Sesal Mendalam (Haidar)

Bias cahaya menelisik jendela kaca pemilik wajah tampan itu, mata kantuknya tak dapat di ajak kompromi. Tadi malam ia menghabiskan waktu cukup banyak hanya untuk bermain game. Tentu saja ia memaksa Randy, sang Paman yang memang tak pernah mengenal tidur cepat.

Tubuhnya terasa begitu lelah, sedikit berat dan benar saja kini ia tak mampu membuka mata meski hanya sekedar menggerakkan kelopaknya. Haidar tengah hibernasi, benar-benar tak tahu waktu dan kondisi.

Posisinya sebagai tokoh utama yang secara sepihak digantikan Rega membuat Haidar murka, memang semua juga atas salahnya, hanya saja tak seharusnya mereka memutuskan segala sesuatu secara sepihak, pikir Haidar.

"Ck, hmm? Ada apa?"

Setengah sadar dan kesal bukan main, Haidar mengangkat panggilan seseorang disana. Suara lemah dan serak itu jelas menunjukkan ia tengah ngantuk berat.

"Iya, Pa, 1 jam lagi."

"Hem, om Randy belum tiba, aku pulang bersamanya."

Berdecak kesal, hanya itulah yang mampu mewakili perasaan Haidar saat ini. Tekanan dari sang Papa dan juga Gian membuat Haidar tak bisa fokus menghadapi semuanya. Jika bukan karena kekasihnya, enggan rasanya ia pulang ke tanah air.

"Baiklah, just for you," ujar Haidar dengan mata yang kini masih memerah, ia lelah namun istirahat sebanyak apapun tak membuat ia lebih baik.

Penampilan bak singa yang baru bangun tidur membuat Rury, sang Asisten tak dapat menahan tawa. Menyaksikan aktor tampan yang sudah ia temani sejak lama itu berjalan ke arahnya.

"Kak, susu," pinta Haidar. Tak peduli berapa usianya, bagi Rury Haidar tetap anak kecil yang harus di jaga sebaik mungkin.

"Jangan lupa makan siangmu, Haidar," ujar Rury menarik sudut bibir, wajah lelah pria itu membuat Rury merasa prihatin.

Makan siang yang sama sekali tak mampu Haidar nikmati, pria itu masih saja dilema menimbang keputusannya. Hidup dalam interpensi dan bayang-bayang sang Papa membuat Haidar merasa frustasi.

Namun tak mungkin, ia takkan mungkin melawan kehendak sang Papa bagaimanapun keinginanya. Sebesar apapun kehendak Haidar, tatap saja akan kalah.

Segelas susu hangat yang kini berada di depannya tak ia sentuh, bahkan untuk meliriknya saja ia enggan. Berjuta pertanyaan membelenggu dalam benaknya, mengapa harus semua menekannya untuk pulang di saat yang sama, bahkan terkesan memaksa.

--

Bandara, bersama Randy sang Paman kini Haidar tampak lebih tenang. Sepercik kerinduan itu memang ada, hanya saja semua tertutupi dengan watak pemaksa Raka.

"Kau benar-benar tidak membawa pakaian, Haidar?"

"Ehem, tidak perlu, Om. Aku tidak terbiasa," jawab Haidar menggeleng singkat, tersenyum hangat dan menunjukkan pesonanya dibalik kacamata hitam itu.

"Tidak terbiasa tanpa Rury maksudmu?"

Haidar tertawa sumbang, apa adanya yang Randy ucapkan memang benar. Tak dapat ia sangkal, ia memang membutuhkan Rury berada di sampingnya, bahkan untuk pergi membeli kopi saja ia serahkan pada Rury.

"Mungkin," jawab singkat pria tampan itu.

Menghabiskan waktu yang cukup lama di perjalanan membuat Haidar akan menghabiskannya dengan tidur, tidur dan tidur. Lelah masih saja memeluk erat dirinya, lebih tepatnya jiwanya tak benar-benar ingin pulang untuk saat ini.

******

Kepulangan Haidar menjadi hal yang paling Raka nantikan, bersama Gian dan Jelita kini mereka bersabar akan kedatangan sang putra bungsunya.

Riuhnya beberapa orang disana sempat membuat Haidar terganggu, meski ia yang telah bersembunyi dibalik masker dan kacamata hitam disertai dengan topi tetap saja dikenali banyak orang.

"Ays, sial!! Aku tidak suka, Om," keluh Haidar meski tak ia perlihatkan sama sekali perasaan itu, tetap dengan kharismatik yang harus ia jaga sebaik mungkin.

"Kak Haidar, boleh aku meminta tanda tanganmu?"

Seragam SMA, Haidar menarik sudut bibir. Kekasihnya juga mengenakan seragam yang sama, atas dasar teringat akan sosok kekasihnya, Haidar mengiyakan permintaan gadis itu.

"Baiklah, dimana aku harus tanda tangan?" tanya Haidar ramah dari balik maskernya itu.

"Ehm, aku tidak membawa kertas, di sini saja boleh ya?"

Haidar lagi-lagi tersenyum kala gadis itu mengulurkan telapak tangannya, meminta Haidar menggoreskan tanda tangannya disana. Dan hal itu persis apa yang kerap Radha lakukan dahulu kala memiliki kesempatan bertemu dengan Haidar.

"Tentu saja,"

Gadis itu tersenyum kala Haidar menyambut tangannya, menggores hasil mahakarya indah dan berharga itu. Mungkin, gadis itu akan memuseumkan telapak tangannya suatu saat nanti.

"Terima kasih, Kak."

Senyum ceria itu semakin mengingatkan Haidar akan sosok wanitanya. Malam ini juga ia harus bertemu pujaannya, sengaja Haidar tak memberitahukan dia sudah kembali saat ini. Tentu saja ia hanya ingin memberikan kejutan pada sang Kekasih.

Kedua pria tampan berbeda usia itu berjalan penuh kharisma disana. Pesona Randy yang takkan pernah usai membuat Haidar terkadang merasa terkalahkan oleh duda satu anak itu.

"Kau lihat, siapa disana," ujar Randy menepuk pundak Haidar, terlalu fokus dengan ponselnya membuat Haidar seakan tak peduli dengan sekelilingnya. Itulah yang membuat Rury tak bisa melepaskan Haidar kemana-kemana sendiri.

"Mama."

Brugh

Jelita menghampiri Haidar dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang Putra, rindu yang membelenggu seakan takkan habis. Sungguh ia merindukan Haidar lebih dari apapun, dalam keadaan tubuhnya yang masih lemah Jelita memaksa ikut bersama Raka dan juga Gian.

"Mama rindu, Haidar," ujar Jelita enggan menjauh, pelukannya justru semakin erat, Haidar terdiam, sejenak ia merasa begitu bersalah lantaran selalu mengabaikan rindu sang Mama.

"Ehm, maafkan aku, Ma," sesal Haidar juga mengeratkan pelukannya, mengelus punggung sang Mama berulang kali, memberikan ketenangan pada wanita cantik itu.

"Kenapa kau sangat lama, Haidar? Apa kau betah disana?"

Jelita kini menatap sendu wajah putra bungsunya, mata yang kini berkaca-kaca membuat batin Haidar tersayat. Apa mungkin Jelita setiap hari melakukan hal yang sama, jika benar alangkah berdosanya, sesal Haidar takkan habis.

Egonya terlalu tinggi hingga lupa bahwa ia juga begitu merindukan bidadarinya, wanita yang telah mengorbankan nyawa untuknya 21 tahun lalu. Tangis bahagia Jelita membuat Raka terdiam, beku dan hanya menghela napas perlahan.

"Papa," panggil Haidar menyadari kehadiran sang Papa yang terlihat berwibawa seperti biasa, di ikuti Gian di sampingnya.

"Pulang juga kau."

Raka menarik sudut bibir, melangkah maju dan menatap putranya begitu dalam. Benar, mungkin rencananya kali ini takkan salah, memaksa Haidar untuk menikah demi senyum manis Jelita yang sejak lama hilang di telan kerinduan.

"Kamu apaan sih, Mas," ujar Jelita menatap sengit Raka, merasa tak suka ia merusak suasana.

"Bercanda, Sayang." Kalah, lebih tepatnya mengalah. Di usia yang tak lagi muda, bagi Raka tetaplah Jelita yang utama.

"Lebay banget si, Kak, elu ga kangen gue, Ta?" Randy yang sedari tadi menyaksikan drama keluarga cemara ini, meski tak dapat dia bohongi, ia juga merindukan Jelita, bahkan sangat rindu.

"Masih nanya, iyalah!!"

Jika biasanya Jelita akan mengatakan tidak, lain halnya dengan kali ini. Sejak orangtua mereka pergi, Jelita hanya memiliki Randy. Jelas saja perpisahan yang hampir satu tahun itu membuat Jelita tersiksa rindunya.

"Oh iya, Sayang apa kau betapa cantiknya calon ...."

"Mama!!"

"Jelita!!"

Hampir saja, Jelita lupa bahwa Raka masih menutup rapat-rapat rencana perjodohan antara Haidar dengan Radha yang secara nyata adalah kekasihnya sendiri.

"Calon? Calon apa, Ma?"

Tbc

Terpopuler

Comments

Yus Warkop

Yus Warkop

calon pengantin

2024-09-03

0

Yeni Andiani

Yeni Andiani

jodoh ny haidar mbak ida

2024-02-28

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KYAKNYA NNTI RURY NI JODOHNYA HAIDAR...

2024-01-11

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Pertemuan
2 Radhania Azzura
3 Rencana Perjodohan (Haidar Pulang!!!)
4 Di Sekolah (Pengagum Nyata)
5 Sengitnya Ibu Tiri (Seleksi Calon Mantu)
6 Terpaksa Mengiyakan (Lamaran)
7 Haidar ~Ssst, jangan menggangguku.
8 Pria 0 Derajat Celcius.
9 Keperdulian Gian (Tragedi Kamar Mandi)
10 Calon Adik Ipar Cerewet!!
11 Sesal Mendalam (Haidar)
12 Penghulu? (Haidar)
13 Kacau
14 Pengantin Pengganti
15 Kau Akan Menyesal.
16 Perlakuan Gian Untuk (Radha)
17 Pria Dewasa, Bahkan TUA (Radha)
18 Sandiwara Pengantin.
19 Psikopat Kepribadian Ganda.
20 Dia Hanya Anak Kecil
21 Jangan Hancur Sepertiku (Gian)
22 Maafkan Aku, Kak (Haidar)
23 Bertemu Kekasihku (Haidar)
24 Kelinci Kecil Milik Gian (Radha)
25 Kau Merindukannya? (Gian)
26 Dimana Dia? (Paniknya Gian)
27 Dia Hanya Kesalahan (Maya)
28 Menginap (Tidak, PR ku Banyak!!)
29 Perkara Mandi.
30 Aku Suka Anak Kecil (Gian)
31 Kau Yang Memintanya, Bayar!! (Gian)
32 Buah Tak Jauh Dari Pohonnya (Raka=Gian)
33 Siapa Dia Sebenarnya? (Radha)
34 Dia Adikku
35 Kacaunya Haidar
36 Ulah Suami Gila
37 Gian untuk Radha (Khawatir)
38 Mama Kenapa? (Terciduk)
39 Aku Menginginkannya.
40 Bantu Aku (Haidar)
41 Dia Milikku!! (Haidar)
42 Desakan Haidar
43 Kembalikan Dia Padaku
44 Janda? (Aku Suamimu!)
45 Guru Baru (What?!!"
46 Ganti Profesi
47 Hanya Anak Kecil
48 Segeralah Dewasa, Ra (Gian)
49 Dia Sabar Untukku (Gian)
50 Jangan Perlihatkan Padaku (Gian)
51 Sakit (Ku)
52 Penenang Kala Kacau.
53 Siapa? (Penguntit)
54 Sakit Yang Sama, Waktu Yang Berbeda.
55 Rumit (Sangat)
56 Milikku (Haidar)
57 Bersama (Kita)
58 Kembali
59 Sandiwara?
60 Amarah Gian (Berbeda)
61 Mana Mungkin Aku Lepaskan.
62 Luka dan Penyembuh (Sekaligus)
63 Gejolak Batin Dua Hati
64 Tentang Perasaan
65 Jangan Pergi Tanpaku (Gian Untuk Radha)
66 Anda Berurusan Padaku!!
67 Pindah Sekolah? (Aku Bisa Sendiri~Radha)
68 Harus Membayar Tuntas!!
69 Pelindung.
70 Waktu Bersama (Masing-Masing)
71 Tak Lagi Sama (Radha~Haidar)
72 Secepat Itu? (Takdir Mematahkan)
73 Terjebak Dalam Paksaan (Ulah Sendiri)
74 Takut Mengecewakan.
75 Pria Baik (Untuk Radha)
76 Bidadari Kebanggaan. (Perlahan Terbuka)
77 Hujan, Bukan Pelangi Yang Menjadi Alasan.
78 Hanya Sekadar Cinta
79 Bukan Pangerannya.
80 Begitu Berarti (Dia)
81 Sensitif (Prihal Dirinya)
82 Aku Harus Apa?
83 Titik Terang
84 Kalah Dalam Segala Hal
85 Kenapa Istriku Berbeda.
86 Berjumpa (Papa) Dan Bibit Pelakor.
87 Manis Sekali
88 Rencana Mama (Liburan)
89 Terlampau Rumit
90 Ajari Aku Mencinta (Radha)
91 Hanya Duri, Tak Lebih.
92 Jangan Menjadi Bodoh
93 Permintaan Radha (Paksa Saja Kak!!)
94 Berjalan Di Atas Luka (Nya)
95 Kamu Punya Aku, Ra (Gian)
96 Seutuhnya Cinta.
97 Diam, Aku Akan Melakukannya (Gian)
98 Gara-Gara Gian
99 Berlanjut (Perang Dingin)
100 Darah Tetap Darah (Papa Turun Tangan)
101 Salah Pilih Patah Pinggang.
102 Wisata Masa Lalu
103 Deburan (Tak Terduga)
104 Tabrakan Maut (Tak Terhindar)
105 Tanggung Jawab (Gian)
106 Ketakutan Radha
107 Om, Artis Kan?
108 Pertemuan (Kembali)
109 Pahlawan Hampir Kemaleman
110 Dewasa (Tak Seharusnya)
111 Salah Baik (Maya)
112 Gagal Senang (Salam Hangat Author)
113 Hah? Kejutan Pagi Hari.
114 Kau Yang Menginginkannya.
115 Wanita Masa Lalu?
116 Salah Waktu (Gian)
117 Perang?
118 Butuh Peluknya - Kilas Balik
119 Maling? (Gelang)
120 Ada Apa?
121 Permintaan Papa
122 Cari Mati
123 Hancur (Rencana Gian)
124 Mulai Berani
125 Istri Menyebalkan.
126 Perintah (Mertua Baik)
127 BAB 127. Salah Berharap
128 BAB 128. Tentang Layla
129 BAB 129. Bukan Kuli (Gian)
130 BAB 130. Butuh Penjelasan (Prihal Putriku)
131 BAB 131. Amarah Randy
132 BAB 132. Jalan Tengah
133 BAB 133. BOS GILA
134 BAB 134. Memang Suka-Suka Dia.
135 BAB 135. TIADA TANDINGAN (SUAMIKU)
136 BAB 136. Butuh Hiburan (Bos)
137 BAB 137. Lupa Ingatan (Amnesia Akut)
138 BAB 138. Pasangan Prik
139 Kualat?
140 BAB 140. Bakat Terpendam
141 BAB 141. Kehilangan (Lagi)
142 BAB 142. Tempat Kembali (Sesungguhnya)
143 BAB 143. ANCAMAN (TIDAK MEMPAN)
144 BAB 144. PASIEN SUPER NGEYEL
145 BAB 145. Godaan Pagi Hari
146 BAB 146 HP UNDIAN
147 BAB 147. Cemburu Yang Bagaimana
148 BAB 148. Pemburu Nasi Kotak
149 BAB 149. Berkah Jum'at (Bagi Radha)
150 150. Ghibah Suami Istri
151 BAB 151. Dia Istriku
152 BAB 152. Sama-Sama Terluka
153 BAB 153. Kenapa? (Segila Ini)
154 BAB 154. Siapa Yang Aneh (Istri/Suami?)
155 BAB 155. Ancaman!!
156 BAB 156. GUCI DARI CHINA!!
157 BAB 157. Fitnah Paling Kejam
158 BAB 158. Belum Usai (Guci China Sialan)
159 BAB 159. Kisi-Kisi Masa Depan
160 BAB 160. Malam Yang Berbeda
161 BAB. 161 Caterine (Luka)
162 BAB 162. PANAS!!
163 BAB 163. Pengaruh Buruk
164 BAB 164. Senjata Makan Tuan
165 BAB 165. WAS-WAS (Pulang)
166 BAB 166. Ketahuan!!
167 BAB 167. Tak Terduga Lagi
168 BAB 168. Memang Terluka (Radha)
169 BAB 169. Luka Yang Sesungguhnya ~ Pesta Manjalita.
170 BAB 170. Kesalahan (Tak Utuh Lagi)
171 BAB 171. Sama Piciknya (Nenek Sihir?)
172 BAB 172. Kebetulan (Hajar!!)
173 BAB 173. Pintanya Adalah Perintah.
174 BAB 174. Saling/Mulai Menerima.
175 BAB 175. Sulit (Menerima)~ Gian
176 BAB 176. Hanya Dendam (Bukan Perasaan)
177 BAB 177. Bagaimana Gian (Masa Lalu)
178 BAB 178. Suami Komplit
179 BAB 179. Papa (Kembali Padaku)
180 BAB 180. Perlahan Membaik
181 BAB 181. Lebih Bahaya Dari Hantu.
182 BAB 182. Bukan Malam Pertama
183 BAB 183. Fakta (Terungkap)
184 BAB 184. Bertindak (Cepat)
185 BAB 185. Tidak Ada Tempat (Cinta Paling Hina)
186 BAB 186. Dugaan (Gian)
187 BAB 187. Memang Salah.
188 BAB 188. Sadar Posisi (Karma Perlahan)
189 BAB 189. Kehancuran
190 BAB 190. Benar-Benar Sama (Raka Muda)
191 BAB 191. Ketakutan Radha (Hamil?)
192 BAB 192. Harapan (Berbeda)
193 BAB 193. Penting (Jika Perihal Kamu)
194 BAB 194. Semua Baik (Pada Waktunya)
195 BAB 195. Memastikan Dugaan.
196 BAB 196. Hadiah/Bencana?
197 BAB 197. Keterkejutan Jelita (Tunjukkan!!)
198 BAB 198. Ternyata!! (Ulah Suami)
199 BAB 199. Masih Berlanjut (Dendam Sampai Lahir)
200 BAB 200. Selesaikan Sendiri, Pa (Gian)
201 BAB 201. Awal Perjuangan.
202 BAB 202. Pasangan (Kelewat Sweet)
203 BAB 203. Bertemu (Tak Sadar)
204 BAB 204. Overthinking
205 BAB 205.Takutnya Sedalam Itu.
206 BAB 206. Malangnya Raka.
207 BAB 207. Memperbaiki (Hubungan).
208 BAB 208. Penggangu
209 BAB 209 Berharap Tak Masalah.
210 BAB 210. Belah Nanas!
211 BAB 211. Salah Ngidam
212 BAB 212. Diambang (Kehancuran)
213 BAB 213. Kabar Burung
214 BAB 214. (Hanya) Orang Asing
215 BAB 215. Harga Diri
216 BAB 216. Amarah (Lalai)
217 BAB 217. Terjebak
218 BAB 218. Perasaan Apa Ini? (Radha)
219 BAB 219. Dendam Kesemsem.
220 BAB 220. JUMPA
221 BAB 221. MASA LALU (Rumit)
222 BAB 222. Mata Yang Kurindu (Radha)
223 BAB 223. Usai (Hancur)
224 BAB 224. Jangan Main-Main
225 BAB 225. Pilihan Sulit
226 BAB 226. Saling (Memaklumi)
227 BAB 227. CCTV
228 BAB 228. Pasangan (Sempurna)
229 BAB 229. Berbanding Terbalik
230 BAB 230. Status (Tak Berbeda)
231 BAB 231. Pemiliknya
232 BAB 232. Waktunya (Pertemuan)
233 BAB 233. Menerima (Radha)
234 BAB 234. Tetap Ibu
235 BAB 235. Hadiah (Terindah)
236 BAB 236. Hari Apes (Reyhans Gara-Gara Gian)
237 BAB 237. PHO
238 BAB 238. Musibah
239 BAB 239. Tempat Luluhnya (Gian)
240 BAB 240. Solusi Terbaik
241 BAB 241. Tidak Bisa Diam.
242 BAB 242. Permintaan (Gian)
243 BAB 243. Tak Sabar (Menanti)
244 BAB 244. Pikiran Gian.
245 BAB 245. Kelahiran Penguasa Kegelapan
246 BAB 246. Skenario Tuhan (Terbaik)
247 BAB 247. Kehidupan Sempurna (Dimulai)
248 BAB 248. Papa Yang Asuh
249 BAB 249. Kecurigaan (Ciut)
250 BAB 250. Jangan Dekat-Dekat
251 BAB 251. Rencana Gian (Pindah)
252 BAB 252. Jangan Cepat Gede (Gian)
253 BAB 253. Harmonis (Tapi Tak Sempurna)
254 BAB 254. Waktu Bersama.
255 BAB 255. Azab?
256 BAB 256. Kelakuan (Papa-Kalila)
257 BAB 257.
258 BAB 258. Trauma
259 BAB 259. Tak Sempurna (Maaf)
260 BAB 260. Papa Paling Hebat
261 BAB 261. Perasaan Tak Nyaman (Jambu Monyet)
262 BAB 262. Pengasuh (Sementara)
263 BAB 263. Bertemu (Papa)
264 BAB 264. Malam Kelam (Gulita)
265 BAB 265. Amanah (Gian)
266 BAB 266. Jatuh (Hati)
267 BAB 267. Asmara (Salah Pusing)
268 BAB 268 Salah (Pijat)
269 BAB 269. Keputusan (Sulit)
270 BAB 270. Datang (Baik-baik)
271 BAB 271. Unjuk Gigi
272 BAB 272. Masih Sama (Perasaan Gian)
273 BAB 273.Seperti Kemarin.
274 BAB 274. Gian Bingung (H Randy)
275 BAB 275. Aunty Hulya (Gian)
276 BAB 276. Pulang (Sendiri)
277 BAB 277. Pencuri Handal (Kesempatan)
278 BAB 278. Bidadari
279 BAB 279. Pinta Tulus
280 BAB 280. Tragedi Depan Pagar
281 BAB 281 Berulah (Putra-Putri)
282 BAB 282. Cemburu (Kama/Gian)
283 BAB 283. Perkara Kecil
284 BAB 284 Memenuhi Keinginan.
285 BAB 285. Hari Pertama
286 BAB 286. Godaan Malaikat
287 BAB 287. Menyegerakan Berbuka!!!
288 288. Tragedi Panas.
289 BAB 289. Baik Gak Harus Bilang.
290 BAB 290. Lagi-Lagi, Prasangka Buruk.
291 BAB 291. Basmi Hama Syar'i
292 BAB 292. Janji Suci (Gian)
293 BAB 293. Gawat
294 BAB 294. Cobaan Puasa
295 BAB 295 Takut (Serumah)
296 BAB 296. Normal (Reyhans)
297 Ketinggalan Berita
298 Berbeda
299 Keputusan Gian (Salah-Satu)
300 Ulat (Gatal!!)
301 Bahaya (Jelita)
302 Senam Jantung
303 Ide Gila (Kama)
304 Bohong (Sama–Sama)
305 Jemput Princess
306 Fitnah Gian ( )
307 Hari Yang Suci (Saling Memaafkan)
308 END
309 PROMO KARYA BARU
Episodes

Updated 309 Episodes

1
Awal Pertemuan
2
Radhania Azzura
3
Rencana Perjodohan (Haidar Pulang!!!)
4
Di Sekolah (Pengagum Nyata)
5
Sengitnya Ibu Tiri (Seleksi Calon Mantu)
6
Terpaksa Mengiyakan (Lamaran)
7
Haidar ~Ssst, jangan menggangguku.
8
Pria 0 Derajat Celcius.
9
Keperdulian Gian (Tragedi Kamar Mandi)
10
Calon Adik Ipar Cerewet!!
11
Sesal Mendalam (Haidar)
12
Penghulu? (Haidar)
13
Kacau
14
Pengantin Pengganti
15
Kau Akan Menyesal.
16
Perlakuan Gian Untuk (Radha)
17
Pria Dewasa, Bahkan TUA (Radha)
18
Sandiwara Pengantin.
19
Psikopat Kepribadian Ganda.
20
Dia Hanya Anak Kecil
21
Jangan Hancur Sepertiku (Gian)
22
Maafkan Aku, Kak (Haidar)
23
Bertemu Kekasihku (Haidar)
24
Kelinci Kecil Milik Gian (Radha)
25
Kau Merindukannya? (Gian)
26
Dimana Dia? (Paniknya Gian)
27
Dia Hanya Kesalahan (Maya)
28
Menginap (Tidak, PR ku Banyak!!)
29
Perkara Mandi.
30
Aku Suka Anak Kecil (Gian)
31
Kau Yang Memintanya, Bayar!! (Gian)
32
Buah Tak Jauh Dari Pohonnya (Raka=Gian)
33
Siapa Dia Sebenarnya? (Radha)
34
Dia Adikku
35
Kacaunya Haidar
36
Ulah Suami Gila
37
Gian untuk Radha (Khawatir)
38
Mama Kenapa? (Terciduk)
39
Aku Menginginkannya.
40
Bantu Aku (Haidar)
41
Dia Milikku!! (Haidar)
42
Desakan Haidar
43
Kembalikan Dia Padaku
44
Janda? (Aku Suamimu!)
45
Guru Baru (What?!!"
46
Ganti Profesi
47
Hanya Anak Kecil
48
Segeralah Dewasa, Ra (Gian)
49
Dia Sabar Untukku (Gian)
50
Jangan Perlihatkan Padaku (Gian)
51
Sakit (Ku)
52
Penenang Kala Kacau.
53
Siapa? (Penguntit)
54
Sakit Yang Sama, Waktu Yang Berbeda.
55
Rumit (Sangat)
56
Milikku (Haidar)
57
Bersama (Kita)
58
Kembali
59
Sandiwara?
60
Amarah Gian (Berbeda)
61
Mana Mungkin Aku Lepaskan.
62
Luka dan Penyembuh (Sekaligus)
63
Gejolak Batin Dua Hati
64
Tentang Perasaan
65
Jangan Pergi Tanpaku (Gian Untuk Radha)
66
Anda Berurusan Padaku!!
67
Pindah Sekolah? (Aku Bisa Sendiri~Radha)
68
Harus Membayar Tuntas!!
69
Pelindung.
70
Waktu Bersama (Masing-Masing)
71
Tak Lagi Sama (Radha~Haidar)
72
Secepat Itu? (Takdir Mematahkan)
73
Terjebak Dalam Paksaan (Ulah Sendiri)
74
Takut Mengecewakan.
75
Pria Baik (Untuk Radha)
76
Bidadari Kebanggaan. (Perlahan Terbuka)
77
Hujan, Bukan Pelangi Yang Menjadi Alasan.
78
Hanya Sekadar Cinta
79
Bukan Pangerannya.
80
Begitu Berarti (Dia)
81
Sensitif (Prihal Dirinya)
82
Aku Harus Apa?
83
Titik Terang
84
Kalah Dalam Segala Hal
85
Kenapa Istriku Berbeda.
86
Berjumpa (Papa) Dan Bibit Pelakor.
87
Manis Sekali
88
Rencana Mama (Liburan)
89
Terlampau Rumit
90
Ajari Aku Mencinta (Radha)
91
Hanya Duri, Tak Lebih.
92
Jangan Menjadi Bodoh
93
Permintaan Radha (Paksa Saja Kak!!)
94
Berjalan Di Atas Luka (Nya)
95
Kamu Punya Aku, Ra (Gian)
96
Seutuhnya Cinta.
97
Diam, Aku Akan Melakukannya (Gian)
98
Gara-Gara Gian
99
Berlanjut (Perang Dingin)
100
Darah Tetap Darah (Papa Turun Tangan)
101
Salah Pilih Patah Pinggang.
102
Wisata Masa Lalu
103
Deburan (Tak Terduga)
104
Tabrakan Maut (Tak Terhindar)
105
Tanggung Jawab (Gian)
106
Ketakutan Radha
107
Om, Artis Kan?
108
Pertemuan (Kembali)
109
Pahlawan Hampir Kemaleman
110
Dewasa (Tak Seharusnya)
111
Salah Baik (Maya)
112
Gagal Senang (Salam Hangat Author)
113
Hah? Kejutan Pagi Hari.
114
Kau Yang Menginginkannya.
115
Wanita Masa Lalu?
116
Salah Waktu (Gian)
117
Perang?
118
Butuh Peluknya - Kilas Balik
119
Maling? (Gelang)
120
Ada Apa?
121
Permintaan Papa
122
Cari Mati
123
Hancur (Rencana Gian)
124
Mulai Berani
125
Istri Menyebalkan.
126
Perintah (Mertua Baik)
127
BAB 127. Salah Berharap
128
BAB 128. Tentang Layla
129
BAB 129. Bukan Kuli (Gian)
130
BAB 130. Butuh Penjelasan (Prihal Putriku)
131
BAB 131. Amarah Randy
132
BAB 132. Jalan Tengah
133
BAB 133. BOS GILA
134
BAB 134. Memang Suka-Suka Dia.
135
BAB 135. TIADA TANDINGAN (SUAMIKU)
136
BAB 136. Butuh Hiburan (Bos)
137
BAB 137. Lupa Ingatan (Amnesia Akut)
138
BAB 138. Pasangan Prik
139
Kualat?
140
BAB 140. Bakat Terpendam
141
BAB 141. Kehilangan (Lagi)
142
BAB 142. Tempat Kembali (Sesungguhnya)
143
BAB 143. ANCAMAN (TIDAK MEMPAN)
144
BAB 144. PASIEN SUPER NGEYEL
145
BAB 145. Godaan Pagi Hari
146
BAB 146 HP UNDIAN
147
BAB 147. Cemburu Yang Bagaimana
148
BAB 148. Pemburu Nasi Kotak
149
BAB 149. Berkah Jum'at (Bagi Radha)
150
150. Ghibah Suami Istri
151
BAB 151. Dia Istriku
152
BAB 152. Sama-Sama Terluka
153
BAB 153. Kenapa? (Segila Ini)
154
BAB 154. Siapa Yang Aneh (Istri/Suami?)
155
BAB 155. Ancaman!!
156
BAB 156. GUCI DARI CHINA!!
157
BAB 157. Fitnah Paling Kejam
158
BAB 158. Belum Usai (Guci China Sialan)
159
BAB 159. Kisi-Kisi Masa Depan
160
BAB 160. Malam Yang Berbeda
161
BAB. 161 Caterine (Luka)
162
BAB 162. PANAS!!
163
BAB 163. Pengaruh Buruk
164
BAB 164. Senjata Makan Tuan
165
BAB 165. WAS-WAS (Pulang)
166
BAB 166. Ketahuan!!
167
BAB 167. Tak Terduga Lagi
168
BAB 168. Memang Terluka (Radha)
169
BAB 169. Luka Yang Sesungguhnya ~ Pesta Manjalita.
170
BAB 170. Kesalahan (Tak Utuh Lagi)
171
BAB 171. Sama Piciknya (Nenek Sihir?)
172
BAB 172. Kebetulan (Hajar!!)
173
BAB 173. Pintanya Adalah Perintah.
174
BAB 174. Saling/Mulai Menerima.
175
BAB 175. Sulit (Menerima)~ Gian
176
BAB 176. Hanya Dendam (Bukan Perasaan)
177
BAB 177. Bagaimana Gian (Masa Lalu)
178
BAB 178. Suami Komplit
179
BAB 179. Papa (Kembali Padaku)
180
BAB 180. Perlahan Membaik
181
BAB 181. Lebih Bahaya Dari Hantu.
182
BAB 182. Bukan Malam Pertama
183
BAB 183. Fakta (Terungkap)
184
BAB 184. Bertindak (Cepat)
185
BAB 185. Tidak Ada Tempat (Cinta Paling Hina)
186
BAB 186. Dugaan (Gian)
187
BAB 187. Memang Salah.
188
BAB 188. Sadar Posisi (Karma Perlahan)
189
BAB 189. Kehancuran
190
BAB 190. Benar-Benar Sama (Raka Muda)
191
BAB 191. Ketakutan Radha (Hamil?)
192
BAB 192. Harapan (Berbeda)
193
BAB 193. Penting (Jika Perihal Kamu)
194
BAB 194. Semua Baik (Pada Waktunya)
195
BAB 195. Memastikan Dugaan.
196
BAB 196. Hadiah/Bencana?
197
BAB 197. Keterkejutan Jelita (Tunjukkan!!)
198
BAB 198. Ternyata!! (Ulah Suami)
199
BAB 199. Masih Berlanjut (Dendam Sampai Lahir)
200
BAB 200. Selesaikan Sendiri, Pa (Gian)
201
BAB 201. Awal Perjuangan.
202
BAB 202. Pasangan (Kelewat Sweet)
203
BAB 203. Bertemu (Tak Sadar)
204
BAB 204. Overthinking
205
BAB 205.Takutnya Sedalam Itu.
206
BAB 206. Malangnya Raka.
207
BAB 207. Memperbaiki (Hubungan).
208
BAB 208. Penggangu
209
BAB 209 Berharap Tak Masalah.
210
BAB 210. Belah Nanas!
211
BAB 211. Salah Ngidam
212
BAB 212. Diambang (Kehancuran)
213
BAB 213. Kabar Burung
214
BAB 214. (Hanya) Orang Asing
215
BAB 215. Harga Diri
216
BAB 216. Amarah (Lalai)
217
BAB 217. Terjebak
218
BAB 218. Perasaan Apa Ini? (Radha)
219
BAB 219. Dendam Kesemsem.
220
BAB 220. JUMPA
221
BAB 221. MASA LALU (Rumit)
222
BAB 222. Mata Yang Kurindu (Radha)
223
BAB 223. Usai (Hancur)
224
BAB 224. Jangan Main-Main
225
BAB 225. Pilihan Sulit
226
BAB 226. Saling (Memaklumi)
227
BAB 227. CCTV
228
BAB 228. Pasangan (Sempurna)
229
BAB 229. Berbanding Terbalik
230
BAB 230. Status (Tak Berbeda)
231
BAB 231. Pemiliknya
232
BAB 232. Waktunya (Pertemuan)
233
BAB 233. Menerima (Radha)
234
BAB 234. Tetap Ibu
235
BAB 235. Hadiah (Terindah)
236
BAB 236. Hari Apes (Reyhans Gara-Gara Gian)
237
BAB 237. PHO
238
BAB 238. Musibah
239
BAB 239. Tempat Luluhnya (Gian)
240
BAB 240. Solusi Terbaik
241
BAB 241. Tidak Bisa Diam.
242
BAB 242. Permintaan (Gian)
243
BAB 243. Tak Sabar (Menanti)
244
BAB 244. Pikiran Gian.
245
BAB 245. Kelahiran Penguasa Kegelapan
246
BAB 246. Skenario Tuhan (Terbaik)
247
BAB 247. Kehidupan Sempurna (Dimulai)
248
BAB 248. Papa Yang Asuh
249
BAB 249. Kecurigaan (Ciut)
250
BAB 250. Jangan Dekat-Dekat
251
BAB 251. Rencana Gian (Pindah)
252
BAB 252. Jangan Cepat Gede (Gian)
253
BAB 253. Harmonis (Tapi Tak Sempurna)
254
BAB 254. Waktu Bersama.
255
BAB 255. Azab?
256
BAB 256. Kelakuan (Papa-Kalila)
257
BAB 257.
258
BAB 258. Trauma
259
BAB 259. Tak Sempurna (Maaf)
260
BAB 260. Papa Paling Hebat
261
BAB 261. Perasaan Tak Nyaman (Jambu Monyet)
262
BAB 262. Pengasuh (Sementara)
263
BAB 263. Bertemu (Papa)
264
BAB 264. Malam Kelam (Gulita)
265
BAB 265. Amanah (Gian)
266
BAB 266. Jatuh (Hati)
267
BAB 267. Asmara (Salah Pusing)
268
BAB 268 Salah (Pijat)
269
BAB 269. Keputusan (Sulit)
270
BAB 270. Datang (Baik-baik)
271
BAB 271. Unjuk Gigi
272
BAB 272. Masih Sama (Perasaan Gian)
273
BAB 273.Seperti Kemarin.
274
BAB 274. Gian Bingung (H Randy)
275
BAB 275. Aunty Hulya (Gian)
276
BAB 276. Pulang (Sendiri)
277
BAB 277. Pencuri Handal (Kesempatan)
278
BAB 278. Bidadari
279
BAB 279. Pinta Tulus
280
BAB 280. Tragedi Depan Pagar
281
BAB 281 Berulah (Putra-Putri)
282
BAB 282. Cemburu (Kama/Gian)
283
BAB 283. Perkara Kecil
284
BAB 284 Memenuhi Keinginan.
285
BAB 285. Hari Pertama
286
BAB 286. Godaan Malaikat
287
BAB 287. Menyegerakan Berbuka!!!
288
288. Tragedi Panas.
289
BAB 289. Baik Gak Harus Bilang.
290
BAB 290. Lagi-Lagi, Prasangka Buruk.
291
BAB 291. Basmi Hama Syar'i
292
BAB 292. Janji Suci (Gian)
293
BAB 293. Gawat
294
BAB 294. Cobaan Puasa
295
BAB 295 Takut (Serumah)
296
BAB 296. Normal (Reyhans)
297
Ketinggalan Berita
298
Berbeda
299
Keputusan Gian (Salah-Satu)
300
Ulat (Gatal!!)
301
Bahaya (Jelita)
302
Senam Jantung
303
Ide Gila (Kama)
304
Bohong (Sama–Sama)
305
Jemput Princess
306
Fitnah Gian ( )
307
Hari Yang Suci (Saling Memaafkan)
308
END
309
PROMO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!