Di mobil Tobias.
Mereka bicara dalam bahasa Perancis - Inggris.
Lysa terdiam memalingkan wajah tak berani menatap wajah Tobias. Namun tiba-tiba, CITTT!!
Lysa terkejut saat mobil Tobias berhenti pada sebuah restauran cepat saji dan masuk ke drive thru di mana tempat makan itu buka 24 jam.
"Bienvenue chez LL Fried Chicken. Quel menu souhaitez-vous commander, Monsieur?" tanya operator pada mesin pesanan.
(Selamat datang di LL Fried Chicken. Menu apa yang ingin Anda pesan, Pak?
"Semua yang ada di dalam daftar," jawab Tobias cepat.
"Se-semua? Semua menu paket?" tanya operator dengan suara wanita yang terdengar bingung.
"Kau tak bisa melakukannya?"
"Oh ya, bisa, Tuan. Silakan menunggu pesanan Anda. Terima kasih dan semoga puas dengan pelayanan kami," jawab operator itu terdengar sedikit gugup.
"Semua dalam menu? Itu banyak sekali, Toby," tanya Lysa keheranan.
"Besok kau tak usah memasak. Biarkan mereka makan junk food," jawab Tobias cepat dan kini menunggu antrian pembayaran.
Lysa terbengong. Ia tak bisa membayangkan betapa banyaknya pesanan itu. Tobias melajukan mobilnya perlahan ke loket pembayaran di kasir.
Setelahnya, mobilnya segera melaju ke pos pengambilan menu yang dipesan olehnya.
Tiba-tiba, Lysa keluar dan pindah ke dudukkan belakang. Tobias menatap Lysa keheranan saat ia membuka jendela, siap untuk menerima semua pesanan.
Tobias mensejajarkan jendela Lysa dengan pelayan yang memberikan banyak bungkusan dari semua pesanan yang dibelinya.
Tobias mengawasi sekitar bahkan ia masih menggunakan penyamaran agar wajahnya tak terdeteksi oleh sistem komputer militer pemerintah termasuk Lysa.
Cukup lama hampir 30 menit lamanya semua pesanan itu diberikan karena pelayan itu menjelaskan satu per satu dari tiap bungkusan yang diserahkan pada anak pertama Vesper.
"Sudah semua, Toby," ucap Lysa yang kini duduk terpepet pada pintu mobil karena bangku di sampingnya bahkan sampai karpet berisi bungkusan makanan.
Mobil Tobias segera melaju kencang kembali ke mansion. Lysa memberi tanda pada bungkusan-bungkusan itu dengan pulpen yang tersedia pada saku belakang mobil entah apa yang dituliskannya.
Akhirnya, mereka tiba di mansion dan Tobias langsung memarkirkan mobilnya ke basement.
Para pion yang berada di pusat kendali segera menutup gerbang dari tombol otomatis berikut pintu basement.
Pion Dexter, Damian dan Darion menghampiri Lysa yang terlihat repot dengan bungkusan makanan yang dibawanya.
Tiga pion itu terlihat bingung ketika menerima banyak bungkusan sampai mereka kesulitan membawanya.
"Tolong bawakan ke dapur. Akan aku simpan sebagian di lemari es dan lemari makanan," ucap Lysa kikuk.
Pion Dexter melirik Tobias yang berdiri diam menyender di samping pintu kemudi dengan kedua tangan masuk ke dalam saku.
Bagi para pion, tak perlu bertanya, mereka sudah tahu apa yang Tobias lakukan hingga terdapat banyak makanan di mobil itu.
"Aku cukup yakin jika Toby tak tahu makanan kesukaan Lysa jadi ia pesan semua. Hmm, ada untungnya juga untuk kita. Besok makan besar," ucap Darion berbisik.
Dua pion lainnya tersenyum lebar. Mereka setuju dengan ucapan Darion barusan. Lysa lalu mengangkat belanjaan di bagasi belakang dan menentengnya.
Tobias berjalan mengikuti Lysa di belakang tak membantunya. Lysa segera masuk ke kamar dan diikuti oleh Tobias.
Lelaki itu melepaskan kedua sepatu fantovelnya tanpa menyentuhnya. Ia menggunakan tumit dan ujung kaki untuk melepasnya.
Saat Lysa akan mengganti sprei, ia terkejut melihat Otong berada di kasurnya. Tobias terlihat marah dan mendatangi Otong dengan gusar.
Lysa panik, tapi ia terlambat saat Tobias sudah menggendong Otong yang tertidur nyenyak dan memindahkannya ke kasur bersama King D.
"Bereskan," perintah Tobias dengan wajah datar sembari melepas pakaiannya dan memasukkannya ke keranjang.
Lysa bernafas lega karena ia pikir tadinya Tobias akan menyakiti Otong entah dipukul atau dibentak, tapi ternyata dugaannya salah.
Lysa bergegas mengganti sarung bantal, guling dan sprei di kasur yang akan ditempatinya. Tobias duduk diam di sofa memandangi Lysa yang telaten dalam bekerja.
"Kau rajin, rapi dan masakanmu enak. Kau seperti pembantu rumah tangga. Kerjamu bagus."
Lysa langsung menoleh dan menatap Tobias tajam terlihat tersinggung dengan ucapannya.
"Itu sebuah pujian. Berterima kasihlah padaku. Aku jarang memuji orang."
Lysa gemas bukan main, tapi ia tak ingin berdebat.
"Apa dia tak bisa membedakan antara pekerjaan seorang isteri dan pembantu rumah tangga? Menyebalkan," gerutu Lysa, tapi tetap bekerja.
"Eh, isteri?" ucapnya lagi yang langsung berhenti saat melebarkan sebuah selimut di atas kasur yang sudah terbungkus sprei.
Sekilas, ia teringat akan statusnya yang kini adalah seorang janda. Lysa terdiam dengan wajah tertunduk.
Rasa sakit kembali di rasakan dalam hatinya. Tobias menyadari perubahan sikap dari wanita di hadapannya.
"Kau belum membereskan makanan di dapur," ucap Tobias mengingatkan.
Lamunan Lysa buyar dan ia segera pergi ke dapur. Tobias mengikuti Lysa di mana ia kini kembali memakai celana kain panjang tanpa celana d*lam dan bertelanjang dada memamerkan tatonya.
Lysa yang fokus merapikan makanan mengabaikan keberadaan Tobias yang sedari tadi memperhatikannya entah apa yang dipikirkan.
"Aku belum melihatmu makan. Duduk sini dan makanlah. Pilihlah makanan yang kau suka dari menu-menu tadi," ucap Tobias dan Lysa mengangguk pelan.
Wanita cantik itu mengambil piring dan mengambil sebuah bungkusan berisi beef burger, potato wedges dan soda. Tobias melihat Lysa makan dengan lahap seperti orang kelaparan.
"Kau mau menikah denganku?"
"Ohok!" Lysa langsung tersedak saat ia akan menelan kentang di mulutnya.
Segera, wanita cantik itu meneguk sekaleng soda dingin dari makanan cepat saji tadi. Lysa menatap Tobias tajam dengan kening berkerut.
"Kita berbeda, Toby. Kau tak sadar hal itu?" tanya Lysa dengan burger di tangannya.
"Ya, kita berbeda. Kau wanita dan aku laki-laki, sisanya kita sama," jawabnya tenang dengan wajah datar.
Nafsu makan Lysa sirna seketika. Ia kembali meneguk soda di mana ia merasa percakapannya ini akan sangat panjang dan penuh tekanan jika di perdebatkan.
"Aku seorang muslim dan kau bukan. Ada sebuah tembok penghalang yang sangat besar diantara kita, Toby. Itu alasan utamaku kenapa tak bisa menikah denganmu," ucapnya tegas menatap Tobias tajam.
"Apakah itu sangat penting?"
"Yes, for me," jawab Lysa mantab.
Tobias mengangguk dan pergi begitu saja meninggalkannya tanpa bicara apapun. Lysa terheran-heran dengan sikap Tobias yang baginya sangat aneh akhir-akhir ini.
Kepergian Tobias ternyata membuat nafsu makannya kembali. Lysa makan dengan lahap bahkan mengambil sebuah bungkusan lagi di mana ia merasa sangat kelaparan.
Saat Lysa kembali ke kamar, ia terkejut ketika mendapati Tobias tak ada di kamarnya bahkan pakaian kotor serta sepatu fantovelnya tak ada.
Lysa bingung, tapi ada perasaan lega karena lelaki bertato itu tak ada di kamarnya malam ini.
Keesokan harinya, King D, Lysa dan Otong yang sudah rapi segera mendatangi ruang makan untuk makan bersama.
Ternyata, ruang makan sudah ramai orang. Mereka menikmati sajian junk food yang dibeli Tobias semalam.
Namun, Lysa tak mendapati sosok lelaki bertato itu termasuk Jonathan dan dua bodyguard barunya.
"Mm, mana yang lain?" tanya Lysa enggan menyebut nama lelaki bertato itu.
"Sudah pergi," jawab pion Damian cepat. Lysa mengangguk pelan.
"Kalau boleh tahu ... kemana?" tanya Lysa sembari duduk di samping King D yang sudah asyik mencomot kentang goreng yang diberikan Lucy padanya.
"Menemui Sierra."
"What?!" pekik Lysa kaget setengah mati sampai matanya melotot lebar.
***
Aduh maap telat up. Eps satu lagi besok aja ya. Nanti lele kasih 3 deh. Insya Allah. Soalnya kalo di up malam ini kemaleman dan lele capek banget gaes.
Trims ya tips koinnya Salma, Mami dan JBlack. Lele padamu💋💋💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
👑Metania👩💻🔫💣
Ad yg baca lgi kah di 2025?. Klo ad, kita 1 server❤️
2025-01-30
1
👑Ulhak 💣
baca ulang lagi... 🔥
2024-07-27
2
👑 Tuyu£_sekeπ🐊💣
akhirnya bisa baca novel mu lagi le,mesti maraton nih bca nya udh Ketinggalan jauh 😁
2022-02-18
1