Gempuran jarak jauh Pasukan Kerajaan Yakjud yang menggunakan Manjanik dan serangan para Archer akhirnya berhenti.
“Sepertinya serangan barusan hanyalah percobaan saja. Apakah Manjanik mereka menjangkau benteng 77 ini.” Jaxon menyadari tujuan pergerakan pasukan Kerajaan Yakjud itu.
“Bawalah Swordman baru kita ini ke gerbang tujuh, aku yakin mereka akan memerintahkan pemula mereka untuk uji coba serangan pertama beberapa saat lagi. Sedangkan untuk Archer pemula tempatkan di gerbang enam saja. Aku rasa mereka dapat menjangkau makhluk hijau itu nanti,” kata Konrad pada Jaxon selaku pemimpin rombongan baru guild Serigala Isfahan.
Untuk anggota lama sendiri Jaxon menempatkan Archer di gerbang atas ini. Karena jangkauan panah mereka sudah sangat jauh. Rata-rata kini mereka Rank Gold dan Diamond. Para Swordman juga telah berkembang, mereka ditempatkan di gerbang enam sebagai bala bantuan jika sewaktu-waktu ternyata serangan Swordman Ras Goblin justru merepotkan para Swordman baru.
Benteng 77 sangat unik, karena posisinya di puncak bukit dan lerengnya menuju wilayah Kerajaan Yakjud. Makanya dibuatlah gerbang dengan sistem terasering seperti di persawahan atau mirip tangga yang terdiri dari tujuh gerbang.
Jika Pasukan Kerajaan Yakjud ingin merebut benteng 77, mereka harus melalui ketujuh gerbang itu dulu untuk mencapai puncaknya.
***
“Yang terluka cepat pulihkan diri dan yang Swordman ikut aku. Kita akan latihan terbuka dengan para Goblin sebentar lagi!” seru Jaxon membawa mereka ke gerbang tujuh.
Perasaan was-was menghantui mereka, masih terngiang-ngiang di pikiran mereka saat serangan mematikan para Goblin tadi, kini mereka akan dihadapkan pada pertempuran terbuka dengan mereka.
“Kalian hati-hatilah! Saling menjaga satu sama lain,” kata Noella pada teman-teman Swordman yang sama-sama datang dari desa Nazareth itu.
“Iya, lindungi kami, ya.” Drake menjawab dengan senyum lebar, namun tubuhnya kelihatan sekali sedang takut gemetaran.
“Costantino! Jaga Drake dan William, ya. Jangan biarkan Drake bertindak gegabah,” kata Noella lagi pada Swordman bertubuh besar itu.
“Tenang saja Ketua, Aku akan menjaga mereka,” sahut Costantino yang lebih tua setahun dari mereka.
Noella dan yang lainnya berumur 19 tahun sama dengan Pangeran Regar Virmilion.
“Mumiku kau hati-hati ya. Lindungi teman-temanku, nanti aku akan berikan kamu kecupan manja jika berhasil menumbangkan banyak makhluk hijau itu.” Alfira menggoda Regar.
Ia tersenyum tipis, namun Alfira tak melihatnya. Karena penutup wajahnya menghalangi senyumnya itu.
“Tentu saja aku akan bekerjasama dengan Drake, William dan Costantino. Kan, aku juga anggota tim ini,” kata Regar.
Dari semua Swordman baru guild Serigala Isfahan itu, mungkin hanya Regar lah, yang tak menunjukkan rasa takut atau grogi. Ia justru tak sabar untuk mengasah kemampuan bertarungnya.
Noella dan Alfira kemudian mengikuti Alice, Archer Rank Platinum yang menjadi pemimpin mereka. Regar dan Swordman lainnya melangkah ke gerbang tujuh bersama Jaxon.
“Baik, pertama kalian bentuk kelompok kecil untuk menjaga tiap-tiap pos yang sudah ditentukan. Jika terjadi serangan, berikan tanda dan mundurlah ke pintu masuk gerbang enam. Kita biarkan saja mereka masuk, karena sangat berbahaya jika bertarung diluar gerbang. Kita bisa menjadi sasaran empuk Archer pihak Yakjud tersebut. Sampai di sini kalian paham?” kata Jaxon.
“Paham!” sahut mereka serempak.
Regar, Drake, William dan Costantino tetap bersama. Mereka bertugas di di sudut kanan gerbang tujuh, menanti serangan Pasukan Kerajaan Yakjud.
***
Sudah tengah malam, serangan dari Pasukan Kerajaan Yakjud tak kunjung datang. Bala bantuan dari Randal, komandan Pasukan Militer Kerajaan Sirius yang berada di kota Cordova telah datang.
Mereka membangun kemah di gerbang lima dan empat. Urusan patroli diserahkan pada para pemula dari guild Serigala Isfahan itu.
“Aduh aku ngantuk sekali, kapan nih, para Goblin datang menyerang!” gerutu Drake yang sudah mengantuk berat.
“Sabar! Kalau menurutku, mendingan mereka tak usah datang dulu. Apa kau ingin bertarung dalam gelap begini?” Costantino tak setuju dengan pendapat Drake.
William mengangguk. “Ia bahaya tuh, bukannya membunuh Goblin, kita nanti malah bertarung melawan teman sendiri," kata William sambil mengintip dari bilik-bilik kecil tembok gerbang tujuh itu.
”Sihsssss!”
Pangeran Regar Virmilion meminta rekan-rekannya itu diam.
“Ada apa?” Drake berbisik, bertanya pada Regar.
“Sepertinya mereka akan menyerang, siap-siap pukul gong itu, agar yang lain tahu,” sahut Regar sembari mengeluarkan Pistol G-2 miliknya. Ia juga memasang peredam suara agar tak mengeluarkan suara berisik. Mana tahu tebakannya salah nantinya saat ia menembak bayangan hitam dibalik pepohonan depan tembok gerbang tujuh itu.
Drake dan yang lainnya bingung melihat pistol ditangan Regar. Namun ia tak menanyakan lagi, ia lebih memilih merangkak menuju gong dekat mereka, menunggu aba-aba dari Regar.
“Apakah aku salah lihat, ya?” guman Regar masih ragu-ragu bertindak. Sedangkan rekan-rekannya juga memperhatikan hutan didepan mereka.
Regar yang berkutat pada keraguannya itu, tiba-tiba William melihat satu Goblin sedang berpindah tempat di balik pepohonan itu.
“Aku melihatnya! Apa kita bunyikan gong-nya?” tanya William.
“Jangan dulu, biar kupastikan!” seru Regar membidik sebuah bayangan yang ia curigai adalah Goblin.
“Cisssss!” Suara tembakan Pistol G-2 milik Regar yang nyaris tak terdengar sama sekali.
“Brukkkkkk!” Tiba-tiba suara benda jatuh terdengar. Tak lama suara-suara Goblin yang kaget mulai terdengar, karena teman mereka tiba-tiba saja mati.
“Tung-tung-tung!” Drake membunyikan gong itu.
Para Swordman pemula guild Serigala Isfahan yang berjaga malam itu langsung mundur sesuai dari arah Swordman Jaxon tadi.
“Ayo mundur!” seru Constantine menepuk pundak Regar.
“Tunggu dulu, aku ingin melihat Papan informasi virtual milikku,” kata Regar yang penasaran berapa hadiah yang ia dapatkan.
Regar mengalirkan tenaga dalam pada jam tangannya dan muncullah Papan Informasi Virtual.
Nama : Regar
Rank : Silver
Usia : 19 tahun
Mana : 99.087 Capacity
Misi Sedang Berjalan : Error
Misi Diselesaikan : 1
Pendapatan Setelah Dipotong Pajak : 150 Poin
“Bagaimana?” tanya Constantine penasaran.
“Hmm, berarti kau tak lihat, ya. Baguslah kalau begitu.”Regar senang privasinya terjaga. “Cuma dapat 150 Poin saja setelah dipotong Pajak. Namun, ada yang aneh? Indikator Misi Sedang Berjalan Error. Apakah karena jumlah musuhnya banyak, ya?” sahut Regar lagi.
“Kalau begitu ayo cepat mundur!” teriak Drake yang sudah melompat duluan turun.
“Serang!”
“Serang!”
Para Goblin berhamburan keluar dari balik pepohonan, mereka mulai melompat tinggi melewati tembok gerbang tujuh.
William sangat panik, mereka belum jua mundur. Para Goblin sudah berdatangan.
“Tenang William, ayo lari! Aku akan menjagamu!” kata Constantine menyuruh William dan Drake berlari di depannya. “Regar cepat lari, aku akan melindungimu,” katanya lagi pada Regar yang menembakkan pistolnya tepat pada jantung Goblin yang melompat pada arah mereka.
“Jangan pedulikan Aku! Teruslah berlari ke depan!” sahut Regar.
Constantine mengerti maksud Regar, ia juga yakin Regar sangatlah kuat, namun ia hanya berpura-pura lemah saja. Apalagi sikap tenang yang selalu terpancar darinya selama ini.
“Baik! Tolong jaga kami,” kata Constantine berlari dibelakang William dan Drake.
“Hehehe ternyata betul dugaan Paman Setiawan, kalau jantung mereka kena, mati juga. Mereka tak akan sanggup beregenerasi lagi,” kata Regar dalam hatinya, puas dengan kemampuan mematikan Pistol G-2 miliknya itu. Regar jadi menyesal telah merusak Senapan Serbu SS-2 dulu saat ia diminta menunjukkan kemampuannya oleh Setiawan.
Ratusan Goblin telah menyelimuti gerbang tujuh. Mereka bersenjata Palu raksasa dan Pentungan terbuat dari besi besar. Sebagian lagi memakai tombak dan Kapak. Mereka mulai tertawa keras mengejar para Swordman pemula guild Serigala Isfahan yang berlari terbirit-birit menuju pintu masuk gerbang enam.
Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Nur Tini
Mulai seru
2022-07-27
0
Wedus Gembel
gassssss poll jangan pakai rem
2022-04-04
0
Wedus Gembel
bantai bantai bantai bantai bantai
2022-04-04
0