Part 9 : Harusnya

“Tania..” Panggil Oberon, Tania menoleh, “Apa?”.

Oberon mendekati Tania, ia duduk di pinggiran kasur. Tangannya terulur mengusap rambut panjang Tania yang tergerai bebas, “Maaf.” Gumamnya.

Maaf untuk apa? Batin Tania seperti orang bodoh sekarang.

“Maaf karena tadi aku hampir membunuh ayahmu.” Lanjutnya namun tidak dengan wajah bersalah, melainkan dengan wajah khawatir takut jika Tania akan membencinya.

“Tapi kau dengar bukan, ucapannya—“

Tania dengan cepat meletakkan jari telunjuknya di bibir Raja Oberon, menyuruhnya diam, “Sst, sudahlah itu bukan salahmu. Ayahku sendiri yang mengatakan aku perempuan murahan, kau tau bahkan hatiku rasanya sakit sekali mendengarnya.”

Oberon yang mendapati tangan Tania dibibirnya diam, darahnya serasa mendesir ketika Tania menyentuh bibirnya.

Apalagi jika bibirmu yang disini, Batinnya mulai berfantasi dengan pikiran kotor bersama Tania.

Tania menjauhkan tangannya, “Baiklah, jadi kenapa kau tidur di sini?” Tanya Tania.

“Kau keberatan?” Tanya Oberon balik.

Tania menggeleng, “Tentu saja tidak, aku nyaman tidur di pelukanmu.” Ucapnya senang sambil tersenyum manis.

Oberon yang melihat senyuman Tania ikut tersenyum, hanya Tania yang bisa membuatnya bisa tersenyum dan tertawa selama ini. Senyum Tania yang sedari dulu susah untuk ia dapatkan.

Oberon menarik Tania ke dalam pelukannya, mendekap tubuh yang lebih kecil darinya itu. Tania pun membalas pelukannya.

“Memelukmu seperti ini, membuatku merasakan jika kau benar-benar milikku.” Gumam Oberon lirih namun masih tetap terdengar oleh Tania.

“Tentu saja, karena aku memang milikku, bukan?” Ucap Tania, Oberon mengangguk.

Ya, kau milikku, sejak kita pertama bertemu, sekarang, dan selamanya. Itu Pasti! Batin Oberon.

“Jangan dengarkan ucapan ayahmu tadi.” Ucap Oberon, Tania mengangguk, “Tentu saja aku hanya tidur denganmu, bukan dengan banyak pria.”

“Apa artinya malam ini aku boleh tidur disini lagi?” Tanyanya, entah kepercayaan diri darimana Oberon merasa Tania memperbolehkannya.

“Tentu, selama kau di sini kau harus tidur bersamaku!” Ucap Tania seolah memerintah, Oberon mengecup pipinya sekilas, “Baiklah, sayang.” Tania menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Oberon, jelas ia merasa malu membuat Oberon terkekeh.

Tanpa mereka sadari, seseorang dari balik pintu mengintip kemesraan mereka dengan suasana hati marah,

Harusnya aku yang disana, bukan Tania sialan itu Batin Putri Bianca marah, ia pergi meninggalkan sepasang manusia yang saling mencintai itu.

***

Pagi ini, semua keluarga kerajaan Dalbert ditambah Raja Oberon sudah berkumpul di ruangan makan, dengan hidangan yang sudah tersaji di hadapan mereka.

“Raja Atlas, bagaimana keadaanmu?” Tanya Oberon.

“Sudah membaik.” Ucapnya, sihir Raja Oberon kemarin hanya membuatnya tak bisa bernafas, namun jika tak dihentikan nyawa Raja Atlas bisa melayang.

“Aku minta maaf atas kejadian kemarin, Raja Oberon.” Lanjutnya, jelas seharusnya di sini yang harus minta maaf itu Oberon bukan? Namun tidak ada kata maaf dalam kamus Oberon kecuali untuk Putri Tania.

Raja yang jauh lebih muda dari Raja Atlas itu menggeleng, “Harusnya Kau minta maaf pada Putrimu, dan berterima kasih lah padanya kau masih bisa hidup sampai sekarang.” Ucap Oberon dingin, memang benar jika saja Tania tidak memanggilnya kemarin Raja Atlas pasti sudah kehabisan nafasnya.

Raja Atlas mengangguk, “Tania, maafkan ucapanku kemarin dan Terima kasih.” Ucapnya, dapat Tania lihat dari raut wajah dan cara pengucapannya benar-benar ‘terpaksa’.

Tinii miifkin icipinki kimirin din tirimikisih, bacot! Dasar Raja Peta tidak tau diuntung! Batinnya mencomooh.

“Ya ayah, tidak apa-apa.” Ucap Tania lembut sambil tersenyum manis, benar-benar berbeda dengan aslinya.

Sementara Raja Atlas mencoba menahan kemarahannya ketika Tania memanggilnya ‘ayah'. Jangan lupakan ia sangat membenci Tania, setiap melihat Tania mengingatkannya pada Permaisuri Cordelia yang tiada ketika melahirkan Tania.

“Baiklah, sekarang mari kita nikmati hidangan ini.” Ucap Ratu Miranda, mereka semua mengangguk.

“Raja Oberon, cobalah ini. Ini adalah menu baru di kerajaan Dalbert.” Ucap Bianca menunjuk salah satu lauk. Oberon hanya berdehem mengiyakan.

Oberon memperhatikan Tania yang sepertinya tidak berniat untuk makan, tentu saja karena saat ini Tania sedang kesal pada Bianca yang terlihat duduk mendekat pada Oberon.

Benar-benar ingin kubunuh wanita penggoda ini. Batin Tania.

“Ada apa?” Tanya Oberon, “Bisakah kau menyuapi ku?” tanya Tania manja, ia berniat membuat Putri Bianca cemburu.

“Tentu saja.” Oberon menyuapi Tania dengan makanan dari piringnya, mereka berdua makan dengan satu sendok yang sama mengabaikan semua orang yang memperhatikan mereka.

Aku tidak akan menegur lagi, sudah cukup kemarin aku nyaris mati. Batin Raja Atlas.

Ck, aku juga ingin diperlakukan seperti itu oleh Raja Oberon!! Batin Bianca, ia memakan makanannya sendiri dengan kesal.

Berbeda dengan Raja Atlas dan Putri Bianca, ada Selir Elara yang menatap mereka sambil berfikir sendiri,

Tania yang kehilangan ingatan benar-benar menguntungkan Raja Oberon. Batin Selir Elara.

Untuk posisi duduknya seperti ini:

...Raja Atlas...

...Putri Bianca || Ratu Miranda...

...Raja Oberon || Selir Elara...

...Putri Tania || Selir Larissa...

***

Btw guys, aku mau ngasih tau. maaf sebelumnya kalau ada kata-kata yang vulgar, karena rencana aku novel ini memang 17+, tapi ga terlalu impresif.

Jadi kalau ada adegan dewasa bisa kalian skip ya^^

dan tolong jangan di report, karena aku udah ngasih tau🙏

Tetap stay and Happy Reading❤

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

jd ngakak pas putri Tania ngulang permintaan maaf raja Atlas di dlm hatinya 😅😅😅

2025-01-31

1

Nia Risma

Nia Risma

setiap Tania bilang Raja Peta jadi teringat sama Dora

2025-03-08

0

Aray Boim

Aray Boim

boro2 di skip.. emang pada lgi nungguin ituh🤣🤣🤣🤣

2025-02-19

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1 : Bertransmigrasi
3 Part 2 : Balas Dendam
4 Part 3 : Raja Oberon
5 Part 4 : Calon suami?
6 Part 5 : Pembelaan
7 Part 6 : Corvus
8 Part 7 : Satu Ranjang
9 Part 8 : Kabar Mengejutkan
10 Part 9 : Harusnya
11 Part 10 : Perjodohan
12 Part 11 : Pertemuan (Flashback)
13 Part 12 : Kebencian (Flashback 2)
14 Part 13 : Berbohong?
15 Part 14 : Mencegah ingatan Tania kembali
16 Part 15 : Kebahagiaan lain
17 Part 16 : Latihan
18 Part 17 : Latihan dengan Bianca
19 Part 18 : Sia-sia
20 Part 19 : Arti 'Kebahagiaan Lain'
21 Part 20 : Janus??
22 Part 21 : Rencana
23 Part 22 : The Incident
24 Part 23 : Tertunda
25 Part 24 : ingatan Tania kembali
26 Part 25 : Berubah
27 Part 26 : My Queen
28 Part 27 : Balas dendam
29 Part 28 : Tak Berperasaan
30 Part 29 : Basa basi
31 Part 30 : Pertunangan
32 Part 31 : Mempermalukan Bianca
33 Part 32 : 'Dia' dan Rencana
34 Part 33 : Jebakan
35 Part 34 : •••
36 Part 35 : Adik Kesayangan
37 Part 36 : Surat
38 Part 37 : Rahasia Ratu Miranda
39 Part 38 : Baru Sedikit
40 Part 39 : Tersiksa terlebih dahulu
41 Part 40 : Bantuan
42 Part 41 : Puas
43 Part 42 : Gembel:)
44 Part 43 : Kejutannya
45 Part 44 : Menjadi Selir
46 Part 45 : Teringat
47 Part 46 : Ngidam
48 Part 47 : Eksekusi ala Queen Mafia Corvus
49 Part 48 : Tidak lama lagi?
50 Part 49 : Tidak Rewel
51 Part 50 : Berbagai Bahaya yang Mengancamnya
52 Part 51 : Jika Masih Bisa
53 Part 52 : Hama
54 Part 53 : Bertindak
55 Part 54 : Bunga
56 Part 55 : Kucing
57 Part 56 : Orang ketiga
58 Part 57 : Terungkap
59 Part 58 : Dia sudah mati
60 Part 59 : Sementara
61 Part 60 : 50 Cambukan
62 Part 61 : Tikus Percobaan
63 Part 62 : Good bye, Bianca
64 Part 63 : Rencana Miranda
65 Part 64 : Goodbye Raja Atlas
66 Part 65 : Permainan Selesai
67 Part 66 : Permainan baru?
68 Part 67 : Leo or Ariel?
69 Part 68 : Ara and Carina
70 Part 69 : Harapan
71 Part 70 : Tentang Oberon
72 Part 71 : Hari Pernikahan
73 Part 72 : Archer?
74 Part 73 : Akhir
75 Part 74 : Epilog
76 HALOOO
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Prolog
2
Part 1 : Bertransmigrasi
3
Part 2 : Balas Dendam
4
Part 3 : Raja Oberon
5
Part 4 : Calon suami?
6
Part 5 : Pembelaan
7
Part 6 : Corvus
8
Part 7 : Satu Ranjang
9
Part 8 : Kabar Mengejutkan
10
Part 9 : Harusnya
11
Part 10 : Perjodohan
12
Part 11 : Pertemuan (Flashback)
13
Part 12 : Kebencian (Flashback 2)
14
Part 13 : Berbohong?
15
Part 14 : Mencegah ingatan Tania kembali
16
Part 15 : Kebahagiaan lain
17
Part 16 : Latihan
18
Part 17 : Latihan dengan Bianca
19
Part 18 : Sia-sia
20
Part 19 : Arti 'Kebahagiaan Lain'
21
Part 20 : Janus??
22
Part 21 : Rencana
23
Part 22 : The Incident
24
Part 23 : Tertunda
25
Part 24 : ingatan Tania kembali
26
Part 25 : Berubah
27
Part 26 : My Queen
28
Part 27 : Balas dendam
29
Part 28 : Tak Berperasaan
30
Part 29 : Basa basi
31
Part 30 : Pertunangan
32
Part 31 : Mempermalukan Bianca
33
Part 32 : 'Dia' dan Rencana
34
Part 33 : Jebakan
35
Part 34 : •••
36
Part 35 : Adik Kesayangan
37
Part 36 : Surat
38
Part 37 : Rahasia Ratu Miranda
39
Part 38 : Baru Sedikit
40
Part 39 : Tersiksa terlebih dahulu
41
Part 40 : Bantuan
42
Part 41 : Puas
43
Part 42 : Gembel:)
44
Part 43 : Kejutannya
45
Part 44 : Menjadi Selir
46
Part 45 : Teringat
47
Part 46 : Ngidam
48
Part 47 : Eksekusi ala Queen Mafia Corvus
49
Part 48 : Tidak lama lagi?
50
Part 49 : Tidak Rewel
51
Part 50 : Berbagai Bahaya yang Mengancamnya
52
Part 51 : Jika Masih Bisa
53
Part 52 : Hama
54
Part 53 : Bertindak
55
Part 54 : Bunga
56
Part 55 : Kucing
57
Part 56 : Orang ketiga
58
Part 57 : Terungkap
59
Part 58 : Dia sudah mati
60
Part 59 : Sementara
61
Part 60 : 50 Cambukan
62
Part 61 : Tikus Percobaan
63
Part 62 : Good bye, Bianca
64
Part 63 : Rencana Miranda
65
Part 64 : Goodbye Raja Atlas
66
Part 65 : Permainan Selesai
67
Part 66 : Permainan baru?
68
Part 67 : Leo or Ariel?
69
Part 68 : Ara and Carina
70
Part 69 : Harapan
71
Part 70 : Tentang Oberon
72
Part 71 : Hari Pernikahan
73
Part 72 : Archer?
74
Part 73 : Akhir
75
Part 74 : Epilog
76
HALOOO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!