Sedangkan di kamar Pengantin , Ayu yang sudah membersihkan tubuh nya sedang menunggu Gibran selesai.
Ayu memainkan ponsel pintar nya dengan duduk di kasur king size nya.
Ceklek
Gibran keluar hanya di balut handuk saja yang mana membuat Ayu sangat gugup.
Gibran melotot melihat Ayu yang memakai baju laknat nya , dia menelan sliva nya dengan kasar.
Gibran mendekat ke arah Ayu dan membuat Ayu makin gugup dan salah tingkah.
"Sayang" Panggil Gibran dengan parau.
Ayu menatap manik mata Gibran yang sudah di penuhi gairah.
Tanpa menunggu jawaban dari Ayu , Gibran langsung saja mendekat dan memeluk Ayu dari samping , Gibran mencium pucuk kepala Ayu lalu turun ketelinga yang membuat Ayu bergeliat geli.
"Mas" Ucap Ayu dengan lirih.
Gibran membalikan tubuh Istri nya dan langsung saja Gibran mencium bibir tipis yang sudah menggoda nya.
Semula ciuman itu lembut tapi lambat laun ciuman Gibran semakin menuntut.
Lalu ciuman tersebut turun ke leher jenjang Ayu yang putih bersih , disana Gibran meninggalkan jejak kepemilikannya.
Dengan sekali hentakan baju laknat tersebut sudah lolos dari tubuh Ayu , hanya menyisakan bagian penutup terakhir saja.
Gibran langsung menatap dengan tatapan lapar nya saat melihat lekuk tubuh Ayu.
Gibran merebahkan tubuh Ayu dengan hati-hati dan tak melepaskan pangutannya.
"Eungggg Mas" Racau Ayu dengan parau.
Lalu Gibran langsung menyatukan tubuhnya dengan sang Istri , dengan dua kali hentakan akhirnya Gibran bisa menerobos pertahanan Ayu.
Mereka seolah lupa dengan waktu yang kian menuju pagi , mereka baru selesai sebelum jam 5 pagi.
"Terimakasih sayang" Ucap Gibran dengan mencium kening Ayu lembut.
Ayu hanya diam saja dengan lelah dan perasaan yang sangat sulit di percaya.
Lalu mereka tertidur dengan sangat pulas karena ke lelahan.
***
Pagi hari nya , Ayu bangun lebih dulu dan melihat ke arah samping , sang suami masih terlelap dengan memeluk tubuh polos nya.
Ayu bergegas untuk bangun karena nanti siang Kakek dan Nenek nya akan terbang ke Negara K.
Gibran merasa terusik karena pergerakan dari Ayu.
"Sayang , mau kemana?" Tanya Gibran dengan suara serak nya.
"Mas , aku ingin ke kamar mandi ini sudah jam 09 sedangkan Nenek akan berangkat jam 01" Jawab Ayu dengan berusaha duduk.
Gibran langsung membuka mata nya dan duduk di sisi Ayu.
"Ayo Mas bantu" Ucap Gibran lalu menggendong Ayu ke kamar mandi.
***
Sedangkan di Restoran Hotel tersebut sudah berkumpul keluarga Gibran dan Ayu , bahkan para Sahabat Gibran pun masih ada disana.
"Ishhh menyebalkan , dimana Kak Gibran sudah siang begini juga" Gerutu Amanda dengan kesal.
"Sabar dong cantik , mereka kan Pengantin baru jadi mungkin masih bobo" Balas Tama yang mendengar gerutuan Amanda dengan wajah tengil nya.
"Yaudah kita tunggu saja , kita juga udah pada sarapan" Ucap Ayah Salim dengan santai nya.
Amanda hanya mencebikan bibir nya kesal.
-
Terlihat sepasang wanita dan pria dengan tak wajah berdosa nya baru sampai disana dengan cengengesan.
"Maaf lama" Ucap Ayu dengan tak enak.
"Tak apa Nak, tapi ini Adik mu menggerutu karena kesal" Balas Ibu Yulia dengan terkekeh.
"Ibu" Rajuk Amanda dengan kesal.
HAHAHAHA
Sontak mereka langsung tertawa karena melihat wajah merajuk Amanda yang sangat lucu.
"Tenanglah nanti Kakak ajak belanja, Oke" Ucap Ayu dengan membujuk Adik ipar nya dengan tersenyum.
"Ahh siapp Kak" Balas Amanda dengan semangat.
Ibu dan Ayah Amanda hanya menggeleng kepala saja.
"Heleh giliran belanja saja langsung semangat" Ucap Nicolass dengan menjitak kepala Amanda.
"Abang sakit" Ucap Amanda dengan cemberut.
Mereka sangat bahagia bahkan tertawa dengan bersama , hingga saat nya tiba Ayu dan Gibran mengantarkan sang Nenek ke Bandara.
"Tuan , Nyonya saya titip Cucu saya , jika memang suatu hari Anak kalian sudah tak menginginkan lagi dengannya , beritahu saya karena saya akan membawa nya pulang , dan jika saja kalian menyakiti nya saya akan membawa Ayu pergi" Ucap Kakek dengan lembut tetapi penuh dengan ancaman.
"Siap Tuan , kalian jangan khawatir jika itu terjadi saya dan suami saya juga akan membawa Menantu kita pergi" Balas Ibu Yulia dengan tak kalah tegas nya
"Kalau begitu saya dan istri saya permisi dulu" Ucap Kakek dengan berdiri dari duduknya.
Ayu hanya menghela nafas berat , ia sangat berat melepas Nenek dan Kakek nya pergi.
"Ibu dan yang lainnya , Ayu dan Mas Gibran akan ikut mengantar Nenek ke Bandara dulu ya" Ucap Ayu mengikuti Kakeknya berdiri
"Hati-hati ya kalian" Balas Ayah Salim.
Lalu Gibran dan Ayu masuk ke dalam mobil di ikuti dengan Kakek dan Nenek.
Gibran melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang karena mereka masih banyak waktu sebelum jam keberangkatannya tiba.
Hening , itulah yang mereka rasakan di dalam mobil tersebut , mereka diam dalam pikirannya masing-masing.
*
Selang 1 jam mobil yang mereka tumpangi akhir nya sampai di luar Bandara.
Anak buah Gibran membawa koper Kakek dan Nenek , Ayu sendiri tak melepaskan pelukannya di tubuh sang Nenek.
Mereka langsung ke jalur khusus karena Kakek akan terbang dengan pesawat pribadi keluarga Wibawa.
"Kalian hati-hati ya , kalau sudah sampai langsung telepon Ayu" Ucap Ayu memeluk sang Nenek.
"Iya sayang, kau juga jaga kesehatan dan jangan telat makan" Balas Nenek dengan mengecup pucuk kepala Ayu.
Lalu Ayu beralih memeluk Kakek nya.
"Kakek jangan khawatir , Ayu akan baik-baik saja" Ucap Ayu dengan tersenyum.
"Jika terjadi sesuatu langsung hubungi Kakek dan jika saja suatu hari kau mendapat masalah dan tak sanggup lagi menghadapi nya maka pulanglah" Bisik Kakek dengan lirih.
Ayu hanya mengangguk saja dan melepaskan pelukan dari Kakek nya.
Gibran memeluk Nenek dan Kakek Ayu bergantian.
"Jaga Ayu dengan baik jangan sakiti Cucu kami" Ucap Kakek dengan penuh tekanan.
"Baik Kek , aku akan menjaga Ayu dengan sangat baik" Jawab Gibran dengan memeluk pinggang Ayu.
Lalu Kakek dan Nenek berlalu masuk dengan di dampingi oleh beberapa anak buah Gibran.
Ayu melambaikan tangan kepada Kakek nya , tak terasa air mata nya menetes melihat kepergian Orang yang selalu ada untuk nya.
"Ayo sayang" Ajak Gibran dengan lembut.
"Hmmm" Balas Ayu dengan lesu.
Lalu mereka langsung pergi dari Bandara dengan Gibran membawa mobil nya sendiri.
**
Gibran membawa Ayu ke Mansion Utama Wibawa , disana Ibu , Ayah dan Amanda sudah menanti nya.
Mobil Gibran baru saja tiba di Mansion Utama dan langsung membukakan pintu mobil nya untuk Ayu.
"Terimakasih Mas" Ucap Ayu dengan tersenyum lembut.
"Sama-sama, Sayang" Balas Gibran dengan senyuman
Ayu dan Gibran masuk dan langsung ke Ruang Keluarga , karena disana sudah terlihat Ayah , Ibu dan Amanda yang sedang mengobrol.
"Sini Nak" Ucap Ibu Yulia menepuk sofa di sebelah nya.
Ayu hanya mengangguk sambil tersenyum dan langsung duduk di sebelah mertua nya.
"Oh iya Kak, Amanda akan membuka Butiq" Ucap Amanda pada Gibran.
"Bagus dong, nanti Kakak akan suruh Malik mencarikan tempat yang sangat bagus" Balas Gibran dengan tersenyum.
"Oh iya Kak, apa Kak Nadin mau menjadi sekertaris Manda gak ya?" Tanya Amanda sambil menatap Ayu.
"Pasti dia mau Dek, soalnya kemarin dia lagi mencari kerja sampingan untuk biaya kuliah nya" Jawab Ayu dengan senang.
"Coba aku minta nomor teleponnya , nanti biar aku yang tanyakan saja" Ucap Amanda
Lalu Ayu menyodorkan Hp nya dan langsung di ambil oleh Amanda.
"Sayang ayo istirahat dulu" Ucap Gibran dengan lembut.
"Nanti saja Mas , Ayu masih ingin disini" Balas Ayu dengan tersenyum.
"Baiklah , Mas ke Ruang kerja dulu ya" Pamit Gibran dengan mengusap kepala Ayu.
"Iya Mas" Balas Ayu
Gibran melangkahkan kaki nya ke arah Ruang kerjanya.
Amanda juga pergi ke kamar nya untuk menghubungi Nadin.
***
Ayu , Ayah dan Ibu Gibran masih duduk dan mengobrol di Ruang keluarga.
Hari sudah semakin gelap tak lama lagi malam akan menyapa.
"Bu ayo masak" Ajak Ayu dengan semangat.
"Ayo" Balas Ibu Yulia dan mereka langsung melangkahkan kaki nya ke arah dapur.
Pelayan yang ada disana langsung menyapa dan menyiapkan apa saja yang di butuhkan oleh ke dua Nyonya nya.
Hampir 1 jam Ayu dan Mertua nya berkutat di dapur , mereka memasak segala macam makanan.
"Ahhh selesai" Ucap Ayu dengan girang.
"Bi , tolong tata ini ya , aku dan Ayu akan membersihkan badan dulu dan memanggil yang lainnya" Ucap Ibu Yulia dengan tersenyum.
"Baik Nyonya" Balas pelayan tersebut.
***
Ayu langsung ke kamar dimana Gibran yang menempati nya.
Ceklek
"Dimana Mas Gibran" Gumam Ayu dengan mencari keberadaan suami nya.
"Ah mungkin masih di ruang kerja , aku mandi dulu" Gumam Ayu kembali dan mengambil handuk
Setelah beberapa menit Ayu langsung masuk ke walk in-closet , karena semua baju nya sudah rapih di dalam lemari tersebut.
Setelah selesai bersiap Ayu langsung saja menuju ke Ruang kerja suami nya.
Tok tok tok
"Mas , makan malam sudah siap" Ucap Ayu di depan pintu
Ceklek
"Iya sayang , Mas mandi dulu sebentar ya" Ucap Gibran dengan lembut.
"Yaudah ayo, aku siapkan baju nya ya" Balas Ayu dengan memeluk lengan Gibran.
"Baiklah ayo" Ajak Gibran dengan tersenyum.
***
Semua sudah berkumpul di meja makan , Ayu langsung mengambilkan makanan untuk Gibran , begitupun dengan Ibu mertua nya.
Amanda hanya diam saja dengan melihat Kakak ipar dan Ibu nya yang sedang melayani suami masing-masing.
"Kenapa Dek?" Tanya Gibran saat melihat Amanda hanya duduk saja.
"Tak apa Kak, hehehe" Jawab Amanda dengan cengengesan.
Lalu Amanda mengambil makanannya sendiri.
***
Setelah selesai makan malam mereka memutuskan untuk langsung beristirahat di kamar masing-masing.
"Hahhh apa Nenek belum ada menelpon, Sayang?" Tanya Gibran saat melihat istri nya baru keluar dari walk in-closet.
"Belum Mas , mungkin besok pagi baru sampai" Jawab Ayu saat duduk di samping suami nya
Lalu Gibran mengganti baju nya terlebih dahulu.
Tak lama kemudian Gibran keluar dan tidur di samping istrinya.
"Sayang, Mas mau tanya boleh?" Ucap Gibran dengan serius.
"Tanya apa Mas?" Balas Ayu dengan mengusap rambut suami nya
"Jika suatu hari kamu mendapat kabar tentang kejelakan ku atau rahasia ku dari orang lain , kamu akan percaya?" Tanya Gibran
"Tergantung Mas, jika itu ada buktinya aku percaya tetapi jika hanya omongan saja aku tidak akan percaya" Balas Ayu dengan santai , Gibran menghela nafas lega.
"Kenapa memangnya Mas?" Tanya Ayu penasaran
"Tidak apa sayang , Mas hanya nanya saja" Jawab Gibran
Lalu Gibran bangun dan tidur di samping Ayu , lalu Gibran menarik lembut tangan Ayu agar ikut tidur.
Mereka tertidur dengan pulas sambil memeluk satu sama lainnya.
.
.
*
Sedangkan Amanda ia masih terjaga di dalam kamar nya , ia baru saja menelpon Nadin untuk memastikan semua nya , dan akhirnya Nadin mau bekerja di Butiq nya.
Malik sendiri sudah mendapatkan tempat yang cocok untuk Amanda jadikan Butiq , tempatnya juga tak jauh dari Hotel milik Gibran.
"Huhh aku mengantuk sekali" Ucap Amanda dan langsung merebahkan tubuh nya di kasur.
Tak lama kemudian Amanda sudah menuju mimpi indah nya.
**
Tengah malam , Gibran terbangun dan melepaskan pelukannya dari tubuh sang istri dengan pelan.
Lalu ia melangkah ke arah balkon kamar dan duduk di kursi.
"Sampai kapan aku akan menyembunyikan semua ini dari mereka , terutama dari Ayu , aku tak ingin Ayu kecewa oleh ku" Batin Gibran
Gibran duduk dengan memandang langit dengan tatapan kosongnya.
Hingga 1 jam ia berdiam diri disana , karena sudah merasa dingin , Gibran masuk dan berbaring di sisi Istrinya lalu memeluk kembali istrinya.
**
Pagi hari nya Ayu bangun pagi-pagi , ia lalu melangkah ke arah kamar mandi dan mencuci wajah nya.
Setelah itu langsung saja Ayu turun dan oergi ke dapur , disana sudah ada para Pelayan yang sedang memulai pekerjaannya.
"Pagi" Ucap Ayu dengan ramah.
"Pagi juga Nyonya , ada yang bisa saya bantu?" Balas salah satu pelayan.
"Hmm tidak bi , aku akan memasak untuk sarapan pagi , jadi bibi kerjakan yang lainnya saja" Ucap Ayu dengan tersenyum.
"Baik Nyonya , kalau butuh apa-apa panggil saja kami ya" Balas bibi dengan sopan dan langsung pergi dari hadapan Ayu.
Ayu langsung berkutat dengan wajan dan teman-temannya.
Kali ini Ayu akan membuat sarapan Nasi goreng seafood dan Omelete saja.
Saat sedang berkutat dengan asyik nya , Ayu di kejutkan dengan sapaan dari mertua nya.
"Loh sayang kamu sudah ada disini" Ucap Ibu Yulia yang baru saja tiba.
"Ahh yaampun Bu , aku kaget" Balas Ayu dengan mengelus dada nya.
"Haha maafkan ibu ya , apa bisa ibu bantu?" Tanya Ibu Yulia dengan masih tertawa.
"Sudah selesai Bu , tinggal menata nya saja" Jawab Ayu dengan tersenyum.
"Baiklah biar Ibu yang menata , kamu mandilah dulu dan bangunkan Gibran saja" Ucap Ibu Yulia dengan lembut.
Ayu mengangguk dan membuka apron yang dia pakai.
Lalu ia langsung menuju ke arah kamarnya.
Ceklek
"Hmm mungkin sudah bangun" Gumam Ayu saat tak melihat Gibran di kasur.
Terdengar gemercik air di dalam kamar mandi dan Ayu langsung menyiapkan pakaian santai Suami nya.
Karena hari ini mereka akan berangkat bulan madu ke kota M.
Entah kenapa Ayu sangat ingin kesana , sedangkan Gibran hanya menurut saja.
Semua pekerjaan kantor Gibran limpahkan kepada Malik yang akan di bantu oleh Prans sahabat Ayu istrinya.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
nesya
jgn" si Gibran pernah terlibat one night stand Sm putri sahabat ayu, makanya si putri langsung menghilang tanpa kbr lg ke ayu.
2022-10-02
0
Mira kader Mira
jang bilang gibran menghamili putri
2022-03-16
0
Umi Idah Saidah
semakin serru
2022-03-04
0