Sedangkan di dalam kamar, Radha tengah menatap kosong wajah ayunya yang kini terpoles make up. Cantik, sudah berapa kali pujian itu ia dengar, namun tak membuatnya sedikitpun tersenyum.
Mengapa secepat ini, bahkan untuk menghubungi teman-temannya saja tak sempat. Radha hanya membatu kala Oma dan Omnya memeluknya begitu hangat.
"Cucu Oma cantik sekali," puji wanita yang tak muda namun tetap secantik itu.
"Benar, Bu ... Tapi, kenapa adikku dulu tak secantik Radha saat menikah dengan Bang Ardi?"
"Ck, Maya juga cantik, Bobby, makanya putrinya secantik ini." Sang Nenek mengelus pundak Radha berkali-kali.
Senyum kelu itu terlihat jelas, kerinduan pada sang Mama membuat kesedihannya semakin bertambah. Belum lagi Radha bahkan tak sempat mengucapkan apapun pada Haidar yang ia yakini saat ini telah berada di Indosenia.
Keputusan sang Papa untuk menyita ponsel Radha tak dapat di ganggu gugat. Jelas saja itu karena ulah dirinya sendiri yang bahkan menghabiskan banyak air mata usai menghubungi Haidar malam itu.
"Ehem, selamat pagi, Bu. Tolong segera pergi, akulah yang berhak berada di sampingnya saat ini," ucap Dewi angkuh hendak menggeser posisi Surti.
"No!! Jangan pergi, Oma, Radha mau Oma, bukan dia," ujar Radha menatap sengit Dewi, sang Ibu tiri.
"Ck, bisakah kau biasa saja melihat Mamaku?!!"
Celline tak terima dengan tatapan sinis Radha yang tertuju pada mamanya. Baginya, cukup sudah Radha berbuat tak sopan pada mama kandungnya. Sifat iri Celline karena berhasil menjadi menantu pilihan Raka semakin membuat kebenciannya beranak pinak.
"Aku tidak membutuhkan kalian berdua, pergilah selagi aku masih baik," perintah Radha dengan penekanan setiap kata-katanya.
Tidak, Dewi harus tetap menjaga dirinya. Jangan sampai tersulut emosi dan membuat penilaian orang-orang di sekitarnya semakin buruk. Atas perintah Ardi, Dewi ke kamar Radha untuk menemani dan membimbing Radha menemui pengantin prianya.
"Ayo, Sayang, calon suamimu telah tiba," ujar Dewi begitu baik, beberapa orang yang berada di sana harus menyaksikan sisi lembutnya, pikir Dewi.
Dengan langkah berat Radha mengikuti kehendak Dewi, hendak berontak percuma. Karena ia sendiri yang akan lelah, detak jantungnya semakin tak beraturan.
Radha hanya memikirkan malunya, bagaimana jika orang di luar sana tahu bagaimana kehidupannya. Sudah pasti, tak sedikit dari mereka akan menilai buruk tentangnya.
*****
Di ruang tamu yang telah lengkap dengan dekorasi mewah, pihak keluarga kini merasa salah satu hal penting di antara mereka ada yang hilang. Raka dan Ardi begitupun Gian kini tengah berusaha mencari keberadaan Haidar.
Radha yang tadi bersama Dewi kini telah duduk di depan penghulu, tak mengerti apa yang tengah terjadi sebenernya. Bisik-bisik para tamu undangan yang berada di sekeliling mereka.
Panik, ia tak menemukan sang Papa untuk waktu yang lama. Suasana semakin riuh kala Gian mendekat dengan langkah mantapnya.
"Bagaimana, Pak Raka?"
"Ehm, tunggu beberapa menit lagi, Pak. Putraku mungkin sedang ke kamar kecil."
Raka mencoba menahan sang Penghulu yang sejak tadi bersabar. 30 menit awal telah cukup lama ia menanti, namun pengantin pria tak jua datang.
"Anda yakin?" selidik pria paruh baya berjanggut putih itu, rasanya tidak masuk akal bila sang pengantin pria tengah menghabiskan waktu di kamar kecil selama itu.
"Hm, iya, Pak."
Ardi turut meyakinkan sang Penghulu, sementara Gian kini memilih mencari Haidar ke luar. Langkah panjang membawanya cukup jauh, sembari mencoba menghubungi pria itu.
"Ays!!! Haidar, kemana kau!!"
"Angkat Bajing an!!"
Gian mengusap wajahnya kasar, sungguh memalukan. Para kolega dan pejabat tinggi yang kini hadir hanya mampu bertanya-tanya.
"Bagaimana?"
"Tidak ada, Pa."
"Apa?!! Dasar anak kurang ajar!!" Raka murka, bukan main malunya jika sampai Haidar benar-benar mengacaukan semua ini.
"Raka, bagaimana?"
"Apanya yang bagaimana, Ardi, putraku tidak ada di sini." Raka mengusap wajahnya kasar, sikap gegabah Haidar membuatnya pusing 7 keliling.
"Sudah ku katakan, merahasiakan ini semua bukanlah ide yang baik bukan." Ardi menghela napasnya susah payah, tak mungkin ia mengatakan hal sebenarnya pada para tamu undangan yang kini hadir.
"Stop, Ardi, bukan saatnya kau menyalahkanku!!"
Raka tetaplah Raka, baginya apa yang ia lakukan tidak akan pernah salah. Dan memang tidak menerima pernyataan yang mengatakan ia salah.
Sejenak Raka terdiam, tak mungkin ia membiarkan hidupnya dan Ardi terbalut rasa malu. Menatap Gian yang kini menatapnya jua, tatapan yang bisa di artikan sebagai perintah.
"Gian ...."
"Apa maksud Papa?"
"Kau mengerti tanpa harus Papa jelaskan, bukan?"
Raka habis harapan, martabatnya tentu saja akan hancur berkeping dengan kejadian memalukan ini.
"Apa? Raka, bagaimana dengan perasaan putra bungsumu?"
"Persetan!! Apa perlu kita memikirkan perasaan? Kau sanggup menahan malu, Ardi?"
Ardi terdiam, ia paham betul Raka bukanlah tipe orang yang rela martabatnya rendah di mata orang lain.
"Pa, bagaimana denganku?" Gian tertawa sumbang, bagaimana bisa orangtuanya mengorbankan anaknya demi menutupi rasa malu.
"Gian, Papa mohon, kali ini saja."
"Tapi, Pa?"
"Bukankah kau pernah berkata tidak ada perintah Papa yang mampu kau tolak?"
Pertanyaan menohok Raka seraya menatap tajam Gian, bagi Raka sebuah perintah bersifat mutlak dan harus di patuhi.
"Baiklah ... Jika itu yang Papa mau."
Gian mengepalkan tangannya, sedikit melonggarkan dasinya dan berlalu masuk tanpa menunggu Raka terlebih dahulu.
Di tatapnya tajam wajah cantik Radha yang kini berada di depannya, hatinya berkecamuk, menatap wanita itu sejenak membuatnya merasa tak sudi. Demi wibawa sang Papa, ia harus rela menikahi bocah ingusan dan merepotkan itu.
"Kita lihat seberapa kuat kau bersamaku anak kecil," batin Gian tanpa melepaskan Radha sedikitpun dari pandangannya.
Tbc
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 309 Episodes
Comments
nurul latifahhh
ya aneh sih masa nikah kek ngasih kejutan orang mau ultah , ya jls lahh kabur , duhh kak desh ga suka deh iki
2024-11-27
0
Ma Malikha
oooo kasiaaan
2024-07-21
0
Yuliana Purnomo
heeeh salah orang tua,,wong pernikahan dianggap kejutan,, Akir nya terkejut beneran kan?? pengantin kabur?? herannya Haidar kan udah lama pacaran SM Radha,,masa iya gak tau rumah nya??
2024-07-03
0