3

Sedangkan di kamar Pengantin , Ayu yang sudah membersihkan tubuh nya sedang menunggu Gibran selesai.

Ayu memainkan ponsel pintar nya dengan duduk di kasur king size nya.

Ceklek

Gibran keluar hanya di balut handuk saja yang mana membuat Ayu sangat gugup.

Gibran melotot melihat Ayu yang memakai baju laknat nya , dia menelan sliva nya dengan kasar.

Gibran mendekat ke arah Ayu dan membuat Ayu makin gugup dan salah tingkah.

"Sayang" Panggil Gibran dengan parau.

Ayu menatap manik mata Gibran yang sudah di penuhi gairah.

Tanpa menunggu jawaban dari Ayu , Gibran langsung saja mendekat dan memeluk Ayu dari samping , Gibran mencium pucuk kepala Ayu lalu turun ketelinga yang membuat Ayu bergeliat geli.

"Mas" Ucap Ayu dengan lirih.

Gibran membalikan tubuh Istri nya dan langsung saja Gibran mencium bibir tipis yang sudah menggoda nya.

Semula ciuman itu lembut tapi lambat laun ciuman Gibran semakin menuntut.

Lalu ciuman tersebut turun ke leher jenjang Ayu yang putih bersih , disana Gibran meninggalkan jejak kepemilikannya.

Dengan sekali hentakan baju laknat tersebut sudah lolos dari tubuh Ayu , hanya menyisakan bagian penutup terakhir saja.

Gibran langsung menatap dengan tatapan lapar nya saat melihat lekuk tubuh Ayu.

Gibran merebahkan tubuh Ayu dengan hati-hati dan tak melepaskan pangutannya.

"Eungggg Mas" Racau Ayu dengan parau.

Lalu Gibran langsung menyatukan tubuhnya dengan sang Istri , dengan dua kali hentakan akhirnya Gibran bisa menerobos pertahanan Ayu.

Mereka seolah lupa dengan waktu yang kian menuju pagi , mereka baru selesai sebelum jam 5 pagi.

"Terimakasih sayang" Ucap Gibran dengan mencium kening Ayu lembut.

Ayu hanya diam saja dengan lelah dan perasaan yang sangat sulit di percaya.

Lalu mereka tertidur dengan sangat pulas karena ke lelahan.

***

Pagi hari nya , Ayu bangun lebih dulu dan melihat ke arah samping , sang suami masih terlelap dengan memeluk tubuh polos nya.

Ayu bergegas untuk bangun karena nanti siang Kakek dan Nenek nya akan terbang ke Negara K.

Gibran merasa terusik karena pergerakan dari Ayu.

"Sayang , mau kemana?" Tanya Gibran dengan suara serak nya.

"Mas , aku ingin ke kamar mandi ini sudah jam 09 sedangkan Nenek akan berangkat jam 01" Jawab Ayu dengan berusaha duduk.

Gibran langsung membuka mata nya dan duduk di sisi Ayu.

"Ayo Mas bantu" Ucap Gibran lalu menggendong Ayu ke kamar mandi.

***

Sedangkan di Restoran Hotel tersebut sudah berkumpul keluarga Gibran dan Ayu , bahkan para Sahabat Gibran pun masih ada disana.

"Ishhh menyebalkan , dimana Kak Gibran sudah siang begini juga" Gerutu Amanda dengan kesal.

"Sabar dong cantik , mereka kan Pengantin baru jadi mungkin masih bobo" Balas Tama yang mendengar gerutuan Amanda dengan wajah tengil nya.

"Yaudah kita tunggu saja , kita juga udah pada sarapan" Ucap Ayah Salim dengan santai nya.

Amanda hanya mencebikan bibir nya kesal.

-

Terlihat sepasang wanita dan pria dengan tak wajah berdosa nya baru sampai disana dengan cengengesan.

"Maaf lama" Ucap Ayu dengan tak enak.

"Tak apa Nak, tapi ini Adik mu menggerutu karena kesal" Balas Ibu Yulia dengan terkekeh.

"Ibu" Rajuk Amanda dengan kesal.

HAHAHAHA

Sontak mereka langsung tertawa karena melihat wajah merajuk Amanda yang sangat lucu.

"Tenanglah nanti Kakak ajak belanja, Oke" Ucap Ayu dengan membujuk Adik ipar nya dengan tersenyum.

"Ahh siapp Kak" Balas Amanda dengan semangat.

Ibu dan Ayah Amanda hanya menggeleng kepala saja.

"Heleh giliran belanja saja langsung semangat" Ucap Nicolass dengan menjitak kepala Amanda.

"Abang sakit" Ucap Amanda dengan cemberut.

Mereka sangat bahagia bahkan tertawa dengan bersama , hingga saat nya tiba Ayu dan Gibran mengantarkan sang Nenek ke Bandara.

"Tuan , Nyonya saya titip Cucu saya , jika memang suatu hari Anak kalian sudah tak menginginkan lagi dengannya , beritahu saya karena saya akan membawa nya pulang , dan jika saja kalian menyakiti nya saya akan membawa Ayu pergi" Ucap Kakek dengan lembut tetapi penuh dengan ancaman.

"Siap Tuan , kalian jangan khawatir jika itu terjadi saya dan suami saya juga akan membawa Menantu kita pergi" Balas Ibu Yulia dengan tak kalah tegas nya

"Kalau begitu saya dan istri saya permisi dulu" Ucap Kakek dengan berdiri dari duduknya.

Ayu hanya menghela nafas berat , ia sangat berat melepas Nenek dan Kakek nya pergi.

"Ibu dan yang lainnya , Ayu dan Mas Gibran akan ikut mengantar Nenek ke Bandara dulu ya" Ucap Ayu mengikuti Kakeknya berdiri

"Hati-hati ya kalian" Balas Ayah Salim.

Lalu Gibran dan Ayu masuk ke dalam mobil di ikuti dengan Kakek dan Nenek.

Gibran melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang karena mereka masih banyak waktu sebelum jam keberangkatannya tiba.

Hening , itulah yang mereka rasakan di dalam mobil tersebut , mereka diam dalam pikirannya masing-masing.

*

Selang 1 jam mobil yang mereka tumpangi akhir nya sampai di luar Bandara.

Anak buah Gibran membawa koper Kakek dan Nenek , Ayu sendiri tak melepaskan pelukannya di tubuh sang Nenek.

Mereka langsung ke jalur khusus karena Kakek akan terbang dengan pesawat pribadi keluarga Wibawa.

"Kalian hati-hati ya , kalau sudah sampai langsung telepon Ayu" Ucap Ayu memeluk sang Nenek.

"Iya sayang, kau juga jaga kesehatan dan jangan telat makan" Balas Nenek dengan mengecup pucuk kepala Ayu.

Lalu Ayu beralih memeluk Kakek nya.

"Kakek jangan khawatir , Ayu akan baik-baik saja" Ucap Ayu dengan tersenyum.

"Jika terjadi sesuatu langsung hubungi Kakek dan jika saja suatu hari kau mendapat masalah dan tak sanggup lagi menghadapi nya maka pulanglah" Bisik Kakek dengan lirih.

Ayu hanya mengangguk saja dan melepaskan pelukan dari Kakek nya.

Gibran memeluk Nenek dan Kakek Ayu bergantian.

"Jaga Ayu dengan baik jangan sakiti Cucu kami" Ucap Kakek dengan penuh tekanan.

"Baik Kek , aku akan menjaga Ayu dengan sangat baik" Jawab Gibran dengan memeluk pinggang Ayu.

Lalu Kakek dan Nenek berlalu masuk dengan di dampingi oleh beberapa anak buah Gibran.

Ayu melambaikan tangan kepada Kakek nya , tak terasa air mata nya menetes melihat kepergian Orang yang selalu ada untuk nya.

"Ayo sayang" Ajak Gibran dengan lembut.

"Hmmm" Balas Ayu dengan lesu.

Lalu mereka langsung pergi dari Bandara dengan Gibran membawa mobil nya sendiri.

**

Gibran membawa Ayu ke Mansion Utama Wibawa , disana Ibu , Ayah dan Amanda sudah menanti nya.

Mobil Gibran baru saja tiba di Mansion Utama dan langsung membukakan pintu mobil nya untuk Ayu.

"Terimakasih Mas" Ucap Ayu dengan tersenyum lembut.

"Sama-sama, Sayang" Balas Gibran dengan senyuman

Ayu dan Gibran masuk dan langsung ke Ruang Keluarga , karena disana sudah terlihat Ayah , Ibu dan Amanda yang sedang mengobrol.

"Sini Nak" Ucap Ibu Yulia menepuk sofa di sebelah nya.

Ayu hanya mengangguk sambil tersenyum dan langsung duduk di sebelah mertua nya.

"Oh iya Kak, Amanda akan membuka Butiq" Ucap Amanda pada Gibran.

"Bagus dong, nanti Kakak akan suruh Malik mencarikan tempat yang sangat bagus" Balas Gibran dengan tersenyum.

"Oh iya Kak, apa Kak Nadin mau menjadi sekertaris Manda gak ya?" Tanya Amanda sambil menatap Ayu.

"Pasti dia mau Dek, soalnya kemarin dia lagi mencari kerja sampingan untuk biaya kuliah nya" Jawab Ayu dengan senang.

"Coba aku minta nomor teleponnya , nanti biar aku yang tanyakan saja" Ucap Amanda

Lalu Ayu menyodorkan Hp nya dan langsung di ambil oleh Amanda.

"Sayang ayo istirahat dulu" Ucap Gibran dengan lembut.

"Nanti saja Mas , Ayu masih ingin disini" Balas Ayu dengan tersenyum.

"Baiklah , Mas ke Ruang kerja dulu ya" Pamit Gibran dengan mengusap kepala Ayu.

"Iya Mas" Balas Ayu

Gibran melangkahkan kaki nya ke arah Ruang kerjanya.

Amanda juga pergi ke kamar nya untuk menghubungi Nadin.

***

Ayu , Ayah dan Ibu Gibran masih duduk dan mengobrol di Ruang keluarga.

Hari sudah semakin gelap tak lama lagi malam akan menyapa.

"Bu ayo masak" Ajak Ayu dengan semangat.

"Ayo" Balas Ibu Yulia dan mereka langsung melangkahkan kaki nya ke arah dapur.

Pelayan yang ada disana langsung menyapa dan menyiapkan apa saja yang di butuhkan oleh ke dua Nyonya nya.

Hampir 1 jam Ayu dan Mertua nya berkutat di dapur , mereka memasak segala macam makanan.

"Ahhh selesai" Ucap Ayu dengan girang.

"Bi , tolong tata ini ya , aku dan Ayu akan membersihkan badan dulu dan memanggil yang lainnya" Ucap Ibu Yulia dengan tersenyum.

"Baik Nyonya" Balas pelayan tersebut.

***

Ayu langsung ke kamar dimana Gibran yang menempati nya.

Ceklek

"Dimana Mas Gibran" Gumam Ayu dengan mencari keberadaan suami nya.

"Ah mungkin masih di ruang kerja , aku mandi dulu" Gumam Ayu kembali dan mengambil handuk

Setelah beberapa menit Ayu langsung masuk ke walk in-closet , karena semua baju nya sudah rapih di dalam lemari tersebut.

Setelah selesai bersiap Ayu langsung saja menuju ke Ruang kerja suami nya.

Tok tok tok

"Mas , makan malam sudah siap" Ucap Ayu di depan pintu

Ceklek

"Iya sayang , Mas mandi dulu sebentar ya" Ucap Gibran dengan lembut.

"Yaudah ayo, aku siapkan baju nya ya" Balas Ayu dengan memeluk lengan Gibran.

"Baiklah ayo" Ajak Gibran dengan tersenyum.

***

Semua sudah berkumpul di meja makan , Ayu langsung mengambilkan makanan untuk Gibran , begitupun dengan Ibu mertua nya.

Amanda hanya diam saja dengan melihat Kakak ipar dan Ibu nya yang sedang melayani suami masing-masing.

"Kenapa Dek?" Tanya Gibran saat melihat Amanda hanya duduk saja.

"Tak apa Kak, hehehe" Jawab Amanda dengan cengengesan.

Lalu Amanda mengambil makanannya sendiri.

***

Setelah selesai makan malam mereka memutuskan untuk langsung beristirahat di kamar masing-masing.

"Hahhh apa Nenek belum ada menelpon, Sayang?" Tanya Gibran saat melihat istri nya baru keluar dari walk in-closet.

"Belum Mas , mungkin besok pagi baru sampai" Jawab Ayu saat duduk di samping suami nya

Lalu Gibran mengganti baju nya terlebih dahulu.

Tak lama kemudian Gibran keluar dan tidur di samping istrinya.

"Sayang, Mas mau tanya boleh?" Ucap Gibran dengan serius.

"Tanya apa Mas?" Balas Ayu dengan mengusap rambut suami nya

"Jika suatu hari kamu mendapat kabar tentang kejelakan ku atau rahasia ku dari orang lain , kamu akan percaya?" Tanya Gibran

"Tergantung Mas, jika itu ada buktinya aku percaya tetapi jika hanya omongan saja aku tidak akan percaya" Balas Ayu dengan santai , Gibran menghela nafas lega.

"Kenapa memangnya Mas?" Tanya Ayu penasaran

"Tidak apa sayang , Mas hanya nanya saja" Jawab Gibran

Lalu Gibran bangun dan tidur di samping Ayu , lalu Gibran menarik lembut tangan Ayu agar ikut tidur.

Mereka tertidur dengan pulas sambil memeluk satu sama lainnya.

.

.

*

Sedangkan Amanda ia masih terjaga di dalam kamar nya , ia baru saja menelpon Nadin untuk memastikan semua nya , dan akhirnya Nadin mau bekerja di Butiq nya.

Malik sendiri sudah mendapatkan tempat yang cocok untuk Amanda jadikan Butiq , tempatnya juga tak jauh dari Hotel milik Gibran.

"Huhh aku mengantuk sekali" Ucap Amanda dan langsung merebahkan tubuh nya di kasur.

Tak lama kemudian Amanda sudah menuju mimpi indah nya.

**

Tengah malam , Gibran terbangun dan melepaskan pelukannya dari tubuh sang istri dengan pelan.

Lalu ia melangkah ke arah balkon kamar dan duduk di kursi.

"Sampai kapan aku akan menyembunyikan semua ini dari mereka , terutama dari Ayu , aku tak ingin Ayu kecewa oleh ku" Batin Gibran

Gibran duduk dengan memandang langit dengan tatapan kosongnya.

Hingga 1 jam ia berdiam diri disana , karena sudah merasa dingin , Gibran masuk dan berbaring di sisi Istrinya lalu memeluk kembali istrinya.

**

Pagi hari nya Ayu bangun pagi-pagi , ia lalu melangkah ke arah kamar mandi dan mencuci wajah nya.

Setelah itu langsung saja Ayu turun dan oergi ke dapur , disana sudah ada para Pelayan yang sedang memulai pekerjaannya.

"Pagi" Ucap Ayu dengan ramah.

"Pagi juga Nyonya , ada yang bisa saya bantu?" Balas salah satu pelayan.

"Hmm tidak bi , aku akan memasak untuk sarapan pagi , jadi bibi kerjakan yang lainnya saja" Ucap Ayu dengan tersenyum.

"Baik Nyonya , kalau butuh apa-apa panggil saja kami ya" Balas bibi dengan sopan dan langsung pergi dari hadapan Ayu.

Ayu langsung berkutat dengan wajan dan teman-temannya.

Kali ini Ayu akan membuat sarapan Nasi goreng seafood dan Omelete saja.

Saat sedang berkutat dengan asyik nya , Ayu di kejutkan dengan sapaan dari mertua nya.

"Loh sayang kamu sudah ada disini" Ucap Ibu Yulia yang baru saja tiba.

"Ahh yaampun Bu , aku kaget" Balas Ayu dengan mengelus dada nya.

"Haha maafkan ibu ya , apa bisa ibu bantu?" Tanya Ibu Yulia dengan masih tertawa.

"Sudah selesai Bu , tinggal menata nya saja" Jawab Ayu dengan tersenyum.

"Baiklah biar Ibu yang menata , kamu mandilah dulu dan bangunkan Gibran saja" Ucap Ibu Yulia dengan lembut.

Ayu mengangguk dan membuka apron yang dia pakai.

Lalu ia langsung menuju ke arah kamarnya.

Ceklek

"Hmm mungkin sudah bangun" Gumam Ayu saat tak melihat Gibran di kasur.

Terdengar gemercik air di dalam kamar mandi dan Ayu langsung menyiapkan pakaian santai Suami nya.

Karena hari ini mereka akan berangkat bulan madu ke kota M.

Entah kenapa Ayu sangat ingin kesana , sedangkan Gibran hanya menurut saja.

Semua pekerjaan kantor Gibran limpahkan kepada Malik yang akan di bantu oleh Prans sahabat Ayu istrinya.

.

.

.

Terpopuler

Comments

nesya

nesya

jgn" si Gibran pernah terlibat one night stand Sm putri sahabat ayu, makanya si putri langsung menghilang tanpa kbr lg ke ayu.

2022-10-02

0

Mira kader Mira

Mira kader Mira

jang bilang gibran menghamili putri

2022-03-16

0

Umi Idah Saidah

Umi Idah Saidah

semakin serru

2022-03-04

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 S2
96 S2
97 S2
98 S2
99 S2
100 S2
101 S2
102 S2
103 S2
104 S2
105 S2
106 S2
107 S2
108 S2
109 S2
110 S2
111 S2
112 S2
113 S2
114 S2
115 S2
116 S2
117 S2
118 S2
119 Pengumuman.
120 Pengumuman novel baru
121 Novel Terbaru.
122 Novel baru
123 Extra Part (Gibran)
124 Extra Part (Gibran)
125 Extra Part
126 Extra Part
127 Extra Part
128 Extra Part
129 Extra Part
130 Extra Part (Jelita)
131 Extra Part (Jelita)
132 Extra Part
133 Extra Part
134 Extra Part
135 Extra Part
136 Extra Part
137 Extra Part
138 Extra Part
139 Extra Part
140 Extra Part.
141 Extra Part
142 Extra Part (End)
143 Novel Baru
144 info
145 Shaqilla
146 Shaqilla
147 Shaqilla
148 Shaqilla
149 Shaqilla
150 Shaqilla
151 Shaqilla
152 Shaqilla
153 Shaqilla
154 Shaqilla
155 Shaqilla
156 Shaqilla
157 Shaqilla
158 Shaqilla
159 Shaqilla
160 Shaqilla
161 Shaqilla
162 Shaqilla
163 Shaqilla
164 Shaqilla
165 Shaqilla
166 Shaqilla
167 Shaqilla
168 Shaqilla
169 Shaqilla
170 Shaqilla
171 Shaqilla
172 Shaqilla
173 Shaqilla
174 Shaqilla
175 Shaqilla
176 Shaqilla
177 Shaqilla
178 Shaqilla
179 Shaqilla
180 Shaqilla
181 Shaqilla
182 Shaqilla
183 Shaqilla
184 Shaqilla
185 Shaqilla
186 Shaqilla
187 Shaqilla
188 Shaqilla
189 Shaqilla
190 Shaqilla
191 Shaqilla
192 Shaqilla
193 Shaqilla
194 Shaqilla
195 Sahqilla
196 Shaqilla
197 Shaqilla
198 Shaqilla
199 Shaqilla
200 Shaqilla
201 Shaqilla
202 Shaqilla
203 Shaqilla
204 Shaqilla
205 Shaqilla
206 Shaqilla
207 Shaqilla
208 Shaqilla
209 Shaqilla
210 Shaqilla
211 Shaqilla
212 Shaqilla
213 Shaqilla
214 Shaqilla
215 Nana & Dio
216 Nana & Dio
217 Shaqilla & Zayn
218 Shopping
219 Shopping 2
220 Dio & Nana
221 Perusuh
222 Perusuh
223 Berkumpul
224 Tiara
225 Wisuda
226 Berkumpul Keluarga
227 Rumah Baru
228 Rapat
229 Kehancuran Reno 1
230 Kehancuran Reno 2
231 Reno & Tiara
232 Nana & Dio
233 Shaqilla & Zayn
234 Akhir Reno & Tiara
235 Zayn yang posesif
236 Shaqilla & Zayn
237 Shaqilla & Zayn
238 Shaqilla & Zayn
239 Zayn & Shaqilla
240 Kebahagian Ganda
241 Disti
242 Akhir 'Tamat'
243 Promosi
244 New Novel
245 Novel New
246 New New
247 new
248 new
249 info
250 info
251 new
252 ALIRA Novel new
253 Novel Baru
254 new novel
255 new new novel
256 new novel
257 new new novel
258 promosi
Episodes

Updated 258 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
S2
96
S2
97
S2
98
S2
99
S2
100
S2
101
S2
102
S2
103
S2
104
S2
105
S2
106
S2
107
S2
108
S2
109
S2
110
S2
111
S2
112
S2
113
S2
114
S2
115
S2
116
S2
117
S2
118
S2
119
Pengumuman.
120
Pengumuman novel baru
121
Novel Terbaru.
122
Novel baru
123
Extra Part (Gibran)
124
Extra Part (Gibran)
125
Extra Part
126
Extra Part
127
Extra Part
128
Extra Part
129
Extra Part
130
Extra Part (Jelita)
131
Extra Part (Jelita)
132
Extra Part
133
Extra Part
134
Extra Part
135
Extra Part
136
Extra Part
137
Extra Part
138
Extra Part
139
Extra Part
140
Extra Part.
141
Extra Part
142
Extra Part (End)
143
Novel Baru
144
info
145
Shaqilla
146
Shaqilla
147
Shaqilla
148
Shaqilla
149
Shaqilla
150
Shaqilla
151
Shaqilla
152
Shaqilla
153
Shaqilla
154
Shaqilla
155
Shaqilla
156
Shaqilla
157
Shaqilla
158
Shaqilla
159
Shaqilla
160
Shaqilla
161
Shaqilla
162
Shaqilla
163
Shaqilla
164
Shaqilla
165
Shaqilla
166
Shaqilla
167
Shaqilla
168
Shaqilla
169
Shaqilla
170
Shaqilla
171
Shaqilla
172
Shaqilla
173
Shaqilla
174
Shaqilla
175
Shaqilla
176
Shaqilla
177
Shaqilla
178
Shaqilla
179
Shaqilla
180
Shaqilla
181
Shaqilla
182
Shaqilla
183
Shaqilla
184
Shaqilla
185
Shaqilla
186
Shaqilla
187
Shaqilla
188
Shaqilla
189
Shaqilla
190
Shaqilla
191
Shaqilla
192
Shaqilla
193
Shaqilla
194
Shaqilla
195
Sahqilla
196
Shaqilla
197
Shaqilla
198
Shaqilla
199
Shaqilla
200
Shaqilla
201
Shaqilla
202
Shaqilla
203
Shaqilla
204
Shaqilla
205
Shaqilla
206
Shaqilla
207
Shaqilla
208
Shaqilla
209
Shaqilla
210
Shaqilla
211
Shaqilla
212
Shaqilla
213
Shaqilla
214
Shaqilla
215
Nana & Dio
216
Nana & Dio
217
Shaqilla & Zayn
218
Shopping
219
Shopping 2
220
Dio & Nana
221
Perusuh
222
Perusuh
223
Berkumpul
224
Tiara
225
Wisuda
226
Berkumpul Keluarga
227
Rumah Baru
228
Rapat
229
Kehancuran Reno 1
230
Kehancuran Reno 2
231
Reno & Tiara
232
Nana & Dio
233
Shaqilla & Zayn
234
Akhir Reno & Tiara
235
Zayn yang posesif
236
Shaqilla & Zayn
237
Shaqilla & Zayn
238
Shaqilla & Zayn
239
Zayn & Shaqilla
240
Kebahagian Ganda
241
Disti
242
Akhir 'Tamat'
243
Promosi
244
New Novel
245
Novel New
246
New New
247
new
248
new
249
info
250
info
251
new
252
ALIRA Novel new
253
Novel Baru
254
new novel
255
new new novel
256
new novel
257
new new novel
258
promosi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!