Di sisi lain. Pagi itu, Tobias menepati janjinya pada Jonathan untuk mempertemukannya dengan Sierra.
Meski Jonathan dan Tobias berbeda mobil, dua mobil melaju beriringan membelah aspal menuju ke suatu tempat yang ternyata cukup jauh dari kediaman Darwin Flame.
Pion Daido melirik Tobias yang menikmati burger, potato wedges dan soda, menu yang sama dengan Lysa di mana sebuah bungkusan kertas tertulis namanya di sana.
Ternyata Lysa menamai semua bungkusan itu dengan nama orang-orang yang berada di mansion.
Bahkan pion Daido dan Diego mendapatkan label pada bungkusan makanannya.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku menggunakan Indonesia campuran.
"Ada hubungan apa antara kau dengan Sierra, Jonathan?" tanya Click yang duduk sebagai sopir.
"Hah, ceritanya panjang," jawabnya terlihat gugup sembari merapikan setelan ekslusif yang dipakainya.
"Perjalanan kita cukup jauh untuk sampai ke rumah Sierra Flame," sahut Clack yang duduk di samping Click.
Jonathan diam seketika.
"Ka-kalian tahu di mana rumah Sierra?" tanya Jonathan langsung menatap dua bodyguard-nya bergantian dengan mata terbelalak. Dua orang itu mengangguk pelan.
"Agh! Kenapa kalian tak bilang?! Aku sampai harus membuat perjanjian dengan Tobias dan itu sangat merugikanku!" teriaknya kesal.
"Apa kau pernah bertanya pada kami tentang hal itu? Tidak 'kan? Itu bukan salah kami," sahut Click cepat dengan pandangan masih fokus pada kemudi, hanya melirik Jonathan sekilas dari kaca spion tengahnya.
Jonathan kesal bukan main. Ia menggaruk kepalanya hingga rambutnya berantakan. Click and Clack menghela nafas dan memilih diam tak lagi mengajak Jonathan bicara.
Mereka akhirnya sampai di sebuah hanggar di mana banyak helikopter terparkir di sana. Kening Jonathan berkerut.
"Toby!" panggil seorang lelaki tua berambut putih menyambutnya dengan rentangan tangan dan senyum merekah.
Mata Jonathan sampai melotot lebar karena melihat Tobias tersenyum merekah, terlihat tulus dan bahagia. Jonathan menatap Tobias seksama.
"Berkunjung?" tanya lelaki itu merangkul bahunya terlihat akrab dan tak takut.
"Eh, itu siapa?" tanya Jonathan menyenggol lengan Click.
"Dad."
"Ha?" tanya Jonathan bingung.
"Kami menyebutnya Mr. Smiley. Tak ada yang tahu nama aslinya, tapi Tobias memanggilnya Dad, ayah," jawab Clack santai, tapi membuat mulut Jonathan menganga lebar.
"Wait. Katanya ... ayah Tobi itu Joel Ramos?"
"Ya. Itu benar. Dia ayah yang mengasuh Tobias hingga menjadi seorang pion dari salah satu Mens setelah kematian ibunya. Seperti para pion lainnya. Tak ada yang tahu sejarah hidupnya bahkan Madam, tapi dia termasuk orang penting yang harus dilindungi oleh kami, The Circle," jawab Click panjang lebar sembari berjalan mengapit Jonathan.
"Ka-kalian kasih informasi penting gini ke Nathan gak menimbulkan masalah 'kah?" tanya Jonathan gugup dan jantungnya jadi berdebar kencang.
Click and Clack langsung menghentikan langkah dan menatap Jonathan tajam. Anak ketiga Vesper terkejut dan balas menatap keduanya bergantian dengan kikuk.
"Jiwamu masih melekat kuat dengan 13 Demon Heads. Meski kau sudah resmi dan diakui menjadi penerus Lucifer, tapi jiwamu belum melekat pada The Circle. Kau harus membulatkan jiwamu," tegas Clack menunjuknya.
"Jika aku lahir di kalangan The Circle mungkin itu akan mudah dilakukan, tapi kenyataannya tidak. Sejak lahir aku hidup dalam jajaran 13 Demon Heads. Nama The Circle masih melekat kuat sebagai musuh bebuyutan kami, seperti militer. Akan sangat sulit untuk melupakan hal-hal buruk yang kalian lakukan padaku dan jajaranku!" jawab Jonathan lantang dengan mata terbelalak lebar.
Tobias dan lainnya sampai menghentikan langkah. Mereka yang sudah jalan jauh di depan menoleh ke arah Jonathan yang terlihat marah akan sesuatu.
Jonathan bertolak pinggang menatap dua bodyguard-nya seksama terlihat marah.
"Jangan sebut nama 13 Demon Heads di sini. Aku risih mendengarnya," sahut lelaki tua yang disebut Dad oleh Tobias itu.
"Biasakanlah. Terima takdir kelompokmu karena sekarang aku pemimpinnya, Jonathan Benedict yang lahir dari jajaran 13 Demon Heads," tegas Jonathan.
Senyum Smiley sirna seketika dan menatap Jonathan tajam.
"Dari sekian banyak orang yang pernah kutemui sepanjang hidupku, kau menjadi lelaki pertama yang kubenci, Jonathan Benedict," jawabnya menatap anak ketiga Vesper tajam.
Sontak. Para pion, Tobias bahkan Click and Clack terkejut mendengar hal itu. Namun, Jonathan malah tersenyum licik.
"Baguslah. Kau kini punya daftar baru. Aku suka nomor satu dan jika kau belum memiliki daftar wanita yang kau benci, mungkin kau bisa memasukkan nama ibuku, Vesper," ucap Jonathan sembari berjalan melewatinya dengan senyum mengejek.
Nafas Smiley menderu. Kedua tangannya mengepal menahan marah. Orang-orang dari kelompok The Circle yang belum pernah melihat Smiley sampai menunjukkan rasa tidak sukanya terlihat panik.
"Smiley, bersabarlah. Dia tak seburuk itu. Malah aku merasa dari semua anak Vesper hanya dia yang paling bisa diajak bekerjasama," ucap Clack berdiri di sampingnya berkata pelan.
"Akan kubunuh dia. Pasti sebuah kesalahan bocah tengik itu penerus Lucifer," jawab Smiley menatap Jonathan tajam yang kini sudah duduk di dalam helikopter dengan baling-baling mulai berputar.
Orang-orang The Circle panik. Tobias mendatanginya dengan senyum tipis.
"Aku yang akan mengurusnya. Kau percaya padaku?" tanya Tobias sembari memegang salah satu bahunya.
Smiley diam dan pada akhirnya mengangguk pelan. Tobias dan rombongannya terbang meninggalkan kota Melun pagi itu.
Smiley menatap helikopternya terbang meninggalkan hanggar miliknya dengan sorot mata tajam entah apa yang dipikirkan.
Di dalam helikopter.
"Jonathan, kau membuat kesalahan. Kau membuat Smiley marah dan itu bukan hal baik," ucap Pion Diego menunjuknya.
"Aku bisa menerima segala keburukanThe Circle pada jajaranku. Keluargaku tewas karena kalian dan hal sama juga terjadi pada jajaran kalian, bukan? Kita saling berperang selama ini. Saling bunuh dan menyalahkan. Harusnya kalian senang karena penerus Lucifer jatuh di tanganku, salah satu calon anggota dewan 13 Demon Heads. Jika jatuh ke tangan keturunan Flame, dendam ini tak akan berujung!" jawabnya tegas.
Semua orang di dalam helikopter terdiam dan saling memandang. Jonathan terlihat kesal dan memilih memejamkan mata sembari mendengarkan musik dari earphone yang terhubung dengan ponselnya.
Tobias menatap Jonathan seksama terlihat serius seperti memikirkan sesuatu.
Cukup lama penerbangan itu hingga akhirnya mereka tiba di sebuah tempat yang terlihat sejuk dan jauh dari kebisingan kota metropolitan.
Kening Jonathan berkerut saat mereka tiba di sebuah helipad hanggar helikopter yang berisi banyak kendaraan serupa di sana.
Dua buah mobil menjemput rombongan itu. Jonathan kembali di temani dua bodyguard barunya di mobil kedua mengikuti mobil pertama yang ditumpangi oleh Tobias bersama dua pionnya.
"Apakah ... kita sudah hampir sampai? 5 jam lebih loh," tanya Jonathan melihat jam tangannya.
"Ya, kita sudah di sini," jawab Click serius dan membuat Jonathan gugup seketika.
Hingga akhirnya, mobil mereka memasuki sebuah rumah yang ditumbuhi banyak bunga. Jonathan terlihat terpukau akan keindahan rumah itu.
Namun, sosok Sierra yang selama ini dicarinya malah membuatnya salah tingkah dan gugup. Ia malah tak berani keluar dari mobil padahal semua orang sudah menunggunya.
"Apa yang kau lakukan? Kau baik-baik saja?" tanya Clack terheran-heran karena Jonathan malah pucat dan terlihat takut akan sesuatu.
"Mm ... mm," jawabnya gugup dengan kedua kaki bergoyang tak beraturan.
"Kau membuang waktu, Jonathan. Jika tak mau, kita kembali ke Melun," ucap Tobias dari balik jendela.
Seketika, "Ehem. Oke. Nathan siap. Tadi cuma ... benerin sepatu doang. Talinya lepas," jawabnya beralibi.
Tobias terlihat malas dan berjalan lebih dulu mendahului lainnya. Jonathan terlihat gugup dan berulang kali membenarkan setelannya.
Saat ia sedang berjalan di conblock halaman depan untuk memasuki teras dari pintu utama, tiba-tiba datang sebuah mobil berwarna putih di bagian timur.
Jonathan menoleh seketika meski ia tetap melangkah. Namun langkahnya terhenti, saat ia melihat sosok gadis cantik yang dipapah oleh dua orang lelaki dan mendudukkannya di sebuah kursi roda elektrik.
Jantung Jonathan berdebar kencang seketika. Kakinya melangkah dengan sendirinya menuju ke gadis cantik yang duduk diam di kursi roda dengan banyak pengawal di sekitarnya.
Jonathan melangkahkan kakinya perlahan dan pandangannya hanya terfokus pada sosok gadis cantik yang selama ini dicarinya. Senyum Jonathan terpancar tanpa ia sadari.
Namun seketika, CEKREK!
"Berhenti! Kau siapa! Jangan mendekat!" teriak salah seorang lelaki menodongkan pistol ke tubuh Jonathan berikut pria bersetelan rapi lainnya.
Jonathan tak menghiraukan peringatan itu. Ia tetap tersenyum dan matanya terkunci pada sosok gadis cantik yang menatapnya lekat dengan wajah lugu.
"Akhirnya ... setelah sekian lama. Aku menemukanmu, Sierra. Hai, kita bertemu lagi," ucap Jonathan dengan senyum terkembang diliputi kebahagiaan.
"Kau ... siapa?"
DEG!
***
ILUSTRASI
SOURCE : PINTEREST
Makasih tips koinnya Chonk dan Alra😘
Tukeran jam up sama SM dulu ya. Naskah SM belom dirapiin soalnya. Okeh eps berikutnya semoga bisa up jam 5 sore nanti dan 8 malam. Jangan lupa like dan vote vocernya ya💋💋💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
👑 Tuyu£_sekeπ🐊💣
waduh knp siera lupa sama jojo
2022-02-18
0
🆙
parkir jempol le
2021-09-10
1
hmd
🧡🧡🧡🧡🧡🧡💚
2021-09-06
0