Disuatu pagi hari yang cerah seorang Arabella, sang leader mafia baru saja mendapat kabar bahwa kesehatan sang kakek kesayangannya telah menurun. Bella sudah berusaha semaksimal mungkin, bahkan tak tanggung-tanggung ia mencarikan dokter terbaik di seluruh dunia namun hasilnya nihil. Ia pun bergegas pergi kerumah sakit untuk melihat kakeknya.
"Arghhhh kakek, maafkan cucumu ini yang belum bisa menyembuhkanmu "ucap Bella dengan tatapan sendu memandang wajah kakeknya yang sangat pucat
"Huftt, Bella janji apapun yang terjadi, Bella akan berusaha menyembuhkan kakek agar kita nantinya bisa berkumpul lagi, karena hanya kakeklah yang satu²nya Bella miliki." timpal Bella lagi dengan semangat
Tok tok tok
(Suara pintu diketuk)
Kemudian masuklah dokter spesialis yang menangani kakek Fredi, dokter mengatakan bahwa penyakit kakek ini langka dan jarang ditemukan, bahkan tidak ada yang tau apa obat yang cocok untuk menyembuhkannya.
Bella pun menghela nafas mendengar perkataan dokter, ia pun bangkit berdiri, kemudian pergi kerumah untuk melihat" ruang kamar kakeknya, agar dengan begitu bisa mengurangi kerinduan saat kebersamaan mereka.
Tiba-tiba
Ctek (suara buku jatuh)
Bella pun mengambil buku itu, dari sampulnya terlihat buku itu sudah sangat lama dan usang, namun ada satu hal yang membuat Bella tertarik membukanya, yaitu judulnya "Rahasia Dunia dan Cermin"
Kemudian bella membaca dari lembar satu ke lembar yang lain. Terbukalah bab tentang medis, setelah itu Bella kaget membaca bahwa ciri" penyakit yang ada dibuku ini sangat mirip dengan gejala kakeknya.
Bella pun semakin antusias membaca baris perbaris hingga iapun menemukan cara untuk menyembuhkan penyakit kakeknya, yaitu dengan sari dari bunga "dandelionvender". Namun sayang sekali saat ini bunga itu sudah punah.
"Oh tidakk, pasti ada cara agar gw bisa dapet bunga itu. Coba gw baca lagi buku ini siapa tau dihalaman selanjutnya ada petunjuk" Ucap Bella
Bella kemudian melanjutkan membacanya hingga pada akhir buku ada kertas namun tidak ada tulisannya. Bella curiga bagaimana mungkin tulisannya tidak ada, padahal lembar yang lain ada walau agak pudar.
Bellapun berinisiatif untuk meletakkan kertas itu diatas api, dan benar saja seketika tulisan "Cermin Portal Waktu" muncul, dan tergambarlah bentuk cermin yang sangat mirip dengan cermin yang ada digudang rumahnya.
"Loh bukannya ini cermin yang ada digudang rumah?" Ujar Bella ternganga
Bella pun semangat membaca lanjutannya, hingga akhirnya... ia pun membuat keputusan bahwa ia akan masuk ke dalam cermin untuk pergi ke zaman kuno mencari bunga "dandelionvender"
Lalu Bella bersiap-siap dengan membawa segala kebutuhan untuk menanggung segala resiko yang ada disana.
Setelah itu, ia bergegas ke gudang dan membuka penutup cermin tersebut. Bella melafalkan mantra dan terbukalah portal cermin tersebut yang menghubungkan zamannya yaitu zaman modern dan zaman kuno. Kemudian Bella tersedot masuk kedalam cermin.
Tibalah Bella dizaman kuno, didalam bangunan tua tak berpenghuni.
"Yeahh tiba juga gw" ujar Bella kesenengen
Bella pun keluar dari bangunan itu untuk segera pergi ke hutan kematian, yapp hutan yang sangat ditakuti orang². Namun sebelum itu ia melihat peta dibuku kuno yang sebelumnya ia bawa, ternyata jalan kehutan harus melewati kota dahulu. Sebenarnya Bella tak terlalu senang melewati kota karena ditakutkan ia mencolok daripada yang lain sehingga membuat orang tertarik yang akan menghambat perjalanannya.
"Haish, ga ada jalan lain apa, kenapa harus lewat kota dulu sih" gumam Bella dengan perasaan kesal
Karena tak ada pilihan lain, Bella pun tetap melanjutkan perjalannya walau harus melewati kota. Benar saja seperti dugaan saat sampai di kota, orang² menatap Bella aneh. Bella tak mempermasalahkan tatapan mereka, ia bodoamat dengan semua orang karena yang terpenting sekarang adalah menemukan obat untuk kakek kesayangannya.
Namun, tak beberapa lama datang seorang pangeran berkuda, ia memanggil Bella.
"Heiiii siapa kamu? Kenapa pakaian mu seperti itu?!" Ujar pangeran berkuda itu dengan tatapan bertanya-tanya.
"Apa urusanmu? Saya hanya seorang pengembara yang kebetulan lewat." Jawab Bella acuh.
"Apa kau mata-mata dari kerajaan lain?" Ujar pangeran dengan memicingkan mata curiga
"Heh maaf saya bukan mata-mata dan saya sedang buru-buru" Timpal Bella acuh dengan buru-buru lari meninggalkan pangeran itu karena tidak mau lagi berurusan dengannya.
"Heh pangeran ini belum selesai bertanya" Ucap pangeran itu dengan suara keras.
Bella tak menggubris apa yang dikatakan pangeran itu, ia tetap melangkah kedepan meninggalkan pangeran. Penduduk sekitar melongo melihatnya, bagiamana ada seorang wanita yang menolak pangeran tertampan seantera negeri.
Pangeran yang melihat itupun membentuk senyuman smirk diwajahnya, ia merasa tertarik dengan sosok Arabella.
"Semoga bertemu kembali, nona acuh" Ucap pangeran dengan senyum penuh arti.
Pengawal yang melihat pangeran tersenyum penuh arti bergidik ngeri, karena biasanya pangeran akan seperti itu jika menemukan mainan yang pas untuk dirinya.
Kembali lagi pada Arabella.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Cahaya kejinggaan kini mulai memudar berganti kegelapan yang menyelimuti malam. Bella telah sampai dihutan kematian dengan suasana yang terasa mencekam. Namun sebagai seorang leader, jiwa mafianya tak pernah luntur sehingga suasana mencekam itu tak membuatnya gentar untuk meraih tujuan.
Bella berjalan masuk kedalam hutan dengan rasa waspada. Tiba tiba saja terdengar suara langkah kaki.
"Sepertinya ada hewan liar disekitar sini, tak heran karena ini hutan" Ucap Bella bermonolog sendiri
Bella melirik sekitar dan benar saja dibalik semak-semak keluarlah seekor serigala. Bella segera membunuh serigala itu dengan belati kesayangannya agar kawanan serigala lain tak mendatanginya.
"Fyuhh, akhirnya mati juga ni serigala, sorry ya serigala gw ga ada niat ngebunuh tapi klo ga gitu lu bakal nyerang gw" Ucap Bella seolah berbicara dengan serigala.
Setelah pertarungan itu, Bella melanjutkan perjalanan untuk memasuki hutan kematian lebih dalam. Pucuk dicinta ulam pun tiba, tepat didepan mata Bella terdapat bunga yang sangat indah dan harum baunya. Yapp bunga dandelionvender telah ada didepan mata, ia merasa sangat senang dan segera mengambil beberapa tangkai bunga.
"Yesss ga sia sia gw masuk cermin" Ujar Bella dengan hati gembira.
Namun tanpa disadari, ada seseorang dari balik semak-semak yang melihat gerak gerik Bella. Seorang itu mengawasi setiap apa yang dilakukan Bella, karena ia merasa penasaran bagaimana ada orang bahkan wanita yang berani masuk ke hutan kematian.
Tak selang beberapa lama, Bella merasa ada pergerakan dibelakangnya, ia juga merasa ada yang mengawasinya. Setelah itu iapun berbalik dan secepat kilat berlari untuk melihat apa yang ada dibalik semak-semak.
Ternyata ada seorang pria yang gagah, tinggi, juga sangat tampan yang sedang melihatnya dengan tatapan tajam. Bella tak takut dengan tatapan itu, malah ia berbalik menatap tak kalah tajam.
"Kenapa kau mengintipku?!" Tanya Bella dengan kesal
"Tidak, hanya lewat." Jawab pria itu dengan nada dingin
"Heh jangan sok dingin lu jadi orang, tinggal jujur aja susah banget!" Timpal Bella lagi dengan perasaan kesal yang menggebu-gebu.
"Ya" Jawab singkat pria itu yang membuat kemarahan Bella ingin meledak
Setelah itu Bella pun pergi meninggalkan pria itu, ia merasa sangat kesal karena lagi lagi bertemu dengan pria menyebalkan dari zaman kuno ini. Pria itu tak tinggal diam ia juga melangkah mengikuti kemana arah Bella pergi.
Bella tak memperdulikannya karena tujuannya selesai dan sekarang tugasnya hanya pergi ketempat awal ia datang dan segera masuk kedalam cermin agar bisa kembali kezaman modern.
Tapi karena rasa lelah Bella berhenti sejenak dibawah pohon yang rindang, semakin lama tak terasa ia malah ketiduran. Sosok pria yang mengikutinya tadi duduk disamping Bella. Ia memandang wajah Bella yang kalem saat tidur.
"Cantik" satu kata yang keluar dari mulut pria itu saat melihat Bella yang sedang tertidur.
Keesokan harinya, saat sang surrya menampakkan diri, Bella perlahan mengerjapkan matanya melihat sekitar. Ternyata hari sudah pagi, ia pun segera bangun dan berdiri meregangkan otot-ototnya yang pegal.
(Btw pria yang kemaren udah pergi ya guys pada saat pagi buta banget jadi Bella gatau klo semalaman ia dijaga oleh pria itu.)
Setelah itu, Bella membuka tas ranselnya guna mencari peta.
"Loh peta gw kemana, ko ga ada, perasaan kemarin gw taruh sini deh" Ucap Bella panik karena petanya hilang
"Jangan² peta gw jatuh dijalan lagi, huftt mau balik lagi jauh, yaudah lah lanjut jalan aja semoga gw masih inget jalannya." Jawab Bella pasrah dengan keadaannya
"Huftt coba aja cermin itu bisa gw kantongin, pasti gw cepet balik"
Kemudian Bella melanjutkan perjalanan, tapi sebelum itu ia memakan roti persediaannya, juga buah salak karena yang kemarin sempat ia siapkan untuk bekal disini, dan juga mencari sungai untuk mandi. Barulah setelah itu ia melanjutkan perjalanan kembali.
Tak terasa sang surya sudah naik ke atas permukaan, yang menandakan hari sudah siang. Tibalah Bella disebuah kota asing yang berbeda dari kota sebelumnya, lebih ramai juga lebih padat penduduknya. Sepertinya ada perayaan, dan banyak tamu" dari negeri tetangga.
"Loh, kotanya kok beda ya? Waduh masa iya gw nyasar si" Ucap Bella
Tiba tiba
Ada seorang wanita paruh baya yang sangat cantik mendatanginya
"Nak, darimanakah kamu berasal?" Tanya lembut seorang wanita paruh baya
"Eh Tante, ini saya berasal dari negeri yang sangat jauh" Jawab Bella dengan senyuman
Ntah kenapa Bella nyaman dengan wanita paruh baya itu, ia seperti sedang ditanya oleh ibu kandungnya. Wajar saja sejak kecil Bella tidak pernah tau bagaimana rasanya kasih sayang seorang ibu.
"Tante?.. Oh baiklah tidak masalah kau memanggilku apa, tapi sepertinya ku lihat kau sangat kelelahan, bagaimana kalau mampir kerumah ibu sekalian melihat pertunjukan" Tawar wanita paruh baya itu dengan senyuman yang mengembang
"Baiklah, saya akan mampir sebentar" Jawab Bella pelan
Sejujurnya ia ingin segera pulang, namun tidak enak jika menolak tawaran itu begitu saja, karena terlihat dari matanya tidak ada kebohongan, yang menandakan ia tulus membantu Bella.
Setelah itu Bella mengikuti wanita paruh baya itu, ia sebenarnya kaget karena seperti melihat drama kolosal, memasuki istana disambut dengan teriakan kasim.
"Ibu suri telah tiba" Teriakan kasim dengan suara yang menggelegar
Para tamu" dan orang yang berada di aula istana itu memberi hormat kepada wanita paruh baya tadi, yang ternyata adalah seorang Ibu Suri.
Ibu Suri pun masuk dengan anggun, dan juga bersamaan dengan Arabella disampingnya. Orang² bertanya-tanya siapakah perempuan dengan pakaian aneh yang berada disamping ibu suri.
"Ibu suri maafkan saya" Ucap Bella seraya menunduk hormat
"Tidak apa apa anakku" Balas ibu suri tersenyum hangat
Semua orang terkaget mendengar perkataan ibu suri barusan
"Hahh?? Anakk?" Batin semua orang yang ada disana tak terkecuali Bella.
Kaisar yang melihat itupun tersenyum senang dalam hati, ternyata pilihannya tidak salah, bahkan sang ibu juga menyukainya.
Selanjutnya ibu suri mengajak Bella duduk disampingnya. Para gadis menatap iri pada Bella. Sedangkan Bella hanya acuh melihat tatapan mereka.
Pertunjukan pun dimulai. Para gadis menunjukkan bakat mereka untuk memikat hati sang kaisar.
"Haish membosankan" Gumam Bella
Namun Bella merasa ada sekelompok pemuda bayangan yang berniat jahat. Dan benar saja insting seorang leader tidak pernah salah. Ada sebuah panah mengarah ke ibu suri, dengan cekatan Bella menghentikan panah itu tepat didepan ibu suri.
Kaisar yang melihat itu segera berteriak memanggil pengawal. Ibu suri shock melihat kejadian barusan.
"Shitt/sial siapa yang berniat bermain-main denganku" Gumam kaisar dan bella bersamaan
Kemudian Bella langsung menembakkan belatinya tepat diorgan vital orang yang menembakkan panah tadi, sehingga penyusup itu jatuh ketanah. Kawanan penyusup lain melarikan diri mereka merasa sudah ketahuan dan tak bisa lagi melanjutkan rencana.
"Prajurit, cari tau dalang dibalik penyerangan" Perintah tegas dari kaisar
"Para tamu, maaf ada hambatan sedikit, tapi tidak apa-apa silahkan dilanjutkan" Ujar kaisar dengan nada dingin
"Nak, terimakasih sudah menyelamatkan ibu" Ucap ibu suri
"Tidak² apa apa bu, sudah sepatutnya seorang anak melindungi ibunya." Jawab Bella tersenyum seraya memeluk ibu suri
"Tidak salah ibu memilihmu" Batin ibu suri sambil membalas pelukan Bella
Kaisar yang melihat adegan peluk memeluk itupun tersenyum, dan ia segera berdiri menghampiri keduanya. Lalu Bella melepaskan peluka itu, ia kaget melihat kaisar.
"Lohh, lu eh kamu, orang yang kemarin itukan?" Tanya Bella memastikan
"Yapp ini aku" Jawab kaisar itu sambil tersenyum
Ternyata pria yang berada di hutan, yang melihatnya kemarin adalah seorang kaisar negeri seberang.
Orang² melongo melihat senyuman kaisar, karena jarang² seorang kaisar Alexander tersenyum. Mereka juga bertanya-tanya apakah kaisar dan Bella saling mengenal, tak terkecuali pangeran berkuda kemarin.
Ibu suri tersenyum ternyata anaknya dan calon menantunya saling mengenal. Singkat cerita acarapun selesai, lalu Bella segera berpamitan pulang.
"Yang mulia kaisar dan ibu suri, saya Arabella pamit untuk pulang, terimakasih atas jamuannya." Ucap Bella
Sebenernya kaisar sangat tidak rela Bella pergi darinya, karena sepertinya ia sudah jatuh cinta pada Bella saat pandangan pertama.
"Kenapa tidak menginap saja nak, hari sudah malam" Ujar ibu suri untuk menghentikan Bella pergi
"Tidak masalah Bu, Bella bisa menjaga diri, nanti bisa mencari penginapan didekat sini" Jawab Bella
"Huftt yasudah hati-hati yaa klo ada apa² kamu datang kesini bilang ke ibu, pasti ibu bantu"
Ujar ibu suri pasrah
"Siappp" Jawab Bella seperti sedang hormat
Ibu suri yang melihat itu terkekeh, namun berbeda dengan kaisar, ia menatap sendu kearah Bella.
Bella pun menginjakkan kaki keluar istana, seraya menoleh kebelakang sambil tersenyum.
"Ku harap kita bertemu lagi" Gumam Bella dan kaisar bersamaan.
Keesokan harinya, Bella tiba ditempat awal ia datang kesini, yapp didalam bangunan tua di sebuah desa. Setelah itu ia segera mencari cermin portal waktu.
"Nah akhirnya ketemu" Ucap Bella tersenyum senang
Bella segera membuka kain hitam penutup cermin tersebut, dan melafalkan mantra, setelah itu portal waktu terbuka dan Bella tersedot kembali kedalamnya.
Tibalah kembali Bella dizaman modern. Setelah itu ia segera membuat obat untuk kakeknya sesuai dengan yang tertera dibuku kuno "Rahasia Dunia dan Cermin".
Kemudian, setelah obat telah jadi, ia bergegas menuju kerumah sakit untuk meminumkannya pada kakek. Selang beberapa lama, akhirnya kakek bereaksi dan sadar sambil memuntahkan cairan hijau. Bella segera memberi wadah untuk cairan kakeknya.
Setelah kakek tenang, ia langsung memeluk kakeknya dengan sayang, kerinduan, dan kehampaan.
"Huftt kakek tau ga, dunia Bella serasa berhenti saat kakek sakit" Ucap Bella yang tak kuasa menahan air mata
"Maafkan kakek sayang" Jawab kakek lemah
"Bella maafin kakek, tapi kakek janji ya tidak boleh sakit lagi" Ucap Bella dengan wajah imut
"Iya, kakek janji" Timpal kakek seraya tersenyum hangat
Akhirnyaa dengan bantuan cermin portal waktu, Bella bisa menemukan obat untuk menyembuhkan kakeknya. Namun keberhasilan Bella juga tak jauh dari kata usaha dan perjuangan.
Maka dari itu:
jangan pernah lelah untuk berusaha
percayalah usahamu takkan sia sia
ketika nanti apa yang menjadi tujuanmu tercapai
pasti kau akan mengingat bagaimana perjuanganmu selama ini
mengingat itu pasti kau akan tertawa
haha dulu rasanya begitu susah
namun benar kata pepatah
apapun dengan usaha pasti akan mudah
~tyas_wahyu
See you dinext cerpen, readers kesayangan