Whispered Hearts

Whispered Hearts

Author:Gemilang Andreas

Bunga Di Atas Bukit

Pagi hari, di rumah sederhana di distrik Dongnae, Busan, cahaya matahari pagi menyelinap melalui celah tirai kain katun biru muda, menerangi kamar kecil yang penuh mainan boneka dan buku gambar, seorang gadis kecil berumur 7 tahun mengenakan baju tidur, dia terbangun dari tempat ranjang, dan keluar dari kamarnya, lalu menuju ke ruang dapur untuk membantu ibunya yang sedang memasak.⁣

''Selamat pagi Mama, biarkan aku membantu memotong tomatnya'' gadis itu mengambil pisau dari Mamanya dengan hati-hati, lalu memotong tomat.⁣

''Selamat pagi sayang, kamu memang anak Mama yang paling rajin dan pintar, setiap pagi selalu membantu Mama menyiapkan masak'' Mama gadis itu memasak dan menyiapkan piring.⁣

''Mama ! Bagaimana kalau nanti siang, kita bertiga pergi ke pantai !'' Gadis kecil itu menatap Mamanya sambil tersenyum.⁣

''Kalau Mama pasti mau, tetapi kita tanyakan pada Papa dulu ya !''.⁣

''Oke Ma, biar nanti aku tanyakan sama Papa, terus apa lagi yang bisa aku bantu Ma !''.⁣

''Sepertinya tidak ada lagi sayang, sisanya biar Mama yang urus, terima kasih karena sudah membantu Mama''.⁣

''Sama-sama Ma, kalau begitu aku ingin mandi dan mengganti pakaianku dulu'' gadis kecil itu masuk ke dalam kamarnya.⁣

''Selamat pagi Mama, Gumi masih belum bangun ? Hari ini dia memangnya tidak sekolah ?'' Papa Geumhee merapikan kera baju dan dasi.⁣

''Selamat pagi Pa, Geumhee baru saja keluar, lalu masuk lagi di kamarnya, Papa hari ini masuk ! Bukannya hari ini Papa libur ya ?''.⁣

''Iya Ma, seharusnya hari ini Papa tidak masuk ke kantor, karena ada teman Papa yang sedang sakit''.⁣

''Tapi Papa, Gumi tadi dia bilang, kalau dia ingin pergi ke pantai dengan kita berdua, lalu bagaimana Mama bilangnya sama dia nanti !'' Mama Geumhee meletakkan menyiapkan makanan untuk Papa Geumhee.⁣

''Mama bilang saja, kalau kita pergi ke pantai lain kali saja'' Papa Geumhee duduk di kursi makan.⁣

''Ya sudah kalau gitu, Mama coba bilang ke Gumi nanti''.⁣

Siang hari, di taman kota, matahari terik menerpa tanah, tapi pepohonan besar memberikan naungan sejuk, anak-anak bermain di sekitar kolam kecil, dan bunga berwarna-warni menghiasi setiap sudut taman, suara teriakan anak-anak dan deru angin bercampur menjadi satu, di bawah pohon, Geumhee bersama Mamanya sedang duduk sambil menyantap makanan, dia berbincang-bincang tentang Papanya yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya.⁣

''Gumi ! Kalau kamu ingin sesuatu bilang saja sama Mama ya !''.⁣

''Baik Mama'' Geumhee melihat semua anak-anak bersama dengan kedua orang tuanya, ''kenapa ya semua anak-anak beruntung, mereka bisa berliburan dengan kedua orang tua mereka, tetapi tidak denganku'' Geumhee menundukkan kepala dengan perasaan sedih.⁣

''Gumi ! Kamu tidak boleh berbicara begitu, menurut Mama, kamu itu adalah anak yang sangat beruntung sekali, memang sekarang kita berlibur hanya berdua, mungkin suatau saat nanti, kita akan berliburan bertiga''.⁣

''Aku tidak percaya dengan ucapan Mama, buktinya selama ini Papa selalu tidak ada waktu untuk kita, Papa selalu mengutamakan pekerjaannya dari pada istri dan anaknya''.⁣

''Papa itu bekerja juga kan untuk kita semua nak''.⁣

''Mama selalu berkata seperti itu, aku merasa bosan mendengarkan ucapan itu'' Geumhee membereskan tempat makanannya dan membersihkan sampah.⁣

''Mama minta maaf ya Geumhee''.⁣

''Kenapa Mama meminta maaf sama aku !''.⁣

Geumhee dan Mamanya masuk ke dalam mobil, di dalam mobil, Mama Geumhee melihat Geumhee yang sedang melihat pemandangan di luar kaca, dia merasakan hembusan angin, setelah mereka berdua sampai di depan rumah, Geumhee memmbuka pintu rumahnya, Mamanya merasa sangat senang karena memiliki anak yang pintar dan cerdas, sore hari, Mama yang sedang lewat kamar Geumhee, Mama Geumhee mendengarkan Geumhee sedang bernyanyi.⁣

Mama Geumhee membuka dan mengintip Geumhee yang sedang bernyanyi dan menari dengan alunan musik idola kpop favoritnya, Mama Geumhee yang sedang merapikan pakaian, dan mencuci piring, sendok dan alat makan lainnya, tiba-tiba Mama Geumhee merasakan kesakitan di kepalanya dan sedikit pusing, Mama Geumhee segera berjalan masuk ke dalam kamar dan mengambil obat untuk menghilang sakit di kepalanya.⁣

Setelah meminum obat, kepala Mama Geumhee kembali membaik, dia langsung istirahat sampai malam hari tiba, Papa Geumhee datang masuk ke dalam rumah, namun hanya Geumhee yang keluar dengan menyambut Papanya, Papa Geumhee masuk ke dalam kamar Geumhee dan melihat Geumhee yang sedang tertidur pulas, Papa Geumhee mencium kening Geumhee, lalu menuju ke kamarnya.⁣

Papa Geumhee melihat Mama Geumhee yang sedang istirahat, Papa Geumhee mencium dan membangunkannya, namun tubuh Mama Geumhee terasa panas, Papa Geumhee dengan perasaan khawatir, dia menggambil termometer dan ternyata suhu badan Mama Geumhee menunjukkan 80°c ke atas, Papa Geumhee segera menggambil air dan kain, lalu meletakkan kain itu di atas dahi Mama Geumhee, namun tidak kunjung menurun.⁣

Akhirnya Papa Geumhee menghubungi keluarga paman Geumhee untuk datang di rumah, sedangkan Papa Geumhee segera menuju ke rumah sakit, Papa Geumhee merasa khawatir dan tanpa sadar, mobilnya melaju dengan cepat sehingga tidak mengetahui bahwa lampu masih merah, dan akhirnya dari arah sebelah kanan, sebuah truk besar menghantam mobil Papa Geumhee hingga terguling beberapa kali.⁣

Di rumah Geumhee, Geumhee merasakan perasaan yang tidak enak, dia bertanya terus-menerus tentang kondisi Mamanya kepada paman dan bibinya, di dalam pikirannya, dia hanya memikirkan Mamanya yang sedang sakit sambil menunggu kabar dari Papanya, 2 menit berlalu, Geumhee selalu melihat kaca di dalam kamarnya, dia berharap Mamanya segera pulang, lalu dia melihat beberapa polisi datang, mengetuk pintu rumah Geumhee.⁣

''Permisi, selamat malam'' salah satu inspektur mengetuk pintu.⁣

Paman Geumhee membuka pintu, ''selamat malam inspektur, ada apa ya ?''.⁣

''Apakah ini benar rumah kediaman dari tuan Han Donghyun !''.⁣

''Iya benar Inspektur, saya adalah kakaknya''.⁣

''Jadi saya hanya ingin memberi tahu, bahwa mobil yang di tumpangi oleh beliau bersama istri telah mengalami kecelakaan, hingga sekarang semua polisi masih mencari pelaku yang telah menabrak tuan Donghyun''.⁣

''Lalu sekarang bagaimana dengan kondisi kedua kakak saya ?'' Paman Geumhee menangis.⁣

''Lebih baik anda ikut dengan kami, kami akan hantarkan anda ke rumah sakit tersebut''.⁣

''Baik pak''.⁣

''Paman ! Paman ingin pergi kemana ? dan kenapa ada banyak bapak polisi disini ?'' Geumhee membawa bonekanya.⁣

''Paman hanya ingin pergi sebentar, kamu dengan bibimu di rumah saja ya'' Paman Geumhee tersenyum palsu.⁣

Paman Geumhee bersama beberapa polisi itu pergi menuju ke rumah sakit, dimana kedua orang tua Geumhee di rawat setelah kecelakaan, di ruang UGD, Paman Geumhee menghampiri dokter yang sedang berbicara dengan seorang polisi, Paman Geumhee menanyakan kondisi Papa dan Mama Geumhee, dokter itu terdiam sejenak sambil memasang wajah kebingungan, Paman Geumhee memaksa dokter itu untuk berbicara dan akhirnya dokter mengatakan bahwa mereka semua masih dalam kondisi kritis.⁣

Paman Geumhee terdiam melamun dan khawatir dengan kondisi kedua orang tua Geumhee, dia menangis, meminta tolong agar bisa menyelamatkan nyawa kedua kakaknya sambil menangis dan memohon, kemudian dokter itu meninggalkan Paman Geumhee, dokter itu masuk kembali ke dalam operasi, paman Geumhee memberi tahu istrinya, tetapi dia juga berpesan agar tidak memberi tahu Geumhee dahulu.⁣

Di rumah Geumhee.⁣

''Siapa yang menelpon Bi !, apakah itu telepon dari Paman atau Mama ?''.⁣

''Bukan Gumi, Bibi baru saja menerima telepon dari teman Bibi'' Bibi Geumhee tersenyum bohong.⁣

''Kenapa Papa dan Mama lama sekali ya !''.⁣

''Kamu tidak perlu mengkhawatirkan mereka, kamu hanya perlu doakan saja kedua orang tuamu'' Bibi Geumhee merasa sedih.⁣

''Bibi kenapa sedih, Bibi baik-baik saja kan ?''.⁣

''Bibi baik-baik saja nak'' Bibi memeluk Geumhee sambil bersedih.⁣

Keesokan siangnya, teras rumah Geumhee, hujan membasahi jalan depan rumah Geumhee, Geumhee yang sedang merawat bunga, dia juga menanam sayuran tomat dan sayuran lobak kesukaan Mamanya, di tengah dia berbincang-bincang dengan Bibinya, dia merasakan embusan angin dan daun berjatuhan, dia melihat seekor kupu-kupu datang, kupu-kupu itu terdiam di pundak Geumhee, seakan kupu-kupu itu memberi sebuah tanda.⁣

Meskipun awalnya Geumhee tidak sadar, dia mengira kupu-kupu itu sedang menyukai bunga mawar yang akan diberikan oleh Mamanya, tetapi dia merasakan jika ada seseorang yang sedang memegang pundak Geumhee, dia melamun dan berhenti sejenak, Bibi Geumhee bertanya apa yang membuat melamun, lalu Geumhee menjawab ''aku merasakan kehadiran Mama di tempat ini, atau jangan-jangan sebentar lagi Mama akan pulang'' Geumhee melihat sekitar tempat itu dengan bingung.⁣

''Gumi ! Kamu kenapa, wajah kamu sepertinya pucat, kamu baik-baik saja kan nak ?''.⁣

''Aku baik-baik saja Bi, tapi entah kenapa aku merasakan kehadiran Mama di tempat ini, atau jangan-jangan hanya perasaanku saja''.⁣

''Gumi !'' Bibi Geumhee menahan sedih, ''Gumi, mungkin itu hanya perasaan kamu, karena kamu terlalu memikirkan Mama kamu, jadi bisa saja itu semua hanya perasaanmu''.⁣

''Mungkin perkataan Bibi benar, aku hanya terlalu banyak memikirkan Mama''.⁣

''Maafkan Bibi sayang, Bibi tidak ingin kamu tahu yang sebenarnya'' Bibi Geumhee meneteskan air mata.⁣

Di rumah sakit, Paman Geumhee sedang menunggu di dalam ruang umum, dia berbicara dengan Papa Geumhee yang telah sadar, melewati masa kritisnya, Papa Geumhee terus-menerus mencari istrinya dengan perasaan khawatir, Paman Geumhee berusaha menjelaskan dan menenangkan Papa Geumhee, namun Papa Geumhee tetap keras kepala tidak mendnegarkannya, dia tetap berdiri dan pergi keluar untuk mencari kamar rawat istrinya.⁣

''Dimana istriku, Dokter ! Perawat !'' Papa Geumhee bertanya kesana-kemari dengan kesal dan khawatir.⁣

Tak lama dokter dan perawat yang merawat Papa Geumhee mencoba menenangkannya, mereka kembali ke ruang rawat, Papa Geumhee yang sedang tertidur pulas, Dokter menjelaskan apa yang telah terjadi kepada Paman Geumhee, di tengah perbincangan mereka, salah satu perawat berteriak memanggil, jika ada pasien yang mengalami kejang-kejang, Dokter itu meminta maaf kepada Paman Geumhee, dan segera menuju ke kamar rawat pasien itu.⁣

Di rumah Geumhee, Geumhee yang sedang tertidur, dia bermimpi bertemu dengan Mamanya dengan memakai pakaian putih, Mama Geumhee tersenyum kepada Geumhee sambil meminta maaf kepada Geumhee, seperti memberi isyarat, mimpi itu membuat Geumhee terbangun dan merasa bingung, dia keluar dari kamarnya dengan membawa boneka kesayangannya, dia menuju ke ruang dapur untuk mengambil segelas minuman.⁣

Waktu dia ingin kembali dan membuka pintu kamarnya, dia terhenti oleh suara telepon dari Bibi Geumhee yang sedang berbicara dengan seseorang, dia menuju ke ruang tamu, namun belum sempat ingin mengejutkan Bibi, dia terkejut, terdiam lemas mendengarkan perkataan dari Bibi Geumhee sendiri, Geumhee berjalan menghampiri dan meletakkan bonekanya di atas sofa, dan membuat Bibinya terkejut, dia melihat Bibinya yang sedang menangis.⁣

''Apa kata Bibi ?''.⁣

''Gumi ! Sejak kapan kamu !''.⁣

''Jawab saja pertanyaanku Bi, apa yang dikatakan Bibi itu benar ?'' Geumhee meneteskan air mata.⁣

''Iya Gumi, apa yang baru saja Bibi katakan itu benar semua, Bibi minta maaf sama kamu'' Bibi Geumhee mendekati Geumhee.⁣

''Berhenti'' Geumhee menjauhi Bibinya, ''aku tidak percaya semua perkataan Bibi, sebelum aku melihat langsung''.⁣

Geumhee dan Bibinya menuju ke rumah sakit, Bibi Geumhee memberi tahu saudara Mama Geumhee, 5 menit kemudian, di salah satu ruangan rumah sakit, Geumhee melihat Papa Geumhee yang sedang menangis dengan memeluk jenazah Mama Geumhee yang berada di atas ranjang, Geumhee berhenti sejenak dan berjalan lemah, dia menangis berjalan pelan menghampiri jenazah Mamanya, Papa Geumhee meminta maaf kepada Geumhee.⁣

Semua orang yang ada di ruangan itu ikut sedih, keesokan paginya, di rumah duka, semua teman-teman sekolah Geumhee dan teman-teman kantor Papa Geumhee datang untuk memberikan penghormatan terakhir Mama Geumhee, Geumhee terduduk, lemah dan mengingat semua kenangan bersama Mamanya, dia tiba-tiba menangis berteriak memanggil Mama, saat Papa Geumhee menatap foto istrinya itu, dia menangis dan menyalahkan dirinya.⁣

4 tahun sebelumnya, di ruang makan.⁣

''Gumi, kamu harus makan yang banyak, Mama janji akan membuat makanan favorit Gumi''.⁣

''Terima kasih Mama''.⁣

Hari ulang tahun Geumhee.⁣

''Gumi ini hadiah dari Mama dan Papa untuk kamu, maafkan Mama kalau hadiahnya tidak seberapa bagus''.⁣

''Tidak Mama, Papa, aku merasa sangat senang dengan hadiah dari kalian berdua, apapun hadiah dari kalian, aku akan menerimanya, karena yang aku butuhkan bukan hadiah ini, tetapi kalian berdua'' Geumhee tersenyum memeluk kedua orang tuanya.⁣

Setiap pagi Mama Geumhee selalu membangunkan Gumi agar tidak terlambat sekolah menyiapkan makanan bekal untuk sekolah, hingga sampai sekarang, tetapi 2 hari kemarin adalah hari Mama Geumhee melakukan itu semua untuk yang terakhir kalinya, siang hari di tempat pemakaman, Geumhee meletakkan sebuah pot kecil dengan bunga mawar yang telah dia siapkan untuk diberikan Mamanya, dia meletakkan di sebelah pemakaman Mamanya.⁣

Sepanjang perjalanan, Geumhee hanya bisa terdiam dan sedih, menatap pemandangan, malam hari, di dalam kamar Geumhee, dia menangis dengan memeluk foto Mamanya yang sedang memeluk dia, sedangkan keluarga yang lain hanya bisa terdiam, mereka.memberikan waktu untuk Geumhee dan Papa Geumhee, tiba-tiba dari kamar Papa Geumhee, suara pecahan kaca dan barang.⁣

1 bulan kemudian, hubungan Papa Geumhee dengan Geumhee masih belum membaik, karena Geumhee merasa marah dengan Papa Geumhee, setiap kali Papa Geumhee ingin membantu mengerjakan tugas sekolah, Geumhee memilih untuk masuk ke dalam kamarnya dan juga setiap kali dia pulang dari sekolah, Papa Geumhee berusaha untuk menyapa, namun Geumhee hanya bersikap dingin, di sepanjang perjalanan Geumhee hanya melihat pemandangan di luar kaca mobil.⁣

Setelah Geumhee menginjak umur 13 tahun, pulang dari sekolah, 5 siswa dari sekolah lain mencoba untuk menganggu dia, dia merasa tidak suka dengan sikap mereka semua, salah satu itu ingin memegang tangan Geumhee, namun tangan siswa itu ditahan oleh papa Geumhee yang datang dengan tepat waktu, mereka berusaha ingin melawan, namun tidak berani, akhirnya mereka pergi meninggalkan Geumhee dan Papa Geumhee.⁣

Papa Geumhee meminta Geumhee untuk masuk ke dalam mobil dengan memeluk, namun Geumhee melepaskan pelukannya dan masuk ke dalam mobil dengan sikap dinginnya, dan ada waktu ketika Papa Geumhee mengalami sakit, Papa Geumhee berusaha untuk kuat dan menyiapkan semua Geumhee, Geumhee menatap wajah Papanya dengan khawatir, dia juga menghampiri dan mengecek kondisi tubuh Papanya, tiba-tiba Papa Geumhee terjatuh pingsan.⁣

Malam hari di ruang rawat rumah sakit, Geumhee menunggu duduk di samping ranjang Papanya, dia terus-menerus menangis dan merasa khawatir dengan kondisi Papanya, dia menjaga sampai kelelahan, bersamaan dengan Paman dan Bibi Geumhee datang, mereka membangunkan Geumhee, Geumhee bersama dengan Bibinya pulang bersama, di lorong rumah sakit, mereka berdua berbincang-bincang.⁣

''Wajah kamu kenapa sedih gitu Gumi ?''.⁣

''Aku hanya khawatir dengan kondisi Papa, aku takut Papa...''.⁣

''Gumi ! Kamu itu bicara apa sih ?, Papa kamu pasti sembuh kok, lagi pula Papa kamu itu hanya sakit biasa saja, lebih baik kamu doakan saja dia'' Bibi merangkul dan memegang pundak Geumhee.⁣

''Iya Bibi, ini semua gara-gara aku, aku memang anak yang tidak berguna, aku selalu saja bersikap dingin dengan Papa''.⁣

''Gumi ! Kamu tidak boleh berkata seperti itu, jangan pernah menyebut dirimu itu anak yang tidak berguna, lagi pula, kalau Bibi melihat kamu, kamu itu adalah anak yang berguna dan sangat pintar, buktinya kamu bisa melakukan apa yang orang belum tentu bisa melakukan, contohnya kamu selalu memberi perhatian kamu sama kedua orang tua kamu, ketika Mama kamu dan Papa kamu sedang sakit, kamu masih saja sibuk merawat mereka, memangnya semua anak-anak bisa melakukan itu semua ?'' Bibi Geumhee mengelus rambut Geumhee, ''sebenarnya Papa kamu itu adalah orang yang baik, dia sangat sayang dengan kamu dan Mama kamu, cuman dia hanya kurang perhatian sama kalian''.⁣

''Atau mungkin gara-gara keegoisanku dan sikapku yang terlalu dingin dengan Papa''.⁣

''Mungkin itu salah satunya'' Bibi Geumhee tersenyum.⁣

Pagi hari di depan pintu rumah Geumhee.⁣

''Ternyata kamu disini ?''.⁣

''Iya Bi, aku sedang menunggu Papa pulang''.⁣

''Kamu memang anak yang baik Gumi, Papa kamu pasti sangat senang kalau kamu menyambutnya''.⁣

''Pokoknya hari ini dan seterusnya, aku akan mengubah sikapku sama Papa, aku akan menjadi anak yang baik untuk Papa'' Gumi tersenyum.⁣

1 menit kemudian, sebuah mobil hitam datang, Geumhee yang sedang membantu Bibinya menyiapkan makanan dan minuman kesukaan Papanya, dia pergi keluar untuk menuju ke mobil itu, bersamaan dengan Papa Geumhee yang keluar dari mobil itu dan di dampingi oleh Pamannya, Geumhee langsung memeluk Papanya dengan menangis, Papa Geumhee merasa senang dan sedikit bingung.⁣

Di dalam kamar orang tua Geumhee.⁣

''Papa ! Bagaimana kondisi Papa sekarang ?''.⁣

''Kondisi Papa sekarang sudah mulai membaik nak, terima kasih Gumi, karena kamu sudah merawat Papa selama di rumah sakit''.⁣

''Papa tidak perlu berterima kasih sama aku, sudah sepantasnya aku melakukan tugas itu sebagai seorang anak yang baik''.⁣

''Papa ingin minta maaf karena selama ini tidak pernah ada waktu untuk kamu dan Mama kamu, Papa merasa sangat bersalah sama Mama kamu dan kamu, jika kamu ingin marah dengan Papa dan...''.⁣

''Aku tidak marah sama Papa dan aku sudah melupakan itu semua, aku berharap semoga Papa sembuh dan menjadi seorang Papa yang baik dan selalu ada untukku'' Geumhee tersenyum dan memeluk Papanya.⁣

Dia dengan Papanya mulai berbincang-bincang sampai 1 bulan telah berlalu, mereka ke tempat pantai favorit Geumhee, mereka berdua bermain air di pinggir pantai, mereka juga makan bersama dan Papa Geumhee menceritakan pertemuan awal Mama dan Papa Geumhee bertemu sampai Geumhee tertawa mendengarkan cerita dari Papanya, tengah malam mereka kembali ke rumah, Geumhee mengantuk, tertidur pulas di dalam mobil.⁣

Papa Geumhee membawa Geumhee masuk ke dalam kamarnya, dia mencium Geumhee, lalu keluar dari kamar Geumhee, siang hari, tepat hari ulang tahun Geumhee, Papa Geumhee bersama keluarganya yang lain menyiapkan sebuah kejutan untuk Geumhee, sedangkan di sekolah, dia berjalan dan ingin menghampiri Papa Geumhee, seorang gadis yaitu teman kelas atau teman dekat Geumhee menahan tangannya, dia ingin berbicara dengan Geumhee.⁣

''Gumi, sore ini kamu ada acara nggak ?''.⁣

''Hari ini sepertinya aku ada acara full dengan keluarga, aku minta maaf sama kamu kalau aku tidak bisa menerima ajakanmu''.⁣

''Iya Gumi tidak apa-apa, mungkin lain kali, aku akan mengajakmu, kalau begitu sampai ketemu besok ya'' Teman Geumhee melambaikan tangan sambil tersenyum.⁣

''Dah ! Papa'' Geumhee memeluk Papanya sambil tersenyum.⁣

Di rumah Geumhee, saat Geumhee masuk ke dalam rumahnya, di dalam ruang tamu terlihat gelap, tiba-tiba lampu menyala dengan suara tiupan terompet kecil, semua keluarga Geumhee keluar persembunyiannya dan menyanyikan lagu ulang tahun untuk Geumhee, di hari itu Geumhee merayakan ulang tahun pertama kali tanpa seorang Mama, meskipun Mama Geumhee tidak lagi di dunia fana tetapi Mama Geumhee selalu ada di dalam hati Geumhee.⁣

Malam hari, setelah acara ulang tahun Geumhee, Papa membuat susu cokelat panas dan kue cokelat, dia menuju ke lantai atas atau rooftop rumah Geumhee, dan melihat Papanya yang sedang menatap langit dengan merasakan hembusan angin di malam hari, di tangannya, Geumhee sedang memegang dan memeluk boneka kesayangannya, boneka itu pemberian dari Mama Geumhee, dia sangat merindukan Mamanya, Papa Geumhee yang merasa sedih, papa Geumhee menghampiri dengan perasaan sedih, dia meletakkan 2 cangkir susu cokelat dan 1 piring berukuran sedang berisi kue cokelat diatas kursi.⁣

''Gumi ini untukmu, maaf kalau rasanya kurang pas untukmu dan hati-hati masih panas''.⁣

''Terima kasih Papa'' Geumhee meniup susu cokelat, ''sepertinya susu cokelat buatan Papa terasa enak, karena aku tidak peduli dengan rasanya, aku yakin Papa membuatkan untukku dengan kasih sayang kan''.⁣

''Terima kasih Gumi, setelah mendengarkan pujianmu, Papa merasa senang, oh iya Gumi, Papa ingin memberikan sesuatu untukmu'' Papa Geumhee mengambil barng di saku celananya, ''ini adalah hadiah dari Papa untukmu'' Papa Geumhee memberikan kotak perhiasaan berukuran sedang.⁣

''Ini apa Pa ?'' Gumi terdiam, menatap kotak itu dengan melamun.⁣

''Kamu buka saja'' Papa Geumhee tersenyum sambil menatap langit.⁣

Geumhee membuka kotak perhiasan itu dan terkejut, ''kalung ini !''.⁣

''Itu kalung untuk kamu hadiah dari Papa, seharusnya kalung ini Papa berikan untuk Mama kamu sebagai hari pernikahan Papa dan Mama kamu, tapi Papa terlambat memberikan kalung itu untuk Mama kamu, awalnya Papa berpiki, apakah kamu ingin menerima hadiah ini dari Papa kamu''.⁣

''Aku menyukainya Papa'' Geumhee memeluk Papanya dan menangis, ''terima kasih Papa''.⁣

''Sama-sama Gumi'' Papa Geumhee menangis sambil memeluk.⁣

1 tahun telah berlalu, Geumhee telah menjadi dewasa, dia berumur 15 tahun dan hari kedua, dia masuk di sekolah SMA tahun pertama, dia berjalan dari gerbang sekolah hingga masuk ke lorong sekolah, waktu dia ingin masuk ke dalam kelas, tiba-tiba dia melihat 3 gadis sedang membully seorang siswi, salah satu dari tiga gadis itu memaksa siswi itu untuk meminta uang, Geumhee menghampiri dan mengehentikan perbuatan siswi pembully itu.⁣

''Hei Jung Haeun, cukup hentikan, jangan terus-menerus mencari masalah''.⁣

''Astaga'' Haeun merasa kesal dengan menghela nafasnya, ''ternyata kamu lagi, Han Geumhee si anak piatu itu''.⁣

''Aku tidak perlu kamu mau bilang apa tentang aku, yang paling terpenting sekarang, kamu itu berhenti mencari masalah dengan dia, atau aku akan melaporkan perbuatanmu sama Ibu Lee Bora''.⁣

''Jika kamu ingin melaporkan silakan saja, mungkin Ibu Lee akan mendapatkan masalah buruk'' Haeun tersenyum dan mengancam.⁣

''Geumhee ! Lebih baik kamu pergi saja, jangan pedulikan aku''.⁣

''Aku tidak akan pergi sebelum mereka bertiga meminta maaf dan berhenti menindas kamu'' Geumhee berbicara dengan berani.⁣

Dari kejauhan, seorang siswa sedang melihat Geumhee berkelahi dengan Haeun, dia menghampiri dan menahan tangan Haeun yang ingin memukul Geumhee, seketika sikap Haeun berubah menjadi baik, dia menuduh Geumhee sedang mengambil uang hingga seolah-olah dia membantu, Geumhee yang merasa dihina oleh Haeun, dia merasa marah dan ingin memukul, tetapi pria itu tiba-tiba menahan tangan Geumhee, dan memperingati Haeun dengan teman-temannya dengan tegas.⁣

''Aku melihatmu tadi ingin memukul dia dan aku sudah tahu sikapmu yang selalu cari masalah, apa lagi sampai menindas siswa, jika aku melihatmu melakukan kekerasan kepada semua murid, aku tidak akan tinggal diam, jangan mentang-mentang ayahmu itu adalah pemimpin tertinggi di sekolah ini, dan kamu bisa seenaknya mencari masalah, oh iya satu lagi, setelah aku pikir-pikir, lebih baik kita putus saja'' Siswa itu membawa Geumhee dan siswi yang dibully itu pergi dari tempat itu.⁣

''Sayang tunggu, tolong maafkan aku, aku akan berjanji tidak akan mengulanginya''.⁣

Siswa itu tetap berjalan dan tidak mendengarkan omong kosong dari Haeun, siswa itu membawa siswi yang dibully itu ke ruangan guru, dia dalam ruangan itu siswa itu menjelaskan semua yang telah terjadi, di depan ruang guru, Geumhee menunggu sambil meminum air putih, bersamaan dengan siswa itu keluar dari ruang guru, dia melihat botol minum Geumhee dengan bingung, Geumhee berdiri dan mengucapkan terima kasih.⁣

Siswa itu tersenyum kecil dan meninggalkan Geumhee dengan sikap dingin, di ruang kelas 1-A, Geumhee masuk di ruang kelasnya dan tiba-tiba dia terdiam di depan kelas, dia menatap siswa yang telah membantu masalah dirinya dengan Haeun, siswa itu menatap dengan bingung dan sedikit tersenyum, sebagian murid yang ada di kelas itu merasa sedikit kesal dengan Geumhee