Part 14 : Mencegah ingatan Tania kembali

Apa yang Oberon lakukan di sini? Batin Tania bertanya, ia mengikuti Oberon sampai di depan pintu ruangan pusat kesehatan kerajaan. Palingan di dalamnya hanya ada tabib-tabib istana.

Dapat Tania lihat Oberon masuk, Tania mengintip dari celah pintu. Oberon menghampiri satu-satunya tabib yang ada di dalam ruangan itu, Tania memperhatikan wajah tabib itu teliti.

Ah, iya. Itu tabib yang memeriksa ku kemarin dan memberiku obat, ada perlu apa Oberon dengannya? Batin Tania terus bertanya.

Oberon menghampiri satu-satunya tabib yang ada di ruangan ini, tabib itu yang melihat kedatangan Oberon langsung menunduk memberi hormat, “Salam Hormat Yang Mulia Raja Oberon.” Ucapnya.

“Apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Oberon mengabaikan sapaan tabib itu, “Hamba hanya sedang meracik obat, Yang Mulia.” Jawabnya.

Oberon mengeluarkan sebuah serbuk dari saku jubahnya, “Ganti obat Putri Tania dengan obat ini.” Ucapnya menyodorkan serbuk itu, Tabib itu menerimanya.

Apa itu? Apa racun? Oberon ingin membunuhku? Batin Tania dengan fikirannya sendiri.

Tabib itu memperhatikan serbuk yang di berikan Raja Oberon, “Jika saya boleh tau, ini obat apa Yang Mulia?” Tanyanya. Tania mendengarkan dengan seksama.

“Obat untuk mencegah ingatan Putri Tania kembali.” Ucap Oberon, Tabib itu dan Tania sendiri terkejut.

Ahh, untuk mencegah ingatanku kembali. Ckck, Oberon benar-benar licik, dia pasti tidak ingin aku membencinya lagi. Batin Tania. Ia tersenyum geli mengingat pikirannya tadi jika Oberon akan meracuninya.

“Maaf yang Mulia, tapi tujuan kita tentu membuat ingatan Putri Tania pulih. Apalagi kepala Putri Tania hanya terbentur, bisa saja dalam hitungan hari ini ingatannya pulih.” Jelas tabib itu.

Oberon mengacuhkannya, “Berikan saja obat itu pada Putri Tania. Apapun yang terjadi ingatan Putri Tania tidak boleh kembali.” Ucap Oberon dingin, “Kau tentu tau kenapa aku menginginkan ingatan Tania tidak kembali.” Lanjutnya.

Benar, Tabib itu bahkan semua penghuni Kerajaan Dalbert tau bagaimana Tania yang sangat membenci Oberon sejak dulu, berbanding terbalik dengan sekarang, Tania yang mereka ketahui melupakan ingatannya dan sangat dekat dengan Raja Oberon.

“Mohon maaf, Yang Mulia. Tapi ini bisa berakibat fatal, Putri Tania bisa saja hilang ingatan selama— akhh.” Oberon yang lelah mendengar bantahan dari Tabib itu langsung mencekiknya.

“Kau berani membantah ku? Kau pikir kau siapa? Hah?” Tanya Oberon dingin, cekikannya semakin kuat hingga tabib itu tak bisa bicara atau bernafas sedikitpun. Semakin lama leher Tabib itu di kelilingi seperti akar hitam, tentu saja cekikan Oberon tidak main-main ditambah sihirnya yang kuat.

Tania yang melihat itu terkejut dan kagum,

Kekuatan Oberon hebat sekali, aku juga ingin memiliki sihir seperti itu. Batinnya terus menyaksikan Oberon mencekik tabib itu. Tidak ada niatan bagi Tania untuk menolongnya sedikitpun, fyi jangan lupakan jiwanya adalah Vela, Queen Mafia yang tidak kenal ampun dan tak berperasaan.

“Aku tidak peduli Tania hilang ingatan selamanya, jika kau tidak mau melakukannya aku bisa memberikan pada Tania sendiri!” Ucap Oberon kemudian menghempaskan tubuh tabib itu, tabib itu segera mengambil udara sebanyak-banyaknya, namun lehernya terasa sangat panas. Jangan lupakan Oberon juga menggunakan sihirnya.

Oberon memperhatikan bagaimana tabib itu tersiksa dengan tubuhnya yang terasa terbakar, “Itulah akibat jika ada yang berani menentang perintahku.” Ucapnya, tak lama smirk mengerikan muncul di wajahnya ketika melihat tabib itu menghembuskan nafas terakhirnya.

Psychopath! Tapi aku semakin suka. Batin Tania senang, ia segera pergi ke kamarnya setelah juga melihat bagaimana nyawa tabib itu tercabut. Tentu tak lama Oberon akan keluar dan bisa gawat jika Oberon melihat keberadaannya.

Tania sampai di kamarnya, ia langsung naik ke kasur dan menutup sebagian tubuhnya dengan selimut. Jantungnya serasa akan melompat dari tempatnya, ketahuilah jika kita selesai mengintip seseorang pasti ada rasa takut akan ketahuan.

Tania memejamkan matanya, berniat tidur sebelum Oberon kemari, namun tak sampai 2 menit Tania memejamkan mata terdengar suara pintu kamarnya terbuka, pelajunya tak lain adalah Oberon.

Ck, Oberon cepat sekali kesini. Batinnya.

Oberon yang melihat Tania sudah terlelap tersenyum, ia membaringkan dirinya di samping Tania, memeluk erat tubuh wanita kesayangannya itu.

Selesai menghabisi tabib yang tidak mau menuruti perintahnya, Oberon mengambil Obat yang akan ia gunakan untuk mencegah ingatan Tania kembali, nanti akan ia masukkan sendiri pada minuman Tania.

Tania yang belum tertidur pun lama kelamaan terlelap di dalam pelukan Oberon yang sangat nyaman, tak lama Oberon pun menyusul Tania ke alam mimpi.

***

Like komen!

Like komen!

Like komen!

:)

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

kok raja Oberon bunuh tabib nya sih kan kasihan dia gak salah wajar dia gak mau berarti tabib itu jujur 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️

2025-01-31

0

Shelvia Amanda Dika

Shelvia Amanda Dika

raja oberon sekalian ajarkan tania biar tania bisa menghabisi raja atlas, ratu miranda, putri bianca dan selir

2024-12-16

0

It's me Queen of black Rose 🌹

It's me Queen of black Rose 🌹

bzirrrr...pengen juga gue punya sihir ya

2025-02-25

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1 : Bertransmigrasi
3 Part 2 : Balas Dendam
4 Part 3 : Raja Oberon
5 Part 4 : Calon suami?
6 Part 5 : Pembelaan
7 Part 6 : Corvus
8 Part 7 : Satu Ranjang
9 Part 8 : Kabar Mengejutkan
10 Part 9 : Harusnya
11 Part 10 : Perjodohan
12 Part 11 : Pertemuan (Flashback)
13 Part 12 : Kebencian (Flashback 2)
14 Part 13 : Berbohong?
15 Part 14 : Mencegah ingatan Tania kembali
16 Part 15 : Kebahagiaan lain
17 Part 16 : Latihan
18 Part 17 : Latihan dengan Bianca
19 Part 18 : Sia-sia
20 Part 19 : Arti 'Kebahagiaan Lain'
21 Part 20 : Janus??
22 Part 21 : Rencana
23 Part 22 : The Incident
24 Part 23 : Tertunda
25 Part 24 : ingatan Tania kembali
26 Part 25 : Berubah
27 Part 26 : My Queen
28 Part 27 : Balas dendam
29 Part 28 : Tak Berperasaan
30 Part 29 : Basa basi
31 Part 30 : Pertunangan
32 Part 31 : Mempermalukan Bianca
33 Part 32 : 'Dia' dan Rencana
34 Part 33 : Jebakan
35 Part 34 : •••
36 Part 35 : Adik Kesayangan
37 Part 36 : Surat
38 Part 37 : Rahasia Ratu Miranda
39 Part 38 : Baru Sedikit
40 Part 39 : Tersiksa terlebih dahulu
41 Part 40 : Bantuan
42 Part 41 : Puas
43 Part 42 : Gembel:)
44 Part 43 : Kejutannya
45 Part 44 : Menjadi Selir
46 Part 45 : Teringat
47 Part 46 : Ngidam
48 Part 47 : Eksekusi ala Queen Mafia Corvus
49 Part 48 : Tidak lama lagi?
50 Part 49 : Tidak Rewel
51 Part 50 : Berbagai Bahaya yang Mengancamnya
52 Part 51 : Jika Masih Bisa
53 Part 52 : Hama
54 Part 53 : Bertindak
55 Part 54 : Bunga
56 Part 55 : Kucing
57 Part 56 : Orang ketiga
58 Part 57 : Terungkap
59 Part 58 : Dia sudah mati
60 Part 59 : Sementara
61 Part 60 : 50 Cambukan
62 Part 61 : Tikus Percobaan
63 Part 62 : Good bye, Bianca
64 Part 63 : Rencana Miranda
65 Part 64 : Goodbye Raja Atlas
66 Part 65 : Permainan Selesai
67 Part 66 : Permainan baru?
68 Part 67 : Leo or Ariel?
69 Part 68 : Ara and Carina
70 Part 69 : Harapan
71 Part 70 : Tentang Oberon
72 Part 71 : Hari Pernikahan
73 Part 72 : Archer?
74 Part 73 : Akhir
75 Part 74 : Epilog
76 HALOOO
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Prolog
2
Part 1 : Bertransmigrasi
3
Part 2 : Balas Dendam
4
Part 3 : Raja Oberon
5
Part 4 : Calon suami?
6
Part 5 : Pembelaan
7
Part 6 : Corvus
8
Part 7 : Satu Ranjang
9
Part 8 : Kabar Mengejutkan
10
Part 9 : Harusnya
11
Part 10 : Perjodohan
12
Part 11 : Pertemuan (Flashback)
13
Part 12 : Kebencian (Flashback 2)
14
Part 13 : Berbohong?
15
Part 14 : Mencegah ingatan Tania kembali
16
Part 15 : Kebahagiaan lain
17
Part 16 : Latihan
18
Part 17 : Latihan dengan Bianca
19
Part 18 : Sia-sia
20
Part 19 : Arti 'Kebahagiaan Lain'
21
Part 20 : Janus??
22
Part 21 : Rencana
23
Part 22 : The Incident
24
Part 23 : Tertunda
25
Part 24 : ingatan Tania kembali
26
Part 25 : Berubah
27
Part 26 : My Queen
28
Part 27 : Balas dendam
29
Part 28 : Tak Berperasaan
30
Part 29 : Basa basi
31
Part 30 : Pertunangan
32
Part 31 : Mempermalukan Bianca
33
Part 32 : 'Dia' dan Rencana
34
Part 33 : Jebakan
35
Part 34 : •••
36
Part 35 : Adik Kesayangan
37
Part 36 : Surat
38
Part 37 : Rahasia Ratu Miranda
39
Part 38 : Baru Sedikit
40
Part 39 : Tersiksa terlebih dahulu
41
Part 40 : Bantuan
42
Part 41 : Puas
43
Part 42 : Gembel:)
44
Part 43 : Kejutannya
45
Part 44 : Menjadi Selir
46
Part 45 : Teringat
47
Part 46 : Ngidam
48
Part 47 : Eksekusi ala Queen Mafia Corvus
49
Part 48 : Tidak lama lagi?
50
Part 49 : Tidak Rewel
51
Part 50 : Berbagai Bahaya yang Mengancamnya
52
Part 51 : Jika Masih Bisa
53
Part 52 : Hama
54
Part 53 : Bertindak
55
Part 54 : Bunga
56
Part 55 : Kucing
57
Part 56 : Orang ketiga
58
Part 57 : Terungkap
59
Part 58 : Dia sudah mati
60
Part 59 : Sementara
61
Part 60 : 50 Cambukan
62
Part 61 : Tikus Percobaan
63
Part 62 : Good bye, Bianca
64
Part 63 : Rencana Miranda
65
Part 64 : Goodbye Raja Atlas
66
Part 65 : Permainan Selesai
67
Part 66 : Permainan baru?
68
Part 67 : Leo or Ariel?
69
Part 68 : Ara and Carina
70
Part 69 : Harapan
71
Part 70 : Tentang Oberon
72
Part 71 : Hari Pernikahan
73
Part 72 : Archer?
74
Part 73 : Akhir
75
Part 74 : Epilog
76
HALOOO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!