Reinkarnasi Raja Sihir: Non-inclined System

Reinkarnasi Raja Sihir: Non-inclined System

Author:SiNovel Pintar

BAB 1: MATI KONYOL DAN ANTARMUKA BIRU

ARC 1 : KEBANGKITAN DIDUNIA LAIN

Suara derit rem truk yang berdecit tajam di atas aspal menjadi memori terakhir yang diingat oleh Rendy. Sebagai seorang buruh kantoran berusia dua puluh delapan tahun yang menghabiskan sisa hidupnya dengan lembur dan membaca novel fantasi murah, kematiannya terasa sangat stereotip.

Namun, rasa sakit akibat hantaman tonase besi itu tidak kunjung datang. Rasa dingin yang membekukan justru menjalar dari ujung kakinya, merayap perlahan menyusuri tulang belakang.

"Ugh..." Rendy mengerang. Lenguhan itu terasa asing di tenggorokannya—suaranya lebih nyaring, lebih muda, dan dipenuhi rasa serak yang menyiksa.

Ia mencoba membuka matanya. Pandangannya kabur, dikelilingi oleh warna abu-abu dari langit-langit batu yang lembap. Bau tanah basah, darah yang membusuk, dan aroma kayu tua yang lapuk seketika menusuk hidungnya. Ini jelas bukan bangsal rumah sakit. Ini juga bukan jalanan kota Jakarta yang riuh.

"Tuan Muda Rendall! Tolong, jangan memejamkan mata Anda!" sebuah suara wanita berteriak histeris di dekat telinganya.

Rendy menoleh dengan kaku. Di sampingnya, berlutut seorang gadis muda berpakaian gaun pelan pelayan yang lusuh dan robek di bagian bahu. Rambut peraknya yang panjang ternoda oleh lumpur hitam. Gadis itu mengguncang-guncang bahunya dengan tangan yang gemetar.

"Tuan... Muda?" bisik Rendy pelan. Kepala rasanya mau pecah. Ingatan yang bukan miliknya mendadak berhamburan masuk ke dalam otak, memaksa diproses secara instan.

Aethelgard. Kekaisaran Oakhaven. Berada di wilayah terluar milik Keluarga Duke Ravencrest. Nama tubuh ini adalah Rendall Ravencrest—putra bungsu dari istri ketiga yang telah lama wafat. Seorang pemuda tak berguna tanpa bakat sihir, diasingkan ke gubuk tua di perbatasan dan baru saja dipukuli hingga hampir tewas oleh pengawal pribadi kakaknya sendiri.

"Bagus sekali," batin Rendy, meringis kesakitan ketika merasakan dua tulang rusuknya yang patah. "Reinkarnasi. Tapi kenapa harus jadi pecundang yang dipukuli sampai mati?"

Tepat ketika pikiran itu melintas, sebuah suara denting nyaring bergema langsung di dalam tempurung kepalanya, membekukan seluruh getaran rasa sakit di tubuhnya.

PING!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

[Sistem Pengendali Takdir (Absolute Destiny System) telah diaktifkan.]

[Menganalisis Jiwa Inang... Cocok 100%.]

[Memulai Pemulihan Tubuh Otomatis: Menghapus Efek Pendarahan Dalam, Memperbaiki Tulang Rusuk.]

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sebuah panel transparan berwarna biru cerah mendadak mengapung di udara, tepat di depan wajah Rendy. Cahaya biru itu memancarkan rasa hangat yang mengalir deras ke seluruh pembuluh darahnya. Dalam hitungan detik, rasa sakit yang membakar di dadanya hilang tanpa bekas.

"Apa ini...?" gumam Rendy melotot.

"Tuan Muda? Anda bicara apa? Luka Anda... Ya Tuhan, darahnya berhenti!" pelayan perempuan itu terperanjat, membelalakkan matanya yang sembab karena air mata.

Rendy mengabaikan pelayan itu sejenak. Matanya terpaku pada deretan tulisan yang terus diperbarui di antarmuka holografik tersebut.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

[Status Karakter]

Nama: Rendall Ravencrest (Rendy)

Level: 1 (0/100 EXP)

Gelar: Putra Terbuang

HP: 100/100

MP: 10/10 (Tersumbat)

Kekuatan (STR): 5

Kelincahan (AGI): 6

Vitalitas (VIT): 8

Kecerdasan (INT): 15

Bakat Elemen: Tidak Ada (Belum Dibuka)

[Pemberitahuan Sistem: Anda memiliki Hadiah Selamat Datang (Starter Kit) yang belum dibuka. Apakah Anda ingin membukanya sekarang?]

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Buka," bisik Rendall dalam hati, mencoba membiasakan diri dengan nama barunya.

PING!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

[Anda telah membuka Hadiah Selamat Datang!]

[Mendapatkan: Pembedahan Saluran Mana Purba (SMC).]

[Mendapatkan: Skill Pasif - 'Mata Penilaian Takdir' (Level 1).]

[Mendapatkan: 500 Poin Sistem.]

[Peringatan! Mengaktifkan Pembedahan Saluran Mana Purba sekarang. Proses akan dimulai dalam 3... 2... 1...]

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Tunggu, apa maksudmu pembe—AARGH!"

Rendall menjerit tertahan. Rasanya seperti ada lava cair yang dituangkan secara paksa ke dalam saluran darahnya. Seluruh pori-pori kulitnya mengeluarkan asap tipis berwarna hitam keabu-abuan—kotoran penyumbat sihir yang selama belasan tahun mengunci potensinya.

"Tuan Muda! Ada apa dengan Anda?!" pelayan perak itu berteriak ketakutan, hendak menyentuh Rendall tetapi terhempas oleh gelombang angin kencang yang mendadak meledak dari pusat tubuh Rendall.

DUUMMM!

Lantai kayu gubuk yang rapuh itu retak. Udara di dalam ruangan mendadak terasa begitu berat dan pekat. Papan-papan kayu berguncang keras.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

[Pembedahan Saluran Mana Purba Selesai!]

[MP Anda telah diperbarui: 10/10 -> 500/500!]

[Bakat Elemen Terbuka: Sihir Kehampaan (Void Magic) - Elemen Purba!]

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Rendall terduduk, bernapas terengah-engah. Keringat dingin membasahi seluruh pakaian lusuhnya. Namun, di dalam dadanya, ia bisa merasakan sebuah organ baru yang berdenyut seirama dengan detak jantungnya—sebuah inti mana yang sangat murni dan bergejolak dahsyat.

Ia mengangkat tangan kanannya. Dengan satu jentikan pikiran, gumpalan api berwarna hitam kelam yang diselimuti petir keunguan berputar-putar di atas telapak tangannya. Tidak ada suara, tidak ada hawa panas berlebih, namun udara di sekitarnya tampak terdistorsi dan meleleh begitu menyentuh api tersebut.

"Ini... Sihir Kehampaan?" gumam Rendall, matanya berbinar dengan kilatan kejam yang tak pernah ia miliki di kehidupan sebelumnya.

"T–Tuan Muda... Anda... Anda bisa menggunakan sihir?" Mia, sang pelayan, jatuh terduduk di lantai, menatap Rendall seolah-olah sedang melihat hantu. "Bukannya... bukannya Batu Penguji mengatakan Anda tidak memiliki saluran mana sejak lahir?"

Rendall memadamkan api hitam di tangannya, lalu mengalihkan pandangannya pada Mia. Sesuai dengan deskripsi skill barunya, sebuah panel informasi kecil mendadak muncul di atas kepala gadis itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

[Nama: Mia]

Keturunan: Manusia / Half-Elf (Tersembunyi)

Kesetiaan: 100% (Mutlak)

Status: Menderita Racun Lambat (Dikarenakan air minum gubuk yang tercemar).

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Rendall mengepalkan tangannya. "Seseorang telah memalsukan ujian sihirku sejak kecil, dan mereka bahkan meracuni sumber air tempat ini..."

Ia berdiri perlahan. Tubuhnya kini terasa sangat ringan, setiap ototnya dipenuhi energi yang siap meledak kapan saja. Dinding gubuk yang doyong dan lantai yang berdebu tidak lagi terlihat sebagai penjara baginya, melainkan batu pijakan pertama untuk mendominasi dunia ini.

"Mia," panggil Rendall dengan suara dingin yang dipenuhi wibawa mutlak.

"Y–Ya, Tuan Muda!" jawab Mia bergetar, secara refleks menegakkan tubuhnya.

"Mulai hari ini, berhenti memanggilku dengan nada kasihan itu," Rendall berjalan menuju jendela yang berdebu, menatap keluar menuju kemegahan Istana Ravencrest yang berdiri megah di puncak bukit jauh di sana. "Dunia ini pikir mereka bisa membuangku di tempat sampah ini. Tapi mereka tidak tahu... mereka baru saja melepaskan iblis."

PING!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

[Quest Utama Pertama Terbuka!]

Judul: Pembalasan Darah Ravencrest

Tujuan: Rebut kembali hak waris Anda dan hancurkan mereka yang bertanggung jawab atas pengasingan Anda.

Batasan Waktu: 30 Hari.

Hadiah: +10.000 EXP, Gelar 'Baron Kegelapan', Membuka Fitur 'System Shop Level 2'.

Hukuman Kegagalan: Kematian Permanen.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Rendall tersenyum tipis, sebuah senyuman berbahaya yang membuat udara di dalam ruangan terasa semakin dingin. "Tiga puluh hari? Terlalu lama. Aku akan menyelesaikan ini dalam dua minggu."