Bab 1
"Kak, jangan memarahi Kak Rouxue. Dia tidak sengaja mendorongku kedanau. "
Suara lembut nan manja terdengar menyedihkan. Siapapun yang mendengarnya mungkin akan langsung merasa kasihan.
Tapi tidak dengan Jiang Rouxue. Dia hanya merasakan jijik saat mendengar adik perempuannya bertingkah seperti korban. Jelas-jelas dia sendiri yang melemparkan dirinya ke danau yang dingin. Tapi Jiang Wuyan malah menuduh Jiang Rouxue mendorongnya.
Jiang Lengxi menatap tajam kearah Jiang Rouxue. "Jiang Rouxue, apa kau tahu kesalahanmu? " Tanyanya dengan dingin.
Jiang Rouxue yang berdiri ditengah kerumunan dan dicerca oleh banyak orang hanya bisa menatap Jiang Lengxi.
Ini adalah Kakak laki-laki yang paling menyayanginya. Orang yang pernah bersumpah akan melindunginya dari semua orang yang menyakitinya. Tapi dia juga yang menyebabkan semua luka ditubuhnya.
Jiang Rouxue menatap Jiang Lenxi dan berkata "Kak, jika aku mengatakan bahwa bukan aku yang mendorongnya ke danau. Apakah kau akan percaya? "
Ming Wanyu mendengus dingin. "Kita semua melihat kau yang mendorong Wuyan ke danau. Dan sekarang kau masih mengelak? "
Ming Wanyu adalah sahabat Jiang Wuyan. Tentu saja dia akan membela Wuyan. Jelas dia tahu ap yang terjadi. Tapi dia tetap menuduh Jiang Rouxue yang melakukannya.
Jiang Rouxue dengan keras kepala menatap Jiang Lengxi. Artinya jelas. Entah siapa yang berbicara omong kosong, dia akan tetap mendengarkan Jiang Lengxi.
Jiang Lengxi juga percaya bahwa Rouxue tidak akan melakukan hal itu. Dia sangat tahu isi hati Jiang Rouxue. Tapi karena dia terganggu oleh Ming Wanyu, dia tidak segera menjawab.
Jiang Lengxi tidak menyangka bahwa keterlambatannya dalam menjawab akan membuat Ming Wanyu mendorong Jiang Rouxue kedanau yang membeku.
"Dasar anak angkat! Rasakan... " ucap Ming Wanyu dengan tidak berperasaan.
Jiang Lengxi langsung mendorong Jiang Wuyan menjauh dan berusaha untuk menggapai Jiang Rouxue. Tapi usaha itu sia-sia. Jiang Rouxue sudah lebih dulu jatuh.
Disaat bersamaan, Ming Wanyu berteriak memanggil Jiang Wuyan. "Wuyan!!!! "
Jiang Wuyan pingsan! Jiang Lengxi tidak peduli dengan Jiang Wuyan yang pingsan. Dalam pikirannya hanya ada Jiang Rouxue yang perlahan tenggelam. Dia juga ikut menceburkan diri kedanau untuk menyelamatkan Jiang Rouxue.
Sementara Jiang Wuyan tidak lagi peduli bahwa dia masih pingsan. Mendengar Jiang Lengxi yang ikut menceburkan diri, dia segera bangun dari pingsannya. Dia buru-buru memerintahkan orang untuk menarik Jiang Lengxi kedarat. Keadaan menjadi kacau seketika.
Yang dirasakan Jiang Rouxue saat pertama terjatuh adalah berusaha menggapai apapun yang bisa digapainya. Lalu dia berpikir bahwa Jiang Wuyan juga pingsan, dia sangat yakin Jiang Lengxi akan mengabaikannya dan menolong Jiang Wuyan terlebih dahulu.
Harapan hidupnya berangsur-angsur hilang. Jiang Rouxue tidak lagi mencoba untuk naik kedarat. Dia mulai berpikir, bagaimana kehidupannya yang bahagia menjadi seperti ini?
Kemudian dia ingat. Setelah putri asli itu kembali, dia menjadi semakin menderita.
Jiang Rouxue dan Jiang Wuyan adalah dua putri yang tak sengaja tertukar saat lahir. Sebenarnya, keluarga asli Jiang Rouxue tidaklah miskin. Hanya saja, mereka bukan dari kalangan pejabat seperti keluarga Jiang.
Jiang Rouxue pernah bertemu dengan orang tua kandungnya. Mereka adalah pedagang yang jujur dan baik hati. Sayangnya, saat itu Jiang Rouxue tidak bisa menerima kenyataan. Jiang Rouxue memilih untuk tinggal bersama Keluarga Jiang tanpa tahu malu dan membuat ayah dan ibunya sangat sedih.
Mulai saat itulah, semua penderitaan yang dialami Jiang Rouxue muncul satu per satu. Saat Jiang Wuyan membuatnya terluka, dia selalu yang pertama mengadu.
Keluarga Jiang juga selalu membela Jiang Wuyan. Tanpa mencari tahu siapa yang benar dan salah. Pada akhirnya, Jiang Rouxue lah yang disalahkan.
Sejak Jiang Wuyan datang, orang tua Jiang selalu menghukumnya berlutut diaula leluhur. Bahkan Kakak laki-lakinya tidak lagi mempercayainya.
Seperti tadi, tepat sebelum Jiang Rouxue jatuh kedanau. Dia melihat tatapan kecewa Jiang Lengxi. Jiang Rouxue tahu bahwa pada akhirnya dia juga lah yang akan disalahkan.
Sebenarnya Jiang Rouxue bersyukur Ming Wanyu mendorongnya kedalam air. Itu meringankannya dari hukuman. Ming Wanyu juga membebaskannya dari rasa sakit. Bukankah lebih baik dia mati?
Agar dia bisa menyusul orang tua kandungnya yang sudah lebih dulu mati karena kecelakaan kereta kuda.
Saat harapan hidup Jiang Rouxue menipis. Sebuah tangan kasar dan hangat menggenggam tangannya. Jiang Rouxue membuka matanya. Dia melihat Jiang Lengxi yang datang menyelamatkannya.
Tatapan matanya penuh dengan rasa khawatir dan penyesalan. Tapi apa gunanya itu sekarang. Dia tahu, jika dia selamat hari ini, maka yang menantinya adalah penderitaan tiada akhir.
Jiang Rouxue memutuskan mati untuk menebus dosanya pada orang tua kandungnya. Jadi dengan sisa tenaga yang dia punya, Jiang Rouxue menghempaskan tangan Jiang Lengxi dan mendorongnya sekuat tenaga. Agar Jiang Lengxi bisa naik kepermukaan.
Jiang Rouxue membuka mulutnya dan berkata tanpa suara. "Hiduplah dengan baik. Jika ada kehidupan selanjutnya. Aku berharap, aku tidak akan pernah mengenal keluarga Jiang. "
Jiang Lengxi mengerti apa yang Jiang Rouxue ucapkan. Dia menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju. Tapi ada tangan yang menariknya keatas. Sesampainya diatas, Jiang Lengxi seperti orang gila yang berusaha untuk masuk lagi kedalam air.
"Rouxue.. Tidakkk.... Tidak boleh.... Ahhhh...... "
Disaat yang bersamaan. Jiang Rouxue yang secara perlahan tenggelam. Kakinya tersangkut akar tanaman air. Dia tahu bahwa dia benar-benar tidak akan selamat kali ini. Jadi dia berlahan-lahan mengeluarkan nafasnya menutup mata. Jiang Rouxue menghilang dari dunia ini.
...----------------...
"Nona... Nona... Bangun.... "
Jiang Rouxue seperti mendengar seseorang memanggilnya.
"Nona! "
Tiba-tiba Jiang Rouxue terduduk dengan nafas yang tersengah seolah kehabisan nafas. Dia memandang kesekelilingnya dengan heran.
Biyao yang melihat Jiang Rouxue menatap sekitar dengan linglung. Dia bertanya "Apakah Nona mengalami mimpi buruk? "
Baru setelah itu Jiang Rouxue menatap Biyao. "Biyao, kau masih hidup? Bagus sekali... "
Biyao dan Bixi adalah dua pelayan setia yang mati karena membela Jiang Rouxue. Biyao yang merasa Jiang Rouxue aneh berkata "Nona, hamba baik-baik saja. Apakah Nona bermimpi hamba meninggal? Tenang saja. Biasanya mimpi adalah kebalikan dari kenyataan. Hamba akan sehat dan berumur panjang! "
Jiang Rouxue tertegun. Dia merasa aneh. Lalu menatap kembali kesekitarnya. Ini adalah dekorasi kamarnya sebelum Jiang Wuyan kembali ke Manor Jiang.
Lalu sebuah pemikiran melintas dalam benak Jiang Rouxue. Untuk memastikan tebakannya, dia bertanya. "Biyao, hari apa sekarang? "
Biyao berkedip. "Hari ini adalah hari ke 23 bulan 5 kalender china. Tahun ke 32 Dengzhuang. "
Jiang Rouxue terkejut. Dia tidak menyangka akan benar-benar kembali 2 bulan sebelum kedatangan Jiang Wuyan.
Jiang Rouxue menangis gembira. Dia bahkan memeluk Biyao. "Biyao. Mulai sekarang aku akan melindungimu dan Bixi. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh atau menghukummu. Kau dan Bixi akan sehat dan berumur panjang. "
Jiang Rouxue bertekad untuk menyelamatkan dua pelayan setianya dan juga orang tua kandungnya. Dia akan memastikan bahwa mereka akan mati karena usia tua.