ILUSTRASI
SOURCE : PINTEREST
---- back to Story :
Jonathan pergi meninggalkan sebuah rumah berwarna merah muda seperti Istana seorang Tuan Puteri.
Jonathan yang sudah dirundung kekecewaan, keluar dari kediaman mewah itu sendirian. Ia berjalan begitu saja menuju ke gerbang terluar.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"Jonathan! Kau mau kemana?" tanya Click berlari mendekatinya yang diikuti oleh Clack.
"Kita pulang. Urusan kita di sini sudah selesai," jawab Jonathan dengan sorot mata tajam tetap tertuju pada pintu gerbang.
"Namun, kita tak membawa kendaraan kemari. Semua akomodasi dari Tobias," jawab Clack mengingatkan.
Jonathan langsung membalik tubuhnya dan menatap dua orang itu tajam meski wajahnya babak belur.
"AKU PEMIMPIN THE CIRCLE! TANAH INI, SEMUA YANG ADA DI TEMPAT INI ADALAH MILIKKU!" teriak Jonathan lantang yang mengejutkan keduanya.
Nafas Jonathan menderu dan kini pandangannya beralih ke sebuah mobil yang terparkir dengan seorang lelaki berjas seperti anggota The Circle sedang berdiri di sampingnya.
"You!" tunjuk Jonathan mendekatinya. Lelaki itu terlihat takut meski berusaha untuk tetap tenang.
"Ye-Yes, Sir," jawabnya gugup.
"Kau anggota The Circle?" tanya Jonathan menatapnya tajam dan lelaki itu mengangguk cepat.
"Antarkan aku ke Bandara sekarang!" perintah Jonathan tegas.
Lelaki itu terlihat bingung, tapi Jonathan menunjukkan telapak tangannya. Orang itu terkejut dan akhirnya membuka pintu mobil untuknya.
Jonathan masuk ke dalam dan menutup pintu sendiri. Click and Clack segera mendatangi Jonathan yang terlihat marah.
Saat sopir akan membuka pintu untuk dirinya, Jonathan kembali di panggil.
"Jonathan! Wait!" teriak Sierra yang terlihat bersusah payah dengan kursi rodanya mendekati mobil.
Jonathan melirik dari balik jendela. Semua orang yang berada di sana terdiam ketika melihat Sierra berusaha mengejarnya dengan kursi roda elektriknya.
Namun, tiba-tiba, BROOM!!
"Jonathan!" teriak Clack panik ketika mobil yang ditumpangi oleh Jonathan melaju.
Jonathan pindah ke dudukkan kemudi dan mengemudikan mobil itu sendiri. Saat Jonathan akan menabrak gerbang tiba-tiba, BLUARR!!
"Jonathan!" teriak Click terkejut, saat tiba-tiba bagian belakang mobil meledak entah apa yang terjadi.
Mobil yang ditumpangi Jonathan sampai terangkat dengan moncong mobil berada di bawah. Mobil itu lalu jatuh dan terbalik.
Semua orang segera mengerubungi mobil tersebut untuk menyelamatkan Jonathan. Sierra terlihat ketakutan, tapi ia tak bisa berbuat banyak.
Tobias yang melihat hal itu ikut mendatangi mobil untuk melihat apa yang terjadi.
Orang-orang kebingungan karena Jonathan tak bisa dikeluarkan. Kaki Jonathan tersangkut dan ia tak sadarkan diri. Semua orang panik seketika.
"Ambilkan mesin pemotong dan padamkan api segera!" teriak Tobias lantang.
Segera, para penjaga di mansion melaksanakan perintah Tobias dengan tergesa. Click and Clack tetap berusaha untuk melepaskan kaki Jonathan yang tersangkut pada pedal gas.
Tubuhnya terhimpit oleh air bag dan mereka terpaksa merobek benda itu untuk mengeluarkan Jonathan.
Sierra menangis. Ia tak tahu apa yang terjadi, tapi ia sedih melihat Jonathan terluka.
Hingga akhirnya, sebuah gergaji mesin dinyalakan untuk memotong mobil dan berusaha agar tak meledak.
Tobias terlihat pucat. Ia takut Jonathan mengalami luka serius karena kepalanya berdarah.
Hingga akhirnya, penyelamatan itu berhasil. Jonathan segera dilarikan ke Rumah Sakit oleh Click and Clack dengan penjagaan penuh orang-orang berjas hitam.
Sierra ditinggal bersama dua pion D dan penjaga mansion di kediaman Sierra. Tobias menyusul Jonathan untuk memastikan keadaannya baik-baik saja.
"Itu mobilku. Kenapa bisa meledak? Apa ada yang ingin membunuhku?" tanya Sierra menatap dua pion D penuh selidik.
Dua lelaki itu lalu mendekati sopir yang tadinya akan mengantarkan Jonathan. Lelaki itu kembali gugup saat di datangi pion D dan Sierra yang menatapnya tajam.
"Apa kau tahu sesuatu?" tanya pion Daido curiga.
"Mobil ini baru keluar dari tempat servis," jawabnya gugup.
Kening pion Diego berkerut. "Apakah dari bengkel Smiley?" tanyanya menebak dan lelaki itu mengangguk mantab.
Sierra terlihat kaget akan pengakuan orang itu. Ia menjentikkan jarinya dan segera, salah seorang lelaki yang menjaga mansion-nya mendekati gadis cantik itu sembari memberikan sebuah ponsel berwarna putih.
Wajah Sierra serius seketika. Ia melakukan panggilan dan semua orang tahu jika ia menelepon Mr. Smiley.
"Hai, Sierra, Sayang. Tumben kau meneleponku?" tanya Smiley ramah.
"Kau bermaksud membunuhku, Smiley? Kau memiliki dendam padaku?" tanya Sierra to the point.
"No, itu tidak benar, Sayang. Aku tak mengarahkannya padamu, tapi Jonathan. Ya, Jonathan Benedict. Aku tahu dia sedang mengunjungimu dan kebetulan mobilmu sedang ada di salah satu bengkelku. Aku meledakkannya dari jarak jauh. Sungguh, aku tak bermaksud melukaimu. Apa dia, mati?" tanya Smiley santai.
KLEK.
Sierra langsung menutup panggilan teleponnya. Pandangannya tak beraturan, tapi bisa dilihat jika ia marah. Semua orang mendatangi Sierra siap menerima perintah.
"Tangkap Smiley. Ambil peledak itu darinya dan katakan, Jonathan calon suamiku. Berani Smiley menyakiti Jonathan, ia akan berurusan denganku. Kalian paham?" perintah Sierra tanpa memandang satupun pria yang berdiri mengelilinginya.
"Yes, Mam!" jawab orang-orang itu serempak dan mereka segera pergi melaksanakan perintah Sierra.
Sierra terlihat tertekan akan hal ini. Ia melihat mobilnya yang rusak parah di hadapannya. Ia memberikan kode dengan jentikan jarinya lagi.
Datang seorang pria berjas lain mendekatinya. Sierra berbisik dan orang itu mengangguk paham.
Dua pion D diam saja melihat orang-orang itu menyingkirkan bangkai mobil tersebut di mana Sierra tak mau menggunakan mobil itu lagi.
"Kalian berdua. Di mana Jonathan tinggal? Apakah dia memiliki keluarga?" tanya Sierra menatap keduanya lekat dan mereka mengangguk.
"Bisa bawa mereka kemari? Aku ingin bicara dengan salah satunya," pinta Sierra dan pion Daido segera mengeluarkan ponselnya.
Sierra menatap Daido tajam yang melakukan panggilan di hadapannya.
"Ya. Bawa Lysa kemari," ucapnya serius. "Ya, ajak saja orang-orang itu jika mereka bersikeras," sambungnya.
Sierra masih menatap Daido yang menganggukkan kepala padanya. Sierra kembali menjentikkan jarinya dan datang pria lain dengan setelan rapi mendatanginya.
"Siapkan jamuan. Kita akan kedatangan tamu. Pastikan kamar yang akan di tempati mereka sudah dirapikan. Aku tak mau tamu kita merasa tak nyaman," perintah Sierra tegas dengan wajah dingin.
"Yes, Mam," jawab lelaki itu dengan anggukan kepala dan segera masuk ke mansion warna merah muda yang memukau itu.
Sierra lalu masuk ke dalam mansion diikuti oleh dua pion D. Mereka bersiap untuk menyambut kedatangan Lysa dan rombongan yang akan mengunjungi kediaman Sierra Flame.
Di mansion Darwin, Melun, Perancis.
"What?! Jonathan kecelakaan?" pekik Lysa kaget saat ia baru saja selesai membersihkan kamar yang akan di tempati oleh Tobias nantinya.
"Ya. Tobias menghubungiku begitupula Daido. Sebaiknya kita segera ke sana. Perjalanan kita cukup jauh untuk sampai ke kediaman Sierra. Kita akan menggunakan mobil," jawab pion Damian menjelaskan dan Lysa mengangguk cepat.
Lysa segera bersiap. Ia terlihat bingung. Ia ragu untuk menghubungi ibunya karena takut Vesper akan cemas.
Lysa mengurungkan niat dan meminta kepada orang-orang yang akan ikut dengannya untuk tak menginformasikan hal ini ke jajaran. Mereka pun mengangguk mengerti.
Malam itu, konvoi tiga buah mobil membelah jalanan aspal untuk membawa Lysa dan rombongannya menuju ke Colmar, salah satu kota di Perancis, tempat Sierra tinggal.
Lysa semobil dengan King D dan Otong. Lysa terlihat khawatir jika Jonathan terluka parah.
King D dan Otong tertidur pulas selama perjalanan. Lysa yang lelah karena sedari kemarin bekerja membereskan rumah itupun ikut tertidur lelap.
Hingga akhirnya, mereka tiba larut malam. Para pion D yang mengemudikan mobil terus melaju dan hanya mampir untuk mengisi bahan bakar atau toilet lalu kembali melaju untuk mengejar waktu.
Di Rumah Sakit tempat Jonathan di rawat.
Tobias terlihat pusing dan terus menekan dahinya ke dinding karena Jonathan mengalami keseleo di pergelangan kaki kanannya.
Beruntung, Jonathan tak mengalami luka serius. Luka memar di wajah Jonathan sempat dicurigai oleh pihak Rumah Sakit.
Namun, Tobias beralibi dengan dalih Jonathan sedang latihan tinju dan ia kalah. Jonathan pingsan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit.
Pihak Rumah Sakit percaya dengan alasan yang disampaikan oleh lelaki bertato tersebut karena tak ditemukan luka fisik dari senjata tajam di tubuhnya.
"Tuan Toby, sebaiknya Anda kembali ke mansion. Kami akan menjaga Jonathan. Tak aman bila Anda berada di luar dalam waktu yang lama," tegas salah satu anak buah Sierra dan Tobias mengangguk setuju.
Lelaki itu segera kembali ke mansion setelah mendapat kabar jika Lysa dan rombongannya dalam perjalanan ke rumah salah satu anaknya itu.
Baru kali ini Tobias panik dan terlihat bingung dalam membuat alibi. Apalagi setelah pion Daido memberikan kabar jika pelakunya adalah Smiley dan Sierra sedang memberikan hukuman padanya.
"Arrghh!! Sial! Sial!" pekik Tobias geram sembari menendang sandaran mobil di depannya dan membuat dua orang yang duduk di depan kaget bukan main karena sikap Tobias yang tiba-tiba.
Dua lelaki bersetelan hitam itu dibuat was-was karena khawatir jika Tobias mengamuk.
Tobias mengantukkan dahinya ke jendela mobil berulang kali hingga terdengar suara getaran hebat di dudukkan belakang, tapi dua pengawal itu hanya bisa diam tak berani berucap.
***
Makasih tipsnya😍 Hari ini dobel eps. Doain lele bisa up eps berikutnya jam8 malam ya. Hari ini padet uyy jadwal lele. Happy weekend
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
bunga cinta
mertuaku adalah kakak ipar ku dong
2022-01-19
0
hmd
🧡🧡🧡🧡🧡🧡💚
2021-09-06
0
..
Tobias aneh, masa mau buat alibi aj bingung bukannya dia orangnya tpikal tu de poin?? bingung karna dia ada rasa y sm Lysa☺
2021-08-06
1