The King Of Khronos (Five)

        Aiden melemparkan tubuh Calistha begitu saja di atas sebuah ranjang yang empuk dan nyaman. Wanita itu

sejak tadi masih terus meronta-ronta dan berteriak-teriak memaki dirinya, namun ia sama sekali tidak mempedulikan hal itu dan justru tetap menarik tangan Calistha ke dalam kamar barunya yang akan ia mulai saat ini.

        "Mulai sekarang ini adalah kamarmu, jadi jangan pernah berpikir untuk kabur dari istanaku. Apa kau mengerti?" bisik Aiden pelan tepat di telinga Calistha. Lagi-lagi wanita itu merasa merinding dengan aura kejam yang dikeluarkan oleh Aiden, namun kali ini lebih pekat dari yang sebelumnya, karena pria itu kini tengah

berada tepat di atasnya dengan deru nafasnya yang berhembus hangat di tengkuknya. Sejenak mereka berdua saling bertatapan satu sama lain, dengan Calistha yang terus menunjukan sisi angkuhnya pada Aiden. Meskipun saat ini ia tengah ketakutan dan merasa terancam, tapi ia tidak akan pernah menunjukan sisi lemahnya pada Aiden, karena ia sangat membenci aura mengintimidasi pria itu.

        "Lepaskan tanganku, dasar pria menjijikan." maki Calistha marah sambil menghempaskan tangan besar itu dari tangannya. Namun Aiden justru menyeringai sinis pada Calistha sambil mengeratkan cekalan tangannya di pergelangan tangannya yang mungil itu. Sungguh ia sangat marah dengan hinaan wanita itu padanya. Tapi saat ini ia sedang tidak ingin menghabiskan tenaganya hanya untuk mengeluarkan amarahnya pada Calistha. Daripada ia menghabiskan tenaganya untuk memarahi wanita itu, lebih baik ia memberikan wanita itu pelajaran agar ia tidak bersikap sombong dan angkuh di depannya.

        "Baiklah jika kau berpikiran demikian. Apa yang bisa dilakukan oleh pria menjijikan ini padamu tuan putri?" seringai Aiden jahat sebelum ia mendekatkan wajahnya ke wajah Calistha dan ******* bibir wanita itu tanpa ampun. Berkali-kali Calistha mencoba memberontak dengan memukul-mukul dada bidang Aiden dengan sebelah

tangannya yang bebas, namun Aiden dengan sigap langsung menangkap tangan mungil itu dan langsung mencekalnya di atas kepala, hingga Calistha tidak dapat melakukan apapun dan hanya pasrah pada ciuman Aiden yang kasar dan juga menuntut. Pria itu seakan-akan begitu kelaparan dan terus menginginkan bibir merah itu lagi dan lagi setelah ia mencium bibir Calistha untuk pertama kalinya di kerajaan Hora. Tanpa sadar Aiden menggeram tertahan di sela-sela ciumannya karena ia hampir saja kehilangan kontrol akan dirinya. Ia kemudian segera melepaskan tautan bibirnya dari bibir Calistha sambil mengusap bibir merah itu lembut dengan sebelah tangannya yang bebas.

        "Ternyata bibirmu sangat manis sayang. Aku menjadi semakin tidak sabar untuk memilikimu. Jadi sudah kuputuskan kita akan menikah tiga hari lagi, saat malam bulan purnama. mulai sekarang persiapkan dirimu dengan baik." ucap Aiden pelan dengan nada menggoda. Calistha yang masih terengah-engah dengan ciuman panas Aiden hanya mampu memandang pria itu dengan wajah kesal dan jijik. Ia sungguh merasa jijik dengan dirinya sendiri. Andai saja kedua tangannya tidak dicekal oleh pria itu, ia pasti akan langsung mencakar wajah menyebalkan Aiden dengan kuku-kukunya yang tajam. Ia sama sekali tidak peduli dengan kekejaman pria itu. Yang pasti ia hanya ingin melindunginya harga dirinya, kehormatannya sebagai putri kerajaan Kairos yang agung.

        "Dasar brengsek! Jangan pernah coba-coba untuk menyentuhku atau kau akan mati di tanganku!" teriak Calistha tidak terima. Aiden lagi-lagi justru memasang wajah menyebalkan di depan Calistha, hingga membuat ubun-ubun wanita itu memanas karena marah.

        "Benarkah aku akan mati hanya karena menyentuhmu?"

Cup

        Tiba-tiba Aiden kembali mengecup bibir merah Calistha, namun kali ini tidak selama sebelumnya. Hanya kecupan singkat yang mampu membuat Aiden terkekeh pelan dengan reaksi Calistha yang menurutnya sangat lucu itu.

        "Lihat, apa aku akan mati setelah menciummu?"

        "Dasar raja brengsek! Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri. Kau pasti akan mati ditanganku."

        "Lakukan saja jika kau bisa. Selamat beristirahat, my queen." bisik Aiden lembut dan mesra di telinga Calistha sebelum ia berjalan keluar dari kamar baru milik Calistha yang sangat indah, meskipun hal itu tidak akan pernah membuat Calistha merasa senang dan bahagia.

-00-

        Ketika Aiden keluar dari kamar Calistha, Spencer telah menunggunya dengan kepala menunduk sambil

memberikan sejumlah kertas yang berisi laporan dari berbagai desa di negerinya. Pria itu kemudian menyuruh pengawal setianya untuk masuk ke dalam ruangannya guna menjelaskan rencana berikutnya yang akan mereka jalankan.

        "Bagaimana dengan pemindahan penduduk Hora, apa semuanya berjalan lancar?" tanya Aiden datar sembari berjalan mendahului Spencer. Beberapa pelayan yang tak sengaja berpapasan dengan Aiden, langsung membungkuk hormat hingga Aiden menghilang dari pandangan mereka. Spencer kemudian mengangguk mantap di belakang Aiden sambil tersenyum sumringah. Hari ini pekerjaanya sedikit lebih ringan, karena penduduk kerajaan Hora sangat patuh dan justru menyambut gembira rencana perpindahan mereka ke desa lain. Bahkan, beberapa penduduk di sana menawarkan diri untuk menjadi prajurit di kerajaan Khronos untuk menggantikan beberapa

prajurit kerajaan Khronos yang mati di medan pertempuran. Tapi, sejauh ini Spencer belum menyelidiki alasan dibalik sikap baik penduduk kerajaan Hora. Untuk saat ini ia hanya akan mengurus kepidahan mereka saja. Mengenai gelagat mereka yang sedikit mencurigakan itu, ia berencana akan menyeledikinya nanti, setelah semua proses perpindahan selesai dilakukan.

        "Semuanya telah berjalan dengan lancar Yang Mulia. Apakah Yang Mulia akan segera melaksanakan    pernikahan dengan putri Calistha?"

        "Tentu saja, sudah lama aku menantikan saat-saat seperti ini. Lagipula aku harus segera memiliki keturunan dengan Calistha agar aku dapat menghilangkan kutukan yang memuakan ini." jawab Aiden datar, namun terselip sebuah kemarahan yang kental di setiap kalimat yang ia ucapkan.

        Setibanya di ruangan pribadi milik Aiden, Spencer segera menunjukan laporan-laporan dari setiap

kepala desa yang tersebar di seluruh daerah kekuasaan kerajaan Khronos. Selain itu, Spencer juga memberikan laporan mengenai hasil panen dari berbagai daerah yang bulan ini mengalami kemajuan. Aiden tampak memandang puas pada hasil jerih payahnya selama ini. Akhirnya ia dapat membawa kemakmuran bagi sebagian besar rakyatnya, meskipun tidak sedikit nyawa yang harus ditumpahkan untuk mewujudkan hal itu. Sayangnya, semua ini belumlah lengkap jika ia belum memperisteri Calistha. Wanita itu adalah kunci dari semua kesengsaraan ini, jadi ia harus segera menikahi Calistha agar semua malapetaka ini segera berakhir.

        "Siapkan sebuah pesta pernikahan yang paling mewah tiga hari lagi. Aku ingin kau mengadakan pesta rakyat selama tujuh hari tujuh malam untuk menyambut ratu baru mereka dan untuk merayakan kemenanganku atas kerajaan Hora. Sediakan hidangan yang paling baik juga hiburan yang paling terkenal untuk seluruh rakyatku. Aku ingin mereka ikut merasakan kebahagiaan yang sedang kurasakan." perintah Aiden tegas pada Spencer sambil memandangi foto kedua orangtuanya yang telah tiada. Meskipun selama ini ia terkenal jahat dan tak berperasaan, tapi itu semua ada sebabnya. Ia tidak mungkin mengambil jalan kejam jika orang-orang itu tidak memulainya terlebih dahulu. Selama ini ia selalu menyimpan dendam pada orang-orang yang telah membunuh kedua orangtuanya dan hampir saja menghancurkan kerajaan Khronos Tapi, untung saja ia berhasil membalikan semuanya dan justru membuat orang-orang kejam itu merasakan kekejaman yang telah mereka ciptakan sendiri.

        "Yang Mulia maaf jika saya lancang, tapi apakah tuan putri setuju dengan rencana pernikahan

ini?" tanya Spencer takut-takut. Sejak awal Spencer memang selalu merasa takut untuk mengangkat topik pembicaraan ini pada tuannya karena tuannya itu selalu terlihat emosi jika ia sudah menyinggung masalah pasangannya yang sulit sekali untuk ditemukan itu. Tapi, sekarang Spencer merasa tergelitik untuk menanyakan hal itu, karena ia merasa Calistha adalah tipe wanita yang sangat sulit untuk ditaklukan, meskipun rajanya itu telah melakukan berbagai macam hal untuk membuat sang ratu tunduk, tapi tetap saja sang ratu tidak mau tunduk, dan cenderung selalu membangkang pada setiap perkataan rajanya.

        "Kau ini bodoh atau apa. Bukankah sudah jelas jika Calistha selalu menolakku dan sangat menentang rencana pernikahan ini. Jadi, jangan pernah menanyakan sesuatu yang sudah jelas jawabannya." balas Aiden kesal dengan sedikit bentakan. Spencer tampak merasa bersalah sambil menunduk dalam pada rajanya. Ternyata

rajanya masih tetap sama meskipun sang ratu saat ini telah berada di dalam genggamannya. Tiba-tiba ia teringat akan cerita ayahnya mengenai kutukan Aiden yang sangat mengerikan itu. Menurut ayahnya, meskipun Aiden telah mendapatkan penawar dari kutukan itu, tapi sang raja tidak akan bisa mematahkan kutukan itu dengan mudah karena kutukan itu memang dibuat atas dasar kebencian untuk mengalahkan kebaikan. Sehingga dibutuhkan banyak pengorbanan untuk mengalahkan kutukan kejam nan jahat itu. Termasuk menumpahkan begitu banyak darah orang yang tidak bersalah hanya untuk membersihkan setitik darah dari segelintir orang yang benar-benar bersalah.

        "Maafkan saya Yang Mulia, saya tidak bermaksud seperti itu. Emm.... saya ingin memberitahukan sesuatu pada Yang Mulia." ucap Spencer ragu-ragu. Tapi, ia merasa harus memberitahukan hal ini pada Aiden karena menurutnya hal ini sungguh ganjil. Dan ini mengenai masa lalu tuannya.

        "Ada apa? Katakan saja." ucap Aiden datar sambil membaca setiap laporan yang dikirim oleh kepala desa. Spencer tampak berdeham sebentar untuk mengusir kegugupannya sebelum ia menyampaikan berita utama yang ia miliki.

        "Ini mengenai nona Gazelle, kemarin saya melihat nona Gazelle berada di sekitar kerajaan Hora." terang Spencer takut-takut. Pria itu sedikit melirik reaksi Aiden setelah mendengar penjelasan darinya. Ia tahu jika Aiden sama sekali tidak ingin membahas Gazelle karena wanita itu pernah menjadi bagian dari Aiden, dan berakhir dengan tidak menyenangkan. Sebenarnya Aiden tidak pernah memberikan harapan untuk Gazelle, tapi Gazelle selalu menganggap setiap perhatian yang Aiden berikan padanya sebagai bentuk rasa cinta dari pria itu, sehingga Gazelle terlalu berharap banyak pada Aiden dan justru terkesan memaksa Aiden untuk menerima cintanya juga.

        Dulu Gazelle dan Aiden sangat dekat satu sama lain karena mereka berdua sering berlatih pedang dan

berlatih kuda bersama. Karena Gazelle adalah putri dari menteri perang, maka Gazelle bisa mengikuti pelajaran berpedang, beladiri, berkuda, dan memanah yang biasanya hanya diperuntukan untuk kaum pria. Setiap hari mereka selalu menghabiskan waktu bersama untuk berlatih bersama guru mereka. Dan tanpa sadar perasaan itu mulai tumbuh di hati Gazelle. Awalnya Gazelle tidak terlalu menganggap serius perasaan itu. Lagipula ia sangat yakin jika suatu saat Aiden pasti akan menjadi takdirnya. Namun, ketika kondisi kerajaan mulai tidak stabil

karena kematian raja dan ratu, Aiden menjadi sibuk hingga tidak pernah memperhatikannya lagi. Setiap hari Aiden selalu disibukan dengan kondisi kerajaannya yang hampir hancur dan juga kutukan mengerikannya yang dilakukan

oleh musuh-musuh ayahnya. Kemudian Gazelle mulai jengah dengan sikap Aiden yang selalu mengabaikannya, sehingga ia mulai berpikir untuk mendekati Aiden terlebih dahulu. Sejak saat itu Gazelle mulai belajar untuk menjadi wanita yang anggun. Ia yang awalnya jarang menggunakan gaun, menjadi sering menggunakan gaun dan jarang berlatih pedang seperti sebelumnya. Gazelle justru mulai berlatih untuk memasak dan menjahit seperti kebanyakan wanita pada umumnya. Setiap hari ia juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Aiden dengan alasan mengantarkan makanan atau mengantarkan minuman kesukaan Aiden. Tentu saja saat itu Aiden menyambut perubahan sikap Gazelle dengan suka cita. Apapun yang diberikan Gazelle padanya selalu dimakan oleh Aiden, meskipun masakan Gazelle tidak selezat masakan juru dapur. Aiden sadar jika ia menjadi jarang

menghabiskan waktunya bersama Gazelle sejak orangtuanya meninggal dan kerajaannya menjadi tidak stabil, sehingga ia memutuskan untuk menebus itu semua dengan menerima semua perhatian yang diberikan oleh Gazelle. Namun sayangnya, suatu malam Gazelle mendatanginya dan menyatakan perasaanya dengan terang-terangan pada Aiden. Wanita itu memohon-mohon pada Aiden agar pria itu mau menerima cintanya. Tapi, Aiden langsung menolaknya karena ia sama sekali tidak memiliki waktu untuk memikirkan cinta. Semenjak ayah da  ibunya meninggal, ia harus menerima segala fakta yang ada jika ia telah dikutuk dan hanya memiliki satu kesempatan untuk menghilangkan kutukan itu, yaitu menikahi wanita yang merupakan takdirnya dan juga memiliki keturunan dari wanita itu untuk menghapus kutukannya. Sayangnya ketika Aiden berusaha menjelaskan hal itu

pada Gazelle, wanita itu tidak mau mendengarkannya sama sekali dan justru tetap memaksanya untuk menerima cintanya. Sejak saat itu perlakukan Aiden pada Gazelle berubah. Ia tidak pernah mau menerima apapun yang diberikan oleh Gazelle, termasuk perhatian dari wanita itu. Setiap Gazelle datang ke istananya dan hendak memberikan makan siang atau minuman kesukaanya, Aiden selalu mengusirnya dan menyuruh para prajuritnya untuk menghalangi Gazelle. Selama berbulan-bulan Gazelle terus mencoba untuk mendapatkan perhatian dari Aiden kembali, tapi pria itu tetap bersikeras untuk mengabaikannya, hingga akhirnya Gazelle merasa kehabiskan kesabaran dan ia dengan nekat hampir melakukan sebuah perbuatan yang menjijikan pada Aiden.

        Suatu malam Gazelle menyelinap ke dalam kamar Aiden dengan menyamar sebagai seorang pelayan yang hendak memberikan secangkir teh untuk Aiden. Setelah masuk ke dalam kamar Aiden, Gazelle melihat Aiden yang sedang memeriksa setiap laporan yang diberikan oleh Spencer. Pria itu tampak serius hingga tak menyadari kedatangan Gazelle yang sedang menatapnya dengan wajah penuh kekaguman. Dengan mengendap-endap Gazelle mulai membuka semua penyamarannya dan juga melepas jubah mahalnya. Ia sengaja mempertontonkan lekuk tubuhnya pada Aiden agar pria itu merasa tergoda padanya. Gazelle kemudian mulai mendekati Aiden sambil

membelai wajah Aiden dengan seduktif, membuat Aiden terkejut dan juga marah disaat yang bersamaan. Dengan kasar Aiden langsung mendorong tubuh Gazelle saat itu juga hingga terjengkang di atas lantai sambil memaki-maki wanita itu tanpa ampun. Mendengar Aiden terus meneriakinya dengan kata-kata kasar, Gazelle menjadi sakit hati dan memutuskan untuk pergi dari kerajaan Khronos. Bahkan kepergian Gazelle itu tidak diketahui oleh keluarganya sama sekali, hingga keesokan harinya keluarga menteri perang menjadi heboh karena putri mereka satu-satunya menghilang. Aiden yang mengetahui alasan kepergian Gazelle hanya diam saja dan tidak pernah mengatakan apapun pada menteri perang. Namun selain Aiden, Spencer tentu juga mengetahui apa yang terjadi pada Aiden dan Gazelle, karena pria itu sebenarnya berada di dalam kamar tuannya, namun tertutupi oleh pekatnya kamar sang raja yang memang selalu temaram. Sejak saat itu Aiden tidak pernah mau lagi membahas Gazelle, ia merasa begitu muak dengan sikap Gazelle yang berubah menjadi wanita murahan hanya karena sebuah cinta. Aiden juga selalu melarang Spencer untuk mengungkit-ungkit masalah Gazelle karena ia tidak mau mengingat Gazelle lagi. Tapi, untuk hari ini Spencer terpaksa membicarakan masalah Gazelle di depan tuannya karena ia merasa curiga dengan keberadaan Gazelle di kerajaan Hora. Lebih dari lima tahun ia dan prajuritnya tidak pernah melihat keberadaan Gazelle, tapi tiba-tiba ia melihat Gazelle berada di sekitar kerajaan Hora sedang mengintai dari jauh sambil mengamati Aiden dengan tatapan yang sulit diartikan. Spencer kemudian merasa cemas dengan keadaan Aiden karena ia takut Gazelle akan melakukan balas dendam pada Aiden atas perbuatan jahat pria itu di masa lalu. Bagaimapun juga kekuatan cinta Gazelle begitu besar, dan Aiden tidak boleh menganggap remeh kekuatan cinta itu begitu saja, karena seseorang dapat bertindak di luar batas hanya karena sebuah cinta.

        "Apa yang dilakukan Gazelle di sana? Apa ia terlihat mencurigakan? Sudah lebih dari lima tahun ia tidak pernah memunculkan batang hidungnya di hadapanku, dan sekarang ia tiba-tiba muncul di sekitar istana kerajaan Hora saat aku akan menjemput calon isteriku. Apa menurutmu Gazelle tahu jika Calistha adalah wanita yang

ditakdirkan untukku? Karena jika ia tahu, maka Calistha akan berada dalam bahaya. Wanita itu pasti akan berusaha mengincar Calistha untuk balas dendam padaku."

        "Saya tidak tahu pasti Yang Mulia. Seharusnya nona Gazelle tidak tahu mengenai hal itu. Tapi bertahun-tahun ia hidup di luar kerajaan Khronos dengan berbagai macam manusia yang ditemuinya, kemungkinan besar nona Gazelle telah mengetahuinya dari orang lain." ucap Spencer sambil bertopang dagu, mencoba berpikir mengenai

berbagai macam kemungkinan yang bisa terjadi di luar sana. Aiden mengangguk-angguk mengerti. Pria itu tampak berpikir sebentar sebelum memberikan perintah pada Spencer agar pria itu mengirimkan beberapa prajurit untuk mengawasi Gazelle.Bagaimanapun juga Gazelle selama ini telah terobsesi padanya, ia takut Gazelle akan mencelakai Calistha jika ia tahu apa yang sebenarnya terjadi.

        "Kirimkan prajurit untuk mengawasi Gazelle, pastikan jika ia tidak bergabung dengan kelompok para pemberontak yang ingin menggulingkanku dan kerajaan Khronos. Jika ia berbuat hal diluar batas, aku mengijinkan kalian untuk membunuhnya." perintah Aiden tegas. Spencer mengangguk patuh pada rajanya, kemudian ia segera pamit untuk menjalankan perintah sang raja. Namun dibalik wajah patuh Spencer tersembunyi sebuah kesedihan karena ia sebenarnya memiliki perasaan yang lebih pada Gazelle. Ya, dulunya mereka berdua juga sering menghabiskan waktu bersama, karena Gazelle sering sekali datang untuk mengunjungi Aiden, sedangkan ia adalah pengawal setia Aiden. Beberapa kali mereka sering mengobrol dan saling berbagi cerita satu sama lain mengenai kehidupan mereka masing-masing. Oleh karena itu Spencer menjadi semakin dekat dengan Gazelle dan begitu mengangumi sosok wanita ceria dan tangguh itu. Namun, sayangnya Gazelle mencintai rajanya, wanita itu sama sekali tak pernah melihatnya dan hanya menganggap Spencer sebagai saudara laki-lakinya saja, sehingga Spencer harus merasa sakit hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Tapi, hidup ini memang tidak adil untuk orang-orang seperti mereka. Bahkan, ia sendiri tidak tahu, apakah ia bisa memiliki sebuah keluarga yang bahagia atau tidak mengingat watak rajanya yang sangat sulit untuk menerima keputusannya jika suatu saat ia memutuskan untuk berhenti menjadi pengawal setianya dan memilih untuk membangun keluarga kecilnya sendiri dan hidup di desa. Dulu sang ayah lebih beruntung daripada dirinya, karena raja Khronos terdahulu, yang merupakan ayahanda raja Aiden adalah orang yang baik dan sangat fleksibel. Ia selalu membebaskan semua pengawalnya untuk memiliki keluarga dan hanya bekerja saat pagi hari hingga sore hari. Tapi, dengan keadaan raja Aiden yang terkena kutukan serta kondisi kerajaan Khronos yang semakin berkembang ini, membuat Aiden selalu membutuhkan sosok Spencer untuk membantunya mengurus setiap hal yang terjadi di kerajaan Khronos dan jajahannya. Apalagi raja Aiden adalah tipikal raja yang memiliki watak keras dan sulit untuk menerima kehadiran orang baru disekitarnya, sehingga mau tidak mau Spencer harus membulatkan tekad untuk menjadi pengawal setia Aiden hingga akhir hidupnya tanpa bisa keluar dari tugasnya, atau ia akan mati.

Episodes
1 Khronos, Kairos, Hora (One)
2 Khronos, Kairos, Hora (Two)
3 The King Of Khronos (Three)
4 The King Of Khronos (Four)
5 The King Of Khronos (Five)
6 The King Of Khronos (Six)
7 Time Freeze (Seven)
8 Time Freeze (Eight)
9 Bloody Sword (Nine)
10 Bloody Sword (Ten)
11 Bloody Sword (Eleven)
12 Time To Recover (Twelve)
13 Time To Recover (Thirteen)
14 Time To Recover (Fourteen)
15 Time To Recover (Fifteen)
16 The Lost Queen (Sixteen)
17 The Lost Queen (Seventeen)
18 The Lost Queen (Eighteen)
19 Haste Makes Waste (Nineteen)
20 Haste Makes Waste (Twenty)
21 Haste Makes Waste (Twenty One)
22 Hold The Torch (Twenty Two)
23 Hold The Torch (Twenty Three)
24 Hold The Torch (Twenty Four)
25 Pain In The Ass (Twenty Five)
26 Pin In The Ass (Twenty Six)
27 Pain In The Ass (Twenty Seven)
28 Pain In The Ass (Twenty Eight)
29 Evil Shadow (Twenty Nine)
30 The Evil Shadow (Thirty)
31 The Evil Shadow (Thirty One)
32 Stay Beside Me (Thirty Two)
33 Stay Beside Me (Thirty Three)
34 Stay Beside Me (Thirty Four)
35 Stay Beside Me (Thirty Five)
36 Blooming Flower (Thirty Six)
37 Blooming Flower (Thirty Seven)
38 Blooming Flower (Thirty Eight)
39 Red Heart (Thirty Nine)
40 Red Heart (Fourty)
41 Red Heart (Fourty One)
42 Time That We Used (Fourty Two)
43 Time That We Used (Fourty Three)
44 Time That We Used (Fourty Four)
45 Time That We Used (Fourty Five)
46 Like A Moth To A Flame (Fourty Six)
47 Like A Moth To A Flame (Fourty Seven)
48 Like A Moth To A Flame (Fourty Eight)
49 Still Stuck In That Time (Fourty Nine)
50 Still Stuck In That Time (Fifthy)
51 Still Stuck In That Time (Fifty One)
52 My Mysterious One (Fifty Two)
53 My Mysterious One (Fifty Three)
54 My Mysterious One (Fifty Four)
55 King Aiden and Queen Calistha (Fifty Five)
56 King Aiden and Queen Calistha (Fifty Six)
57 King Aiden and Queen Calistha (Fifty Seven)
58 Have A Blast (Fifty Eight)
59 Have A Blast (Fifty Nine)
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Khronos, Kairos, Hora (One)
2
Khronos, Kairos, Hora (Two)
3
The King Of Khronos (Three)
4
The King Of Khronos (Four)
5
The King Of Khronos (Five)
6
The King Of Khronos (Six)
7
Time Freeze (Seven)
8
Time Freeze (Eight)
9
Bloody Sword (Nine)
10
Bloody Sword (Ten)
11
Bloody Sword (Eleven)
12
Time To Recover (Twelve)
13
Time To Recover (Thirteen)
14
Time To Recover (Fourteen)
15
Time To Recover (Fifteen)
16
The Lost Queen (Sixteen)
17
The Lost Queen (Seventeen)
18
The Lost Queen (Eighteen)
19
Haste Makes Waste (Nineteen)
20
Haste Makes Waste (Twenty)
21
Haste Makes Waste (Twenty One)
22
Hold The Torch (Twenty Two)
23
Hold The Torch (Twenty Three)
24
Hold The Torch (Twenty Four)
25
Pain In The Ass (Twenty Five)
26
Pin In The Ass (Twenty Six)
27
Pain In The Ass (Twenty Seven)
28
Pain In The Ass (Twenty Eight)
29
Evil Shadow (Twenty Nine)
30
The Evil Shadow (Thirty)
31
The Evil Shadow (Thirty One)
32
Stay Beside Me (Thirty Two)
33
Stay Beside Me (Thirty Three)
34
Stay Beside Me (Thirty Four)
35
Stay Beside Me (Thirty Five)
36
Blooming Flower (Thirty Six)
37
Blooming Flower (Thirty Seven)
38
Blooming Flower (Thirty Eight)
39
Red Heart (Thirty Nine)
40
Red Heart (Fourty)
41
Red Heart (Fourty One)
42
Time That We Used (Fourty Two)
43
Time That We Used (Fourty Three)
44
Time That We Used (Fourty Four)
45
Time That We Used (Fourty Five)
46
Like A Moth To A Flame (Fourty Six)
47
Like A Moth To A Flame (Fourty Seven)
48
Like A Moth To A Flame (Fourty Eight)
49
Still Stuck In That Time (Fourty Nine)
50
Still Stuck In That Time (Fifthy)
51
Still Stuck In That Time (Fifty One)
52
My Mysterious One (Fifty Two)
53
My Mysterious One (Fifty Three)
54
My Mysterious One (Fifty Four)
55
King Aiden and Queen Calistha (Fifty Five)
56
King Aiden and Queen Calistha (Fifty Six)
57
King Aiden and Queen Calistha (Fifty Seven)
58
Have A Blast (Fifty Eight)
59
Have A Blast (Fifty Nine)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!