2 Bulan Kemudian.
Semua persiapan Pernikahan Ayu dan Gibran sudah rampung.
1 Bulan yang lalu , Ayu sudah lulus bahkan sudah di wisuda.
Ayu mendapatkan nilai yang sangat bagus bahkan Nenek dan Kakek nya pun bangga dengan Ayu.
Ayu lulus lebih dulu dari Nadin dan Prass , karena Ayu memiliki kepintaran di atas rata-rata.
Saat ini Ayu sedang duduk di Rumah dengan Neneknya , karena 2 hari lagi ia akan melangsungkan Pernikahan.
"Nak?" Panggil Nenek dengan lembut.
"Iya Nek , ada apa?" Tanya Ayu dengan bingung pasalnya Nenek memasang wajah serius.
"Kapan kau akan mengunjungi Bunda mu?" Tanya balik Nenek dengan mengelus rambut panjang Ayu.
"Belum saat nya, Nek" Jawab Ayu dengan merebahkan kepalanya di pangkuan sang Nenek.
"Kau akan menikah Nak , sebaiknya beri tahu mereka" Ucap Nenek dengan lembut.
"Semalam aku sudah Vc dengan mereka Nek , mereka juga memaklumi nya dan bahkan Nenek tau , Ayah memberi banyak tugas padaku" Balas Ayu dengan wajah cemberutnya.
Kakek yang baru saja tiba disana langsung bingung dengan wajah di tekuk Cucu kesayangannya.
"Kenapa, Nak?" Tanya Kakek penasaran.
"Ayah memberikannya tugas yang banyak , katanya" Jawab Nenek dengan terkekeh geli.
Sontak Kakek langsung tertawa dengan gemas melihat Cucu nya yang merajuk.
"Ishh kenapa kalian malah menertawakan Ayu" Ucap Ayu dengan kesal.
"Dengarkan Kakek ya Nak, kau itu anak tunggal mereka , jadi sudah pasti kamu akan mewarisi semua nya" Ucap Kakek dengan lembut.
"Hufth iya Kakek sayang" Balas Ayu dan memeluk Kakek nya.
"Sudah sana tidur , besok kan kau akan melakukan perawatan dan kita akan ke Hotel tempat kau akan Menikah" Ucap Nenek
"Oke Nek, Nenek dan Kakek juga bergegaslah tidur" Balas Ayu lalu mencium pipi Nenek dan Kakek nya.
***
Sedangkan di belahan Dunia lainnya , seorang wanita dengan perut agak buncit sedang duduk di bangku belakang Rumah.
"Apa kabarmu Mas?" Gumam wanita tersebut.
"Apa kamu bahagia menikahi dia , aku akan membalas nya , aku tak peduli siapa dia" Ucap wanita tersebut dengan raut wajah marah nya.
"Aku akan merebutmu Gibran , agar anak kita bahagia" Gumam wanita itu kembali.
***
Ke esokan pagi nya , Ayu dan Nenek sudah siap untuk pergi ke Hotel , sedangkan Kakek ia nanti akan menyusul.
Ayu dan Nenek di jemput oleh sopir keluarga Gibran.
"Non Ayu , ayo kita berangkat" Ucap sang sopir dengan sopan
"Iya Pak, tolong bantu saya memasukan koper Nenek dan punya saya" Balas Ayu dengan ramah.
"Baik Non" Ucap sopir tersebut.
Lalu Ayu dan Nenek masuk ke dalam mobil tersebut.
Setelah semuanya siap , sopir langsung melajukan mobil nya menuju ke Hotel.
Setelah menempuh hampir 1 jam , Ayu sudah sampai di Hotel , dan langsung menuju ke kamar dengan di antar oleh pegawai Hotel.
"Ahh Nenek merasa lelah Nak" Ucap Nenek dengan duduk di sofa kamar tersebut.
"Yaudah Nenek duduk dulu , Ayu akan melakukan perawatan di Ruangan sana ya" Ucap Ayu dengan menunjukan Ruangan sebelah.
Nenek hanya mengangguk saja.
Ayu langsung masuk kesana dan melakukan serangkaian Perawatan dari atas sampai bawah.
**
Sedangkan di Mansion Wibawa kedatangan Putri bungsu nya Amanda Naila Wibawa yang baru saja tiba dari Negara K.
Sore hari nya Seluruh keluarga besar Ayah Salim dan Ibu Yulia sudah berkumpul disana.
Disana juga ada para sahabat Gibran yang akan berpesta kecil disana sebelum esok Gibran melepaskan masa lajang nya.
Terlihat di kamar Gibran terdapat 4 orang Lelaki tampan , Gibran , Malik , Tama dan Nicolas.
"Sebelum lo Nikah , ayo kita pesta dulu" Ucap Tama dengan mengangkat gelas wine nya.
Lalu mereka ber 4 meminum sampai tengah malam , dan mereka tidur dengan tak beraturan di kamar Gibran.
**
Hari yang di tunggu pun tiba , hari ini Pernikahan Ayu dan Gibran di gelar di Hotel yang sangat mewah , hanya orang-orang tertentu yang bisa menyewa Hotel tersebut.
Keluarga Wibawa beruntung bisa menyewa Ballroom Hotel tersebut.
Aula Hotel sudah di sulap sedemikian rupa dengan dekorasi yang sangat sederhana tetapi Elegant , Ayu sengaja memilih dekorasi tersebut supaya lebih terkesan.
Para tamu undangan sudah hampir tiba di sana , karena hanya sedikit tamu yang mereka undang.
Rombongan Gibran sudah sampai di Hotel dan langsung masuk ke Ballroom.
Gibran duduk berhadapan dengan Kakek dan Penghulu , sedangkan Ayu masih di dalam Ruang makeup dengan di temani oleh sahabat nya Nadin dan Adik iparnya Amanda.
Gibran duduk sangat gelisah , gugup menjadi satu , wajah nya yang sangat gugup sangat jelas terlihat.
"Sudah siap?" Tanya penghulu untuk memulai.
"Siap Pak" Jawab Gibran dengan lantang.
Lalu Gibran menjabat tangan Kakek Ayu dan Ijab Qobul pun di mulai.
"SAH" Ucap para saksi serempak.
Gibran langsung menghela nafas lega kala Ijab Qobul suda selesai.
Ayah salim menepuk pundak Gibran dengan tersenyum.
Sedangkan di Ruangan makeup , Ayu meneteskan air mata nya , sekarang ia sudah menjadi seorang istri.
"Ahh selamat kak Ayu , kakak akan menjadi teman belanja ku dan Ibu" Ucap Amanda dengan memeluk Ayu bahagia.
Ayu hanya mengangguk tersenyum dan membalas pelukan Adik iparnya.
Nadin memeluk Ayu dan Amanda , ia juga sangat bahagia melihat sahabat nya bahagia.
"Nak ayo" Ucap Ibu Yulia dengan tersenyum bahagia.
Mereka melepaskan pelukannya dan membantu Ayu membereskan Gaun yang berantakan.
Lalu Ayu keluar dengan di gandeng oleh Ibu Yulia dan Amanda.
Sedangkan Nadin langsung duduk di dekat Nenek dan Prass.
Ayu berjalan dengan sangat anggun , senyum terukir di bibir cantik nya.
Para tamu undangan di buat terpana oleh kecantikan seorang Ayu Anjani.
Gibran menganga melihat sang Istri yang baru saja ia nikahi berjalan dengan anggunnya ke arah dirinya.
Plak
"Tutup tuh mulutmu Nak" Ucap Ayah salim dengan terkekeh
Gibran langsung tersenyum malu dan menunduk.
Ayu duduk di sisi Gibran , lalu ia menandatangani beberapa dokumen.
Setelah selesai ia bertukat Cincin dengan Gibran , lalu ia raih tangan Gibran dan mencium nya.
Gibran membalas dengan mencium kening Ayu dengan lembut.
Setelah selesai Ayu dan Gibran langsung duduk di Singgasana nya.
Para tamu undangan satu persatu memberikan selamat kepada mereka.
Acara tersebut langsung di lanjutkan dengan Resepsi nanti malam.
Terlihat Tama , Malik dan Nicolass mendekat ke arah pelaminan.
"Selamat menempuh hidup baru sobat" Ucap mereka dengan tersenyum
"Terimakasih kalian" Jawab Gibran lalu memeluk mereka satu persatu.
"Malik siap-siap kau akan lembur selama seminggu" Ucap Tama dengan tertawa.
Hahh , Malik hanya membunag nafas kasar saja.
Malik Handerson adalah tangan kanan serta sekertaris pribadi dari Gibran.
"Apa kau keberatan Malik" Ucap Gibran dengan penuh penekanan.
"Hah aku tak bisa menolak Tuan" Balas Malik dengan pasarah.
Lalu mereka tertawa bersama dengan sangat lepas , karena jarang sekali seorang Malik memasang wajah pasrah nya.
Setelah puas tertawa mereka langsung turun dan menikmati makanan yang sudah di sediakan.
"Apa kau lelah sayang?" Tanya Gibran dengan lembut.
"Tidak Mas , hanya saja aku haus" Jawab Ayu dengan tersenyum.
"Tunggu lah dulu , aku akan mengambilkannya untukmu" Ucap Gibran lalu pergi dari sana.
"Put kamu dimana? sekarang aku sudah menikah dengan Laki-laki yang mencintai ku. andai kau disini aku pasti bahagia" Batin Ayu dengan sedih
"Sayang" Panggil Gibran menyentuh pundak Istri nya
"Eh iya Mas" Balas Ayu saat ke sadaran nya sudah kembali.
"Kenapa hmm?" Tanya Gibran penasaran.
"Aku hanya merindukan Putri, Mas" Jawab Ayu dengan lirih.
"Nanti aku akan mencari tau tentang nya , tenanglah" Balas Gibran memeluk Ayu.
Hingga siang hari acara baru selesai dan para tamu serta keluarga sudah melenggang dari sana.
Ayu dan Gibran masuk ke kamar nya , karena masih ada waktu lagi untuk istirahat dahulu sebelum melanjutkan untuk Resepsi.
***
"Bagaimana dengan wanita itu?" Ucap Lelaki yang sedang menelpon dengan anak buah nya.
"Dia aman Bos , keluarga nya juga aman" Jawab anak buah nya
"Jaga mereka dan laporkan kalau terjadi sesuatu disana" Ucap Lelaki tersebut dan langsung mematikan teleponnya.
Lelaki tersebut hanya menghela nafas berat , entah sampai kapan Rahasia besar ini akan tertutup , tetapi ia yakin suatu saat semua ini akan terbongkar.
**
Malam hari nya semua tamu undangan sudah memasuki Aula Hotel, hampir semua kolega bisnis Wibawa hadir disana.
Gibran dan Ayu berjalan dengan bergandengan tangan mesra , senyuman tak pernah luntur dari wajah mereka.
Mereka terus melangkah ke arah Singgasana nya.
Setelah sampai mereka langsung Photo keluarga , sahabat dan dengan yang lainnya.
Ayu juga mengundang beberapa teman kuliah nya yang satu jurusan dengannya.
Semua orang menikmati acara tersebut dengan bahagia.
Apalagi Ibu dan Ayah Gibran , mereka sangat bahagia karena mendapatkan Ayu sebagai Menantu nya.
*
Tepat jam 12 malam Pesta selesai , semua orang sudah bubar begitupun dengan Nenek dan Kakek yang sudah masuk kamar sedari tadi.
Kakek duduk di balkon kamar Hotel dengan seorang Lelaki muda yang sangat tampan.
"Jaga dia untuk kami, Nak" Ucap Kakek dengan sendu.
"Aku mohon jika telah terjadi sesuatu dengannya dan ia memilih menyerah , bawa dia pulang" Ucap kembali Kakek.
Lelaki tersebut melihat raut wajah Kakek yang khawatir , karena ia akan kembali besok ke Negara K dengan Nenek.
"Baik Kek , aku akan menjaga nya , kau tenang saja jika dia menyakiti Cucu mu aku yang akan membalas nya" Balas Lelaki tersebut dengan tegas.
"Aku percaya padamu, Nak" Ucap Kakek sedikit lega.
"Tidurlah , ini sudah malam, Kek" Ucap Lelaki tersebut dengan tersenyum.
Kakek berdiri dan meninggalkan Lelaki tersebut seorang diri.
"Aku akan merebut Ayu jika kau menyakitinya Gibran , tak peduli aku sahabatmu tetapi kalau kau berani menyakitinya , aku akan membawa nya pergi dari sisimu" Batin Lelaki tersebut dengan mengepalkan tangannya.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Runik Runma
panjang bener mumet
2024-01-14
0
Yuli Indri
banyak teka teki nya...
2022-08-15
1
Rina
kenapa banyak " kata seorang lelaki, wanita itu, lelaki itu ? "
tp sayang telat baca, dan sudah tamat.
2022-07-29
0