“Apa?” Tanya mereka serentak.
“Raja Oberon pasti kemari karena mendapat kabar Tania yang jatuh ke kolam, Ibu.” Ucap Bianca pada ibunya, Ratu Miranda mengangguk, “Raja Oberon pasti memerintahkan pengawalnya untuk mengawasi kita agar merawat Tania dengan baik.”
“Untuk Apa ia masih menginginkan Tania, Tania saja selalu menolaknya. Kenapa dia tidak menyukaiku?” Tanya Bianca kesal. Jika Raja Oberon melamarnya, pasti akan langsung ia Terima.
“Tidak papa sayang, kamu itu cantik, tidak harus bersama Raja Oberon. Ya, ibu akui memang tampan, namun tenang masih banyak Raja dan Pangeran kerajaan lain yang tak kalah tampan dengannya.” Jelas Ratu Miranda. Bianca mengangguk mengiyakan, tapi bagaimanapun ia menyukai Raja Oberon sejak pertama kali melihatnya.
Raja Oberon adalah Raja muda, Raja di atas semua Raja, ilmu beladiri dan sihirnya tidak ada tandingannya. Sejak dua tahun terakhir ia selalu mengincar Putri Tania, ia jatuh cinta pada Putri Tania pada pandangan pertama. Namun, Tania selalu menolaknya karena ia tidak mau bersama Raja kejam, angkuh dan sombong seperti Raja Oberon. Raja Oberon pun tidak pernah memaksa, ia membiarkan Tania bebas, setidaknya untuk saat ini.
Raja Atlas mengabaikan pembicaraan Ratu Miranda dan Putri Bianca, “Jika Raja Oberon tau kalau Tania—“
“Ada apa dengan Putri Tania?” Suara datar itu memotong ucapan Raja Atlas. Tanpa izin dari siapapun Raja Oberon menerobos masuk Istana Dalbert, tidak ada yang bisa menghalanginya walaupun itu Raja Atlas sendiri.
“Ah, salam Raja Oberon.” Raja Atlas menundukkan kepalanya diikuti semua orang yang ada di ruangan makan itu.
“Prajuritku melaporkan Putri Tania jatuh ke kolam kemarin, apa kalian tidak menjaganya?” Mengabaikan sapaan dari Raja Atlas dan yang lainnya, Raja Oberon bertanya dingin.
“Tania tergelincir sendiri ke kolam Yang Mulia.” Jawab Raja Atlas.
“Bagaimana keadaannya sekarang?”
Raja Atlas beralih menatap dayang yang tadi memberi kabar tentang kondisi Putri Tania, dayang tersebut membuka suara, “Putri Tania tadi baru sadar, Yang Mulia.”
“Apa dia terluka?” Tanya Raja Oberon, lagi.
Dayang itu mengangguk, “Bagian kepala Putri Tania sepertinya terbentur bebatuan, sehingga Putri Tania mengalami lupa ingatan, Yang Mulia.” Jawab dayang tersebut.
Ucapan dayang itu membuat seisi ruangan terkejut, Putri Bianca yang mendengarnya malah senang, Dia tidak akan mengingat jika aku yang mendorongnya, Batinnya.
Raja Oberon mengepalkan tangannya, perasaan marah dan khawatir bercampur, “Aku akan menemuinya.” Raja Oberon berniat menuju kamar Putri Tania, namun di cegah Ratu Miranda.
“Raja Oberon, lebih baik Anda makan siang bersama kami terlebih dahulu.”
“Keadaan Putri Tania lebih penting.” Ucap Raja Oberon dingin, ia berlalu menuju kamar Putri Tania diikuti beberapa pengawalnya.
Sampai di depan kamar Putri Tania, Raja Oberon hendak mengetuk, namun pintu kamar Putri Tania sudah lebih dulu terbuka dan menampakkan Dayang Lyra.
Dayang Lyra yang terkejut akan adanya Raja Oberon langsung menunduk memberi hormat, “Salam hormat yang Mulia Raja Oberon.”
“Apa Putri Tania di dalam?” Tanya nya langsung. Dayang Lyra menggeleng, “Putri Tania baru saja pergi ke taman istana, Yang Mulia.” Jawabnya.
“Apa dia sudah makan?” Tanya Raja Oberon, sebab melihat ditangan dayang Lyra ada nampan makanan yang kosong.
Dayang Lyra mengangguk, “Sudah Yang Mulia.”
“Kau boleh pergi.” Ucap Raja Oberon, Dayang Lyra berlalu pergi.
Raja Oberon beralih menatap para prajuritnya, “Kalian juga, istirahatlah dulu.” Ucapnya pada para prajuritnya. Tentu mereka semua lelah sebab sudah berjam-jam di perjalanan menuju Kerajaan Dalbert, “Baik, yang mulia.”
Dari kamar Putri Tania, Raja Oberon berjalan lurus menuju taman istana Dalbert, ia sudah tau seluk beluk Istana ini, sebab dia tahun terakhir ia sering berkunjung hanya untuk melihat Putri Tania. Walau Putri Tania selalu menolak kehadirannya.
Kemarin, Prajurit yang ia tugaskan mengawasi Putri Tania melapor bahwa Tania Jatuh ke kolam. Ia langsung bersiap menuju istana Dalbert karena jarak yang cukup jauh. Pekerjaan istananya pun di ambil alih oleh orang kepercayaannya.
Sampai di taman istana, Raja Oberon mengedarkan pandangan, dan menemukan Putri Tania yang duduk di kursi taman menggunakan gaun birunya. Sangat cantik, ah bahkan bagi Raja Oberon Putri Tania tetap cantik memakai pakaian apapun, ataupun tidak sama sekali.
Dapat ia lihat, Putri Tania yang menatap lurus pada hamparan bunga-bunga. Raja Oberon teringat ucapan Dayang tadi, jika Putri Tania lupa ingatan.
Apa ia juga melupakan tentangku? Ucapnya dalam hati.
Jika aku mendekat, apa kau akan menghindar seperti biasanya? Batinnya terus bertanya.
Raja Oberon memilih mendekati Putri Tania yang saat ini duduk memunggunginya.
***
Perkenalan:
1. Oberon Corvus (Raja Oberon) Raja terkuat dari yang terkuat. Raja terkejam dari yang terkejam. Raja Kerajaan Corvus yang sangat tergila-gila pada Putri Tania.
Guys, like and vote nya jangan lupa ya, author ngemis lho ಥ_ಥ
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
🌸 Airyein 🌸
Ratu cadangan aja belagu kau. Sok2an ngajak makan. Makan gigi kau. Huft
2025-02-13
0
Nia Risma
raja di atas raja seperti kaisar gitu bukan thor
2025-03-08
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
apa raja Oberon itu reinkarnasi nya Orion 🤔🤔
2025-01-31
0