Part 16 : Latihan

Heii, doble up, semoga masih stay ya^^

***

“Huhh..” Desah Tania terdengar, ia duduk di atas tanah dan menyenderkan kepalanya ke bahu Oberon.

“Kau lelah bukan? Ayo istirahat saja.” Ajak Oberon, tangannya terulur mengusap keringat Tania di pelipisnya. Tania menggeleng, “Tidak, istirahat sebentar dan akan ku lanjutkan lagi.” Tolaknya.

Pagi ini, tiba-tiba saja Tania meminta Oberon mengajarkannya beladiri, bahkan tadi Tania meminta langsung mengajarkan sihir. Oberon ingin menolak namun Tania terus bersikeras, dan sekarang mereka berada di lapangan tempat prajurit berlatih, hanya mereka berdua karena para prajurit sudah di usir oleh Oberon.

“Tania, kau tidak perlu bisa dalam beladiri ataupun sihir, hanya membuang-buang tenagamu.” Jelas Oberon, Tania cemberut mendengarnya, “Kau bilang aku calon Ratu Kerajaan Corvus, bukan?” Tanya Tania.

Oberon mengangguk, ia tersenyum kecil mendengarnya. “Tidak mungkin aku menjadi Ratu yang lemah.” Lanjut Tania.

“Siapa peduli kau lemah ataupun kuat? Seorang Raja akan selalu melindungi Ratunya, lagi pula jika ada perang aku tidak akan menyuruhmu ikut serta.” Jelas Oberon.

Siapa peduli? Tentu aku yang peduli, di masa depan tidak ada sihir. Sangat rugi jika aku tidak menggunakan sihir di sini. Batinnya kesal.

“Terserah, yang penting aku tidak ingin menjadi lemah lagi!” Ucap Tania tak terbantahkan, Oberon hanya pasrah, Tania sangat keras kepala.

“Dari yang aku lihat, kau sangat hebat. Gerakan dasar beladiri sangat mudah kau pelajari.” Puji Oberon.

Tentu saja, itu sangat mudah bagi Queen Mafia Corvus. Batin Tania sombong. Tubuhnya hanya lelah karena dua hari ini ia bermalas-malasan, sangat dimanja Oberon. Dua hari ini terasa seperti dua puluh tahun oleh Tania.

“Tentu saja, sekarang ayo lanjut.” Tania berdiri, diikuti Oberon. Sampai menjelang siang ia terus latihan beladiri bersama Oberon.

Matahari tepat di atas kepala, tanda tengah hari sudah datang. Tania berada di atas kasurnya, tentu bersama Oberon yang saat ini memijat kakinya, seolah seperti pelayan yang memijat majikannya. Selesai latihan dari pagi tadi tulang-tulang Tania terasa retak semua.

“Sudah aku katakan, jangan terlalu keras.” Ujar Oberon, Tania hanya mengangguk ngangguk acuh, Oberon beralih memijat tangannya.

“Tanganku tidak terlalu sakit, sekarang aku lapar.” Ucap Tania, Oberon menghentikan aktivitasnya, “Akan ku panggil dayang untuk mengantarkan makanan kemari.”

Tania menggeleng, “Aku ingin makan bersama Ayah dan yang lainnya.” Ucapnya, “Baiklah, perlu ku gendong?” Tanya Oberon.

“Tidak, kakiku bisa untuk berjalan. Aku mau saja digendong, tapi aku malu jika dilihat seisi istana.” Ucap Tania.

Padahal Oberon sangat ingin menggendongnya, Tidak mungkin aku bunuh seisi istana ini. Batinnya. Ingatlah jika Oberon sangat mudah melenyapkan nyawa seseorang hanya untuk keinginannya.

Mereka menuju ruang makan, semuanya sudah duduk menunggu Tania dan Oberon.

Tania duduk di sebelah Selir Larissa dan berhadapan dengan Putri Bianca. Dapat Tania lihat wajah kesal Bianca ketika melihat Oberon menggandeng tangannya.

Semua orang mulai memakan makanannya, di sela-sela makan Selir Larissa bertanya pada Tania, “Bagaimana keadaanmu, apa sudah membaik?” Tanya nya lembut.

Tania mengangguk, “Ibu ingin mengunjungi mu ke kamarmu, tapi beberapa hari ini tugas ibu sangat banyak.” Lanjut Selir Larissa.

“Tidak apa-apa, Oberon selalu menemaniku, ibu.” Ucap Tania sambil tersenyum tulus, ia tau Selir Larissa benar-benar menyayangi Putri Tania dari dulu.

Ibu? Ah aku sangat senang memanggilnya ibu. Batin Tania. Setidaknya ada orang di istana Dalbert yang benar-benar menyayanginya.

“Kau berisik.” Ketus Selir Elara yang disebelahnya, “ah, maaf.”

Raja Atlas yang sedari tadi diam menoleh pada Tania, “Tania, aku dengar dari prajurit kau dan Raja Oberon belajar bela diri, apa benar?” Tanyanya. Tania mengangguk.

“Apa kau bisa? Dulu saja menangkis serangan ku kau tak bisa?” Tanya Putri Bianca.

“Ya, bahkan Tania belajar dengan sangat cepat.” Bukan Tania yang menjawab, melainkan Oberon yang di sebelahnya.

“Bagaimana jika nanti aku ikut berlatih?” Tanya Bianca. Tania mengangguk dengan cepat, “Tentu saja. Kita berlatih sore nanti.” Ucap Tania.

Akan ku rusak wajah burukmu nanti. Batin Tania, Diam-diam dia tersenyum miring.

“Baguslah, jika kau belajar bela diri setidaknya kau bisa melindungi dirimu sendiri.” Ucap Raja Atlas.

“Bianca, kau juga sering-seringlah berlatih, sebagai ‘Putri Mahkota' kekuatanmu harus kuat.” Ucap Ratu Miranda dengan sedikit menekankan kata Putri Mahkota, Bianca mengangguk mengiyakan.

Ck! Hanya Putri Mahkota saja bangga? Lalu aku yang pasti akan menjadi Ratu Corvus ini haruskah membuat pengumuman? Batin Tania berdecak.

***

Jangan lanjut ke part selanjutnya dulu!!!

Likenya dulu dong:)

Terpopuler

Comments

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Harus vel. Biar si demit itu inget

2025-02-14

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

benar" ya Bianca cari masalah aja nih 😏😒

2025-01-31

0

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

dasar raja peta sableng, anak sendiri malah dibenci

2025-01-20

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1 : Bertransmigrasi
3 Part 2 : Balas Dendam
4 Part 3 : Raja Oberon
5 Part 4 : Calon suami?
6 Part 5 : Pembelaan
7 Part 6 : Corvus
8 Part 7 : Satu Ranjang
9 Part 8 : Kabar Mengejutkan
10 Part 9 : Harusnya
11 Part 10 : Perjodohan
12 Part 11 : Pertemuan (Flashback)
13 Part 12 : Kebencian (Flashback 2)
14 Part 13 : Berbohong?
15 Part 14 : Mencegah ingatan Tania kembali
16 Part 15 : Kebahagiaan lain
17 Part 16 : Latihan
18 Part 17 : Latihan dengan Bianca
19 Part 18 : Sia-sia
20 Part 19 : Arti 'Kebahagiaan Lain'
21 Part 20 : Janus??
22 Part 21 : Rencana
23 Part 22 : The Incident
24 Part 23 : Tertunda
25 Part 24 : ingatan Tania kembali
26 Part 25 : Berubah
27 Part 26 : My Queen
28 Part 27 : Balas dendam
29 Part 28 : Tak Berperasaan
30 Part 29 : Basa basi
31 Part 30 : Pertunangan
32 Part 31 : Mempermalukan Bianca
33 Part 32 : 'Dia' dan Rencana
34 Part 33 : Jebakan
35 Part 34 : •••
36 Part 35 : Adik Kesayangan
37 Part 36 : Surat
38 Part 37 : Rahasia Ratu Miranda
39 Part 38 : Baru Sedikit
40 Part 39 : Tersiksa terlebih dahulu
41 Part 40 : Bantuan
42 Part 41 : Puas
43 Part 42 : Gembel:)
44 Part 43 : Kejutannya
45 Part 44 : Menjadi Selir
46 Part 45 : Teringat
47 Part 46 : Ngidam
48 Part 47 : Eksekusi ala Queen Mafia Corvus
49 Part 48 : Tidak lama lagi?
50 Part 49 : Tidak Rewel
51 Part 50 : Berbagai Bahaya yang Mengancamnya
52 Part 51 : Jika Masih Bisa
53 Part 52 : Hama
54 Part 53 : Bertindak
55 Part 54 : Bunga
56 Part 55 : Kucing
57 Part 56 : Orang ketiga
58 Part 57 : Terungkap
59 Part 58 : Dia sudah mati
60 Part 59 : Sementara
61 Part 60 : 50 Cambukan
62 Part 61 : Tikus Percobaan
63 Part 62 : Good bye, Bianca
64 Part 63 : Rencana Miranda
65 Part 64 : Goodbye Raja Atlas
66 Part 65 : Permainan Selesai
67 Part 66 : Permainan baru?
68 Part 67 : Leo or Ariel?
69 Part 68 : Ara and Carina
70 Part 69 : Harapan
71 Part 70 : Tentang Oberon
72 Part 71 : Hari Pernikahan
73 Part 72 : Archer?
74 Part 73 : Akhir
75 Part 74 : Epilog
76 HALOOO
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Prolog
2
Part 1 : Bertransmigrasi
3
Part 2 : Balas Dendam
4
Part 3 : Raja Oberon
5
Part 4 : Calon suami?
6
Part 5 : Pembelaan
7
Part 6 : Corvus
8
Part 7 : Satu Ranjang
9
Part 8 : Kabar Mengejutkan
10
Part 9 : Harusnya
11
Part 10 : Perjodohan
12
Part 11 : Pertemuan (Flashback)
13
Part 12 : Kebencian (Flashback 2)
14
Part 13 : Berbohong?
15
Part 14 : Mencegah ingatan Tania kembali
16
Part 15 : Kebahagiaan lain
17
Part 16 : Latihan
18
Part 17 : Latihan dengan Bianca
19
Part 18 : Sia-sia
20
Part 19 : Arti 'Kebahagiaan Lain'
21
Part 20 : Janus??
22
Part 21 : Rencana
23
Part 22 : The Incident
24
Part 23 : Tertunda
25
Part 24 : ingatan Tania kembali
26
Part 25 : Berubah
27
Part 26 : My Queen
28
Part 27 : Balas dendam
29
Part 28 : Tak Berperasaan
30
Part 29 : Basa basi
31
Part 30 : Pertunangan
32
Part 31 : Mempermalukan Bianca
33
Part 32 : 'Dia' dan Rencana
34
Part 33 : Jebakan
35
Part 34 : •••
36
Part 35 : Adik Kesayangan
37
Part 36 : Surat
38
Part 37 : Rahasia Ratu Miranda
39
Part 38 : Baru Sedikit
40
Part 39 : Tersiksa terlebih dahulu
41
Part 40 : Bantuan
42
Part 41 : Puas
43
Part 42 : Gembel:)
44
Part 43 : Kejutannya
45
Part 44 : Menjadi Selir
46
Part 45 : Teringat
47
Part 46 : Ngidam
48
Part 47 : Eksekusi ala Queen Mafia Corvus
49
Part 48 : Tidak lama lagi?
50
Part 49 : Tidak Rewel
51
Part 50 : Berbagai Bahaya yang Mengancamnya
52
Part 51 : Jika Masih Bisa
53
Part 52 : Hama
54
Part 53 : Bertindak
55
Part 54 : Bunga
56
Part 55 : Kucing
57
Part 56 : Orang ketiga
58
Part 57 : Terungkap
59
Part 58 : Dia sudah mati
60
Part 59 : Sementara
61
Part 60 : 50 Cambukan
62
Part 61 : Tikus Percobaan
63
Part 62 : Good bye, Bianca
64
Part 63 : Rencana Miranda
65
Part 64 : Goodbye Raja Atlas
66
Part 65 : Permainan Selesai
67
Part 66 : Permainan baru?
68
Part 67 : Leo or Ariel?
69
Part 68 : Ara and Carina
70
Part 69 : Harapan
71
Part 70 : Tentang Oberon
72
Part 71 : Hari Pernikahan
73
Part 72 : Archer?
74
Part 73 : Akhir
75
Part 74 : Epilog
76
HALOOO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!