Tor Monitor Ketua
“Tor monitor ketua, anggota mau lapor ketua..."
Aku baru saja mendengar sebuah lagu yang diputar di salah satu status Whatsapp milik seseorang yang dulunya wali kelas aku saat SMA dulu. Lagu ini juga pernah diputar oleh guru Olahraga aku saat kelas 11 SMA.
Entah kenapa aku tertarik untuk mencari tahu apa liriknya.
"...lupa nama tapi masih ingat rasa
Rasa yang dulu pernah ada
Waktu tong sama-sama
Lupa wajah tapi masih ingat rasa
Sayang cinta lama so anyor
Tamba so ancor
Yang baru lebe gacor
Yang lalu biarlah berlalu
Kita cari orang baru
Adoh e cinta lama so ba abu..."
Begitulah yang aku terima dari sebuah blog. Kaget aku saat mengetahui artinya. Sebab artinya seperti ini.
Lagu ini, menurut bloger bernama Maria ini, seperti menggambarkan:
Move-on setelah patah hati;
Menyambut cinta baru yang lebih menyenangkan;
Suasana pertemanan yang akrab, seperti geng yang memberi laporan ke ketua;
Ungkapan identitas anak timur Indonesia yang penuh humor dan energi.
Aku benar-benar bingung. Entah mengapa akhir-akhir ini aku sering mendengar lagu-lagu bernuansa patah hati, putus cinta, atau move-on. Ada apa?
Apakah ini efek dari beberapa film sedih yang aku tonton? Atau, komik, mungkinkah? Lagu yang tadi aku dengar saat sebentar mengunjungi minimarket?
Belum lagi, aku sering menangkap hal-hal berbau pacaran berbeda agama. Ah, itu bukan antara Protestan dengan Katolik atau Ortodoks. Namun yang Kristiani dengan Islam atau agama-agama lain. Sedikit-sedikit buka Instagram, atau Tiktok, pasti muncul hal-hal tersebut lagi.
Entah itu tentang pacaran beda agama, tentang move-on, tentang putus cinta, tentang patah hati, atau cinta bertepuk sebelah tangan.
Jujur aku terganggu sekali. Apakah itu memiliki semacam, maaf, pesan, atau subliminal message, atau hidden message, untuk aku? Teruntuk diriku? Namun untuk apa? Untuk apa aku tahu hal-hal seperti itu?
Seperti sedang dirundung, tapi tak terlalu jelas sakitnya.
Kubaca lagi yang ditulis oleh si Maria ini.
"Liriknya berisi pengakuan si penyanyi yang masih ingat rasa masa lalu, meskipun lupa nama atau wajah. Dia juga seperti melihat cinta baru sebagai sesuatu yang lebih menarik dan gacor. Di mata saya, seperti sedang mengajak untuk membiarkan yang lama pergi dan buka hati untuk yang baru.
Dalam bagian yang viral, ada frasa “Tor monitor ketua, anggota mau lapor ketua”, yang sebenarnya itu merupakan bagian hook. Atau, kalau saya bisa bilang, itu merupakan lirik yang catchy dan sering dipakai ulang di berbagai remix atau audio seorang disk-jockey."
Aduh, pusing sekali kepalaku. Mereka berisik sekali. Hush, hush...
Pergi sana.
Aku sedang asyik menonton film di Netflix. Kalau yang kalian katakan benar, coba buktikan. Siapa yang baru saja patah hati, putus cinta, dan harus move-on?
Hei, aku tidak sedang mendekati perempuan mana pun. Aku malah sedang coba menata ulang hidup, mengembangkan diri, membangun sesuatu, dan... tak sempat memikirkan tentang romansa.
Kubaca lagi tulisannya.
“Yang lalu biarlah berlalu, cari orang baru”
Ah, kalimat ini seperti bermuatan pesan untuk segera move-on. Bahwa masa lalu cukup menjadi kenangan dan tidak perlu diratapi. Lagu ini seperti sedang memotivasi pendengarnya agar tidak stuck di hubungan yang menyakitkan. Ada yang baru yang mungkin lebih baik."
Membaca bagian itu, aku merasa ini ditujukan untuk aku. Namun, untuk apa? Siapa juga coba?