ILUSTRASI
SOURCE : PINTEREST
---- back to Story :
Lysa terlihat gugup ketika mobil yang ditumpanginya memasuki mansion. Ia melihat dua buah rumah yang dibangun secara terpisah, tapi masih dalam satu wilayah.
Pandangan Lysa terfokus pada mansion berwarna merah muda yang terlihat cantik itu.
Lysa turun tanpa membawa King D dan Otong karena keduanya tertidur lelap. Lysa meminta kepada Lucy dan Yohanes untuk menunggu mereka sampai ia memastikan jika keadaan di dalam aman.
Lysa tak terlihat seperti berkunjung ke rumah kerabat, melainkan seperti bertempur. Ia mengenakan setelan terbaru buatan Kai lengkap dengan pedang Silent Blue di pinggulnya dan sepatu magnet.
Lysa di dampingi oleh pion Damian dan juga Dakota. Sisanya, berjaga di luar karena King D masih berada di mobil.
Lysa di sambut oleh para lelaki bersetelan hitam rapi meski tak ada senyuman di wajah mereka.
Lysa masuk ke dalam mansion cantik itu dan melihat sekeliling, hingga matanya berhenti pada sosok gadis cantik berambut panjang pirang mendekatinya dengan sebuah kursi roda. Kening Lysa berkerut.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"Hi, nice to meet you. My name is Sierra. Sierra Flame," ucapnya ramah memperkenalkan diri dengan jabat tangan.
Lysa menatapnya tajam. Semua orang terlihat tegang saat Lysa cukup lama membiarkan Sierra mengulurkan tangan dan ia tak menyambutnya.
"Lysa Herlambang. Nice to meet you too, Sierra. Jadi ... kau yang mencelakai adikku?" tanya Lysa yang kini menyambut jabat tangan Sierra, tapi tak melepaskan genggamannya.
Sierra terlihat panik karena Lysa menggenggamnya kuat dan tak dilepaskan. Semua orang langsung mengarahkan pistol ke tubuh Lysa, tapi dua pion D meyakinkan jika hal itu tidak perlu.
"Lysa!" panggil Tobias yang muncul dari balik pintu masuk mansion.
Lysa masih memasang wajah dingin dan tak melepaskan jabat tangannya. Sierra berusaha untuk tetap tenang, tapi bisa terlihat ketakutan di wajahnya.
"Lepaskan! Kau menyakiti anakku," ucap Tobias garang dan melepaskan jabat tangannya paksa.
Mata Lysa kini menyorot Tobias tajam yang juga menatapnya lekat.
"Dari wanita yang mana? Wenda? Erlina? Carol? Sabrina?"
PLAK!!
"Oh!" Sierra memekik saat melihat Ayahnya menampar Lysa di depannya dengan sangat keras hingga terlihat bekas warna merah di pipinya.
Lysa tersenyum licik dan kembali menatap wajah Sierra dengan mencondongkan tubuh.
"Dia tersinggung rupanya. Baguslah, Ayahmu masih memiliki hati. Aku terkejut," ucap Lysa menyindir.
"LYSA!" teriak Tobias lantang.
"Berhenti berteriak padaku! Jangan panggil-panggil namaku! Kau pikir kau siapa, huh?!" balas Lysa berteriak.
Suasana tegang seketika. Tobias dan Lysa saling bertatapan tajam. Orang-orang terlihat was-was dengan hal ini termasuk Sierra yang kebingungan dalam bersikap.
"Mimi," panggil King D yang menghampiri Lysa meski masih terlihat mengantuk.
Amarah Lysa reda seketika. Ia langsung menghampiri anak lelakinya yang mendatanginya dengan terhuyung dengan Otong di belakangnya, diikuti Lucy dan Yohanes.
"Hai, kau bangun, Sayang?" tanya Lysa tersenyum merekah sembari menggendong buah hatinya yang kembali merebahkan kepala di bahunya.
"Kau bisa menidurkan King D di kamar. Aku sudah mempersiapkan kamar untuk kalian," ucap Sierra sopan.
"Apa kau memasang kamera pengawas di sana? Atau mungkin senjata pembunuh yang ditujukan untukku?"
"Lysa!" teriak Tobias lantang dan SRINGG!!
Semua orang terkejut ketika Lysa mengarahkan ujung pedang Silent Blue di hadapan lelaki bertato itu dengan satu tangan sedang tangan lainnya menggendong King D.
"Kau tuli, Tobias? Jangan berteriak padaku. Kepercayaanku pada kalian, The Circle mulai meredup. Jadi, berhati-hatilah," ucap Lysa keji menatap semua orang dari kubu The Circle tajam.
Tobias menatap Lysa dengan nafas menderu. Sierra tertunduk dengan dua tangan saling menggenggam di pangkuannya terlihat gelisah.
Pion Damian mengantarkan Lysa ke kamarnya karena ia enggan diantar oleh petugas di mansion.
Lucy, Yohanes dan Otong mengikuti Lysa di belakang, menaiki tangga menuju ke lantai dua.
"Daddy," panggil Sierra terlihat sedih.
"Ini semua gara-gara Smiley! Harghh!" teriak Tobias geram dengan dua tangan mengepal.
Sierra menghela nafas ikut tertekan akan hal ini. Tobias pamit pada anaknya untuk melihat kondisi Lysa dan lainnya di kamar atas dan Sierra mengangguk pelan.
"Kau istirahatlah. Jonathan baik-baik saja. Kita akan menyelesaikan semua. Jangan dipikirkan. Jangan lupa minum obat penguat syarafmu, oke?" ucap Tobias penuh perhatian dan Sierra mengangguk.
Tobias mencium kening anak perempuannya lembut dan Sierra kembali ke kamarnya di dampingi oleh dua orang lelaki berjas rapi.
Di dalam kamar Sierra.
Sierra segera meminum obat penguat syaraf yang didapat Tobias dari Jeremy atas pesanan khusus yang selama ini di rahasiakan dari Vesper.
Sayangnya, Vesper kini sudah mengetahui semuanya meski hal ini belum ia sampaikan pada jajarannya.
Hanya segelintir orang yang tahu yakni, mereka yang ikut dengannya kala itu ke Red Mansion, Filipina.
Sierra menyenderkan punggungnya ke sandaran kasur sembari memangku sebuah buku yang dijatuhkan Jonathan untuknya.
Sierra melihat isi dari foto-foto itu berikut beberapa tulisan tangannya yang tertoreh di sana. Sierra membuka tiap halamannya dengan mata berlinang.
Kini ia percaya dengan tulisan dari Sandara yang mengatakan jika ia sangat mencintai kakaknya, Jonathan, begitupula ungkapan Jonathan yang terlihat tulus atas permintaan maaf dan penyesalannya.
"Hiks. Kaki robot itu merenggut kenanganku dengan Jonathan. Kini Jonathan kecewa padaku. Hiks, apa yang sudah kulakukan?" ucapnya sedih melihat sepasang kaki robot yang menopang kedua kakinya, di senderkan di samping tempat tidur.
"Aku mengorbankan ingatanku demi bisa berjalan, tapi nyatanya, tetap tidak bisa. Mereka berbohong, hiks ... dan pembohong harus dihukum!" ucapnya marah dengan air mata menetes di wajah cantiknya.
Sierra segera menghapus air matanya. Ia kembali menelepon salah satu anak buahnya yang menjaga Jonathan untuk mengetahui perkembangan kesehatannya.
"Jonathan masih tak sadarkan diri, Nona Sierra. Namun, dokter mengatakan jika ia baik-baik saja. Ia tak mengalami gegar otak atau luka parah lainnya. Akan kuhubungi begitu Jonathan sadar. Istirahatlah," ucap lelaki itu tenang.
"Terima kasih, TC-M-091. Selamat malam," ucap Sierra sembari menutup teleponnya.
Sierra meletakkan buku peninggalan Sandara dan buku miliknya di samping ia tidur. Hatinya masih begitu sedih sehingga sulit baginya untuk memejamkan mata.
Dadanya sesak karena menangis. Sierra berusaha untuk menenangkan diri agar ia memiliki kekuatan untuk bertemu dengan Lysa dan Jonathan nanti.
Sierra memaksa matanya untuk terpejam dan pada akhirnya, ia tertidur pulas.
Di sisi lain, di kamar yang di tempati Lysa.
"Apa maumu? Ini sudah malam," tanya Lysa berdiri di samping ranjang saat King D dan Otong sudah kembali tertidur lelap.
Lucy dan Yohanes ikut berdiri di belakang Lysa terlihat serius.
"Kamar kalian ada di sana," ucap Tobias menatap Lucy dan Yohanes bergantian. Namun, dua orang itu tetap berdiri tegak tak beranjak dari posisi mereka.
"Tak bisakah kalian berdua memberikanku waktu bicara dengan Lysa? Ini urusan keluarga, jangan ikut campur," imbuh Tobias mulai menekan.
Lysa mengangguk dan dua orang itupun pergi meski terlihat enggan. Lucy menutup pintu dan membiarkan Tobias bicara empat mata dengan Lysa.
"Jangan di sini. Aku tak mau King D terbangun lagi," ucap Tobias pelan dan Lysa masih terlihat enggan untuk pergi.
Tobias terlihat tak sabaran. Ia memegang pergelangan tangan Lysa kuat dan menariknya paksa keluar dari kamar.
Lysa kesal, tapi mengikuti kemauan Tobias dan tak ingin membuat keributan.
Tobias membawa Lysa ke halaman belakang mansion kediaman Sierra dan meminta semua penjaga di sana untuk pergi, meninggalkan mereka berdua.
Orang-orang itupun menyingkir. Lysa melepaskan cengkeraman Tobias paksa dengan nafas menderu menahan marah.
Tobias terlihat frustasi dan terus memukul-mukul kepalanya dengan telapak tangannya.
"You," tunjuknya geram tepat ke wajah Lysa.
Namun, tak terlihat ketakutan di mata anak pertama Vesper itu. Ia malah makin melebarkan matanya.
"Apa maumu? Kau belum menjawab pertanyaanku, begitupula anak perempuanmu, Sierra," ucap Lysa penuh penekanan.
Nafas Tobias menderu. Ia seperti berusaha untuk tetap bersabar menghadapi wanita di hadapannya. Ia menyisir rambutnya ke belakang dan kini bertolak pinggang.
"Jonathan terluka, bukan karenaku atau Sierra. Smiley yang melakukannya," jawab Tobias jujur pada akhirnya.
"Smiley? Siapa itu?" tanya Lysa menyipitkan mata.
"Dia salah satu orang penting The Circle. Dia ayah dari semua pion D. Semua orang menghormatinya, tapi adikmu, Jonathan, malah menghinanya. Smiley marah dan sekarang lihatlah, Jonathan terluka karena mulutnya yang berbisa. Itu salahnya dan itu konsekuensinya jika menyinggung Smiley," jawab Tobias menjelaskan.
Kening Lysa berkerut. Ia masih diam seperti memikirkan sesuatu.
"Maaf, aku menamparmu. Benar, ucapanmu menyinggungku. Sierra, dia anak perempuan satu-satunya yang kuketahui dan masih hidup. Dia anak dari Sabrina meski aku tak begitu ingat wajah ibunya. Namun ya, dia anakku," sambungnya terlihat gugup.
Lysa mengangguk mengerti, tapi ia masih diam. Tiba-tiba, Lysa berpaling dan pergi begitu saja meninggalkan Tobias.
"Kau mau kemana?" tanya Tobias bingung berjalan mengikuti Lysa.
"Tidur, aku lelah. Kau terus membuatku bekerja seperti pembantu dan terima kasih atas tamparanmu. Aku tak perlu memakai blush on untuk perona pipiku," jawab Lysa ketus dan terus berjalan meninggalkan Tobias.
Langkah Tobias terhenti. Ia terunduk seketika. Entah kenapa sikap Lysa yang dingin padanya membuat hatinya sedih.
Tobias diam menatap sosok Lysa di kejauhan yang terus menjauh dan pada akhirnya menghilang dari pandangannya.
***
Yey, makasih tipsnya mbak atau mas Rana nih😆 Hari ini up 2 eps. Utang 1 epsnya nanti dulu ya tunggu lele waras. Ini udah pegel parah gaes.
Met malam minggu. Yang jomblo bisa menghabiskan waktu dengan ngehalu novel lele. Kwkwkw. Lele temenin nginem di malam minggu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
❤D_D❤
sabtu malam..senior dirumah aja Lee..baca novelmu..😅😅😅
2021-11-13
1
hmd
💚💚💚💚💚💚🧡
2021-09-06
0
..
kayaknya cuma Lysa yg berterimakasih dikasih blas on alami sm Toby😁 harusnya sih jgn sebelah y tanggung🤭😁
2021-08-06
1