"apa kau serius" tanya Lilia
"tidak, dia tidak serius, yang hanya menuruti janjinya kepada dirinya sendiri, Jadi lupakan saja Aku ingin istirahat'' ucap Arthur bosan
'' jika kau menginginkan hanya karena janji, maka kau tidak mencintai suamiku dengan sepenuhnya. dan selamat tinggal, Semoga kita bertemu lagi. aku juga tidak yakin kita akan bertemu lagi, karena suamiku jarang keluar rumah'' ucap Lilia lalu pergi ke arah Arthur yang sedang menunggu di depan portal
Tiamat melihat pemuda yang dihadapannya ingin pergi, dan mendengar tidak yakin akan bertemu lagi membuat hatinya sangat sakit, seperti tidak rela untuk melepaskan. tanpa sadar tiamat mengeluarkan air mata, karena tidak menahan rasa sakit hatinya.
"Tu-tunggu, aku mohon bawa aku. Aku bersumpah sangat mencintai arthur Hiks~, tolong jangan tinggalkan aku hiks~" ucap tiamat menangis karena terasa sangat sakit jika ditinggalkan oleh lelaki yang baru saja mengambil hatinya, meskipun baru bertemu dengannya, namun tiamat sudah yakin kalau dirinya sangat mencintai lelaki itu
Milia yang mendengar wanita berambut biru itu mengakuinya bahagia, karena Lilia sengaja memancing wanita itu untuk jujur dengan perasaannya. jadi Lilia menyebutkan' tidak yakin akan bertemu lagi', itu hanya memancing perasaan tiamat.
'apa apaan, kenapa setiap wanita mengatakan itu dengan mudah, itupun hanya dengan sekali bertemu' pikir arthur bingung
" selamat, kau akan menjadi calon istri ke-4 suamiku, jika kau tidak ingin ditinggalkan oleh Arthur maka peluk dia dulu agar lebih meyakinkan'' Ucap lilia sambil tersenyum, namun senyum itu senyum jahil yang diketahui oleh orang yang dikenalnya.
'apa Lilia sydah gila? kenapa dia terus menerus menerima wanita menjadi istriku, dan itu pun tanpa persetujuan ku'' gerutu Arthur dalam pikirannya
Arthur yang sedang fokus dalam pikirannya tidak menyadari tiamat yang berlari ke arahnya, dan Langsung Melompat memeluk arthur.
merasakan seseorang yang memeluk, Arthur sangat kaget. lalu Arthur melihat siapa yang memeluknya, dan yang memeluknya itu tiamat sambil menangis tersedu-sedu.
"hiks~ tolong jangan tinggalkan aku hiks~" ucap tiamat sambil memluk arthur demgan erat, dan menangis terisak
"apa kau benar-benar naga yang ku laean tadi?' tanya arthur bingung
"umm" tiamat hanya mengamgguk dan memeluk erat arthur
'' Baiklah kau bawa harta karun mu dulu, kalau kita pergi dari sini. karena akan ada beberapa iblis dan Malaikat yang menuju ke sini'' ucap Arthur sambil menepuk kepala tiamat dan memberikan cincin penyimpanan
'' itu adalah cincin penyimpanan untuk menyimpan barang yang akan kau bawa, cara memakainya tinggal Salurkan kekuatan sihir ke cincin itu dan bayangkan semua barang yang akan kau masukkan ke dalam insiden itu'' ucap Arthur menjelaskan
'' terima kasih, dan tunggu sebentar. jangan meninggalkanku. ah lebih baik kamu ikut denganku, agar aku tidak ditinggal'' ucap tiamat lalu menarik tangan Arthur ke goanya
' sial dia benar-benar naga sampai menarik tanganku' pikir Arthur
Lilia hanya diam melihat mereka dan hanya menunggu mereka di dekat portal
setelah beberapa menit, tiamat Sudah kembali sambil memeluk tangam arthur.
" perkenalkan namaku Lilia Ernea Trident, istri pertama arthur Ernea trident" ucap Lilia memperkenalkan dirinya kepada tiamat
"perkenalkan namaku tiamat, dan aku calon istri keberapa?" tanya tiamat
"hhmm kau calon istri keempat, tidak tau nanti arthur akan menambah istri lagi" ucap lilia
"hey itu bukan salahku, tapi salahmu yang terus menerima wanita yang kamu lihat" ucap arthur
'' apa kamu lupa Sayang dengan perkataan waktu itu'' tanya Lilia sambil tersenyum
''perkataan apa?" ucap arthur
" Kamu tidak akan menyakiti wanita, jika wanita itu memang benar-benar mencintaimu dengan tulus'' ucap Lilia kesal
"ohh maafkan aku, aku lupa" ucap Arthur tersenyum Canggung dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"hmmp pikiranmu penuh dengan kemesuman, jadi lupa memikirkan hal yang penting'' ucap Lilia
" Kamu sudah tahu, jadi nanti kamu harus bersiap-siap di rumah'' ucap Arthur sambil tersenyum
"Ahh a-aku se-sedang melatih Alice (Esdeath), shirone, dan kuroka, kalau begitu aku duluan sayang, dan sampai jumpa tiamat" ucap Lilia memasuki poltar terburu-buru
tiamat yang mendengar semua percakapan mereka tersenyum, tidak disangka lelaki yang sedang dengan dirinya sangat lucu.
'' apa kita kan di sini terus?'' ucap Arthur lalu mencium kening tiamat
"A-ah ayo masuk" ucap tiamat memerah karena tiba-tiba di serang tanpa persiapan
"tentu" ucap Arthur tersenyum Tulus, dan semakin membuat tiamat sangat memerah.
setelah mereka masuk, Arthur mengajak tiamat untuk mengikutinya kedalam mansionnya
beberapa menit berlalu, tiamat dan Arthur sudah sampai di depan mansion, hanya tinggal berjalan beberapa langkah untuk masuk kedalam Mansion.
'' Selamat datang di mansionku" ucap Arthur tersenyum, namun tiamat mengira ini adalah istana, karena sangat besar.
'' ummm terima kasih, dan ini ada di mana? Kenapa semuanya terlihat?'' ucap tiamat sambil mengangguk
'' ini dunia Aries, dunia ku sendiri, dan di dunia ini hanya ada 5 makhluk hidup, nanti kau juga tahu sendiri saat di dalam rumah ku, dan kau bisa menanyakan tentang semuanya pada orang yamg di dalam mansion nanti" ucap arthur memberitahu tiamat
"emm baik" ucap tiamat mengangguk
mereka langsung masuk ke dalam mansion arthur, dam terlihat 4 perempuan yang duduk di ruang tamu sedang mengobrol, dengan tawa dan canda.
4 perempuan itu langsung melihat ke arah pintu yang terbuka, dan melihat pemuda ada yang berambut putih, mata berwarna biru, wajah yang sangat tampan. pemuda itu bersama dengan seorang wanita cantik berambut biru, mata hitam, kulit halus dan putih. mereka adalah Arthur dan tiamat yang sedang berjalan ke arah keempat perempuan itu.
''ahh sayang, dan tiamat selamat datang" ucap lilia sambil tersenyum dan mempersilahkan mereka duduk bersama
"tentu, tiamat kau bisa memperkenalkan diri kepada mereka semua'' ucap Arthur sambil melihat tiamat yang sudah tertunduk di kursi
''perkenalkan namaku Tiamat" ucap tiamat memperkenalkan diri keoada ketiga gadis yang belum dikenalinya, lilia sudah mengenalinya jadi dia diam dan hanya tersenyum
"Perkenalkan namaku Esdeath,dan panggil saja Alice" ucap Alice (Esdeath)
"perkenalkan namaku Kuroka" ucap kuroka
"Namaku shirone" ucap shirone singkat, itu membuat dia terlihat lucu dan imut di depan semua orang.
Tiamat hanya melirik Shirone, karena dia sangat ingin sekali memeluk shirone yang terlihat seperti boneka, dan sangat imut.
"aku memperjelas lagi perkenalkannya, Alice(Esdeath) calon istri ke 2, Kuroka calon istri ke 3, dan shirone adikku juga yang imut dan lucu" ucap Lilia memberi tahu kepada Tiamat
"dan tiamat calon istri keempat suamiku" ucap Lilia memberitahu kepada semua perempuan
"Tiamat kenapa Auramu sangat kuat?" tanya Alice, sebelum tiamat menjawab, arthur lebih dulu menjawab
"karena tiamat Naga" ucap arthur singkat, dan membuat mereka terkejut
" lebih baik kita makan dulu, dan tiamat ini baju untukmu, jika kurang, kau bisa ambil di kamarku, banyak baju punya Lilia dan Alice. dan tolong antarkan tiamat ke kamarnya, aku ingin membersihkan diri dulu" ucap Arthur memberi beberapa baju yang di beli dari Rafael (system), lalu arthur pergi tanpa mendengar jawaban mereka terlebih dahulu.
' santai sekali hidupku, memang menikmati ketenangan Tidak ada salahnya bukan' pikir Arthur sambil berjalan menuju kamarnya
di sisi lain kelima perempuan masih mengakrabkan mereka dengan tiamat yang baru datang ke mansion Arthur, tiamat juga penasaran dengan yang di sebut dunianya.
Tiamat menanyakan semua tentang dunia ini, dan tentang semua perempuannya, contohnya kuroka dan shirone yang di selamatkan terus dibawa oleh Arthur.
dan masih banyak pertanyaan di kepala tiamat, namun dirinya sudah lelah karena tadi sudah sempat menangis, dan tentu saja dirinya juga sangat bahagia karena diterima oleh Arthur, diterima juga oleh semua orang yang ada ada di Mansion ini.
setelah itu mengobrol untuk mengakrabkan diri, Lilia mengantarkan tiamat ke kamarnya, karena Liliana menyadari kalau kiamat merasa lelah dan butuh istirahat.
dalam perjalanan menuju kamar mereka mengobrol untuk menghancurkan rasa canggung di antara keduanya.
beberapa menit berjalan sambil mengobrol, tidak terasa baik Lilia ataupun tiamat sudah sampai Ai di depan pintu kamar untuk tiamat
''terima kasih'' ucao tiamat
'' tentu, jika sudah membersihkan diri jangan lupa ke meja makan, untuk makan bersama, dan Kau pasti akan candu dengan masakan suamiku'' ucap Lilia tersenyum lalu berbalik dan pergi
Kembali ke MC
'Rafael apa kau bisa membeli pelayan dengan pekeruaan memasak' tanya arthur
(Bisa, apakah Host ingin membeli pelayan dengan pekerjaan memasak, membersihkan rumah, merawat kebun Dll.)
'Baiklah beli 3 pelayan wanita dan pelayan untuk membersihkan rumah dan pelayan pekerjaan masak, semuanya wanita, karena aku sedikit cemburu jika ada lelaki di rumah ini" ucap arthur
(membeli pelayan selesai)
tiba-tiba muncul Ruangan menjadi terang, perlahan-lahan cahaya terang itu hilang, dan terlihat 6 wanita.
Arthur juga tidak lupa untuk memberi oesan kepada Lilia untuk datang ke ruangan Arthur agar dirinya tidak terlalu repot saat mengantarkan mereka ke kamar masing-masing.
Pelayan yang melihat pemuda tampan itu langsung membungkuk menghormati pemuda yang ada di hadapannya.
"hormat tuan" ucap keenam Maid itu bersamaan
"apa kalian rau apa pekerjaan kalian?" tanya arthur
"kami tau tuan" ucap keenam maid itu
"bagus, tunggu istriku datang dulu, lalu kalian bisa bekerja" ucap Arthur
"baik tuan"
menunggu beberapa menit akhirnya pintu pun terbuka dan terlihat dua orang wanita cantik, wanita itu Lilia dan Alice yang sudah Arthur suruh untuk ke ruangannya.
Setelah Lilia dan Alice datang, Arthur menyuruh mereka untuk mengantarkan masing-masing pelayan ke kamar tamu. Tidak lupa Artjur memberitahu tentang bahan makanannya, dan memberikan peta rumah ini agar mempermudah mereka.
Merasa semuanya sudah beres, Arthur langsung membersihkan diri, dan ingin Langsung tertidur santai, karena memang ingin menikmati waktu bersama sebelum Plot dimulai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments