda.
"Oh iya Prans , bagaimana dengan tempat tinggal mu?" Tanya Nadin saat mobil sudah melaju
"Aku di kasih Apartemen oleh perusahaan , tapi kalau aku sudah selesai kuliah dan kinerja kerja ku bagus , aku akan di kasih rumah" Balas Pranss dengan bahagia.
"Jadi kita harus belajar dengan giat , supaya tahun ini kita lulus ya Pranss" Ucap Nadin semangat.
"Kau sangat benat Din" Balas Pranss dengan tersenyum.
Setelah 1 jam di perjalanan Nadin sampai di lokasi Ruko yang akan di jadikan Butiq.
"Tuan , Nyonya" Sapa Nadin dan Prans pada Orangtua Amanda.
"Ah kalian sudah sampai, ayo sekarang kita ke Rumah di samping Ruko ini" Ajak Ayah Salim
"Ayo Ayah" Balas Amanda
Lalu mereka mengikuti langkah Amanda , tak berselang lama akhirnya mereka sampai di Rumah yang kecil tetapi sangat elegant.
"Wah apa ini tidak terlalu bagus , Manda?" Tanya Nadin dengan sedikit tak enak.
"Tak apa Kak, aku sengaja membelikan ini untuk Kakak , agar Kakak tak perlu jauh-jauh dari kampus dan Butiq" Jawab Amanda dengan tersenyum.
"Terimakasih banyak Manda" Ucap Nadin memeluk Amanda.
"Hemmm maaf Tuan , Nyonya , saya permisi dulu untuk kembali ke kantor" Ucap Prans dengan sopan.
"Ah iya Nak , hati-hati di jalan nya" Jawab Ibu Yulia dengan tersenyum lembut.
"Baik Nyonya , kalau begitu saya pamit dulu" Ucap Prans dan melangkah pergi dari sana.
"Ayo masuk" Ajak Amanda.
Lalu mereka masuk dan melihat seisi Rumah tersebut.
***
.
Ayu bangun lebih dulu karena perut nya sudah berbunyi meminta untuk di isi.
"Eungggg jam berapa ini" Gumam Ayu lalu melihat jam yang di dinding.
"Ahhhhh astaga kenapa sudah sangat siang" Teriak Ayu langsung bangkit dari tidurnya.
Gibran yang sedang terlelap pun langsung bangun karena terganggu dengan teriakan Ayu
"Sayang kenapa?" Tanya Gibran dengan panik.
"Lihat Mas , ini sudah mau jam makan siang" Jawab Ayu dengan melotot
"Hah kirain ada apa , ya gapapa kan kita kecapean karena habis subuh tadi main lagi" Ucap Gibran dengan entengnya.
"Hehh kau ini Mas sangat mesumm" Gerutu Ayu dengan menatap nya sinis.
Lalu Ayu bangkit dengan melilitkan handuk yang ada di sisi ranjang , ia masuk ke kamar mandi dan langsung mengunci nya karena takut Gibran akan mengikuti.
Sedangkan Gibran hanya terkekeh melihat kelakuan sang istri , lalu ia merebahkan kembali tubuhnya.
"Maafkan aku sayang" Batin Gibran menatap langit kamar dengan sendu.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Erlinda
pasti pil KB yg dikasih Gibran ke ayu dan ayu seperti nya udah tersihir oleh cinta Gibran jadi ga curiga dikit pun
2023-06-07
0
Elisa Noviiana
curiga jangan" itu pil KB bukan vitamin🤔🤔🤔
2023-05-11
0
Arin
aduh baru aja sy slse baca novel yg laki'nya selingkuh juga sm temenya,dsni sm aja...yg psti bkln nysek,tpi semoga dsni peran cweny tegas
2023-03-03
0