"Maaf, Tuan. Tapi Anda tidak bisa menikahi gadis itu," sesal seorang pria paruh baya berpeci dan menggunakan baju Koko itu.
Mendengar penuturan yang demikian, air muka pria pucat itu langsung merah padam. Sementara pria paruh baya itu nampak pucat pasi dan gemetaran kala mendapatkan respon yang tidak dia duga.
Sedangkan di dalam sebuah kamar, masih terduduk cemas seorang gadis dengan hijab panjang dan gaun pengantin putih yang sangat indah. Gadis itu nampak anggun, tetapi tak dapat menghilangkan kecemasan di wajahnya.
'Gimana ini? Apa yang akan Tuan Elvano lakukan? Apa benar yang dikatakan para pelayan itu? Apa Tuan Elvano beneran nekad menikahiku?' gumamnya tak karuan.
***
"Kenapa saya tidak bisa menikahinya?" tekan Elvano dalam setiap kata-katanya.
Pria paruh baya itu hanya menghela nafas berat. Meski dirinya sendiri sedikit dibuat takut dengan aura mengerikan yang keluar dari tubuh anak muda di hadapannya. Dia tetap menyampaikan apa yang harus dia sampaikan.
"Sudah- sangat- jelas- Tuan," gagapnya. "Dalam agama kami, sangat dilarang seorang gadis muslimah dinikahkan dengan pria non muslim, begitupun sebaliknya. Jadi... seperti apapun Anda memaksa saya, saya tidak akan pernah melakukannya. Itu beban mental untuk saya sekaligus dosa besar bagi saya," jelas pria paruh baya itu sekuat tenaga.
Tatapan tajam bagai elang itu kini beralih ke arah sahabatnya, Bryano. Seakan meluapkan amarahnya melalui telepati.
'Bryano k*parat!!! Akan ku cincang kau di tiang gantung!!!' marah Elvano dalam batinnya.
Bryano seperti biasanya, mengandalkan cengiran kudanya. Nampak dia meringis takut.
'Salahku apa, Van? Aku kan hanya mengikuti perintahmu, Tuan Muda,' balas Bryano lewat telepatinya.
Hingga sebuah deheman membuyarkan komunikasi telepati mereka.
Raut muka Elvano dibuatnya kembali datar dan menatap ke arah si pria paruh baya itu.
"Lantas, apa yang harus saya lakukan?" tanya Elvano meminta saran.
Pria paruh baya itu kembali menghela nafas panjang. Tatapan yang tadi menampilkan raut ketakutan berubah menjadi teduh penuh wibawa.
"Anda bisa menikahinya, asalkan Anda mau mengikuti agama kami dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang muslim. Apa Anda siap?" tanya pria paruh baya itu.