Part 8 : Kabar Mengejutkan

Raja Atlas, Ratu Miranda dan dua selir Raja, Selir Elara dan Selir Larissa sudah duduk di ruangan makan untuk makan malam keluarga kerajaan. Para pelayan dan dayang sudah menyajikan makanan. Kedua selir Raja Atlas bertugas menjadi bendaharawan kerajaan.

Tentang kedua Selir ini, mereka tidak mempunyai anak. Pernah beberapa kali Selir Elara dan Selir Larissa hamil, namun selalu keguguran. Penyebab mereka selalu keguguran adalah Ratu Miranda, ia terus membuat mereka keguguran dengan segala caranya. Baik dengan meracuni makanan mereka, membuat mereka terjatuh, ataupun memerintah paksa. Benar-benar keji, sebab ia tidak mau ada yang menyayingi Putri Bianca sebagai penerus kerajaan, apalagi sampai mereka hamil seorang Putra, posisi Putri Bianca untuk menjadi penerus kerajaan akan terancam.

“Dimana Raja Oberon, Bianca dan Tania?” Tanya Raja Atlas.

“Sepertinya mereka masih istirahat, aku akan memanggil Bianca.” Ucap Ratu Miranda, Raja Atlas mengangguk.

Ratu Miranda menunjuk Selir Larissa dan Selir Elara, “Kalian berdua, panggil Raja Oberon dan Tania.” Suruh nya. Kedua Selir mengangguk, mereka tidak berani melawan Ratu Miranda karena kekuasaannya.

Ratu Miranda menuju kamar Putrinya, Bianca. Sedangkan Selir Elara dan Selir Larissa mendatangi kamar Putri Tania terlebih dahulu.

“Ratu Miranda benar-benar suka mengatur kita.” Omel Selir Elara, ia adalah orang yang membenci Ratu Miranda apalagi sejak diangkat menjadi Ratu. Ia juga sering ikut memarahi Putri Tania, sekedar untuk melampiaskan kekesalannya.

“Ikuti saja.” Berbeda dengan Selir Elara, Selir Larissa sangat penurut, bahkan walaupun ‘jatahnya' dengan Raja Atlas diambil Selir Elara ataupun Ratu Miranda, ia pasrah saja. Ia menikah dengan Raja Atlas dulu karena dijodohkan ayahnya, seorang Raja Kerajaan tetangga. Ia juga menyayangi Putri Tania, walaupun tidak sering membelanya karena akan dimarahi Raja, Selir Larissa bahkan dulu pernah memberi makan Putri Tania diam-diam ketika Putri Tania dihukum tidak diberi makan seharian.

“Kau itu bodoh! Mau saja di suruh-suruh.” Maki Selir Elara. Selir Larissa menghiraukan nya.

Sampai di kamar Putri Tania, mereka membuka pintu yang tak dikunci itu dan langsung masuk. Mereka berdua di kejutkan dengan apa yang mereka lihat di depan mata sekarang.

Putri Tania tidur satu ranjang dengan Raja Oberon, dengan posisi yang sangat dekat. Raja Oberon memeluk tubuh ramping Putri Tania, mereka berdua tidur dengan saling berpelukan, bahkan hampir seluruh tubuh Putri Tania menempel pada Raja Oberon.

“Larissa, cepat katakan pada Raja!” Suruh Selir Elara, Selir Larissa mengangguk, ia bergegas kembali ke ruang makan menemui Raja Atlas.

“Raja..” Panggil Selir Larissa.

Raja Atlas yang menunggu kedatangan anak-anak dan istri-istrinya bingung mendapati Selir Larissa yang terlihat panik, “Ada apa?”

“Haish, Bianca tidak ada di kamarnya.” Suara Ratu Miranda yang baru datang mengalihkan pandangan mereka.

“Raja, Ratu Miranda. Raja Oberon dan Putri Tania tidur satu ranjang!” Ucapnya.

“Sontak mereka berdua terkejut, “APA?!”.

Mereka bertiga kembali menuju kamar Putri Tania, dan mendapati Selir Elara yang memandangi pemandangan di depannya.

Raja Atlas yang melihat Tania dan Raja Oberon naik pitam, ingin sekali memaki Raja Oberon namun itu tidak mungkin.

“TANIA!” Teriak Raja Atlas.

Teriakannya langsung membangunkan Raja Oberon dan Putri Tania. Setelah kesadaran keduanya terkumpul, mereka bangkit duduk.

Raja Oberon yang melihat semua orang berkumpul tidak kamar Tania membuka suara, “Apa yang kalian lakukan di sini?” Tanyanya dingin. Sedangkan Tania memikirkan Raja Oberon.

Ah, aku baru membuka mata sedang ada di pelukan Oberon. Pantas rasanya tidurku nyenyak sekali. Batinnya. Dulu sesekali ia memang pernah tidur dengan Orion, namun hanya sesekali karena mereka belum menikah.

“Raja Oberon, maaf sebelumnya. Namun Anda sebagai Raja dengan kekuasaan tertinggi, apakah Anda merasa pantas tidur dengan Putriku tanpa ikatan pernikahan?” Tanya Raja Atlas, ia beralih menatap Tania.

“Dan Kau, Tania. Jangan mudah menyerahkan dirimu begitu saja! Sikapmu sama saja seperti perempuan murahan!” Lanjutnya sarkas.

Perempuan murahan? Dasar Raja Peta! Berani sekali mengatakan ku perempuan murahan! Batin Tania marah, namun ia berusaha untuk meredam emosinya.

“Jaga bicaramu, Raja Atlas!” Ucap Oberon dingin, ia benar-benar marah mendengar ucapan Raja Atlas. Ia turun dari tempat tidur dan membenarkan sedikit pakaiannya.

“Sekali lagi aku dengar kau berkata seperti itu, aku tidak segan-segan mencabut nyawamu di sini!” Lanjut Oberon berhasil membuat Raja Atlas bungkam.

Tiba-tiba Tania merasakan hawa di sekitar kamarnya ini menjadi dingin dan mencekam.

Kenapa ini? Batinnya bertanya.

Sedangkan Raja Oberon, Ratu Miranda dan kedua Selir yang merasakan perubahan hawa sekitar menjadi waspada. Mereka tau betul, Raja Oberon yang saat ini tengah menatap tajam Raja Atlas pasti mengeluarkan sihirnya perlahan. Bahkan di sekitar tubuh Raja Atlas dikelilingi sedikit asap hitam.

Hei, apa yang terjadi sekarang? Batin Tania terus bertanya.

Raja Atlas mencoba meredam sihir Raja Oberon dengan sihirnya yang tidak apa-apa jika dibandingkan dengan kekuatan Raja Oberon.

“Baiklah, Raja Oberon. Aku minta maaf mengatakan Tania perem— aakh.” Ucapan Raja Atlas terpotong, tiba-tiba nafasnya terasa sesak. Jika begini nyawanya benar-benar terancam.

“Raja Oberon, tolong maafkan perkataan Raja Atlas yang menyinggung kau dan Tania.” Ucap Ratu Miranda, ia tidak tega melihat keadaan suaminya sekarang.

“Diam!” Ucap Oberon dingin, ia masih menatap tajam Raja Atlas, hanya lewat tatapan Oberon dapat menggunakan sihirnya.

Raja peta itu sepertinya tidak dapat bernafas, apa Oberon akan membunuhnya lewat tatapan itu? Heii! Aku belum balas dendam dia tidak boleh mati! Batin Tania.

Apa aku harus menghentikan Oberon?.

“Oberon.” Panggil Tania.

Oberon yang mendengar suara merdu Tania langsung menghentikan sihirnya, ia ingat satu hal bahwa Tania tidak menyukai sifatnya yang kejam dan semena-mena. Ia tidak boleh menunjukkan sikap sesungguhnya pada Tania sekarang. Oberon menghentikan sihirnya.

“Raja..” Ratu Miranda, Selir Elara dan Selir Larissa menghampiri Raja Atlas yang sudah hampir kehabisan nafas. Mereka bertiga membawa Raja Atlas keluar kamar Tania di bantu pengawal yang dipanggil Ratu Miranda.

Sedangkan Tania yang melihat kejadian di depannya terkagum,

Raja Peta itu benar-benar hampir mati, apa barusan itu sejenis sihir? Ck, ingatan Putri Tania belum benar-benar lengkap. Batin Tania.

Sedangkan Raja Oberon menghampiri Tania yang terlihat tengah melamun,

Apa dia takut melihatku tadi? Apa dia akan menjauhi dan membenciku lagi? Batin Oberon penuh ketakutan

***

Kenalan lagi guys:

1. Selir Elara, selir Raja Atlas. Suka melampiaskan emosinya pada Putri Tania

2. Selir Larissa, selir Raja Atlas. Menyayangi Putri Tania, kedua selir kerajaan Dalbert bertugas sebagai bendaharawan kerajaan.

(👆 Jangan kebalik ya)

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

semoga raja Oberon gak akan ngambil selir ya kl nanti nikah sama putri Tania 🤭

2025-01-31

0

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

𝚊𝚒𝚑𝚑𝚑 𝚔𝚗𝚙 𝚐𝚔 𝚖𝚊𝚝𝚒 𝚊𝚓𝚊 𝚜𝚒𝚑 𝚜𝚒 𝚊𝚕𝚝𝚊𝚜 𝚒𝚝𝚞𝚞𝚞𝚞

2025-02-25

0

Siti solikah

Siti solikah

ckck ayah macam apa itu?

2025-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1 : Bertransmigrasi
3 Part 2 : Balas Dendam
4 Part 3 : Raja Oberon
5 Part 4 : Calon suami?
6 Part 5 : Pembelaan
7 Part 6 : Corvus
8 Part 7 : Satu Ranjang
9 Part 8 : Kabar Mengejutkan
10 Part 9 : Harusnya
11 Part 10 : Perjodohan
12 Part 11 : Pertemuan (Flashback)
13 Part 12 : Kebencian (Flashback 2)
14 Part 13 : Berbohong?
15 Part 14 : Mencegah ingatan Tania kembali
16 Part 15 : Kebahagiaan lain
17 Part 16 : Latihan
18 Part 17 : Latihan dengan Bianca
19 Part 18 : Sia-sia
20 Part 19 : Arti 'Kebahagiaan Lain'
21 Part 20 : Janus??
22 Part 21 : Rencana
23 Part 22 : The Incident
24 Part 23 : Tertunda
25 Part 24 : ingatan Tania kembali
26 Part 25 : Berubah
27 Part 26 : My Queen
28 Part 27 : Balas dendam
29 Part 28 : Tak Berperasaan
30 Part 29 : Basa basi
31 Part 30 : Pertunangan
32 Part 31 : Mempermalukan Bianca
33 Part 32 : 'Dia' dan Rencana
34 Part 33 : Jebakan
35 Part 34 : •••
36 Part 35 : Adik Kesayangan
37 Part 36 : Surat
38 Part 37 : Rahasia Ratu Miranda
39 Part 38 : Baru Sedikit
40 Part 39 : Tersiksa terlebih dahulu
41 Part 40 : Bantuan
42 Part 41 : Puas
43 Part 42 : Gembel:)
44 Part 43 : Kejutannya
45 Part 44 : Menjadi Selir
46 Part 45 : Teringat
47 Part 46 : Ngidam
48 Part 47 : Eksekusi ala Queen Mafia Corvus
49 Part 48 : Tidak lama lagi?
50 Part 49 : Tidak Rewel
51 Part 50 : Berbagai Bahaya yang Mengancamnya
52 Part 51 : Jika Masih Bisa
53 Part 52 : Hama
54 Part 53 : Bertindak
55 Part 54 : Bunga
56 Part 55 : Kucing
57 Part 56 : Orang ketiga
58 Part 57 : Terungkap
59 Part 58 : Dia sudah mati
60 Part 59 : Sementara
61 Part 60 : 50 Cambukan
62 Part 61 : Tikus Percobaan
63 Part 62 : Good bye, Bianca
64 Part 63 : Rencana Miranda
65 Part 64 : Goodbye Raja Atlas
66 Part 65 : Permainan Selesai
67 Part 66 : Permainan baru?
68 Part 67 : Leo or Ariel?
69 Part 68 : Ara and Carina
70 Part 69 : Harapan
71 Part 70 : Tentang Oberon
72 Part 71 : Hari Pernikahan
73 Part 72 : Archer?
74 Part 73 : Akhir
75 Part 74 : Epilog
76 HALOOO
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Prolog
2
Part 1 : Bertransmigrasi
3
Part 2 : Balas Dendam
4
Part 3 : Raja Oberon
5
Part 4 : Calon suami?
6
Part 5 : Pembelaan
7
Part 6 : Corvus
8
Part 7 : Satu Ranjang
9
Part 8 : Kabar Mengejutkan
10
Part 9 : Harusnya
11
Part 10 : Perjodohan
12
Part 11 : Pertemuan (Flashback)
13
Part 12 : Kebencian (Flashback 2)
14
Part 13 : Berbohong?
15
Part 14 : Mencegah ingatan Tania kembali
16
Part 15 : Kebahagiaan lain
17
Part 16 : Latihan
18
Part 17 : Latihan dengan Bianca
19
Part 18 : Sia-sia
20
Part 19 : Arti 'Kebahagiaan Lain'
21
Part 20 : Janus??
22
Part 21 : Rencana
23
Part 22 : The Incident
24
Part 23 : Tertunda
25
Part 24 : ingatan Tania kembali
26
Part 25 : Berubah
27
Part 26 : My Queen
28
Part 27 : Balas dendam
29
Part 28 : Tak Berperasaan
30
Part 29 : Basa basi
31
Part 30 : Pertunangan
32
Part 31 : Mempermalukan Bianca
33
Part 32 : 'Dia' dan Rencana
34
Part 33 : Jebakan
35
Part 34 : •••
36
Part 35 : Adik Kesayangan
37
Part 36 : Surat
38
Part 37 : Rahasia Ratu Miranda
39
Part 38 : Baru Sedikit
40
Part 39 : Tersiksa terlebih dahulu
41
Part 40 : Bantuan
42
Part 41 : Puas
43
Part 42 : Gembel:)
44
Part 43 : Kejutannya
45
Part 44 : Menjadi Selir
46
Part 45 : Teringat
47
Part 46 : Ngidam
48
Part 47 : Eksekusi ala Queen Mafia Corvus
49
Part 48 : Tidak lama lagi?
50
Part 49 : Tidak Rewel
51
Part 50 : Berbagai Bahaya yang Mengancamnya
52
Part 51 : Jika Masih Bisa
53
Part 52 : Hama
54
Part 53 : Bertindak
55
Part 54 : Bunga
56
Part 55 : Kucing
57
Part 56 : Orang ketiga
58
Part 57 : Terungkap
59
Part 58 : Dia sudah mati
60
Part 59 : Sementara
61
Part 60 : 50 Cambukan
62
Part 61 : Tikus Percobaan
63
Part 62 : Good bye, Bianca
64
Part 63 : Rencana Miranda
65
Part 64 : Goodbye Raja Atlas
66
Part 65 : Permainan Selesai
67
Part 66 : Permainan baru?
68
Part 67 : Leo or Ariel?
69
Part 68 : Ara and Carina
70
Part 69 : Harapan
71
Part 70 : Tentang Oberon
72
Part 71 : Hari Pernikahan
73
Part 72 : Archer?
74
Part 73 : Akhir
75
Part 74 : Epilog
76
HALOOO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!