Part 15 : Kebahagiaan lain

Tania atau lebih tepatnya Vela kembali berada di ruangan gelap tempat ia bertemu Putri Tania kemarin.

“Kenapa aku di sini lagi, apa ini mimpi?” Gumamnya. Kedatangan seseorang di kelilingi cahaya di sekitar tubuhnya mengalihkan pandangannya, “Hai, Vela.” Sapa Tania.

“Putri Tania?” Ucapnya, sungguh rasanya Vela sekarang sedang berkaca seolah melihat dirinya sendiri di depan cermin.

“Vela, kau tau. Aku sudah bertemu bunda, ia benar-benar cantik.” Ucap Tania, Vela tersenyum mendengarnya, namun ia teringat pada dirinya sendiri yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu dari kecil.

Tania yang seolah mengerti tersenyum, “Kau akan mendapatkan kasih sayang di Istana Dalbert. Walau ayah tidak mungkin menyayangimu, tapi kau punya Raja Oberon, walau aku tidak menyukainya.” Ucap Tania membuat Vela terkekeh.

“Kau bodoh, bisa-bisanya tidak menyukai Oberon.” Ucap Vela, Tania tersenyum, “Itu karena Oberon memang ditakdirkan untukmu. Harusnya kau bersyukur aku tidak menyukainya.” Ucapnya.

Vela mengangguk, “Ya, untung kau membencinya.”

“Ah, aku tidak bisa berlama-lama denganmu. Aku hanya ingin mengatakan jika kau akan mendapat kebahagiaan lain di Istana Dalbert.” Ucap Tania. Vela menyerngit, “Apa?”

Tania menggeleng, “Kau akan tau sendiri nanti.” Ucapnya, Vela mengangguk.

“Hmm, apa aku tidak bisa menggunakan sihir?” Tanya Vela. Ia sangat ingin bisa menggunakan sihir seperti yang Oberon lakukan tadi.

Tania mengangguk, “Tentu bisa, kau tau ayah dari bunda adalah salah satu orang dengan kekuatan terkuat, walau masih di bawah Raja Oberon. Selama ini aku tidak bisa karena daya tahan tubuhku yang sangat lemah. Namun jika kau yang berlatih menggunakan sihir, aku yakin akan sangat hebat. Apalagi tenagamu yang kuat, Queen Mafia.” Jelas Tania.

Vela mengangguk mengerti, “Aku pergi, pesanku tetap berhati-hati pada Bianca.” Ucap Tania dan sedetik kemudian ia menghilang.

“Hm, wanita penggoda itu bukan tandinganku.” Gumam Vela.

Tania membuka matanya,

Bertemu dengan Putri Tania hanya ketika aku tertidur. Batinnya mengerti.

Hal pertama yang ia lihat adalah bibir Oberon yang cukup tebal di hadapannya, saat ini ia masih dipelukan Oberon dan laki-laki itu masih menutup matanya.

Ahh, bibirnya benar-benar menggoda. Batin Tania. Tak lama ia menggeleng geleng kan kepalanya atas pikiran kotornya.

Tak lama terdengar suara pintu di ketuk,

Tok tok tok..

Tania melihat ke arah Oberon yang tidurnya tidak terusik sama sekali, ia bangun melepaskan pelukan Oberon.

Tania membuka pintu kamarnya, “Dayang Lyra, ada apa?”

“Salam Tuan Putri. Hamba ingin mengantarkan makanan untuk Anda dan Raja Oberon, tadi siang Anda tidak ikut makan bersama Raja Atlas.” Ucap dayang LLyr memberikan nampan makanan.

Tania menerimanya, “Hm, baiklah.”

“Ah, iya. Tuan Putri, hamba ingin memberitahu tabib yang biasa memeriksa keadaan Tuan Putri ditemukan sudah tiada di ruang pusat kesehatan istana.” Ucap dayang Lyra.

Pasti tabib yang di bunuh Oberon tadi. Batin Tania.

“Benarkah?” Tanya Tania terkejut, tidak mungkin ia akan bersikap seperti orang yang sudah tau.

Dayang Lyra mengangguk, “Sepertinya di bunuh dengan sihir, dan Raja Atlas sampai sekarang mencoba mencari siapa pelakunya.”

“Dimana Raja Atlas?” Suara itu berasal dari belakang Tania, Oberon yang baru bangun, ia terbangun ketika tidak merasakan ada Tania di sebelahnya dan mendengar suara orang berbicara.

“Di ruangan kerja beliau, Raja Oberon.” Jawab dayang Lyra, “Kau boleh pergi.” Ucap Tania, dayang Lyra mengangguk dan pergi, Tania menutup pintu dan masuk ke kamarnya.

“Kenapa kau bangun?” Tanya Tania, “Aku tidak mendapati bidadariku di pelukanku.” Mendengar itu Tania tersenyum malu.

“Ayo kita makan, tadi siang kita belum makan.” Ajak Tania, Oberon menggeleng, “Aku ingin menemui ayahmu dulu, kau duluan saja.” Tania mengangguk, Oberon keluar dari kamarnya.

Apa Oberon akan di hukum karena membunuh tabib itu? Tapi siapa juga yang berani menghukumnya. Batin Tania.

Sementara Oberon selepas dari kamar Tania langsung menuju ruang kerja Raja Atlas, ia membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu. Raja Atlas yang sedang menandatangani dokumen kerajaan berhenti kalau melihat kedatangan Raja Oberon.

“Aku dengar salah satu tabib mu mati?” Tanya Oberon langsung, Raja Atlas mengangguk, “Benar, Yang Mulia. Aku masih mencari tau pelakunya apalagi tabib itu terbunuh karena kekuatan sihir.” Jelasnya.

“Aku yang membunuhnya.” Ucap Oberon, sontak Raja Atlas terkejut, namun segera menormalkan ekspresinya.

Pantas saja sihir dalam tubuh tabib itu sihir yang kuat. Batin Raja Atlas.

“Jika aku boleh tau, kenapa kau membunuhnya?” Tanya Raja Atlas, Oberon hanya menatapnya datar, “Karena dia tidak mengikuti perintahku.” Ucapnya dingin dan berlalu keluar dari ruangan kerja Raja Atlas.

***

JEJAKNYA GUYSSS!

Sebelumnya aku mksh bgt sama yg udah komen:)

Buat yg like, vote dan kasih hadiah juga mksh:)

Buat yg silent readers juga, mksh udh mau baca cerita aku^^

Terpopuler

Comments

Andry Lenny

Andry Lenny

keren Oberon ga basa basi n tegas.../Good//Good/

2025-01-09

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

raja Oberon sat set sat set 👍👍

2025-01-31

0

Sapna Anah

Sapna Anah

sadis amat oberon

2025-02-26

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1 : Bertransmigrasi
3 Part 2 : Balas Dendam
4 Part 3 : Raja Oberon
5 Part 4 : Calon suami?
6 Part 5 : Pembelaan
7 Part 6 : Corvus
8 Part 7 : Satu Ranjang
9 Part 8 : Kabar Mengejutkan
10 Part 9 : Harusnya
11 Part 10 : Perjodohan
12 Part 11 : Pertemuan (Flashback)
13 Part 12 : Kebencian (Flashback 2)
14 Part 13 : Berbohong?
15 Part 14 : Mencegah ingatan Tania kembali
16 Part 15 : Kebahagiaan lain
17 Part 16 : Latihan
18 Part 17 : Latihan dengan Bianca
19 Part 18 : Sia-sia
20 Part 19 : Arti 'Kebahagiaan Lain'
21 Part 20 : Janus??
22 Part 21 : Rencana
23 Part 22 : The Incident
24 Part 23 : Tertunda
25 Part 24 : ingatan Tania kembali
26 Part 25 : Berubah
27 Part 26 : My Queen
28 Part 27 : Balas dendam
29 Part 28 : Tak Berperasaan
30 Part 29 : Basa basi
31 Part 30 : Pertunangan
32 Part 31 : Mempermalukan Bianca
33 Part 32 : 'Dia' dan Rencana
34 Part 33 : Jebakan
35 Part 34 : •••
36 Part 35 : Adik Kesayangan
37 Part 36 : Surat
38 Part 37 : Rahasia Ratu Miranda
39 Part 38 : Baru Sedikit
40 Part 39 : Tersiksa terlebih dahulu
41 Part 40 : Bantuan
42 Part 41 : Puas
43 Part 42 : Gembel:)
44 Part 43 : Kejutannya
45 Part 44 : Menjadi Selir
46 Part 45 : Teringat
47 Part 46 : Ngidam
48 Part 47 : Eksekusi ala Queen Mafia Corvus
49 Part 48 : Tidak lama lagi?
50 Part 49 : Tidak Rewel
51 Part 50 : Berbagai Bahaya yang Mengancamnya
52 Part 51 : Jika Masih Bisa
53 Part 52 : Hama
54 Part 53 : Bertindak
55 Part 54 : Bunga
56 Part 55 : Kucing
57 Part 56 : Orang ketiga
58 Part 57 : Terungkap
59 Part 58 : Dia sudah mati
60 Part 59 : Sementara
61 Part 60 : 50 Cambukan
62 Part 61 : Tikus Percobaan
63 Part 62 : Good bye, Bianca
64 Part 63 : Rencana Miranda
65 Part 64 : Goodbye Raja Atlas
66 Part 65 : Permainan Selesai
67 Part 66 : Permainan baru?
68 Part 67 : Leo or Ariel?
69 Part 68 : Ara and Carina
70 Part 69 : Harapan
71 Part 70 : Tentang Oberon
72 Part 71 : Hari Pernikahan
73 Part 72 : Archer?
74 Part 73 : Akhir
75 Part 74 : Epilog
76 HALOOO
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Prolog
2
Part 1 : Bertransmigrasi
3
Part 2 : Balas Dendam
4
Part 3 : Raja Oberon
5
Part 4 : Calon suami?
6
Part 5 : Pembelaan
7
Part 6 : Corvus
8
Part 7 : Satu Ranjang
9
Part 8 : Kabar Mengejutkan
10
Part 9 : Harusnya
11
Part 10 : Perjodohan
12
Part 11 : Pertemuan (Flashback)
13
Part 12 : Kebencian (Flashback 2)
14
Part 13 : Berbohong?
15
Part 14 : Mencegah ingatan Tania kembali
16
Part 15 : Kebahagiaan lain
17
Part 16 : Latihan
18
Part 17 : Latihan dengan Bianca
19
Part 18 : Sia-sia
20
Part 19 : Arti 'Kebahagiaan Lain'
21
Part 20 : Janus??
22
Part 21 : Rencana
23
Part 22 : The Incident
24
Part 23 : Tertunda
25
Part 24 : ingatan Tania kembali
26
Part 25 : Berubah
27
Part 26 : My Queen
28
Part 27 : Balas dendam
29
Part 28 : Tak Berperasaan
30
Part 29 : Basa basi
31
Part 30 : Pertunangan
32
Part 31 : Mempermalukan Bianca
33
Part 32 : 'Dia' dan Rencana
34
Part 33 : Jebakan
35
Part 34 : •••
36
Part 35 : Adik Kesayangan
37
Part 36 : Surat
38
Part 37 : Rahasia Ratu Miranda
39
Part 38 : Baru Sedikit
40
Part 39 : Tersiksa terlebih dahulu
41
Part 40 : Bantuan
42
Part 41 : Puas
43
Part 42 : Gembel:)
44
Part 43 : Kejutannya
45
Part 44 : Menjadi Selir
46
Part 45 : Teringat
47
Part 46 : Ngidam
48
Part 47 : Eksekusi ala Queen Mafia Corvus
49
Part 48 : Tidak lama lagi?
50
Part 49 : Tidak Rewel
51
Part 50 : Berbagai Bahaya yang Mengancamnya
52
Part 51 : Jika Masih Bisa
53
Part 52 : Hama
54
Part 53 : Bertindak
55
Part 54 : Bunga
56
Part 55 : Kucing
57
Part 56 : Orang ketiga
58
Part 57 : Terungkap
59
Part 58 : Dia sudah mati
60
Part 59 : Sementara
61
Part 60 : 50 Cambukan
62
Part 61 : Tikus Percobaan
63
Part 62 : Good bye, Bianca
64
Part 63 : Rencana Miranda
65
Part 64 : Goodbye Raja Atlas
66
Part 65 : Permainan Selesai
67
Part 66 : Permainan baru?
68
Part 67 : Leo or Ariel?
69
Part 68 : Ara and Carina
70
Part 69 : Harapan
71
Part 70 : Tentang Oberon
72
Part 71 : Hari Pernikahan
73
Part 72 : Archer?
74
Part 73 : Akhir
75
Part 74 : Epilog
76
HALOOO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!