ILUSTRASI
SOURCE : PINTEREST
---- back to Story :
Mereka bicara dalam bahasa Arab.
Sepeninggalan Vesper. Kastil Borka, Rusia. Tiga hari setelahnya.
BRUKK!!
"Agh, hiks ... Sultan ...," tangis seorang wanita cantik berambut cokelat yang didorong hingga jatuh di lantai ballroom.
Lysa yang duduk di kursi kebesarannya hanya menampakkan wajah dingin tanpa ekspresi melihat drama di depannya.
Kai, Han dan para bodyguard Vesper berdiri di hadapan Javier yang membawa kelima isteri sirinya ke ballroom tersebut.
Habib dan Sauqi terlihat gugup, tapi hanya bisa berdiri diam di belakang Sultan mereka.
"Aku menggunakan mereka agar bisa memberikan anak perempuan untuk Tobias," ucapnya dengan nafas menderu, menatap Lysa tajam yang tak sudi memandangnya.
"Oh," jawabnya singkat.
"Wanita ini. Dia Ibu dari Fara yang ditembak mati oleh Tobias," tunjuk Javier ke punggung wanita berambut cokelat yang menangis di lantai dalam posisi tengkurap.
"Oh," jawab Lysa lagi tanpa ekspresi.
Javier terlihat bingung melihat reaksi Lysa yang seperti tak peduli dengan ucapannya.
"Aku menikahi mereka hanya agar bisa melahirkan anak perempuan yang sah. Sayangnya, hanya Sahara yang melahirkan anak perempuan, sisanya laki-laki. Mereka menggugurkannya ketika diketahui bayi tersebut laki-laki karena aku tak mau menerimanya," ucap Javier berdiri di antara kelima isterinya yang menangis di lantai.
"Oh."
"Oh? Hanya itu saja jawabanmu dari semua tindakanku ini?!" tanya Javier penuh emosi.
"Itu bukan urusanku. Kau yang membuat semua ide ini, Sultan Javier. Kau kuizinkan datang kemari karena kau setuju dengan keputusanku, bercerai. Jika kau kemari dan hanya ingin memberikan drama penuh kemunafikan di hadapanku, pergilah. Aku pastikan, ini terakhir kalinya kau menipuku, Sultan Javier. Setelah itu, jangan harap kau bisa melihat D lagi untuk selama-lamanya. Aku tak ingin anakku tumbuh seperti Ayahnya, seorang, baj*ngan."
Mata semua orang melebar mendengar ucapan Lysa. Salah satu isteri Javier terlihat marah dan berjalan gusar ke arahnya, tapi dihadang oleh Drake tepat di depannya.
"Apa kau tak sadar yang kau katakan, hah? Sultan melakukan semua ini karenamu. Ia tak ingin Tobias mengambil anakmu. Kami merelakan rahim kami untuk mengandung anak dari Sultan. Kau sungguh wanita kejam!" ucapnya tajam.
"Aku tak suka mendengar ucapannya. Dia menyakiti hatiku. Jika kau sungguh merasa bersalah padaku, Sultan Javier, bunuh mereka semua," perintahnya dengan wajah datar.
Praktis, mata semua orang kembali melebar.
"Ly-Lysa," panggil Kai terkejut akan perintah dari anak pertama Vesper yang tak ia duga.
"Jika kau bisa melakukannya, aku akan mengizinkanmu menemui King D dengan persyaratan khusus. Kita akan berpura-pura di hadapan para dewan dan seluruh mafia dalam jajaran 13 Demon Heads jika kita baik-baik saja. Namun tetap, kita berpisah, Sultan Javier."
Mata Javier terbelalak. "Aku tak mau bercerai denganmu! Tidak akan pernah!"
"Oh. Baiklah. Kalau begitu, ucapkan selamat tinggal pada King D, tapi ... aku saja yang sampaikan. Kau tak berhak bertemu anakmu lagi untuk selama-lamanya," jawab Lysa enggan menatap wajah suaminya dan beranjak dari dudukkannya begitu saja.
"LYSA! LYSA!" teriak Javier lantang karena ia diabaikan.
Semua orang di ruangan itu panik. Lysa berjalan melenggang menuju ke pintu keluar meninggalkan para tamunya. Saat Lysa membuka pintu, tiba-tiba ....
DOR! DOR!
"AAAAAA!"
DOR!
"SULTAN!"
DOR! DOR!
Lysa menghentikan langkahnya sejenak dan masih memunggungi para tamunya. Jantung semua orang berdebar melihat Javier membunuh kelima isterinya seperti permintaan Lysa tepat di kepala mereka.
"D ada di taman belakang bermain besama anak-anak yang lain. Kau kuizinkan bertemu dengannya hari ini. Esok, kau harus pergi meninggalkan Borka. Jangan khawatir, isteri-isterimu akan menjadi santapan makan malam ikan piranha Paman BinBin. Berani kau menguburkan mereka, aku tak segan meledakkan istanamu, Sultan. Salam," ucap Lysa lalu menutup pintu tak memandang wajah suaminya sedikitpun.
Javier menangis. Ia tak menyangka jika perbuatannya sungguh akan menyakiti hati isterinya.
Ia bahkan rela membunuh kelima isterinya demi mendapatkan hati isteri yang sangat dicintainya lagi, tapi ternyata semua sudah terlambat.
James memberikan instruksi kepada anak buahnya dari panggilan radio untuk membereskan mayat kelima isteri Javier yang sudah tergeletak tak bernyawa di lantai ballroom.
Tim pembersih mayat segera datang dan melakukan pembersihan. Javier masih berdiri dan tertunduk, terlarut dalam kesedihan.
Orang-orang meninggalkan ballroom karena bagi mereka, tak ada lagi yang bisa diucapkan untuk sang Sultan.
"Sudahlah, Sultan. Aku tahu hal ini sungguh menyakiti hatimu, tapi ini sudah keputusan dari Nona Lysa. Bersyukurlah dengan apa yang masih bisa kau dapatkan dari tragedi ini. Kau masih bisa menemui King D meski harus kehilangan Lysa untuk selama-lamanya," ucap Habib menasehati.
"Tidak, Habib. Semua ini karena Tobias. Dia sengaja membuat petaka di kehidupanku dengan membuat jebakan seperti ini agar aku berpikir melakukan penyelewengan. Aku tahu jika lelaki itu terobsesi pada anakku dan Lysa. Aku tak akan membiarkan Tobias berbuat seenaknya lagi pada keluargaku. Sudah cukup kesabaranku," ucapnya geram menatap Habib tajam.
Habib tersentak termasuk Sauqi, Panglima Perang Pasukan Jihad Javier. Mereka merasa jika Javier sungguh tak paham akan ucapan dari Lysa dan keluarganya tentang perbuatannya ini.
Javier keluar dari ballroom dengan air mata sudah mengering. Habib dan Sauqi mengikuti Javier menuju ke taman di mana Lysa mengatakan jika King D bermain di sana bersama kawan-kawannya.
Mereka bicara dalam bahasa Indonesia non-baku.
"Gimana, lucu 'kan kuda pony-nya, D? Sama kaya kamu," ucap Obama Otong sembari menutup pintu tempat hewan peliharaan di kandang.
Terlihat, King D begitu senang mendapatkan hadiah ulang tahun seperti harapannya. Obama Otong dengan sigap memasangkan tali pengikat di kepala hewan itu agar bisa diajak jalan-jalan oleh D.
Namun, kening Javier berkerut saat melihat anaknya yang dimanjakan bak Pangeran, berjalan berdampingan dengan hewan yang baginya bukan kuda pony seperti permintaannya ketika ulang tahun.
"Bukankah ... itu keledai?" tanya Javier bingung.
"Itu kuda pony yo. Mirip kaya di film-film kartun anak," sahut Eko langsung bertolak pinggang dengan bangga setelah berhasil membeli kuda pony untuk D seperti pesanan Vesper.
"Aku sangat yakin jika hewan itu adalah keledai bukan pony," jawab Javier melotot pada Eko.
"Embuhlah, sak karepmu. Intinya itu kuda. Titik!" jawab Eko sebal karena diragukan dalam pemilihannya.
Eko pergi meninggalkan Javier yang masih meragukan pengetahuannya membandingkan antara kuda pony dengan keledai.
"Untuk kali ini aku akui jika tebakanmu benar, Sultan. Itu memang keledai," bisik Sauqi mendekati Tuannya dan kini berdiri di sebelahnya.
Javier menghembuskan nafas panjang. Ia tersenyum melihat anaknya yang kini berjalan mendekatinya bersama keledai yang berjalan di sampingnya terlihat menurut pada majikan barunya itu.
"Baba ... Baba," panggilnya imut meminta gendong, melepaskan tali pegangan pada keledai tersebut.
"Oh, D sayang. Baba sangat menyayangimu. Kau satu-satunya alasan yang membuat Baba melakukan banyak hal gila," ucapnya menatap wajah anaknya lekat sembari menggendongnya dengan penuh kasih sayang.
King D diam saja menatap wajah Ayahnya seksama sembari memainkan kalung anggota dewan 13 Demon Heads yang selalu dikenakannya.
"Sepertinya ... kau sungguh menyukai kalung ini ya? Akan Baba berikan suatu saat nanti, tapi ingat perjanjian kita," ucap Javier sembari memegang medali pada liontin kalungnya.
King D menatap mata Javier lekat.
"Bunuh Tobias, maka kau akan menduduki kursiku. Itu janjiku," ucapnya berbisik dan D mengangguk pelan.
Senyum Javier merekah. Ia menciumi pipi anaknya gemas hingga balita lucu itu tertawa cekikikan.
Obama Otong menatap Javier seksama sembari memegangi tali pengikat pada keledai King D.
"Kau Obama ya?" tanya Javier yang kini menatap anak pertama Eko.
"Otong aja, Om Sultan," jawabnya mantab.
Javier berjongkok menurunkan King D. Anak lelakinya itu kembali mendekati keledainya dan mengelus wajahnya lembut.
"Kemarilah," panggil Javier berbisik dengan lambaian tangan.
Obama Otong bergegas mendatangi Pangeran Padang Pasir itu.
"Jadilah bodyguard King D selama dia di Kastil ini. Aku akan memberikanmu hadiah jika berhasil melindungi anakku. Aku juga akan memberikanmu bonus jika kau mau menjadi informanku selama berada di Kastil ini, bagaimana?" tanya Javier memberikan penawaran.
Mata Obama Otong melebar seketika.
"Mau, Om Sultan. Hadiahnya apa?" tanyanya antusias dengan wajah berbinar.
"Kamu suka apa?"
"Otong suka duit, Om Sultan," jawabnya cepat.
Senyum Javier merekah.
"Sebagai awal. Om akan kasih ponsel ini untukmu. Sini berikan ibu jarimu. Akan kuajari kau cara mengaktifkannya," ucap Javier sembari menunjukkan sebuah ponsel pada anak Eko dan lelaki kecil itu menuruti perkataan Javier.
Otong menempelkan jempolnya di layar ponsel tersebut dan seketika, sebuah kamera muncul untuk menangkap wajahnya.
Otong meringis memamerkan giginya saat ponsel itu merekam wajahnya. Hingga tulisan "Teridentifikasi" muncul pada layar, senyum Javier merekah.
"Om berikan ponsel ini padamu. Semua hal yang kau lakukan di ponsel ini, Om bisa melihatnya. Kau tak perlu memberikan laporan. Kau bisa menggunakannya untuk berfoto, merekam video, merekam suara bahkan mengirimkan pesan elektronik dan lain sebagainya," ucap Javier menjelaskan.
"Termasuk main games?" tanyanya semangat. Javier diam sejenak, tapi pada akhirnya mengangguk.
"Jika ditanya dapat dari mana, bilang saja hadiah dari Sultan karena sudah mengajak King D bermain. Pastikan, ponsel ini tak direbut oleh siapapun. Ini milikmu jadi pertahankan benda ini. Kau paham?" tegas Javier dan Otong mengangguk mantab.
"Trus dapet uangnya kapan, Om?"
"Nanti. Pastikan saja tak ada yang tahu kalau kau bekerja untukku sebagai bodyguard King D. Oke?" tanya Javier mengajaknya berjabat tangan dan Obama Otong menyambut salaman itu dengan senyum merekah.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Selama Secret Mission belom tamat, up 4YMS2 jam 5 sore ya. Dan kalau ada tips dobel eps up di jam 8 malam.
Terima kasih😍 tips dr JBlack
maap gaes. yg ini salah timer. semalem di cek jebule aku salah setting tanggal😆 harusnya tadi mlm up tapi keknya MT eror jdi g naik naskahnya. aku majuin up jm12 siang bwt tmn makan siangmu😅
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
abian lim
otong kecil2 tau aja duit he he
2022-04-25
0
Maryani Ani
Otong kenal duit ternyata mas Eko anakmu siapa yg ngajarin itu
2022-01-23
0
Lucania Carmen
Horee Javier babayyyy🥳🥳🥳
2021-10-28
0