Orang-orang yang telah sadar dari dampak gas bius Tobias mulai memeriksa seluruh Kastil.
Mereka khawatir jika Tobias dan timnya mencoba meledakkan rumah tempat bernaung selama ini atau mencuri data penting di Pusat Kendali.
Mereka bicara dalam bahasa Indonesia.
"Sayang, kau mau kemana?" tanya Kai cemas ketika melihat isterinya bersiap seperti akan pergi ke suatu tempat.
"Menemui Jeremy," jawab Vesper pelan.
"Kenapa?" tanya Kai heran sembari mendatangi isterinya.
"Ada hal yang ingin kupastikan, Kai. Selama ini, Tobias bisa memasuki mansion Ramos dan Kastil bahkan tak terdeteksi oleh sensor gerak yang telah kita pasang," jawabnya serius.
"Kau ... mencurigai Jeremy?" tebak Kai dan Vesper tersenyum sembari mencium lembut bibir suami termudanya. "Apakah dia mengkhianati kita? Selama ini?"
"Sepertinya tidak. Aku merasa, Tobias melakukan ancaman padanya, jadi ... aku ingin memastikan. Tolong jaga Kastil, Kai. Tobias akan datang lagi untuk menjemput D. Kau tahu yang harus dilakukan 'kan? Sampai jumpa, Sayang," ucap Vesper sembari menggeret kopernya dan meninggalkan kiss bye pada Kai.
Kakak dari mendiang Liu mengangguk paham. Vesper berjalan menyusuri koridor menuju lift.
TING!
"Wah, aku kurang cepat. Baru mau Juna jemput, Mah," ucapnya saat pintu lift terbuka.
"Kau lambat," ledek Vesper sembari masuk menarik kopernya.
"Selamat pagi, Nyonya Vesper," sapa Naomi yang kini mengambil koper dari genggaman Bos besarnya.
"Pagi, Cantik. Hem, kalian kompakan. Aku suka baju kalian, terlihat serasi," ucap Vesper dengan senyum terkembang memunggungi keduanya.
Arjuna dan Naomi salah tingkah. Mereka saling melirik dan tak menyadari jika mengenakan pakaian berwarna serupa. Putih.
TING!!
"Oh, kalian sudah siap. Ingat, jangan katakan apapun pada Jeremy soal maksud dan tujuanku sebenarnya," ucap Vesper saat mendapati dua bodyguard-nya telah menunggunya di luar pintu lift.
"Yes, Mam!" jawab Tora dan Seif mantab.
Vesper berjalan menuju ke landasan helipad yang berada di atap tertinggi Kastil Borka.
Ternyata Lopez sudah duduk sebagai pilot yang akan mengantarkan mereka sampai ke Bandara dan melanjutkan ke Filipina.
"Morning, Mrs. Lily!" sapa Lopez dari balik jendela.
"Hai, Lopez," balasnya ramah.
Orang-orang itu segera bersiap untuk terbang meninggalkan Kastil Borka. Seif menutup pintu helikopter dan benda yang memiliki baling-baling besar di atasnya itupun segera lepas landas menuju Bandar Udara Kaliningrad.
Di helikopter.
"Mm, Mah. Jadi ... Kak Lysa cerai dengan Javier?" tanya Arjuna gugup.
"Kenapa? Sepertinya kau senang?" tanya Vesper menatapnya dengan senyum tipis.
"Dari dulu Juna emang udah gak suka sama dia. Mama aja yang ngotot," jawabnya langsung menyilangkan kedua tangan depan dada.
"Mama? Kakakmu memang mencintai Javier, begitupula sebaliknya. Daripada kau menjelek-jelekkan Javier, bagaimana denganmu? Apa yang kau pelajari dari kasus Javier ini?"
"Ha? Mama ngomong apa?" jawab Arjuna bingung.
Vesper tersenyum lalu melirik Naomi. Dengan gugup, Naomi terlihat ragu menjawab.
"Kejujuran itu penting. Saling terbuka, berbagi pemikiran, saling percaya dan komunikasi, itulah arti dari membina sebuah hubungan dalam berumah tangga. Sultan Javier melewatkan poin-poin tersebut. Begitu pemikiran saya, Nyonya Vesper," jawab Naomi yang duduk manis di samping Arjuna.
"Hem. Pemikiranmu bagus. Kalau kau bagaimana, Juna? Kau belum menjawab pertanyaan Mama," tanya Vesper melirik anaknya.
"Juna belom nikah, mana Juna tau. Itukan urusan keluarga Javier dan kak Lysa. Kenapa Juna harus ikut terlibat? Juna gak suka campurin urusan rumah tangga orang lain," jawabnya tegas.
Seif dan Tora mengangguk setuju. Vesper menghela nafas. Naomi dan Lopez meringis karena mereka sepemikiran dengan Arjuna yang tak mau terlibat dengan rumah tangga Lysa.
"Lalu ... siapa calon menantu Mama? Kau sudah tentukan?"
"Haish, mulai dah jodoh-jodohin. Juna udah gede, Mah. Juna tahu siapa yang akan dijadikan isteri nantinya. Juna inget kok pesen dari ayah Han," jawabnya sebal.
"Pesan Han? Apa itu?" tanya Vesper penasaran.
"Kalau di Jawa bilangnya, bibit, bebet, bobot. Itu penting. Bahkan, ayah Han katanya sedang mencari tahu tentang latar belakang Tessa. Makanya, ayah Han tetap berada di Kastil karena pengen nangkep Tobias dan menginterogasinya soal Tessa itu," jawab Arjuna semangat.
"What?!" pekik Vesper terkejut bahkan Naomi.
"Maksudmu ... apa kau ... kau menyukai Tessa?" tanya Vesper menebak.
"Entahlah. Juna gak yakin. Cuma kata ayah Han, Tessa kandidat yang cocok buat jadi calon isteri Juna," jawabnya santai.
Vesper diam sejenak, tapi matanya langsung melirik ke arah Naomi. Gadis Jepang itu tertunduk, meremat kain yang menutupi pahanya dengan pandangan tak menentu. Ternyata, Seif dan Tora menyadari hal tersebut.
"Oh, begitu. Aku mengerti," jawab Vesper tak lagi melanjutkan pembicaraan yang ia sadari akan mengarah kemana dan dikhawatirkan akan menimbulkan rasa kecewa pada yang bersangkutan.
Akhirnya, Vesper dan timnya terbang meninggalkan Kaliningrad tanpa hambatan dengan pesawat pribadinya. Mereka akan mendarat di Cebu-Mactan, Filipina.
Jeremy yang diinformasikan jika Vesper akan berkunjung dengan alasan singgah sebelum ke Indonesia, tentu saja menjemputnya dengan penuh semangat.
Sudah lama sekali, mantan isteri Joel Ramos tak berkunjung ke Red Mansion.
Penerbangan selama kurang lebih 8 jam itupun berakhir. Mereka tiba di Filipina sore hari.
Konvoi mobil langsung menjemput dan mengamankan sang Ratu berikut rombongannya sampai ke Red Mansion.
"Hallo, Vesper. Kau terlihat sehat dan tetap ... cantik," ucap Jeremy saat menyambut jabat tangannya.
"Thank you, Jeremy. Kau terlihat jauh lebih muda tanpa brewok dan kumis yang tebal. Bahkan, kau memakai kacamata," jawab Vesper sembari melepaskan jabat tangannya dengan senyuman.
"Ya. Dua isteriku melayaniku dengan baik. Katanya, aku terlihat seperti profesor sungguhan dengan kacamata ini," sahutnya sembari membenarkan kacamatanya. Vesper terkekeh.
"Jadi ... kau akan menginap berapa hari?" tanya Jeremy sembari mengantarkan para tamunya ke ruang makan untuk menikmati jamuan makan malam.
"Aku rasa, dua hari cukup," jawab Vesper sembari mengangguk saat para pelayan dan penjaga mansion memberikan hormat padanya.
Arjuna melihat sang Ibu sangat dihormati oleh orang-orang di sekelilingnya. Timbul rasa iri dalam dirinya. Naomi melirik Tuan Mudanya sekilas dan tetap berjalan di sampingnya.
"Apa yang membuatku berbeda dengan mama? Aku bahkan menjadi anggota dewan lebih muda darinya. Aku lulus level 10 camp militer bahkan mama tidak. Kemampuan berenang dan menyelamku rangking pertama mengalahkan One dan ayah. Aku memiliki pasukan sepertinya dan juga kekayaan yang cukup. Apa yang membuat kami berdua berbeda?" tanya Arjuna berguman menatap sosok Ibunya lekat yang berjalan lebih dulu darinya.
"Perjuanganmu jika dibandingkan dengan Vesper-sama bagaikan langit dan bumi, Arjuna," sahut Tora tiba-tiba yang berjalan di belakangnya.
Anak kedua Vesper itu terkejut dan menoleh seketika. Ia menghentikan langkah dan menatap Tora, Lopez serta Seif tajam.
"Apa maksudmu?"
"Kau bisa sampai seperti ini karena meneruskan, bukan membangun. Semua fasilitas yang kau dapatkan karena Vesper-sama yang membuatnya. Jika kau ingin mengalahkan Vesper-sama, bangunlah kerajaanmu sendiri. Mandirilah tanpa harus ada campur tangan darinya," jawab Tora tegas.
"Apa kau tak ingat, dari mana saja mamaku mendapatkan kekayaan-kekayaan itu? Itu pemberian orang-orang padanya. Ia tak mendapatkan dari usaha kerasnya," tegas Arjuna.
"Orang-orang itu mempercayakan asetnya kepada Nona Lily karena ia dianggap mampu. Mereka bisa melihat jika Nona Lily bisa mengembangkannya dan itu benar. Kastil Borka yang dulunya hanya sebuah bangunan megah tempat tinggal dan berkumpulnya pasukan Borka, kini disulap oleh ibumu menjadi pabrik senjata bawah tanah dengan segala sistem persenjataan, teknologi dan komunikasi canggih bahkan militer sampai iri dan ingin mendapatkannya. Borka tak melakukan itu, tapi ibumu," tegas Lopez menekankan.
Arjuna mendengus keras.
"Soal pasukan. Ya benar, kau memiliki pasukan bernama Bala Kurawa seperti Black Armys milik Nyonya Vesper, tapi ibumu pencetus terbentuknya pasukan dari sekian generasi 13 Demon Heads. Ia seorang pelopor dan pemilik pasukan bersenjata terbesar dari kumpulan berbagai ras manusia di bumi. Ia merekrutnya, melatihnya bahkan memfasilitasi mereka. Orang-orang itu bergabung, tunduk dan setia padanya karena Nyonya Vesper mengayomi mereka dengan baik. Sebelumnya, para Black Armys dianggap sampah masyarakat, tapi aset penting bernilai milyaran bagi Nyonya Vesper. Dia tahu, bagaimana menghargai jerih payah orang lain, Kim Arjuna," tegas Seif
Nafas Arjuna menderu. Naomi tak bisa membela Tuan Mudanya karena baginya, ucapan Tora, Lopez dan Seif ada benarnya. Naomi memilih diam.
"Oleh karena itu, kalian setia padanya hingga saat ini? Yakin, bukan karena uang dan segala kemewahan yang mamaku berikan pada kalian?" sindir Arjuna.
"Jika kau berpikir demikian, pikiranmu sungguh sempit, Arjuna. Jika kau masih sedangkal ini dalam menilai seseorang, selamanya, kau tak akan pernah bisa menjadi pemimpin, apalagi, menggantikan posisi ibumu. Itu, hanya, mimpi," tegas Seif penuh penekanan.
Arjuna menarik nafas dalam terlihat marah. Seif dan Tora tetap berdiri tegak seperti menantang anak kedua dari Vesper tersebut.
Arjuna memalingkan tubuh dan pergi meninggalkan bodyguard ibunya. Naomi membungkuk hormat, pamit kepada tiga seniornya dan mengejar Arjuna dengan tergesa yang diliputi amarah.
"Kau melihatnya, Tora, Seif?" tanya Lopez yang masih berdiri dan menatap sosok Arjuna di kejauhan.
"Ya. Aku sudah siap dengan kemungkinan terburuk," jawab Tora serius dan Seif mengangguk.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Visual Jeremy Lele ganti ya krn sebelumnya itu model gak ketauan sampai sekarang siapa namanya. Adeh. Semoga syuka💋💋
Dan trims tipsnya. Besok dobel eps lagi😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 441 Episodes
Comments
Ayay Nya Yuda
juna haus hormat dan pujian wkwkw
2025-01-14
0
abian lim
junet masi emosian
2022-04-25
0
Maryani Ani
lah ko Tessa mau di jadiin kandidat mas Han ...awas hati hati salah pilih loh mas Han
ingat Arjuna bakalan jadi orang besar tapi di balik itu ada kemungkinan ada kejadian buruk semoga aja mas Han bisa mengatasinya
2022-01-23
0