Lama hari di Rusia tak seperti di negara pada umumnya. Matahari terbit sekitar pukul 22.15 dan tenggelam 17.42 (referensi distanceword.com dan penjelasan detail kompasiana.com. Ini kalo lele yang jelasin udah kaya kuliah jadi baca di internet aja).
Waktu yang singkat itu, Dewi dan Eko gunakan dengan sebaik-baiknya untuk mengemasi perlengkapan yang akan Otong bawa.
Namun, siapa sangka, kepergian Otong yang entah akan berapa lama, membuat para pion D, Lysa bahkan Tobias sendiri keheranan karena Eko membawakan 3 koper besar untuknya.
Mereka bicara menggunakan bahasa Inggris. Non-baku Indonesia campuran.
"I-itu barang bawaan Otong? Sebanyak itu?" tanya Lysa heran.
"Jangan cemas. Aku akan melemparkan koper-koper itu ke laut jika kargo tidak muat," jawab Tobias santai, berdiri di samping Lysa.
Lysa terkejut, tapi tak bisa membantah. Ia sangat khawatir jika salah sedikit dalam berucap dan bersikap, hal itu akan memberikan dampak untuk keselamatan anak satu-satunya, King D.
Lysa kembali tertunduk sedih saat menyadari jika ia tak bisa memiliki anak lagi mengingat ia masih sakit dan kini tak memiliki pendamping.
Tobias mengamati perubahan dalam diri Lysa. Ia melirik jemari wanita itu yang sudah tak memakai cincin pernikahannya lagi.
Tobias menaikkan salah satu alisnya tanpa berkata apapun.
Diam-diam, saat para Black Armys disibukkan dalam pengemasan kado-kado hadiah ulang tahun King D ke dalam mobil yang dibawa oleh para Pion berikut keledai miliknya, Otong merekam suara pada ponsel barunya.
"Roger, roger, brettt ... brettt. Otong dan Bos King D akan melakukan perjalanan panjang penuh rintangan bersama Tante Lysa dan para lelaki seram plus lelaki yang memiliki tato. Dipanggil Pipi sama Bos King. Pony dan semua kado ultah Bos King diangkut. Semua kekayaan bos King disita. Ini gak beres. Otong akan menyelidiki hal ini dan melindungi Bos King dengan sepenuh jiwa raga demi dapat duit. Laporan selesai, brettt ... bretttt," ucap Otong memberikan laporan.
King D tak menghiraukan apa yang dilakukan oleh Obama Otong. Mata King D berbinar melihat ikan-ikan piranha yang sedang diberi makan, berenang ke sana kemari dan melahap daging-daging dengan rakusnya.
"Otong! Ayo, udah waktunya berangkat," panggil Eko di kejauhan.
"Siap, Pak!" jawabnya semangat dan langsung menggandeng King D kembali ke halaman utama.
"Pony, Pipi," tunjuk King D ke kurungan khusus yang diangkut menggunakan sebuah truk.
Eko yang akan mengemudikan ditemani Drake dan beberapa Black Armys penjaga untuk memastikan Lysa, King D serta Otong pergi dengan selamat.
Lysa meninggalkan Borka lebih cepat dari jadwal karena tak ingin Tobias tinggal di Kastil milik ibunya.
Semua orang cemas dengan keadaan Lysa, King D dan Obama Otong yang pergi meninggalkan Rusia menggunakan pesawat kargo.
Eko terlihat sedih melihat anaknya melambaikan tangan dengan senyum merekah. Drake berusaha menenangkan sahabatnya yang pada akhirnya menangis.
"Eko gak pernah pisah jauh-jauh sama Otong, Drake. Mana perginya ngikut sikopat Tobias, alah biyung ... Tar kalo Otong ikut tatoan kaya dia gimana, Drake?" ucap Eko memelas berandai-andai.
Drake tak bisa menjawab dan hanya bisa menepuk punggung sahabatnya pelan. Drake mengajak Eko segera kembali ke Kastil karena tak aman bagi mereka muncul di depan publik.
Di pesawat, terlihat King D asyik bermain bersama Obama Otong. Ternyata anak pertama Eko mengetahui banyak permainan tradisional dari negaranya.
Lysa tersenyum melihat King D sedang merangkai karet gelang bersama Otong yang nantinya akan dijadikan tali untuk bermain.
Tobias diam menatap Lysa dan King D dari tempatnya duduk tanpa ekspresi. Para Pion ikut diam. Tak ada pembicaraan dari kelompok Tobias.
Akhirnya, penerbangan itu berakhir. Lysa menyadari jika mereka tiba di Paris. Lysa kali ini tak mengetahui kemana tujuan akhir dari perjalanan darat yang ditempuhnya.
Mobil penjemput sudah tiba dan semua muatan telah dipindahkan. Iring-iringan konvoi membelah aspal menuju ke sebuah rumah megah terlihat tak terurus dimasuki oleh rombongannya.
Lysa turun bersama Tobias, King D dan Otong di halaman depan rumah megah itu. Kening Lysa berkerut karena ia tak mengenali tempat tersebut.
"Ini ...."
"Cepat masuk. Di luar tidak aman," potong Tobias cepat dan segera masuk ke dalam rumah.
Lysa langsung menggandeng King D dan Otong mengikuti di belakangnya. Lysa melihat sekitar di mana tak terlihat ada pelayan ataupun penjaga di rumah itu.
Taman juga terlihat tak terawat. Banyak tumbuhan menjalar menutupi pekarangan. Di dalam rumah yang memiliki banyak koridor, terdapat sarang laba-laba di tiap sudut atap bahkan beberapa benda berdebu karena tak dibersihkan.
Hingga akhirnya, ujung dari lorong yang dilaluinya terdapat sebuah cermin besar yang tertutup debu.
Pion Darwin berdiri di samping bingkai cermin yang ternyata memiliki sebuah penutup tersembunyi.
Ia memasukkan kartu khusus berikut sidik jari dan pengenal suara.
Lysa diam pura-pura tak melihat dan mendengar padahal ia merekam apa yang diketahuinya ini dalam ingatannya.
KLEK!
"Masuklah," ucap Darwin menarik bingkai cermin sebesar ukuran tubuh manusia dewasa yang muat dimasuki oleh dua orang sekaligus.
Mulut Obama Otong menganga lebar. Ia tak menyangka jika ada sebuah pintu rahasia di balik cermin yang menempel pada dinding itu.
Sebuah tangga menuju ruang bawah tanah. Lysa menggandeng tangan King D erat saat menuruni tangga tersebut dengan hati-hati.
"Pelan-pelan, D sayang. Tak usah buru-buru," ucap Lysa pelan dan D terlihat fokus pada tiap langkahnya.
Tobias yang berada di belakang Lysa dan D menunggu keduanya dengan sabar. Otong berjalan lebih dulu dan telah sampai di bawah.
Ketika di bawah, Lysa terlihat bingung dengan ruangan tersebut yang mirip dengan gudang meski lebih bersih dan terawat ketimbang tempat di atas.
"Kalian akan berada di bawah sini sampai semua urusan kami selesai," ucap Tobias sembari menunjukkan sebuah tempat tidur bertingkat seperti barak tentara yang akan dipakai oleh Lysa, Otong dan King D.
"Di atas, Otong liat ada banyak kamar. Bahkan ada kasur, almari dan perabot lainnya. Kenapa gak tidur di sana aja?" tanya Otong langsung menyahut.
Lysa terkejut karena Otong terlihat tak takut dengan para lelaki dewasa yang kini berada di sekitarnya dengan banyak barang sedang dibongkar.
Tobias mendekatinya dengan wajah garang. Otong terlihat ketakutan dan langsung mundur sampai tubuhnya terpepet tembok. Wajah Otong pucat seketika.
"Toby, Toby, kau tak boleh menyakitinya. Dia kawan dari King D," ucap Lysa langsung berdiri di depan Otong, menghadang Tobias yang terlihat marah akan ucapannya.
"Kau ingin tidur di atas sana? Boleh saja, tapi bersihkan sendiri," jawab Tobias dengan wajah bengis.
Obama Otong diam sejenak seperti memikirkan ucapan lelaki bertato itu.
"Oke. Otong gak mau tidur di sini. Kasian King D. Banyak barang-barang yang bisa bikin D terluka. Tapi, bantuin beres-beres dong, Tante Lysa. Capek kalo ngerjain sendirian," pinta Otong memelas.
Lysa tersenyum dan mengangguk. Ia merasa pilihan Otong tepat agar mereka tak tinggal di basement mirip gudang dan pusat kendali dengan berbagai macam perlengkapan komputer.
"Aku dan King D akan tidur di atas," ucap Lysa menatap Tobias tajam dan lelaki itu mengangguk pelan.
Lysa lalu mengajak King D dan Otong untuk naik ke atas. Tobias mengikuti mereka untuk memastikan tahanannya tak kabur.
Otong dan Lysa dengan sigap membersihkan sebuah kamar yang memiliki dua tempat tidur dengan kamar yang terkoneksi dengan ruangan lain meski lebih sempit.
Lysa merasa dulunya kamar itu adalah milik seorang gadis muda. Dilihat dari warna-warna perabotan yang terang dan lembut di dalamnya.
Lysa dengan telaten menggunakan penyedot debu untuk membersihkan ruangan tersebut. Otong mengelap semua benda dengan lap basah hingga kembali terlihat berkilau.
Tobias duduk di sebuah sofa panjang bersama King D yang tertidur di pangkuannya.
Tak terasa, hampir 2 jam mereka melakukan pembersihan dan akhirnya selesai. Saat Otong akan membuka jendela kamar itu, tiba-tiba ....
"NO!" teriak Tobias tiba-tiba yang mengejutkan semua orang termasuk King D yang terbangun karena suara lantang ayah angkatnya.
Tobias ikut kaget saat King D seperti akan menangis. Lysa dengan cepat mendatangi anak lelaki kesayangannya dan menggendongnya.
"Om Pipi bikin kaget King D sih. Jadi nangis 'kan?" celetuk Otong begitu saja menunjuk lelaki bertato di hadapannya.
"What did you say?" tanya Tobias mulai beranjak dari duduknya terlihat marah.
Obama Otong kembali panik dan lagi-lagi, Lysa menghalaunya dengan King D masih dalam gendongan.
"Apa kau sudah menyiapkan makan malam? King D lapar," tanya Lysa terlihat sedikit berantakan.
Tobias melirik Otong tajam dan langsung berpaling darinya. Lysa bernafas lega karena Tobias tak menyakiti anak lelaki Eko.
"Otong, ajak King D mandi ya. Tadi udah Tante bersihin. Tante ambilin barang-barang kalian dulu. Gak papa 'kan ditinggal bentar?" tanya Lysa ramah sembari menurunkan King D.
"Iya, Tante. Jangan khawatir. Serahin aja sama Otong bodyguard," jawabnya mantap.
Kening Lysa berkerut, tapi mengangguk pelan. Otong menggandeng King D untuk mengajaknya mandi bersama.
Lysa melihat Otong sangat bisa diandalkan. Ia begitu baik dan pengertian kepada anaknya.
Muncul perasaan ingin memiliki anak lagi sebagai teman King D, tapi ia sadar jika harapannya itu hanya akan menjadi mimpi saja. Lysa kembali tertunduk sedih.
"Jangan berpikir bisa kabur dari sini," ucap Tobias tiba-tiba yang mengejutkan Lysa.
"Aku mau ambil barang-barang," jawabnya cepat.
Lysa mendatangi garasi dan menurunkan koper-koper miliknya, King D serta Otong. Lysa terlihat kualahan karena melakukannya sendirian dan Tobias hanya berdiri diam melihatnya.
"Kau yang memintanya jadi lakukan sendiri, aku tak akan membantumu," ucap Tobias tegas dan Lysa mengabaikan ucapannya.
Lysa hanya mampu membawa dua koper dalam sekali jalan dari garasi menuju ke kamar di lantai dua, menaiki tangga sembari menenteng dua koper besar itu.
Lysa melakukannya sampai tiga kali dan terlihat ia kelelahan karena hal ini. Tobias menyipitkan mata saat Lysa seperti akan pingsan dengan keringat mulai bercucuran di keningnya.
Hingga akhirnya, Lysa merintih pelan memegangi bahunya yang sakit saat ia menyender pada dinding setelah meletakkan koper terakhir milik Obama Otong.
"Jangan pura-pura. Kau tak selemah itu," ucap Tobias menatapnya tajam.
"Sepertinya, ini karena pen di tulangku. Rasanya nyeri," keluhnya mengerutkan kening memegangi bekas lukanya dulu karena perlakuan keji Tobias.
Lelaki bertato itu diam saat melihat Lysa merebahkan dirinya di sofa panjang dengan mata terpejam sembari memegangi bahunya yang sakit.
"Tante! Tolong handuk Otong sama D dong!" panggil Obama Otong tiba-tiba.
Lysa dengan sigap segera bangun dan membuka koper milik D serta Otong bergantian.
Lysa mengambil handuk untuk keduanya berikut pakaian ganti yang akan mereka kenakan.
Tobias masih diam mengamati semua perilaku Lysa selama di tempat itu. Bahkan, usai memakaikan baju anaknya, Lysa segera menuju ke dapur di mana Tobias memintanya untuk memasak.
Lysa heran, dari semua tempat, hanya dapur saja yang terlihat terawat bahkan ada stok makanan dalam lemari es dan lemari makanan.
Lysa yang kelaparan dengan sigap memasak untuk semua orang. Otong dibiarkan bersama King D di dalam kamar meski Tobias mengunci mereka dari luar.
"Roger, roger, brettt ... brettt ... Laporan misi Otong. Kita sekarang ada di rumah gede embuh milik siapa, tapi yang jelas, Otong dan Tante Lysa jadi kaya babu karena harus beresin kamar ini. Capek ya ampun. Ngalahin bantuin ibu di mansion Ramos. Otong dikunciin sama om Pipi di dalem kamar berdua sama D. Tante Lysa lagi masak. Terus apa lagi ya? Kita berdua lagi main Lego. Oia, kita berdua juga udah mandi, ganteng lah pokoknya. Tinggal makan trus langsung bobo. Itu aja, nanti sambung lagi gaes. Brettt ... brettt."
Otong kembali melakukan perekaman dengan ponsel pemberian dari Javier. King D masih terlihat asyik dengan mainan yang dibawa oleh Otong satu koper sendiri.
Eko khawatir jika anaknya nanti akan bosan. Ia membawakan semua mainan yang disukai oleh Otong ke dalam salah satu koper besar.
***
puanjang nih epsnya. masih eps santai karena novel sebelah lagi edisi tegang. tar kalian jantungan kalo dua2nya bergemuruh.
makasih tips koinnya. hari ini dobel eps ya. lele padamu💋💋💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
Maryani Ani
suka ada Brett nya 😂🤦🏻♀️
ciri khas Laporan otong
2022-01-23
1
" Ira_W "
sinyal bretttt......bretttt....rogerr....rogerr..... Masyallah kelakuan bapak banget kamu Tong kan aku jadi ketawa🤣🤣🤣🤣🤣
2022-01-16
1
❤D_D❤
breett...bretttt.,itu suara apa Leeee,.🤦♀️🤦♀️🤦♀️
2021-11-13
1