Tobias melihat suasana rumah yang ditempatinya serasa berbeda, ramai dan penuh rasa kekeluargaan.
Ia hanya diam mengamati ketika Lysa, Yohanes dan Lucy dengan giat membersihkan kamar di mansion peninggalan Darwin Flame tersebut.
Otong diminta Lysa untuk menemani King D bermain setelah membersihkan satu kamar. Lysa kasihan pada bocah kecil yang terlihat kelelahan dalam bekerja meski ia tak mengeluh sedikitpun.
Lysa melirik Tobias sesekali yang hanya duduk di sofa mengamati kinerja mereka tak ikut membantu sama sekali.
Lysa tetap fokus dengan pekerjaannya dan dua kamar itu baru bersih saat menjelang malam.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku Indonesia campuran.
"Sudah selesai? Aku lapar. Waktunya memasak," ucap Tobias dengan wajah datar ketika Lysa baru saja mematikan mesin penyedot debu.
"What? Kau meminta Nona Lysa melakukan apa? Kau sungguh tak memanusiakan manusia, Tobias. Tak lihatkah jika Nona Lysa kelelahan? Kau ...."
"Sudah, biarkan saja. Aku akan memasak," potong Lysa menurunkan telunjuk Lucy yang terlihat marah mendatangi Tobias di sofanya.
Nafas Lucy menderu. Ia tak percaya jika Lysa mau saja diperintah oleh Tobias.
Lysa memasukkan alat penyedot debu itu ke dalam almari lalu keluar dari kamar meninggalkan Lucy dan Yohanes yang masih terlihat kesal karena perilaku semena-mena lelaki bertato itu.
Di dapur. Tobias duduk diam memandangi Lysa yang sibuk dengan segala jenis bahan baku yang akan ia olah menjadi masakan untuk makan malam para tamunya.
Lysa tak melirik Tobias sedikitpun dan terlihat fokus dengan apa yang dikerjakannya.
Tobias menoleh ke arah pintu saat King D terlihat asyik bermain bersama Otong dan Jonathan sebuah permainan bola bekel.
"Jangan dimakan bolanya! Itu bukan bakso!" pekik Otong saat King D berhasil menangkap bola yang memantul di lantai.
"Haha! D laper ya? Tuh rumput banyak. Bagus buat serat. Tar kamu berbulu kaya si Pony, hehe," kekeh Jonathan meledek keponakannya.
"Woo, ketauan Oma Vesper dikutuk jadi toge loh, Om Jojo. Beraninya sama anak kecil," tunjuk Otong membela D.
Jonathan terkekeh berikut beberapa pion D serta Click and Clack yang ikut memakai alat translator atas pemberian anak ketiga Vesper.
"Eh, kamu kok lengket banget sih sama King D?" tanya Jonathan yang kini sibuk mengamati permainan monopoli yang masih tersegel dalam plastik kardus.
"Otong 'kan bodyguard-nya King D atas permintaan Om Javier. Tugas Otong memastikan jika King D selalu aman dari orang-orang jahat," jawabnya mantab.
"He?" kejut Jonathan mendengar jawaban dari bocah lelaki yang selalu memakai pakaian Jawa itu.
"Kau ... menjadi mata-mata Javier?" tanya Pion Darius Flame.
"Bukan mata-mata. Kalau gak salah bilangnya informan. Nah iya, itu. Otong dikasih ponsel sama Om Javier buat ngrekam kegiatan King D. Eh lupa, Otong belom rekaman hari ini. Otong titip King D ya," jawabnya lugu, tapi mengejutkan semua orang.
Jonathan langsung berdiri dan mengikuti Otong diikuti oleh pion Darius. Para lelaki di tempat itu saling memandang.
Lucy dan Yohanes yang baru selesai merapikan kamar untuk mereka beristirahat malam itu saling memandang.
Mereka memilih tak ikut campur dan menyusul Lysa untuk ikut membantu menyiapkan makan malam di dapur.
Di kamar Obama Otong.
"Tong, Otong!" panggil Jonathan panik yang langsung menghampirinya.
"Hem, napa, Om?" tanya Otong sembari memegang ponsel itu.
"Kamu ... ish. Kamu ngomong gitu rahasia gak sih? Mana ngomongnya di depan para D lagi. Oon nih," tanya Jonathan gemas dan mendorong dahinya hingga kepala Otong mundur ke belakang.
"Emang rahasia ya?" tanya Otong bingung.
Pion Darius yang mendengar dari balik pintu tersenyum miring. Ia lalu pergi meninggalkan kamar yang di tempati oleh Otong menuju ke dapur menemui Tobias.
"Toby," panggil Darius dan Tobias meliriknya dalam diam.
Darius mendekati Tobias dan membisikkan informasi yang diketahui dari kejadian barusan. Seringai Tobias muncul dan mengangguk pelan.
"Thank you, Darius. Ini akan sangat menyenangkan," ucapnya dengan senyuman.
Darius ikut tersenyum sembari melirik Lysa yang sedang sibuk menuang sup ke dalam mangkok besar untuk di sajikan.
Darius keluar dan meminta semua orang untuk menikmati makan malam di ruang makan.
King D digendong oleh pion Dakota dan diikuti oleh para lelaki yang tadi berkumpul bersamanya di taman tengah mansion. Keledai itu dibebaskan begitu saja berkeliaran di mansion.
Akhirnya, semua orang berkumpul di ruang makan untuk menikmati makan malam. Terlihat Lysa begitu lelah karena tak terlihat rona kebahagiaan di wajahnya.
Ia juga langsung menyuapi King D yang terlihat kelaparan karena balita menggemaskan itu makan dengan lahap.
Tobias diam menatap Lysa yang dengan telaten menyuapi anaknya dan mengabaikan santapan untuknya.
Para Pion D yang sudah selesai makan segera pergi dan kembali ke basement untuk bekerja.
Jonathan dan dua bodyguard-nya menuju ke kamar yang telah dibersihkan oleh Lucy serta Johanes untuk beristirahat.
Sedang Lucy dan Yohanes terlihat tak tega meninggalkan Lysa bersama King D dengan Tobias di sana meski ada Otong yang masih menemani mereka.
"Kalian istirahatlah. Aku akan menyusul," ucap Lysa tersenyum manis dan dua orang itupun akhirnya pergi meninggalkan wanita cantik itu meski dengan berat hati.
"Otong ngantuk ya? Ya udah, tidur sana sekalian ajak King D ya. Tante masih beresin dapur dulu," ucap Lysa kembali tersenyum dan Otong mengangguk pelan.
King D sudah terlihat lelah saat digandeng oleh Otong kembali ke kamar. Lysa merapikan piring-piring kotor dan meletakkan di wastafel untuk di cuci.
Tobias melihat sajian di meja makan telah habis dan ia menyadari jika Lysa belum menikmati satupun menu yang ia masak.
Tobias diam menatap Lysa yang memunggunginya dan tak mengajaknya bicara sejak di dapur.
Lysa melirik Tobias yang masih duduk menatapnya dalam diam. Lysa mendekatinya sembari mengelap meja makan.
"Kau ...."
"Mandilah. Kau jelek. Aku tak suka melihat orang kumal," potong Tobias yang mengejutkan Lysa.
Anak pertama Vesper itu mengangguk pelan dan pergi meninggalkan ruang makan usai membersihkannya.
Tobias melihat ruang makan dan dapur dengan seksama di mana tempat itu terlihat lebih bersih dari sebelumnya.
Tobias beranjak dari ruang makan dan mengikuti Lysa kembali ke kamar. Lysa terkejut saat akan menutup pintu karena Tobias masuk ke dalam.
"Ada satu ruangan yang cukup besar di paling ujung. Aku berencana untuk membersihkannya besok bersama Lucy dan Yohanes. Kau bisa tidur di sana mulai besok," ucap Lysa memegangi pakaian ganti dalam genggamannya.
"Kenapa tak sekalian saja membersihkan seluruh rumah ini?"
Lysa terkejut dan mendesah kesal. Ia terlihat marah, tapi malah berlinang air mata. Kening Tobias berkerut.
"Baik. Akan aku lakukan besok. Akan kubereskan rumah ini sesuai permintaanmu, sesuai isi perjanjian. "Selama King D ada diantara kita berdua, segala permintaanmu harus kuturuti. Kau berjanji tak akan menyakitiku dan juga keluargaku". Benar begitu 'kan?" tanya Lysa dengan suara bergetar terlihat tertekan.
Tobias mengangguk pelan membenarkan ucapan Lysa. Anak pertama Vesper langsung pergi meninggalkan lelaki bertato itu ke kamar mandi, melewatinya begitu saja.
Tobias mendatangi King D yang tidur satu ranjang dengan Otong di kamar anak pertama Eko tersebut.
Tak lama, Lysa keluar kamar mandi dan terlihat sudah lebih segar, tapi ia terkejut setengah mati ketika mendapati Tobias berpakaian rapi menggunakan setelan bahkan memakai sepatu fantovel. Lysa gugup seketika.
"Sprei yang kupakai semalam kasar. Aku tak ingin King D iritasi. Aku ingin beli yang baru. Ikut aku, pilih yang bagus," ucap Tobias berdiri di hadapan Lysa dan menatapnya tajam.
Lysa terlihat bingung.
"King D tak ikut bersama kita. Itu tak ada dalam perjanjian," jawab Lysa dengan wajah tertunduk.
Tobias menatap Lysa tajam.
"Ini ajakan personal, tak termasuk dalam perjanjian. Tak ada pengawal. Hanya kau dan aku. Apa kau menolakku?" tanya Tobias yang makin mendekatkan wajahnya hingga mata Lysa terpejam karena bisa merasakan hembusan nafas dari pria bertato itu.
Lysa membuka matanya dan menatap Tobias keheranan. Namun pada akhirnya, Lysa mengangguk.
Tobias berjalan lebih dulu dan Lysa segera menyusulnya sembari membawa jaket tebal. Ia melihat King D terlihat baik-baik saja saat ia tinggal.
Tobias mengemudikan sendiri mobil yang dibawanya dengan Lysa duduk di sampingnya. Orang-orang yang masih terjaga dibuat keheranan.
Diam-diam, Otong terbangun karena ingin kencing dan tak sengaja mendengar pembicaraan Lysa dengan Tobias.
"Roger, roger, brettt ... brettt ... tante Lysa pergi sama Om Toby pakai mobil berdua aja. King D udah bobok pules. Hah ... Otong gak bisa bobok nyenyak karena King D boboknya muter kaya gangsing. Aduh. Hari ini itu aja dulu laporannya. Otong ngantuk mau bobok lagi, tapi di kasurnya tante Lysa aja. Laporan selesai, brett ... brett ...."
Otong meletakkan ponsel itu begitu saja di sampingnya karena tak sanggup menahan kantuk. Otong langsung tertidur pulas di kasur yang biasa di tempati King D semalam.
CEKLEK!
Sebuah langkah kaki mengendap masuk ke kamar yang tak terkunci itu. Ia mengambil ponsel Obama Otong dan mengotak-atiknya.
Ia lalu memasukkan sebuah card baru pada slot ponsel itu dan meletakkan lagi di samping Otong tidur.
Pria itu kembali menutup pintu perlahan agar tak membangunkan Otong yang tertidur lelap.
Di sebuah toko yang menjual perlengkapan set kebutuhan rumah tangga.
"Ingat, kita mafia. Wajah kita menjadi buruan militer di seluruh dunia. Ini adalah toko yang tak memiliki CCTV. Segera pilih dan cepat pergi dari sini," ucap Tobias berbisik saat ia memakai topi, masker penutup wajah dan kacamata rabun.
Lysa mengangguk pelan dan ikut memakai kacamata yang diberikan Tobias padanya sebagai bentuk penyamaran.
Tobias terlihat waspada dengan sekelilingnya dan terus mengikuti Lysa di belakang.
Lysa terlihat sigap dalam memilih sprei dan berbagai perlengkapan lainnya karena ia juga khawatir jika sosoknya ditemukan militer.
Lysa memasukkan banyak barang ke dalam troli dan segera mendorongnya ke meja kasir begitu selesai memilih belanjaannya.
"To-Toby. Aku lupa membawa dompetku," bisiknya mendekati Tobias yang berdiri di belakangnya.
"Kau ingin mempermalukanku sebagai lelaki? Aku yang bayar. Sampai kau berani membayar sendiri dengan uangmu, aku tak segan membakar dompetmu," jawabnya bengis dan Lysa terkejut mendengarnya.
Tobias mendatangi meja kasir dan melakukan pembayaran. Lysa juga terkejut saat lelaki itu menenteng belanjaan yang cukup banyak dan berat tanpa meminta bantuannya.
Type mobil Tobias sudah otomatis. Menyalakan mesin dari jarak jauh termasuk membuka pintu hanya dengan satu tombol dalam remote dalam genggaman.
Pintu penutup bagasi mobil di bagian belakang juga terbuka otomatis. Lysa berdiri diam melihat Tobias memasukkan semua barang-barang yang dibelinya ke dalam mobil dengan sigap seperti tak ingin membuang waktu.
Ia juga langsung masuk ke dalam dudukkan kemudi saat pintu bangku penumpang terbuka otomatis. Lysa dengan sigap ikut duduk di samping Tobias mengikuti ritmenya.
"Besok aku ada urusan dengan Jonathan. Kau di rumah membereskan rumah bersama Lucy, Yohanes, Otong dan King D. Lima pion akan tetap berada di mansion. Jangan berani kabur atau aku tak segan melukai Javier," ucapnya tegas sembari mengemudikan mobil.
"Aku tak peduli akan kau apakan Sultan brengsek itu. Aku tak ada urusan lagi dengannya," jawabnya dingin.
"Hmm jadi seperti itu. Ketika seseorang bercerai, hanya kebencian yang tertinggal? Kau melupakan begitu saja cinta kasih yang sudah kalian jalin selama ini hanya karena sebuah kesalahan?" tanya Tobias yang praktis membuat Lysa menoleh padanya dan ternyata Tobias juga menoleh ke arahnya.
"Kenapa kau peduli?" tanya Lysa tajam.
"Aku tak pernah menikah dan aku sangat penasaran seperti apa rasanya menikah itu. Kau mau menikah denganku?"
Mata Lysa langsung melotot lebar mendengar pertanyaan Tobias dengan wajah datar mengutarakan permintaannya.
Lysa langsung terdiam dan memalingkan wajah dengan jantung berdebar. Tobias kembali fokus dengan kemudi dan pandangan lurus menatap jalanan di malam yang mulai larut.
***
Makasih tips koinnya😘 Besok masih dobel eps ya. Maaf up kemaleman ada keponakan nginep dan lele capek nginem seharian. Adeh. Epsnya panjang nih masih selow karena sebelah lagi dug2 ser😆
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
Mesae Sae
ngajak nikah, kya ngajak org makan bkso..
dasar toby..🤦♀
2021-11-18
1
❤D_D❤
duhhh...yg dilamar Lysa aku yg deg²an...🤭🤭🤭
2021-11-13
0
Lucania Carmen
Ya ampun Toby menggemaskan🤣
2021-10-28
0