Part 1 : Bertransmigrasi

Vela perlahan membuka matanya, dapat ia rasakan kepalanya sedikit pening. Samar-samar ia mendengar suara.

“Tuan Putri sudah bangun, cepat panggil tabib!”

“Baiklah.”

Ketika kesadarannya mulai terkumpul, Vela mengedarkan pandangan nya. Yang pertama ia lihat ada langit-langit kamar seperti dari kayu. Ia menoleh kesamping, ada dinding yang dilapisi ukiran kayu indah. Dan di sebelahnya ada seorang wanita berpakaian aneh yang menatapnya cemas.

Siapa dia? Dan dimana aku sekarang? Batin Vela bertanya.

“Tuan Putri.” Ucap wanita itu yang terdengar seperti sapaan sambil sedikit membungkuk. Vela hanya diam, siapa yang dia maksud tuan putri?.

Tak lama datang seorang laki-laki dan wanita yang juga berpakaian aneh. Mengapa mereka memakai pakaian kuno? Apa ini daerah pedalaman?.

Vela melirik pakaian yang ia pakai, seperti sebuah gaun tidur namun tidak seperti gaun tidur pada umumnya, ia rasakan kainnya sangat lembut seperti... Sutra? Entahlah.

Apa aku di alam baka? Tapi kenapa tempatnya aneh.

“Yang mulia, hamba akan memeriksa keadaan anda.” Vela masih diam, laki-laki itu meletakkan tangannya di kening dan pergelangan tangan Vela.

“Kabar baik, kondisi yang mulia mulai membaik.” Ucap laki-laki itu. Kedua wanita yang itu terlihat senang.

“Yang mulia, apa yang Anda rasakan sekarang?” Tanya laki-laki itu.

Vela tidak merasakan apapun, hanya kepalanya terasa sedikit pening. Bagi Vela sakit sedikit seperti ini tidak akan masalah.

“Kalian Siapa?” Bukannya menjawab, Vela malah bertanya balik. Laki-laki dan kedua wanita itu menyerngit bingung.

“Hamba Tabib istana, Yang Mulia. Dan mereka berdua dayang pribadi Anda.” Jawab laki-laki tersebut.

Sekarang malah Vela yang menyerngit bingung, “Tabib? Dayang? Kalian siapa? Aku tidak mengenal kalian.”

Salah satu wanita itu mendekat pada Vela, “Tuan Putri, hamba dayang Lyra, dayang Anda sejak kecil, Tuan Putri.”

“Apa yang kalian katakan? Aku benar-benar tidak mengenal kalian, jangan membuat lelucon!” Vela berkata tegas, ia selalu muak pada sesuatu yang tidak ia mengerti dan plin plan.

“Apa yang Anda ingat terakhir kalinya yang mulia?” Tanya laki-laki yang Vela ketahui adalah Tabib istana tadi.

Vela mulai mengingat, ia di medan perang melawan Mafia Rideos untuk balas dendam atas kematian Orion. Leo, Ara dan Carina yang tiada karena ditembak Archer. Dan terakhir katana Archer yang menembus perutnya.

Tidak mungkin Vela menceritakan itu pada orang-orang yang tidak dikenalnya ini kan? Vela tidak mengenal mereka.

“Aku tidak mengingat apapun.” Itu jawaban terbaik yang menurut Vela harus ia jawab sekarang.

Tabib itu mengangguk, kemudian beralih menatap kedua wanita yang Vela ketahui dayang itu, “Kemungkinan ketika Putri Tania terjatuh ke kolam, bagian kepalanya terkena bebatuan. Dan sepertinya sekarang Putri Tania mengalami lupa ingatan.” Jelas tabib itu.

“Lupa ingatan?” Tanya dayang itu memastikan. Tabib itu mengangguk, “Akan saya buatkan obat untuk pemulih keadaan Tuan Putri, untuk lupa ingatannya mungkin hanya akan sementara karena sepertinya luka dikepala Tuan Putri tidak terlalu parah.” Kedua dayang itu mengangguk.

“Hamba permisi, Yang Mulia.” Ucap tabib itu seperti pamit pada Vela dan membungkukkan badannya.

“Aku akan memberi kabar pada Raja dan Ratu bahwa Tuan Putri sudah sadar.” Ucap salah satu dayang itu, yang satunya mengangguk, “Aku yang akan menemani Tuan Putri di sini.”

Vela hanya diam menyimak kedua dayang ini, ia masih bingung, apalagi mereka membicarakan Raja, Ratu? Rasanya kepala Vela akan pecah untuk sekedar memahami pembicaraan mereka.

“Hamba permisi yang mulia.” Vela mengangguk, salah satu dari mereka membungkuk padanya kemudian keluar dari kamar ini.

“Karena Tuan Putri lupa ingatan, hamba akan memperkenalkan diri. Nama Hamba Lyra, hamba dayang Tuan Putri sejak kecil.” Ucap Dayang yang bernama Lyra tersebut.

“Lalu, siapa aku?” Tanya Vela, ia tidak yakin namanya adalah Vela di tempat ini.

“Anda Putri Titania Eylonwy Dalbert, Putri tertua dari Raja Atlas dan mendiang permaisuri Cordelia.” Jelas dayang Lyra.

Baiklah, sekarang Vela mulai mengerti. Ia adalah Seorang Putri dari Raja dan Ratu. Raja dan Ratu tentu ada istana. Di istana tentu ada dayang, tabib, prajurit, Putri dan mungkin pangeran.

Sekarang, apa ia sedang syuting film? Tapi tidak mungkin. Seingatnya tubuhnya hampir terbelah oleh katana Archer. Ah, mengingat pria itu membuat Vela menjadi kesal. Niatnya ingin membunuh Archer yang telah membunuh Orion, kekasihnya. Namun malah ia yang terbunuh.

Apa mungkin aku bertransmigrasi? Dan berada di tubuh Putri Titania ini?

***

Kenalan lagi yukk

1. Titania Eylonwy Dalbert (Putri Tania), Putri tertua/ Pertama Raja Atlas dan Mendiang (alm) Permaisuri Cordelia.

2. Dayang Lyra, dayang Putri Tania sejak kecil.

Dayang\= sejenis pelayan

Tabib\= sejenis dokter

Prajurit\= Pengawal

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

pastikan selalu ada ingatan dr tubuh aslinya thor 🤭

2025-01-31

2

gaby

gaby

Titania panggilannya Tania kan, bukan Titin😅😅

2024-12-16

0

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

ohhh baru ngerti setelah baca 3 x astaga 🤣🤣🤣🤣🤣

2025-02-25

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1 : Bertransmigrasi
3 Part 2 : Balas Dendam
4 Part 3 : Raja Oberon
5 Part 4 : Calon suami?
6 Part 5 : Pembelaan
7 Part 6 : Corvus
8 Part 7 : Satu Ranjang
9 Part 8 : Kabar Mengejutkan
10 Part 9 : Harusnya
11 Part 10 : Perjodohan
12 Part 11 : Pertemuan (Flashback)
13 Part 12 : Kebencian (Flashback 2)
14 Part 13 : Berbohong?
15 Part 14 : Mencegah ingatan Tania kembali
16 Part 15 : Kebahagiaan lain
17 Part 16 : Latihan
18 Part 17 : Latihan dengan Bianca
19 Part 18 : Sia-sia
20 Part 19 : Arti 'Kebahagiaan Lain'
21 Part 20 : Janus??
22 Part 21 : Rencana
23 Part 22 : The Incident
24 Part 23 : Tertunda
25 Part 24 : ingatan Tania kembali
26 Part 25 : Berubah
27 Part 26 : My Queen
28 Part 27 : Balas dendam
29 Part 28 : Tak Berperasaan
30 Part 29 : Basa basi
31 Part 30 : Pertunangan
32 Part 31 : Mempermalukan Bianca
33 Part 32 : 'Dia' dan Rencana
34 Part 33 : Jebakan
35 Part 34 : •••
36 Part 35 : Adik Kesayangan
37 Part 36 : Surat
38 Part 37 : Rahasia Ratu Miranda
39 Part 38 : Baru Sedikit
40 Part 39 : Tersiksa terlebih dahulu
41 Part 40 : Bantuan
42 Part 41 : Puas
43 Part 42 : Gembel:)
44 Part 43 : Kejutannya
45 Part 44 : Menjadi Selir
46 Part 45 : Teringat
47 Part 46 : Ngidam
48 Part 47 : Eksekusi ala Queen Mafia Corvus
49 Part 48 : Tidak lama lagi?
50 Part 49 : Tidak Rewel
51 Part 50 : Berbagai Bahaya yang Mengancamnya
52 Part 51 : Jika Masih Bisa
53 Part 52 : Hama
54 Part 53 : Bertindak
55 Part 54 : Bunga
56 Part 55 : Kucing
57 Part 56 : Orang ketiga
58 Part 57 : Terungkap
59 Part 58 : Dia sudah mati
60 Part 59 : Sementara
61 Part 60 : 50 Cambukan
62 Part 61 : Tikus Percobaan
63 Part 62 : Good bye, Bianca
64 Part 63 : Rencana Miranda
65 Part 64 : Goodbye Raja Atlas
66 Part 65 : Permainan Selesai
67 Part 66 : Permainan baru?
68 Part 67 : Leo or Ariel?
69 Part 68 : Ara and Carina
70 Part 69 : Harapan
71 Part 70 : Tentang Oberon
72 Part 71 : Hari Pernikahan
73 Part 72 : Archer?
74 Part 73 : Akhir
75 Part 74 : Epilog
76 HALOOO
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Prolog
2
Part 1 : Bertransmigrasi
3
Part 2 : Balas Dendam
4
Part 3 : Raja Oberon
5
Part 4 : Calon suami?
6
Part 5 : Pembelaan
7
Part 6 : Corvus
8
Part 7 : Satu Ranjang
9
Part 8 : Kabar Mengejutkan
10
Part 9 : Harusnya
11
Part 10 : Perjodohan
12
Part 11 : Pertemuan (Flashback)
13
Part 12 : Kebencian (Flashback 2)
14
Part 13 : Berbohong?
15
Part 14 : Mencegah ingatan Tania kembali
16
Part 15 : Kebahagiaan lain
17
Part 16 : Latihan
18
Part 17 : Latihan dengan Bianca
19
Part 18 : Sia-sia
20
Part 19 : Arti 'Kebahagiaan Lain'
21
Part 20 : Janus??
22
Part 21 : Rencana
23
Part 22 : The Incident
24
Part 23 : Tertunda
25
Part 24 : ingatan Tania kembali
26
Part 25 : Berubah
27
Part 26 : My Queen
28
Part 27 : Balas dendam
29
Part 28 : Tak Berperasaan
30
Part 29 : Basa basi
31
Part 30 : Pertunangan
32
Part 31 : Mempermalukan Bianca
33
Part 32 : 'Dia' dan Rencana
34
Part 33 : Jebakan
35
Part 34 : •••
36
Part 35 : Adik Kesayangan
37
Part 36 : Surat
38
Part 37 : Rahasia Ratu Miranda
39
Part 38 : Baru Sedikit
40
Part 39 : Tersiksa terlebih dahulu
41
Part 40 : Bantuan
42
Part 41 : Puas
43
Part 42 : Gembel:)
44
Part 43 : Kejutannya
45
Part 44 : Menjadi Selir
46
Part 45 : Teringat
47
Part 46 : Ngidam
48
Part 47 : Eksekusi ala Queen Mafia Corvus
49
Part 48 : Tidak lama lagi?
50
Part 49 : Tidak Rewel
51
Part 50 : Berbagai Bahaya yang Mengancamnya
52
Part 51 : Jika Masih Bisa
53
Part 52 : Hama
54
Part 53 : Bertindak
55
Part 54 : Bunga
56
Part 55 : Kucing
57
Part 56 : Orang ketiga
58
Part 57 : Terungkap
59
Part 58 : Dia sudah mati
60
Part 59 : Sementara
61
Part 60 : 50 Cambukan
62
Part 61 : Tikus Percobaan
63
Part 62 : Good bye, Bianca
64
Part 63 : Rencana Miranda
65
Part 64 : Goodbye Raja Atlas
66
Part 65 : Permainan Selesai
67
Part 66 : Permainan baru?
68
Part 67 : Leo or Ariel?
69
Part 68 : Ara and Carina
70
Part 69 : Harapan
71
Part 70 : Tentang Oberon
72
Part 71 : Hari Pernikahan
73
Part 72 : Archer?
74
Part 73 : Akhir
75
Part 74 : Epilog
76
HALOOO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!